Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
40. Tidak Ada Tempat Untuknya di Sini


__ADS_3

"Jamie, surat penempatanmu hari ini akan rilis. Bersiaplah dengan kantor barumu. Mulai awal bulan depan kau sudah bertugas di Tangerang. Jabatan terbarumu adalah sebagai Manajer area Tangerang. Jadi seluruh outlet yang berada di wilayah Tangerang menjadi tanggungjawabmu" Ran berkata kepada Jamie.


Jamie terkejut dengan tatapan tidak percaya. Dia diangkat menjadi Manajer area, sebelumnya dia menjabat sebagai manajer toko di Surabaya. Pantas saja dia kemarin disuruh hadir di acara rapat mengenai rencana pembukaan outlet sejabodetabek. Awalnya dia bingung karena dia adalah store manajer outlet kota Surabaya, tapi ditugaskan datang ke Jakarta untuk hadir meeting.


"Kinerjamu selama ini sangat bagus, Jamie. Kamu layak mendapatkan jabatanmu sekarang"Ran meneruskan ucapannya seraya memperhatikan wajah Jamie yang terkejut.


"Kau bersedia atau merasa keberatan?" tanya Ran


"Tentu saja saya bersedia" Jamie menjawab secepatnya.


"Mana mungkin saya melewatkan kesempatan yang baik ini, pak" lanjut Jamie.


"Oke. Bekerjalah dengan baik dan semangat" kata Ran.


Wajah Jamie nampak sumringah. Akhirnya kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil. Dan selama dua bulan ini dia memang sangat fokus bekerja, mengurangi kehidupan malam dan alkohol. Dia belajar dari bossnya itu yang selalu menjalani hidup dengan baik.


Meskipun dia ditinggalkan Angel entah kemana.


Perempuan itu sudah satu minggu tidak pulang. Setiap dihubungi, perempuan itu akan marah-marah dan mengatakan bahwa Jamie sudah tidak menyenangkan seperti dulu. Menurutnya Jamie sekarang sangat membosankan. Jujur saja, saat tidak ada Angel malah membuat Jamie merasa tenang.


"Kau kenal dengan Rakha dimana?" tanya Ran kembali mengejutkan Jamie.


"Kenal di club malam. Kami juga satu club motor" jawab Jamie sedikit was was. Ran memang bicara dengan tenang. Tapi Jamie hafal, bossnya tidak pernah membicarakan hal-hal diluar pekerjaan. Dia merasa ada yang aneh. Jika bossnya kenal Rakha. Kenapa semalam melihat dirinya bersama Rakha, bossnya itu bersikap seolah tidak kenal sama sekali.


"Tidak terlalu akrab. Cuma memang saya kenal dia dan istrinya. Karena mereka memang sering datang ke club saja"


Ran memasang flashdisk ke laptopnya. Lalu membuka sebuah file.

__ADS_1


"Dengarkan saja sampai selesai" Ran memutar rekaman suara saat Ran menculik Lily.


Jamie menarik nafas lalu menghembuskan perlahan saking terkejut mendengarnya. Sesekali dia menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata Rakha yang sangat keterlaluan. Sangat mengerikan apa yang dilakukan Rakha pada bu Lily, pikir Jamie. "Aku memang nakal, tapi sekedar bersenang-senang di club. Tidak lebih" pikir Jamie.


Kalau tindakan Rakha itu adalah tindakan kejahatan. Jamie seketika ingat perbincangannya dengan Rakha semalam. Rakha meminta pekerjaan padanya. Padahal dia tahu kalau Jamie bekerja di perusahaan Ran suami Lily, orang yang sudah dijahati olehnya. Bagaimana bisa dia tidak merasa bersalah atau malu atas perbuatannya, Jamie tidak habis pikir.


Pantas saja Rakha semalam selalu mencuri pandang kepada Ran dan Lily. Dia juga nampak gelisah. Tapi setelah Ran dan Lily pulang, Rakha nampak tenang.


Rakha tidak tahu siapa yang dihadapinya sekarang. Bossnya adalah orang yang mempunyai jaringan pertemanan yang sangat bagus di berbagai kalangan. Reputasi keluarga Ran sangat bagus. Bahkan mereka yang ada di aliran kiri sekalipun tidak berani kepada bossnya, terutama keluarga besarnya. Jamie bergumam dalam hati. Dia beberapa kali pernah melihat bossnya itu menemui berbagai macam tipe orang hebat dan penting dari semua kalangan.


