
Luisa merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sebenarnya tadi dia diajak teman-temannya pergi ke club Blue Planet. Tapi dia menolaknya, Karena dia punya rencana untuk menghubungi Ran. Sekian lama dia mencari cara untuk bisa bertemu Ran. Akhirnya malam ini berhasil.
Dia bukan tidak ingin bergabung di group chat sekolah. Tapi dia dikeluarkan oleh admin group dan dia diblokir oleh beberapa orang teman sekolahnya. Karena dia sempat membuat keributan keributan di group. Waktu itu belum ada Ran di group sekolah.
Dia juga bukan sedang ke turki saat Ran menikah. Tapi dia memang tidak tahu jika Ran akan menikah. Dia mengetahuinya dari medsos beberapa teman club Blue Planet dan juga beberapa akun berita di medsos
'CEO muda dari PT. Curtis Global menikahi putri cantik dari seorang pengusaha sukses asal kota Bandung' Salah satu judul berita yang lebay menurut Luisa.
Beberapa teman clubnya juga memposting foto saat hadir di pesta tersebut. Mereka ternyata adalah para pegawai Ran. Ran memang sangat kaya. Dia tahu bahwa ayahnya Ran yang asli Perancis adalah pengusaha dan memiliki banyak pabrik garmen. Kakek dan neneknya Ran tinggal di Jepang dan memiliki restoran makanan Indonesia di sana. Selain itu rumah mereka di Jepang pun sangat besar berada di kawasan elite.
Selama ini Luisa sangat sulit mendekati Ran. Dia berpikir selera Ran mungkin perempuan yang berwajah eropa, untuk mengimbangi paras Ran yang sangat eropa. Seperti Rico, sahabat Ran. Yang punya banyak pacar dengan wajah eropa.
Luisa sampai operasi hidung agar lebih mancung. Namun tetap saja Ran tidak menyukainya.
Berkali-kali dia mencoba mendekati Ran. Tapi dia tidak pernah tertarik. Meminta bantuan Rico pun sulit. Rico tidak pernah mau membantunya mendekati Ran.
Sampai akhirnya dia menyerah. karena sepertinya Ran tidak tertarik dengan perempuan.
Dan tadi dia kembali bertemu Ran. Bersama istrinya. Seorang wanita muda berhijab dengan dandanan sederhana tapi sangat mahal. Luisa tahu dengan pasti bahwa dress simple berwarna abu muda dan tas kecil yang diselempangkan dengan santai yang dipakai oleh istri Ran adalah keluaran dari brand asal Perancis dengan harga puluhan juta. Begitupun flat shoesnya.
Luisa sangat iri melihatnya. wanita muda itu kenapa sangat serasi dengan Ran. Wanita itu berwajah asli Indonesia, tidak berlebihan berdandan, bersikap biasa saja, tapi kenapa sangat elegan. Dan Ran terlihat sangat menjaganya.
Tapi setidaknya dia tahu bahwa Ran menyukai perempuan. Dia penasaran untuk mendapatkan perhatian Ran.
Luisa melihat jam di ponselnya. Jam 22.15. Dia memilih nama Ran di kontak ponselnya. Dia mengirim pesan.
'Malam, Ran. Sedang apa?'
Dia mengirimkan chat tersebut. Lalu segera menutup ponselnya. Dia coba menunggu lima menit.
Tidak lama ponselnya berbunyi. suara notifikasi chat masuk.
Halo sahabat Kafe Blume.
Silakan pilih satu *Nomor* atau opsi menu yang Anda inginkan:
1. Pesan antar
__ADS_1
2. Reservasi
3. Keluhan
4. Cari Lokasi
Layanan ini beroperasi setiap hari *Senin sd minggu pukul 07.00 sd 23.00* waktu setempat.
Luisa menatap layar ponselnya dengan rasa kesal. Ini adalah layanan akun bisnis sebuah kafe. Sepertinya dia tadi tidak salah menulis nomor.
Mungkinkah Ran sengaja mengerjainya? Iya tentu saja. Ran pasti mengerjainya.
Aaaaahhh...Luisa menutup ponselnya. Kenapa sih Laki-laki itu sangat sulit didekati.
Sekarang dia jadi bingung di apartement sendirian.
Kalau tahu begini, lebih baik tadi dia ikut dengan teman-temannya ke club.
Dia cepat meraih ponselnya. memilih sebuah nama.
"Vi, masih di club? kamu perform malam ini?ooh nanti jam dua belas?"
Bergegas berganti pakaian dan berdandan. Setelah itu dia segera meluncur menuju Blue Planet Club. Menghilangkan kekesalannya saat ini.
