
Wini masuk ke dalam lift menuju lantai empat hotel Ferien. Hari ini dia ada panggilan interview di hotel ini sebagai asisten manajer public relation. Hotel Ferien adalah hotel yang baru saja selesai dibangun sekitar tiga bulan yang lalu. Hotel keluarga berkonsep boutique hotel ini akan dibuka secara resmi bulan depan.
Lift yang Wini gunakan adalah lift khusus karyawan. Ada seorang petugas menjaga lift tersebut.
di lantai dua lift berhenti. Di depan lift nampak tiga orang pria. Wini terkejut, karena salah satu dari mereka tidak asing bagi Wini. Pria dengan semerbak wangi yang Wini kenal, berdiri dan melangkah masuk.
"Selamat pagi, Pak" petugas penjaga menyapa ketiga orang itu. Pria yang berdiri di tengah menatap Wini.
"Wini?" pria itu bergerak mendekati Wini yang berdiri di pojok sebelah kanan lift. Kedua pria lainnya bergeser ke arah sebelah kiri lift.
Wini mendongak ke arah pria itu. Karena dia memang sangat tinggi.
"Bang Rico..." ucap Wini
"Kamu kerja di sini?" tanya Rico memperhatikan Wini. Tapi Wini tidak memakai kartu identitas pegawai dan tidak memakai seragam.
"Aku ada panggilan wawancara kerja, bang" jawab Wini.
"Ooh oke. Bertemu dengan ibu Sophia dan tim direksi?" tanya Rico.
"Betul Bang" jawab Wini.
"posisi apa yang kamu lamar?" tanya Rico
"Asisten manager public relation" jawab Wini.
"Semoga berhasil ya" ucap Rico. Dia tersenyum kepada Wini.
"Terimakasih, bang" balas Wini gugup. Karena dua orang yang menemani Rico berkali-kali menatapnya.
Lift berhenti di lantai tiga. "Saya duluan ya" Rico menepuk bahu Wini pelan. bersama kedua pria tadi melangkah keluar lift.
"Silahkan, bang Rico" sahut Wini seraya mengangguk.
"Mbak kenal dengan pak Direktur?" tanya petugas penjaga lift.
"hmmmh....iya kenal" jawab Wini.
"jadi bang Rico adalah direktur hotel Ferien. Tapi ini bukan hotel dalam jaringan Hoover group"pikir Wini. Karena dia sempat mencari tahu tentang hotel ini.
Lift sudah sampai di lantai empat. Wini segera menuju meja petugas di sana.
Jadwal interviewnya masih sepuluh menit lagi.
***
__ADS_1
"Setelah ini kamu interview dengan direksi. Kebetulan hari ini bapak direktur sedang ada di sini Tadi beliau menyampaikan bahwa beliau yang akan langsung mewawancarai. Silahkan tunggu di depan. Nanti kamu akan dipanggil lagi" ucap Bu Sophia. Wini baru saja selesai tes wawancara dengan Human Resource Division dan juga dengan Manager Public Relation.
Langsung dengan direktur berarti dengan bang Rico, pikir Wini. Dia jadi deg degan. Bagaimana jika dia nanti tidak bisa menjawab semua pertanyaan karena gugup.
Wini dipanggil oleh seorang wanita berpakaian rapi dengan setelan celana panjang dan blazer hitam.
Semua karyawan memang memakai seragam seperti itu. Cara mereka berpakaian sangat sopan. Wini kira Rico senang mempekerjakan wanita wanita seksi.
"Silahkan, Mbak Wini. Bapak Rico sudah menunggu di dalam"wanita itu mempersilahkan Wini masuk. Rupanya dia sekretaris bang Rico, pikir Wini.
"Terimakasih, mbak Sandra" Wini melihat nama wanita itu pada ID card pegawai yang dipakainya.
"Silahkan duduk" Rico mempersilahkan Wini duduk di kursi di depan mejanya.
"Terimakasih, Pak Rico" jawab Wini.
"Panggil bang Rico saja seperti biasa. Tidak usah terlalu kaku. Kecuali di depan karyawan lain, nanti kamu baru panggil saya Pak Rico" ucap Rico membuat Wini tersenyum .
"Baik pak....eh Bang" Wini gugup.
"Saya tidak akan bertanya tentang kemampuan kamu di bidang pekerjaan yang sudah kamu geluti selama tiga tahun terakhir. Karena kamu pasti sudah mempersiapkan semua jawabannya. Standar pertanyaan pada saat tes wawancara kerja itu biasanya sudah bisa ditebak"
Rico membuka pembicaraan.
Wini tersenyum. Dia memang sudah mempunyai jawaban-jawaban standar untuk pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan pada saat interview. Semalam saja dia sampai mencari tahu di internet. Kisi-kisi pertanyaan pada saat interview untuk calon asisten manajer public relation di sebuah hotel.
"Jika kamu diminta untuk menempati posisi sebagai personal asisten.... maksudnya asisten pribadi saya, apakah bersedia?"
