Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
27. Cake Yang Hancur dan Wangi Parfum


__ADS_3

Wini pelan-pelan keluar dengan mundur dari mobilnya dengan satu kotak kue di tangannya. Tadi Wini sempat membeli cake keju dengan lapisan selai strawberry untuk Lily. Karena Wini tahu Lily sangat suka. Baru saja Wini menutup pintu mobil dan berbalik, tiba-tiba dia menabrak seseorang. Wini tidak menyadari ada orang di sana. Kotak kue ditangannya jatuh terhempas lumayan jauh dari kakinya. Wini memandang kotak kue yang tersungkur dengan posisi terbalik. Dia terduduk lemas.


"Yaaah pasti rusak kuenya" gumam Wini seraya memandang kotak kue itu dengan rasa sedih.


"Maaf saya tadi jalan terburu-buru jadi menabrak kamu" Laki-laki yang tadi Wini tabrak ikut berjongkok di samping Wini. Wini seketika seperti terhipnotis ketika mencium aroma wangi parfumnya.


"Eau D’Hadrien ....mmmmhhh" ucapnya pelan seraya mengerjap. Dia menyebutkan merk parfume yang dia sedang hirup wanginya. Aroma citrus jeruk dan lemon yang segar. Dia kenal dengan wangi ini.


Laki-laki di depannya tertawa. Membuat Wini tersadar.


"Maafkan, saya tadi tidak lihat-lihat ke belakang kalau a...da.. an....da"ucap Wini terbata, dia kembali mengerjap begitu melihat wajah laki-laki yang berjarak sekitar 30 centimeter dari wajahnya itu. Kenapa tiba-tiba ada laki-laki bule di sini? pikir Wini bingung, lalu mengucek matanya mungkin dia sedang berhalusinasi.


"Ayo saya bantu. Kamu sepertinya kaget banget. Sekali lagi maaf ya"Laki-laki itu membantu Wini berdiri. Wini merasa kakinya tiba-tiba lemas, karena apa yang dia lihat memang nyata. Dia tidak sedang berhalusinasi.


"Kuenya rusak, nanti saya ganti saja " Laki-laki itu mengambil kotak kue yang tersungkur di lantai carport.


"Tidak apa-apa koq. Tidak usah ganti. Permisi" Wini meraih kotak kue itu lalu mencoba bergegas masuk ke dalam rumah. Tapi dia malah nyaris menabrak pohon palem di dekat tangga pintu masuk. Saking groginya. Dengan nafas tersengal dan jantung berdebar tidak karuan, Wini akhirnya berhasil masuk ke kamar Lily.


Wini duduk di depan Lily dan meletakan kotak kue yang sudah penyok di atas karpet. Nafasnya masih tersengal.


Lily menatapnya heran.


"Kamu kenapa, Wi? kamu sakit?"Lily meraba kening Wini. Tidak panas. Wini menggelengkan kepala.


"Maaf ya, Ly. Kuenya tadi jatuh. Jadinya rusak"

__ADS_1


Lily menatap kotak kue di hadapannya. Lalu membukanya. Bentuk kuenya sudah tidak beraturan. Dicoleknya kue itu. "mmmh cake keju selai strawberry. Rasanya tetap enak" gumam Lily.


"Kuenya hanya rusak, tidak kotor, Wi. masih bisa dimakan. Terimakasih ya, Wi" ucap Lily. Lalu beranjak ke dapur mengambil piring kecil dan sendok.


Wini masih sibuk dengan bayangan laki-laki bule yang tadi dia tabrak. Kenapa di rumah Lily ada orang bule? Setahu dirinya, keluarga Lily asli Bandung ada sedikit keturunan arab. Dan......Aaah wangi citrus jeruk dan lemon dari parfume tadi rasanya masih melekat di indra penciumannya. Itu sangat mengganggunya. Dia suka wangi itu, tapi ada kenangan buruk tentang itu.


Flashback on - Wini


Wini sudah menyiapkan sebuah kado istimewa untuk Jamie di hari ulangtahunnya. Sebuah parfum dengan wangi yang pasti disukai Jamie. Wangi citrus jeruk dan lemon yang segar. Wini pernah diajak Jamie ke pesta pernikahan sepupu Jamie, dia mendengar Jamie saat sedang menerima telepon dari temannya yang baru saja pulang dari paris. Dia nampak kecewa karena pesanan parfumnya tidak dibawakan oleh temannya itu.


