Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Maafkan aku.


__ADS_3

Rayhan duduk dikegelapan, ia menggunakan piyama tidur dan meminum segelas wine sebelum tidur. ditangannya memgang sebuah ponsel miliknya, terpampng jelas gambar foto Bunga yang sedang tersenyum manis disana. ia masih memikirkan masalah tentang gadis itu, tiba tiba marah dan tidak menghubungi nya sejak dua hari. benar sejak kejadian malam itu, Bunga mendadak menghubungi Riyan tidak bisa datang mengajar karena dirinya yang sedang sakit. tentu itu membuat Rayhan tidak percaya, gadis itu tidak datang agar tidak bertemu dengan dirinya dan membahas malam itu. Rayhan merasa bersalah, tapi dirinya juga tidak tahu hal seperti itu akan terjadi.


selama dua hari itu Rayhan melihat Riyan yang belajar, hanya menelfon Bunga untuk menanyakan sebuah jawaban. Bunga sendiri merasa malu bertemu Rayhan, ia mengingat kejadian malam dirinya tiba tiba marah dan pergi begitu saja.


"seharusnya tidak seperti itu... " gumam Bunga, ia duduk didalam kamarnya dan menyesali perbuatannya. ia melirik jam setiap detiknya, keinginanannya untuk pergi masih beberapa persen. sampai sebuah dering telpon mengejutkannya, ternyata telpon tersebut dari Riyan. segera Bunga mengangkat telpon itu, dan menampilkan Riyan yang tersenyum padanya.


"Miss aku tidak mengerti soal ini, apa anda bisa membantu! " ucap Riyan menunjukkan sebuah soal pertanyaan dibuku, Bunga melihat tidak jelas pada layar ponselnya.


"saya dalam perjalanan, tunggu ya! " ucap Bunga kemudian mematikan ponselnya, ia menghela nafas kasar kemudian mengambil tas nya dan kunci mobil.


Bunga berjalan keluar dari kamar, ia bertemu sangat ayah dan ibu. sambutan hangat oleh kedua orang tuanya, sesekali ia dijailin oleh sang kakak. Bunga duduk di meja makan bersama keluarganya, seperti biasa mereka melihat Bunga yang ceria dengan sedikit diam.


"apa tidak bosan selama dua hari didalam kamar? " ucap sang kakak, Bunga menoleh dan tersenyum.


"lumayan sehat, tidur selama dua hari penuh! " saut Bunga, hal itu membuat sang ayah tertawa begitupun yang lain.


"dek aku punya teman, kemarin dia lihat foto kamu di ponselku. dia ingin kenalan sama kamu, lumayan dia tampan dan kaya! " ucap sang kakak lagi, Bunga tampak diam dan tidak tertarik. sang ayah dan ibu memperhatikan reaksi putrinya, tapi sang anak hanya tenang makan.

__ADS_1


"aku tidak mau, kasih ke yang lain saja! " saut Bunga, belum sang kakak menjawab Bunga berdiri dari duduknya dan berpamitan pergi. Bunga sengaja ingin menghindari pembicaraan itu, ia sangat tidak suka saat seseorang membahas pasangan untuknya.


...****************...


ketenangan di kantor Rayhan terganggu, semua merasakan ketegangan saat merasakan kemarahan Rayhan. semua orang mengira Rayhan sedang dalam mood yang buruk, Rayhan marah dalam setiap hal kecil yang salah dilakukan stafnya.


"saya tunggu semuanya sore ini, jika tidak selesai berikan surat pengunduran diri kalian! " ucap Rayhan kemudian pergi dari ruang rapat, semua orang tampak bergumam dengan suara lirih. Rayhan sendiri merasa kesal, mungkin kesal karena tidak melihat Bunga selama dua hari. bahkan telponnya tidak diangkat, membuat Rayhan semakin kesal saat staffnya tidak mengerjakan sesuai instruksinya. suara ketukan pintu membuat Rayhan melirik, seseorang masuk dengan sopan dan berdiri di hadapan Rayhan.


"maaf Pak, adik anda ada disini! " ucap orang itu, Rayhan hanya mengangguk tipis. karena ia berpikir adiknya pasti Reyvan atau mungkin Riyan, Rayhan pun berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan gelapnya.


Rayhan mencari adiknya yang dimaksud orang tersebut, sampai ia melihat seorang wanita duduk dengan anggun disebuah sofa. Rayhan yang melihat itu tidak percaya, wanita yang ingin ia temui semenjak dua hari, sekarang ada disana sedang duduk manis. Rayhan semakin yakin saat wanita tersebut menoleh kearahnya, tersenyum padanya seperti tidak terjadi apapun.


