
Lily dan Yudhistira masih duduk di bangku trotoar depan taman. Suasana sangat indah dan tenang. Meskipun banyak sekali orang yang berlalu lalang di depan mereka.
Mereka jadi lupa akan rencana awal untuk berolahraga. Karena sudah terlanjur nyaman menikmati suasana pagi ini.
"sepulang dari sini kita sarapan di kafe, maukah?" Yudhistira memecah diam.
"dengan senang hati" Lily tersenyum.
"Nanti kamu pulang ke Bandung?" tanya Yudhistira.
"Iya, nanti siang rencana mau pulang" jawab Lily
"Ran, Ngapain kamu di sini?" Seseorang berdiri di depan Yudhistira.
Yudhistira mendongak, lalu segera berdiri dan memeluk orang di depannya.
"Ya Tuhan. Don juan rico. Apa kabar???" pekik Yudhistira.
"Baik-baik saja kabarku" Jawab pria itu.
Lily mendongak. Lalu mengernyitkan dahinya memandang pria di depannya.
"Bang Rico?" tanya Lily
"Kamu..Lily kan?" Rico melihat Lily. Lily tersenyum. membuat lesung pipi kanannya terbit. Rico dan Ran terpesona.
"Apa kabar bang?"tanya Lily pada Rico. "Sudah lama kita tidak jumpa"
"Baik saja, Ly" jawab Rico
mereka bertiga saling pandang, tak lama pecahlah tawa mereka.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa kenal dengan Don juan rico?" Yudhistira bertanya pada Lily.
__ADS_1
"Abang Rico itu sahabatnya Kak Angga. Pernah tinggal di rumah juga dulu lumayan lama"
"Oh ya?" Yudhistira nampak tak percaya
"Aku sudah dianggap anak oleh papanya Lily. Kamu tenang saja. Belum pernah ada ikatan cinta diantara kami" Rico berkelakar
"Tidak akan pernah ada ikatan cinta"Yudhistira mengoreksi.
"Yaa ampuun Pangeran Yudhistira ketakutan Bunga Lily nya kuambil"Rico tergelak.
Yudhistira menonjok bahu Rico pelan. Keduanya tertawa.
"Kami dulu sama-sama kuliah di Jepang. Aku sering menginap di rumah neneknya Ran."Rico menjelaskan kepada Lily yang sedari tadi menjadi penonton dua laki-laki itu.
"Yakin tuh kamu kuliah?" Yudhistira ketawa
"Setahun pertama akhirnya berhenti kuliah karena sering bolos"
"Tapi tahun berikutnya aku serius kuliah, Ran. Walaupun pindah kampus" cerita Rico membuat Yudhistira geleng-geleng kepala.
"Bahkan setelah aku lulus kuliah dan pulang ke Jakarta, dia masih sering pulang dan numpang makan tidur di rumah nenek" Lanjut Yudhistira.
Mereka berdua masih lanjut bercerita dengan seru. Sementara Lily menyimak obrolan mereka. Berarti Bang Rico kenal baik dengan Yudhistira. Satu hal awal yang membuat Lily tenang. Yudhistira orang yang baik. Bagaimana akrabnya Bang Rico dengannya. Dan sepertinya bang Rico senang melihat Lily bersama Yudhistira. Ternyata nama lengkapnya Pangeran Yudhistira. Pantas saja semua pegawai di kafe Blume memanggilnya dengan nama Pak Ran.
"Kalian berpacaran?"tanya Rico
"Kami tidak pacaran. Kami baru kenal belum sebulan. Tapi Aku suka sama Lily sejak pertama bertemu"Jawab Yudhistira terus terang. Lily jadi tersipu malu.
"Dia tidak pernah punya rahasia dariku, Ly. Aku tahu semua tentang dia"Rico menepuk dadanya
"Ini aku lagi pendekatan ke Lily, semoga saja Lilynya mau sama aku" Yudhistira melirik Lily sambil tersenyum.
Lily terperangah. Terus terang sekali dia ke bang Rico, batin Lily.
__ADS_1
"Sama aku juga begitu" ucap Rico.
"Eh, apa katamu? jangan macam-macam ya" Yudhistira mengepalkan tinju yang disambut gelak Rico.
"bercanda, broo. Lily ini adikku. Akan kujagain dia baik-baik. Kamu yang jangan macam-macam sama dia. Hadapi dulu abangnya yang keren ini" Rico menepuk dadanya lagi.
"Kalau menurutku, ya. Kalian ini cocok. Aku doakan yang terbaik untuk kalian" ucap Rico serius.
"Aamiin" Yudhistira melirik Lily yang masih terdiam dengan pipi merona.
"Oh iya, aku nanti sore mau ke Bandung. Ada janji dengan Angga. Mau ketemu Papa juga, sudah lama tak jumpa" Kata Rico.
"Lily juga mau ke Bandung, Bang. Setiap weekend Lily kan pulang"sahut Lily
"Aku juga sore ini mau ke Bandung"Yudhistira menimpali.
"Kalian pulang bersama ke Bandung?" tanya Rico.
"Iya" jawab Yudhistira.
Lily tidak jadi bicara. Kenapa tiba-tiba mereka jadi pulang ke Bandung bersama? pikir Lily.
"Setelah dari sini aku antar Lily ambil keperluannya di kos. Lalu langsung ke Bandung"
"Baguslah. Aku percaya kamu bisa jaga Lily. Aku senang dan tenang, Lily punya calon suami hebat seperti kamu, bro"Rico menepuk lengan Yudhistira.
"Terimakasih, Co" jawab Yudhistira.
"Lily tenang saja. Dia pria istimewa yang sangat baik. Seperti kamu, gadis istimewa dan sangat baik"
"Karena yang baik akan dipertemukan dengan yang baik, kan?"ucap Rico
"Iya Bang Rico, Aamiin" sahut Lily.
__ADS_1
Saat ini Lily tidak ragu untuk melangkah. Semoga Yudhistira adalah laki-laki yang telah Tuhan siapkan untuknya dan dipertemukan di waktu yang tepat.
***