Waktu itu sekitar dua minggu sebelum Jamie berulang tahun. Wini menghubungi Elisa, kakak sepupunya yang kebetulan sedang menyelesaikan studinya di Paris. Wini minta tolong dibelikan dua botol parfum . Satu untuk Jamie, dan satu lagi untuknya. Karena parfum tersebut bisa dipakai pria dan wanita. Wini penasaran juga dengan aromanya. Akhirnya parfumnya dikirim dengan dititipkan kepada salah satu temannya Elisa yang akan pulang ke Jakarta.


Pada hari Jamie ulang tahun, Mami dan Papinya Jamie datang ke Jakarta dan mengundang beberapa kerabat untuk merayakannya. Semua memberi hadiah terutama Wini. Dan Jamie terpaksa pulang ke apartemen selama orangtuanya berkunjung. Saat itu Wini dan Jamie masih berpura-pura bahwa pernikahan mereka baik-baik saja.


Wini berharap dengan memberi Jamie hadiah berupa sesuatu yang memang Jamie inginkan, akan membuat Jamie merubah sikap padanya, bisa membuat Jamie tahu bahwa Wini peduli padanya.


Tapi keesokan harinya saat orang tua Jamie sudah pulang, Jamie pun bersiap-siap pergi. Lalu menyerahkan parfum hadiah dari Wini.


"kamu tidak usah repot-repot cari tahu apa yang kumau. Aku masih bisa membelinya. Lebih baik kamu simpan. Siapa tahu kelak kamu bisa berikan kepada laki-laki yang memang mencintai kamu" ucap Jamie seraya pergi meninggalkan Wini yang mematung. Hingga kemudian Wini tidak bisa memahan air matanya jatuh.


Flashback off


Wini tersadar dari lamunannya saat Lily kembali dengan piring dan sendok kecil di tangannya.


"Kita makan kuenya. Ini untukmu Wi" Lily meletakan satu piring kecil berisi saru sendok kue di depan Wini. Lalu satu lagi dia pegang dan langsung melahapnya.

__ADS_1


"Maasyaa Allah, enak banget kuenya, Wi. kamu masih ingat ya kalau ini adalah salah satu cake kesukaanku. maacih yaa Wini cayaaang" ucap Lily setelah menghabiskan satu sendok kue yang terlihat seperti gundukan karena sudah hancur.


Wini tersenyum malu. "Sama-sama Lily sayaaang". Lily selalu berusaha membuat suasana menyenangkan


"Kamu tadi terjatuh atau bagaimana Wi, sampai kotak kue penyok begini?" tanya Lily penasaran. Yang Lily tahu, Wini adalah orang yang tidak pernah grasak grusuk. Khawatir kalau dia tadi terjatuh karena terpeleset. Karena Wini sedang memikirkan proses perceraiannya mungkin dia jadi tidak fokus berjalan.


"Aku tadi tidak melihat ada seseorang di belakangku yang sedang berjalan. Begitu menutup pintu mobil dan berbalik aku menabrak orang tersebut lalu aku terjatuh. Karena laki-laki itu tubuhnya tinggi dan sepertinya sangat kuat. Aku sampai terjatuh dan kuenya nyungsep ke lantai"Wini menceritakan kejadiannya. Tentu saja dia tidak menceritakan momen saat dia nyaris hilang kesadaran gara-gara aroma parfum dan hampir nabrak pohon palem karena grogi.


Lily nampak berpikir.


"Mungkin bang Rico yang menabrak kamu tadi Wi. Tadi kulihat dia baru saja datang saat kamu mau turun ambil kue" ucap Lily.


"Orangnya tinggi dan wajahnya ala eropa kan?" tanya Lily. Wini mengamgguk.


"jadi itu bang Rico sahabat kak Angga? ternyata dia bule?" Wini seolah tak percaya.


"Mamanya orang Bandung campuran Belanda. Ibu dari mamanya orang Belanda, ayah dari mamanya asli Bandung. Papanya Bang Rico asli jerman. Jadi wajarlah perawakannya sangat eropa ya" jelas Lily.


"iya sih" Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Wini.


"cakep ya, Wi?" tanya Lily sambil menikmati teh.


"Eh, iya cakep. Ganteng...banget"Wini grogi.


Lily tertawa sambil melirik Wini dengan satu ide yang tiba-tiba muncul di kepalanya.

__ADS_1


Wini yang tengah mencoba menikmati cake hancur, pikiranya kembali pada aroma citrus jeruk dan lemon itu. Teringat akan satu kotak parfum yang masih terbungkus rapi di lemarinya.


***


__ADS_2