Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
42. Membuka Hati


__ADS_3

"Apa kabar nih calon bapak?" tanya Rico. Dia dan Angga melakukan fist bump atau adu kepalan tangan yang bermakna seperti salaman.


"kabar baik Co. Kamu sendiri bagaimana?" Angga bertanya balik. Dia memperhatikan Rico yang terlihat semakin berbeda. Wajah Rico lebih ceria dan dia seperti sedang bahagia.


"Kabarku sangat baik, Ga" jawab Rico.


Angga melihat seorang perempuan di meja kerja sebelah kanan ruangan Rico. Dia merasa kenal dengannya. Sampai ketika perempuan itu berdiri dan menghampirinya.


"Apa kabar, Kak Angga?" Sapa Wini seraya tersenyum. Angga harus berpikir keras untuk bisa menebak alasan keberadaan Wini di ruangan Rico. Sementara Rico hanya tersenyum.


"Wini? sedang apa di sini?" tanya Angga menatap Rico dan Wini bergantian.


"Wini, sekarang bekerja di sini sebagai asisten pribadiku" Rico yang menjawab.


"aku juga awalnya tidak tahu kalau hotel ini milik bang Rico, Kak" Wini menjelaskan.


"Aku tadinya melamar sebagai asisten manajer publik relation. Tapi bang Rico menawariku sebagai asisten direktur" ucap Wini lagi.


Angga mengangguk tanda mengerti. Lalu melirik Rico yang sedang tersenyum. Angga sudah faham dengan maksud dan tujuan Rico, makanya Rico hanya tersenyum.


"Semoga kamu betah kerja di sini, Wini" kata Angga.


"Iya, Kak Angga. Terimakasih. Lagipula Bang Rico baik, koq. Sepertinya aku akan betah kerja di sini" jawab Wini.


"Aryo, kau ajak Wini keliling hotel, ajak juga bagian HRD. Saya sudah info dia tadi. Perkenalkan kepada semua orang dan beritahu Wini semua ruangan di hotel ini" perintah Rico kepada Aryo. Aryo segera bangkit dari duduknya.


"Mari, Bu Wini. Ikut saya" Aryo membukakan pintu untuk Wini.


"Kak Angga, aku tinggal dulu ya" pamit Wini ke Angga. Angga mengangguk sambil tersenyum.


Begitu Wini dan Aryo sudah keluar ruangan, Angga melotot kepada Rico.


"Maksudmu apa, Co. Merekrut Wini jadi asisten pribadi?"tanya Angga gusar.


"Dia sudah bersuami. Dan kamu menempatkan dia satu ruangan denganmu. Gila kamu"Angga berapi-api.


"Aku tahu dia perempuan baik-baik. Dia sahabatnya Lily. Kamu jangan macam-macam ya ke dia" Angga menghela nafas, lalu menghembuskannya dengan kesal.


"Dia singel. Dia sudah bercerai dari suaminya. Dia sedang butuh pekerjaan. Keluarganya sekarang sedang kesulitan keuangan. Makanya begitu aku tahu dia melamar bekerja di sini, aku beri dia posisi yang layak mendapatkan gaji lumayan besar. Dia butuh untuk membantu biaya kuliah adiknya" Rico dengan santai menjelaskan.


"Kamu menyelidiki dia? itu artinya kamu sudah punya ketertarikan kepadanya sebelum dia melamar kerja di sini. Atau sejak kamu bertemu Wini di rumahku, kamu sudah suka?" Angga menatap Rico penuh selidik.

__ADS_1


Rico mengangguk. Angga menepuk keningnya.


"Tapi saat itu aku tidak berani mendekatinya karena menurut bu Lim, dia sudah bersuami" Rico membela diri.


"Tapi kamu tetap cari tahu kan tentang dia?" Angga mencibir disambut tawa Rico. Sahabatnya itu memang sudah hafal banget tentangnya, bahkan seperti bisa membaca jalan pikirannya.


"Suaminya berselingkuh. Dan di hari pernikahan Lily, mantan suaminya datang bersama selingkuhan yang sudah jadi istri barunya" Rico menyandarkan punggungnya di kursi.


"Kamu tahu siapa mantan suaminya?"tanya Rico.


Angga mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


"Jamie" ucap Rico membuat Angga terlonjak.


"Jamie, yang mengeroyokmu waktu di SMA?" tanya Angga tidak percaya. Rico menganggukan kepalanya.


"Dia memang datang. Aku juga berbincang sebentar dengannya. Dia karyawannya Ran" Angga baru ingat. Waktu itu Jamie datang bersama seorang wanita.


