Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
14.Rakha - 2


__ADS_3

"Kamu kenapa dari tadi diam saja, sayang?" Dina menegur Rakha yang sedang menyetir.


"tidak apa-apa" sahut Rakha .


Dina memperhatikan raut wajah Rakha nampak kesal. Itu sejak mereka bertemu Lily di gelanggang olahraga.


"Kamu ada masalah dengan perempuan bernama Lily itu?" Tanya Dina sinis.


"tidak ada masalah dengan dia"Rakha menjawab. Dia tidak mau Dina mengusik Lily.


"Lalu kenapa sejak bertemu dia, kamu jadi diam dan nampak kesal?"Tanya Dina lagi.


"Aku hanya sedang tidak enak badan" jawab Rakha berbohong.


"Kita ke dokter saja sekarang"sahut Dina.


"Tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat sepertinya. Mungkin sedikit kecapekan setelah liburan kemarin" jawab Rakha.


"Ya, sudah kalau menurutmu tidak perlu" ucap Dina.


***


Kepala Rakha masih dibayangi kejadian tadi. Bagaimana bisa Lily sudah mempunyai calon suami. Selama dua tahun dia mengenal Lily, dia tidak pernah cerita kalau punya teman dekat laki-laki. Rakha hanya beberapa kali bertemu dengan empat sahabat Lily, dan itu semua perempuan.


Aah tapi pasti laki- laki itu tidak serius dengan Lily. Kemungkinan hanya memanfaatkannya saja. Mungkin saja dia ada kepentingan di perusahaan tempat Lily bekerja. Jadi untuk memudahkan, dia mendekati Lily. Lily punya peranan penting di perusahaannya. Dia kepercayaan direktur.

__ADS_1


Dari penampilan laki-laki itu, Rakha bisa menilai bahwa dia seorang pengusaha kaya. Outfit yang dia pakai saja harganya selangit. Pasti targetnya adalah PT. Raja Bumi, perusahaan tempat Lily bekerja. Mungkin dia sedang mengincar posisi di sana atau sedang mencari informasi tentang PT Raja Bumi. Karena kalau yang dia incar adalah uang Lily, sepertinya tidak mungkin. Laki-laki itu pastilah punya banyak harta lebih dari Lily.


***


Sejak usaha orangtuanya bangkrut, Rakha terpaksa bekerja di sebuah perusahaan jasa kurir dan relokasi atau pindahan. Terbiasa hidup dimanja oleh orangtua membuatnya malas belajar dan tidak menyelesaikan kuliahnya. Orangtuanya bukan pengusaha besar, hanya memiliki toko penjualan suku cadang kendaraan bermotor di sebuah pusat perbelanjaan otomotif di Jakarta. Bekerja sebagai salah satu staff pemasaran gajinya tidak seberapa. Dia akan mendapatkan bonus lumayan saat mendapatkan customer yang memakai jasa kantornya.


Sampai suatu ketika sebuah perusahaan besar PT. Raja Bumi memakai jasa kantornya untuk mengurus pindahan rumah salah satu tenaga ahli mereka ke kota Balikpapan. Saat itu penawaran harga mereka tidak mendapat respon dari staff PT. Raja Bumi yang berkomunikasi dengan Rakha. Sampai akhirnya Rakha mendatangi kantor mereka. Ternyata staff tersebut sedang cuti melahirkan. Akhirnya Rakha dipertemukan dengan atasan staff tersebut, Lily.


Sejak itu beberapa kali mereka bertemu. Rakha melihat bahwa Lily memiliki peranan penting di kantor tersebut. Melalui Lily semua proses pembayaran selalu lancar dan tidak pernah mempermasalahkan tentang harga. Selama pelayanan selalu baik dan cepat. Meskipun dia masih muda dengan usia 22 tahun saat itu, tapi sudah mendapatkan posisi bagus di sana.


Rakha berharap bisa menjadi salah satu pegawai di kantor tersebut. Dia yakin gaji di perusahaan itu besar. Dengan mendekati Lily kemungkinan kesempatan itu ada.


Sejak itu Rakha melakukan pendekatan kepada Lily. Dia mencari tahu tempat tinggal Lily dan kegiatan sehari-harinya. Mengirimkan hadiah-hadiah ke kantor Lily, meneleponnya menanyakan kabar basa basi, sampai mengantarnya berangkat ke kampus.


Akhirnya Rakha memutuskan untuk menyatakan cinta kepada Lily. Walaupun sebenarnya itu hanya pura-pura. Kalau bukan karena dia harus mencari pekerjaan yang lebih baik, dia tidak mungkin cinta kepada gadis seperti Lily. Lily bukan tipe perempuan idamannya. Wajah nya memang imut dan manis dengan kulit putih cerahnya. Tapi Lily lebih seperti anak SMA. Wajahnya nyaris tanpa riasan. Bahkan, anehnya dia tidak mau melakukan kontak fisik apapun dengan laki-laki, sekalipun hanya berjabat tangan.