"Saya rasa kemampuan kamu sebagai seorang public relation sangat membantu pekerjaan sebagai personal Asisten. Kamu nanti akan mengatur semua jadwal saya dan beberapa administrasi ringan. Tentu saja bersedia ikut di setiap kegiatan penting saya. Termasuk saat saya pergi ke luar kota dan luar negeri"
"Nanti ada staff juga yang membantu kamu. Saya butuh orang yang dapat dipercaya untuk mengatur semua jadwal saya"
"Saya yakin kamu mampu dan bisa diandalkan. Saya sudah membaca pengalaman kerja kamu di CV. Di kantor lamamu, kamu lebih berperan seperti seorang asisten pribadi managermu. Jadi menurut saya, kamu bisa menjadi asisten pribadi seorang direktur"
"Untuk salary. Sebagai asisten pribadi, kamu akan mendapat bayaran tiga kali lipat dari salary seorang asisten manajer public relation"
Rico menyudahi bicaranya. Dia menatap Wini penuh harap.
"Kamu boleh pertimbangkan penawaran saya. Saya beri kamu waktu 1 x 24 jam. Kalau kamu tidak bersedia tidak apa-apa. Kamu tetap akan bekerja sebagai asisten manajer public relation"
"Baik, bang. akan saya pertimbangkan dahulu" ucap Wini.
"kamu save nomor saya. Besok kamu kabari saya ya" Rico menyerahkan ponselnya kepada Wini.
Wini mengetikkan nomornya di ponsel Rico. Lalu menelepon ke nomor ponselnya. Setelah muncul di ponselnya, dia save nomor Rico.
__ADS_1
"Kenapa harus menyerahkan ponselnya kepadaku sih. Kenapa tidak menyebutkan nomornya lalu menyuruhku mencatat nomornya saja"pikir Wini. Itu tadi membuatnya sedikit kikuk.
"Oke. Jangan lupa besok kabari saya. Sekarang kamu boleh pulang" ucap Rico.
"Baik, bang. Saya permisi. Terimakasih" Ucap Wini seraya berdiri dari kursinya.
Rico mengantar Wini sampai ke pintu.
"Hati-hati di jalan" kata Rico. Wini mengangguk.
Ya Tuhaan. Kenapa aku merasa meleleh dengan perhatian kecil begini, Gumam Wini dalam hati. Baru kali ini ada seorang pria yang perhatian seperti itu kepadanya.
***
Pov Rico
Hari ini aku mulai berkantor di kantor baru. Kantor Hotel Ferien.
Hotel ini adalah proyek pribadi pertamaku tanpa embel embel group Hoover. Aku mencoba membangun sendiri bisnisku tanpa memakai bendera nama besar keluarga papiku dengan konsep berbeda. Hotel-hotel milik Hoover group adalah hotel berkonsep mewah bintang lima. Sedangkan hotel yang kubangun ini adalah hotel keluarga dengan konsep boutique hotel dengan budget terjangkau. Kuberi nama Hotel Ferien diambil dari bahasa jerman yang artinya liburan.
Aku melakukan sidak ke setiap lantai bersama Adil, Wakilku sebagai direktur dan Rudi, manajer marketing di kantor. Untuk memastikan bahwa semua sudah siap tanpa ada kekurangan. Mengingat peresmian pembukaan hotel ini hanya tinggal dua minggu lagi. Aku memang lebih senang terjun langsung ke lapangan.
Saat hendak ke lantai tiga, aku terkejut melihat Wini di dalam lift. Itu adalah lift khusus karyawan. Tapi sepertinya dia bukan karyawan di sini. Karena dia tidak memakai seragam.
Ternyata dia sedang ada panggilan kerja hari ini. Aku baru ingat hari ini ada jadwal interview kandidat asisten manager public relation.
Masih butuh beberapa posisi jabatan untuk mendukung tim kerja yang solid. Hari ini memang ada beberapa kandidat untuk beberapa posisi. Untuk level asisten manager terkadang butuh tes wawancara dengan tim direksi. Biasanya untuk interview, aku tidak langsung turun tangan. Cukup diwakilkan Adil wakilku di kantor ini.
Perempuan dengan lesung pipi di sebelah kiri pipinya itu juga terkejut saat melihatku. Aku hanya bisa sedikit bertanya karena ada para karyawanku di dalam lift. Lagipula kami sudah sampai di lantai tiga.
"Bapak kenal dengan calon karyawan tadi?" tanya Adil.
"Dia temannya adikku" jawabku. Memang dia kan temannya Lily. Lily adalah adikku.
"Cantik, pak. Semoga diterima bekerja di sini" ucap Rudi.
"Aah kau ini. Tahu saja kalau yang bening-bening"Adil tertawa.
"Jangan macam-macam. Dia sudah punya calon suami" kataku membuat mereka diam.
"yaaah..tidak ada kesempatan donk"Rudi kecewa.
Hehehehe...tidak boleh ada yang mendekati dia.
Aku akan membuatnya selalu bersamaku. Supaya tidak ada yang mengganggunya. Mungkin menjadikannya sebagai asisten pribadiku adalah ide yang sangat bagus. Dengan begitu dia akan selalu ada di dekatku.
__ADS_1
***