"dia bosan belajar, jadi aku membawanya keluar dari rumah! " ucap Bunga, Rayhan mengangguk dan mengiyakan hal itu. Bunga pun merasa salah tingkah, karena Rayhan yang terus menatapnya tanpa bicara. "dimana pantry nya, saya ingin mencuci tangan! " ucap Bunga, seseorang menuntun Bunga untuk ketempat yang diminta.


"kakak kenapa diam saja, apa ada yang membuatmu marah? " ucap Riyan, Rayhan menoleh dan menggelengkan kepalanya.


"tunggu disini, jangan kemana mana! " ucap Rayhan kemudian pergi, Riyan menatap kepergian sang kakak dengan heran dan tidak berani menjawab.

__ADS_1


Bunga berada di toilet, dan keluar menuju pantry untuk mengambil sebuah air. gelas terletak cukup tinggi, membuat Bunga yang tubuhnya mungil tidak bisa menggapai gelas tersebut. tapi dirinya terkejut saat tiba tiba Rayhan berada di belakang nya, membantunya untuk menggapai gelas yang lumayan tinggi untuk tubuhnya.


"kenapa tidak minta bantuan, kan tanganmu tidak sampai! " ucap Rayhan, Bunga tersenyum kemudian menerima gelas itu.


"Terima kasih, tidak ada orang mau minta bantuan siapa!" saut Bunga, gadis itu menuang air dalam gelas dan mulai meminumnya. Rayhan masih menatapnya, membuat Bunga tersedak air yang ia minum dan Rayhan terkejut melihat itu. "uhuk uhuk... uhuk... "


"kau baik baik saja? " ucap Rayhan, Bunga terbatuk dengan menganggukkan kepala. "pelan pelan saat minum, tidak ada yang meminta airmu! " ucap Rayhan, Bunga menoleh kearah Rayhan dengan wajah merah menahan sakit air yang masuk ke hidungnya.


"aku, tersedak karena kau menatapku. kenapa kau menatapku terus dari tadi, apa tidak ada hal lain yang perlu dilihat! " saut Bunga serak, ia menghela nafas dengan memegang hidungnya. Rayhan tertawa dengan itu, tidak disangka gadis itu akan bicara seperti itu.


"aku menatapmu karena dua hari tidak melihatmu, kupikir aku hanya berhalusinasi melihatmu disini! " ucap Rayhan menghela nafas, Bunga yang mendengar itu sedikit tersenyum.


"maaf... " ucap Bunga, Rayhan menoleh dan mengatakan kenapa tanpa bicara. Bunga tahu ia bersalah, karena itu dirinya berinisiatif mengatakan maaf. "kejadian kemarin, maafkan aku! " ucapnya lagi, Rayhan tersenyum dan mengangguk.


"iya lupakan saja, tapi, kamu baik baik saja kan? " tanya Rayhan, Bunga mengangguk dengan itu. "baiklah apa kau ingin memakan sesuatu, aku akan meminta koki untuk membuatkannya! " ucap Rayhan, Bunga tersenyum kemudian menatap koki yang baru saja datang.


"buat saja camilan, karena Riyan akan belajar disini sampai anda selesai bekerja! " ucap Bunga, Rayhan mengangguk dengan itu. dua koki yang berdiri disana tersenyum, mereka mengerti apa yang harus dikerjakan. koki menyiapkan semua bahan bahan yang akan dimasak, Bunga sendiri menatap apa saja yang akan dimasak. secara tidak sengaja dan kebetulan seorang koki yang membawa tepung, terpeleset karena menginjak sebuah air dilantai. Bunga yang melihat itu berusaha menghindari, begitu juga Rayhan yang menarik tangan Bunga. sayangnya kedua orang itu jatuh bersamaan, dan tepung menyelimuti mereka berdua.

__ADS_1


Bunga menutup matanya yang jatuh tepat diatas tubuh Rayhan, dan pria itu menghela nafas merasakan sesak. Bunga membuka mata dan menatap Rayhan, tubuh mereka penuh dengan tepung. kedua koki terkejut, mereka takut ceo mereka itu akan marah dan memecat mereka. tiba tiba saja terdengar suara tawa Rayhan dengan renyah, begitu juga dengan Bunga yang ikut tertawa. keduanya saling tertawa karena melihat wajah mereka penuh tepung, Rayhan sampai menutup wajahnya untuk menutupi tawanya yang sudah berusaha ia tahan.


...****************...


__ADS_2