Lily juga tidak memiliki tubuh seksi seperti Dina dan wanita-wanita yang Rakha idamkan. Pakaiannya selalu tertutup dan rapi. Sangat memalukan jika harus membawanya berkumpul bertemu dengan teman-temannya di club.


Rakha diterima dengan baik oleh keluarga Lily. Apalagi sejak Rakha mengatakan kepada Papanya Lily bahwa dia serius dengan Lily.


Keluarga Lily di Bandung memang keluarga berada. Papanya mantan pegawai BUMN dan memiliki usaha sendiri juga. Beberapa kali Rakha ke rumah Lily di Bandung. Rumahnya besar berada di kawasan elite kota Bandung. Tapi dia tidak tahu seberapa kaya keluarga Lily.


Lily sendiri memiliki banyak tabungan. Suatu hari sepulang mengantar Lily ke Bandung, Rakha melihat ada sebuah amplop berwarna coklat tertinggal di lantai mobil. Isinya ternyata tiga lembar hasil print out rekening koran. Rakha tercengang saat dia membacanya. Salah satu rekeningnya dengan saldo sepuluh milyar, satu rekening lainnya saldo enam ratus juta dan saldo rekening gajinya sebesar lima puluh juta. Bagaimana bisa, gadis seusia Lily sudah memiliki uang sebanyak itu. Rakha meratapi diri sendiri yang saldo rekening banknya saat itu tidak sampai satu juta.


Rakha tidak pernah memberitahukan Lily bahwa dia menemukan rekening koran tersebut. Bahkan di saat Lily kebingungan mencarinya. Rakha sengaja menyembunyikannya. Sejak saat itu, dia mulai merencanakan untuk mendapatkan uang dari Lily.

__ADS_1


***


Rencana pertamanya berhasil dengan memaksa Lily memberikan modal sebesar seratus juta untuk membuka usaha keagenan jasa kurir JNI.


Walaupun saat itu Lily sempat tidak suka dengan caranya yang meminta dengan memaksa. Tapi itu mudah saja. Lily mudah memaafkan. Dia mudah iba juga. Dengan hanya meyakinkan bahwa mereka akan menikah dan usaha yang bangun adalah untuk mereka bersama, Lily akan percaya.


Rencana kedua pun berhasil. Rakha meminta Lily meminjamkan uang sebesar satu milyar untuk membuka usaha sebagai distributor suku cadang kendaraan. Rakha beralasan bahwa dia butuh usaha yang lebih besar lagi supaya hasilnya besar. Dia meyakinkan Lily, bahwa dia harus bisa membuat keluarga Lily yakin bahwa Rakha punya usaha yang patut dibanggakan agar layak menjadi suami Lily. Awalnya Lily menolak, tapi Rakha tidak menyerah. Dia berdalih mau mengajukan pinjaman ke Bank untuk modal usahanya. Dengan segala alasan dan usaha yang membuat hati Lily iba, akhirnya Lily memberikan uang itu.


Namun Lily membuat surat perjanjian hutang piutang di atas materai. Meminta Rakha mengembalikan uang itu dalam waktu dua tahun. Jika dalam waktu dua tahun tidak dikembalikan, maka usaha tersebut berada di bawah penguasaan Lily tanpa termasuk urusan hutang ke pihak lainnya.


Rakha menyetujuinya. Dia yakin seiring waktu, Lily akan lupa dengan perjanjian itu. Toh uang itu hanya sebagian kecil dari seluruh uang yang dia punya, Pikir Rakha.


Rakha perlu uang untuk persiapan pernikahannya dengan Dina. Belum lagi untuk DP rumah yang rencananya akan dia tempati bersama Dina nanti.


Untuk membuka usaha sebagai distributor suku cadang, sebenarnya dia cukup menyetor 30 persen di awal senilai 100 juta saja ke temannya yang seorang importir suku cadang. Sisanya dia bisa bayar setiap bulan selama satu tahun.


***


Rakha sedang memikirkan cara berikutnya untuk mempertahankan Lily. Jika Lily meninggalkannya, Sumber uangnya hilang. Setidaknya sampai Lily membebaskan dia dari semua hutangnya.


Dia sudah meyakinkan Lily bahwa pernikahannya dengan Dina hanya terpaksa karena Dina mengancam akan bunuh diri. Lily tidak mempercayainya. Mungkin saat itu karena Papanya sedang sakit, jadi Lily belum bisa mempertimbangkan permintaannya untuk menunggunya bercerai dari Dina. Tapi Rakha yakin jika terus-terusan menunjukan betapa tersiksanya dia dengan pernikahannya pasti akan membuat Lily bisa didekati lagi. Lily mudah iba dan percaya.


Tapi saat ini ada laki-laki lain di dekat Lily. Menjadikannya susah mendekati Lily.


***

__ADS_1


__ADS_2