"Dulu dia pernah dekat dengan Lily, Tapi hanya untuk memanfaatkannya saja. Motifnya uang. Itu jauh sebelum saya bertemu Lily"


"Beruntungnya, istri saya orang yang selalu menjaga dirinya. Bahkan bersentuhan tangan dengan lelaki pun dia tidak mau. Dan itu jadi bahan hinaan Rakha kepada istri saya"ucap Ran.


"Saya memang tidak terlalu mengenalnya. hanya sebatas kenal di club saja" Jamie mengulang lagi pernyataannya tadi. Khawatir Ran tidak percaya.


"Dia semalam menemui saya. Bercerita bahwa bisnisnya sepi. Dia juga meminta pekerjaan kepada saya" ucap Jamie jujur.


"Setelah mendengar rekaman tadi, apakah kau mau mengajaknya bekerja di perusahaan ini?" tanya Ran. Dia merapikan letak dasinya.


"Tentu saja tidak, pak Ran. Menurut saya apa yang dilakukan oleh Rakha adalah tindakan kejahatan. Saya tidak akan mau mengajaknya bekerja di perusahaan ini" jawab Jamie.


"Oke kalau begitu. Tidak ada tempat untuknya di sini. Cukup beruntung dia karena kami masih kasihan untuk tidak melaporkannya kepada yang berwajib atas kasus penculikan dan pemerasan yang dia lakukan kepada Lily" ucap Ran.


"Kau pasti tahu, saya tidak pernah mau membahas hal-hal di luar pekerjaan dengan karyawan di kantor. Tapi karena ini semalam saya melihat dia denganmu tanpa merasa bersalah saat melihat kami. Saya khawatir dia akan kembali mengganggu istri saya. Maka saya tidak bisa mendiamkannya."


"Rahasiakan soal rekaman percakapan yang tadi kau dengar. Atau kau bisa lupakan, anggap tidak pernah mendengarnya" Ran berbicara. Dia memang selalu tenang jika berbicara. Namun bisa membuat lawan bicaranya terpana.

__ADS_1


Jamie mengangguk cepat "Baik, pak Ran. Saya akan merahasiakannya"


"Terimakasih, Jamie" ucap Ran dengan tulus.


"Sama-sama, Pak Ran" jawab Jamie.


"Sekarang kau boleh lanjutkan pekerjaanmu" Ucap Ran.


Jamie keluar dari ruangan Ran. Lalu membuka ponselnya. Ada pesan masuk dari Rakha.


"Jam, bagaimana? apakah ada lowongan pekerjaan di tempatmu?'


'Sorry, bro. Ternyata semua posisi sudah terisi' jawab Jamie.


Sangat mengerikan jika dia membiarkan Rakha kerja dengannya di perusahaan ini. Bisa-bisa karirnya hancur. Jamie menghela nafas.


Bulan depan dia sudah kembali tinggal di Jakarta, tapi dia sudah bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Tidak ada lagi kehidupan malam dan hura-hura.


***


Sementara itu di sebuah ruangan ruko, Rakha tengah memikirkan cara untuk bisa mendekati seseorang yang memiliki uang banyak. Yang bisa dia manfaatkan untuk kelangsungan hidupnya. Rasanya untuk mendekati wanita akan lebih mudah baginya karena dia merasa memiliki wajah yang tampan dan dia pintar berkata-kata.


Dia sedang mengingat beberapa teman wanitanya yang berpeluang bisa dia dekati. Setidaknya sampai outletnya mulai ramai lagi. Saat ini outletnya benar-benar sepi. Sedangkan dia harus membayar gaji kakak sepupunya yang bekerja di outlet.


Dua bulan lagi dia juga harus membayar uang sewa ruko jika hendak perpanjang. Namun dia sudah tidak punya uang lagi. Uang yang dia dapatkan dari Lily sudah habis untuk pesta pernikahan, DP rumah, membeli barang-barang bermerk dan foya-foya.


Dia sudah mencoba meminta pekerjaan di kantor Jamie, tapi ternyata sudah tidak ada lowongan pekerjaan di sana. Padahal jika dia bisa ikut bekerja dengan Jamie, ada kemungkinan dia bisa mendekati Lily lagi.

__ADS_1


***


__ADS_2