***
"Akhirnya datang juga. Tadi sok sok an mau tidur cepat. Memangnya bisa?" Viona tertawa melihat kedatangan Luisa.
"Gagal rencanaku" Luisa mendengus kesal. Duduk bersandar di sofa di sebelah Viona. Viona meliriknya.
"Rencana tidur?" Viona terkekeh. dia meneguk minuman di gelasnya.
"Luisa membuka akun medsosnya. Lalu mencari akun Viona. Setelah menemukan foto yang dia cari di feed medsos Viona, dia memperlihatkannya kepada Viona.
"Kenapa dengan fotoku? ada masalah?" tanya Viona. Seketika dia khawatir. Karena dia pergi ke acara resepsi pernikahan itu bersama sugar daddynya.
Tapi dia hanya berfoto sendiri di foto booth.
__ADS_1
"Kamu kenal Ran Curtis? atau Daddymu yang kenal?" tanya Luisa.
"Ooh pengantinnya ya? Curtis junior. Dia relasi bisnis daddy ku. Kenapa kamu tanya dia?"
Viona melirik Luisa yang sedang duduk bersandar dengan malas. Biasanya Luisa tidak pernah diam jika sudah mendengar musik. Tumben sekali dia anteng. Padahal musik sudah berdentum sangat keras dan menggoda untuk ikut bergoyang.
"Dia teman SMAku. Aku menyukainya sejak dulu. Lama tidak pernah bertemu. Tadi sore aku bertemu dia di acara launching produk Freddo"sahut Luisa.
"Tapi dia sudah menikah. Istrinya pun sangat cantik. wanita baik-baik dan kaya pula" Viona masih ingat betul dengan istri Curtis Junior. Walaupun dia hanya melihat dari kejauhan.
"Aku juga cantik, Vi" Luisa bergumam.
"iya, kamu juga cantik. Tapi kurasa selera Curtis Junior itu bukan yang seperti kita, Lui"
"Aku sangat yakin, bukan hanya kamu yang tergila-gila padanya. Dia mirip sekali dengan Gaspard Ulliel, aktor Perancis. Sangat tampan. Selain itu dia juga kaya" Viona memandang Luisa. Dia heran, kenapa harus susah payah memaksakan mendapatkankan perhatian lali-laki yang sudah jelas-jelas tidak menyukainya. Lebih baik cari yang pasti saja. Meskipun hanya dibayar seperti dirinya oleh sugar daddy, tapi dia tidak mengejar-ngejar. Jika sugar daddynya sudah tidak suka padanya, ya sudah. Cari yang baru.
"Aku penasaran. Lagipula, dia sudah mempermainkanku" Luisa kembali meneguk minumannya.
"mempermainkanmu bagaimana?" tanya Viona
"tadi aku meminta nomor ponselnya dam dia memberikannya. Tapi begitu aku kirimkan chat ternyata jawabannya seperti ini" Luisa memperlihatkan ponselnnya.
Viona tertawa terbahak-bahak melihatnya. Membuat Luisa semakin kesal.
"Itu artinya dia tidak mau berurusan denganmu, Lui. Sudahlah, stop rencana gilamu. Bisa-bisa nanti kamu malah semakin dikerjainya" Viona mengingatkan.
"Dia tipe pria yang setia dan sayang dengan istrinya. Perempuan model kita, sudah pasti lewat, tidak akan masuk dalam perhatian dia" Viona kembali tertawa.
"Tapi, jika semakin sering digoda...pasti dia akan luluh juga Vi. Aku yakin. Akan aku buktikan" Luisa menyeringai licik.
"Luisa....Sugar daddyku mengenal keluarga Curtis sebagai keluarga yang sangat agamis. Bahkan tuan Adam Curtis saja menyediakan sajadah di ruangan kerjanya dan selalu shalat tepat waktu meskipun sedang bekerja.
Istri dari Curris junior pastilah wanita yang sudah lolos seleksi orangtuanya. Memenuhi standarisasi kelayakan sebagai seorang istri yang baik yang berlaku di keluarga mereka" Viona kembali menyadarkan Luisa dari kehaluan tingkat tingginya.
Luisa tertawa.
"Aku tidak perlu menjadi istrinya, Vi. Aku hanya ingin membuatnya tergoda saja. Itu saja sudah cukup"
__ADS_1
"sama saja, kan. Seperti yang kita lakukan selama ini kepada para pria yang membayar kita. Hanya berusaha membuat mereka tergoda. Tidak bermaksud memiliki" Luisa berdiri, lalu berlari ke dance floor dan berbaur dengan teman yang lain di sana.
***