"Aku memang kenal Wini, dia sahabat Lily sejak SMA. Kalau tidak salah Wini menikah saat aku di Jepang. Tapi tidak tahu kalau suaminya adalah Jamie" Angga bergumam masih tidak percaya.


"Kamu benar-benar suka dengan Wini?" tanya Angga ke Rico.


Rico mengangguk.


"Jaga dia. Lalu kuminta berikan dia ruangan kerja yang tidak satu ruangan denganmu. Jangan sampai dia mendapatkan prasangka buruk dari staffmu yang lain"ucap Angga.


"Pastikan rasa sukamu itu. Kalau memang benar-benar suka, seriuslah. Lamar dia secara baik dan terhormat" Angga meneruskan kata-katanya.


"Jangan permainkan dia. Kalau kau sakiti dia, itu sama saja menyakiti Lily" ucap Angga lagi.


Rico tertawa pelan. "Iya, Kakak Anggaaaa...aku tahu. Aku sudah tidak mau main-main lagi" ucap Rico. Angga memang selalu bersikap seperti seorang kakak. Sangat dewasa dan gemar menasehati demi kebaikannya.


"Mengenai ruangan kerjanya, masih dipersiapkan. Nanti ada ruangan khusus untuknya"


"Lagipula, aku selalu bersama Aryo. Aku sudah menugaskan Aryo untuk menjaganya" kata Rico lagi.


"Baguslah kalau begitu" ucap Angga.


"Lebih bagus lagi kalau kamu juga tahu perasaan Wini. Secepatnya. Kamu bukan anak remaja lagi"


Rico tertawa lagi.

__ADS_1


"Kamu datang kesini mau apa sih? pagi-pagi sudah mengomel" kata Rico.


"Oh iya, mau minum apa?" tanyanya kepada Angga.


"Coklat hangat saja kalau ada. Tambah cake juga" jawab Angga. Rico mendelik.


"Kalau tahu kamu mau makan, kuajak makan di kafe saja di bawah" Rico mencebik. Angga terkekeh karena berhasil mengerjai Rico.


Rico menekan tombol intercom. Meminta kepada sekretarisnya untuk dibawakan dua cangkir coklat hangat. "Sekalian bawakan empat potong cake dari kafe untuk saya dan pak Angga"


"Resto belum beroperasi, bro. Tapi tenang, Kafe sudah beroperasi. Walaupun itu kafe hanya salah satu tenant saja. Jadi bukan dari manajemen kantorku yang mengurus kafe"


"O iya, kapan hotelmu ini diresmikan?" Angga berdiri menuju jendela lalu mengintip keluar ruangan.


"Pemandangannya indah sekali" Angga bergumam.


"Awal bulan depan acara peresmiannya. Sekitar seminggu lagi. Tapi kalau kamu mau menginap silahkan saja datang kapanpun. Semua fasilitas sudah lengkap" jawab Rico.


"Aku kebetulan nanti jam sebelas ada meeting dengan klien di dekat sini. Sekalian mampir kalau kamu ada juga di sini"


"Andin minta berlibur di Lembang. Katanya mau babymoon. Kulihat, hotelmu ini sangat cocok untuk membawa keluarga ya" kata Angga.


"Datang saja kapan kamu mau. Nanti kusampaikan ke semua staff" sahut Rico antusias.


"Senang ya mau jadi seorang bapak. Deg-degan dan bahagia pastinya ya?" Rico sekarang yang melihat kebahagiaan di wajah Angga.


"Pasti bahagia, Co. Agak susah mendeskripsikannya. Kamu harus mengalami sendiri untuk tahu" sahut Angga.


"Iya....Nanti secepatnya aku menikah. Aku ngebut punya anak deh" Rico mencebik. Sahabatnya itu memang senang sekali meledeknya.


Mereka berdua tertawa.


"Jadi, kapan kamu mau berlibur di sini?" tanya Rico lagi.


"Kalau kamu mau, saat peresmian hotel ini, hadirlah bersama Andin. Sekalian berlibur di sini"ucap Rico.


"Aku akan mengundang Papamu, Ran dan Lily juga" ucap Rico lagi.


"Waah oke juga itu. Jadi kita bisa berlibur sama-sama. Bagus juga idemu itu, Co" Angga tersenyum.


Hotel baru Rico ini memang sangat cocok untuk liburan keluarga. Pemandangannya sangat indah. Ada kolam renang outdoor dan dikelilingi pohon pinus. Ada juga kebun strawberry dan kebun sayuran hidroponik di bagian timur belakang hotel, Sehingga tamu bisa sekalian ber-agrowisata di sini.

__ADS_1


Angga rasa hotel Rico ini akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan.


***


__ADS_2