
hari hari pun berlalu, Bunga yang selama ini gadis pendiam kini menjadi gadis riang. hari harinya bersama Rayhan seperti sudah terbiasa, bahkan Rayhan bahagia setiap saat bersama Bunga. Rayhan menahan perasaannya pada Bunga, ia selalu menyembunyikan rasa cinta nya pada Bunga. karena ia tidak ingin Bunga merasa aneh didekatnya, selama ini Bunga tidak menunjukkan memiliki perasaan yang sama padanya. Bunga masih bersifat canggung, masih bersifat layaknya Rayhan adalah atasannya.
bahkan saat Rayhan didekati seorang wanita, Bunga hanya diam dan bersikap biasa saja. Rayhan kadang kesal pada dirinya sendiri, ia terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya sendiri. Bunga sendiri tidak memiliki perasaan apapun, ia hanya merasa nyaman memiliki teman seperti Rayhan. yang ada setiap saat ia membutuhkan, Rayhan adalah teman pertamanya yang bisa dekat dengan dirinya setelah beberapa tahun ia tidak dekat dengan seorang pria.
Bunga diajak Rayhan menghadiri sebuah pesta pertunangan, seperti biasa gadis itu setuju karena memang senang jika diajak ke sebuah pesta. bukan untuk menikmati pestanya, melainkan menikmati makanan dan minuman yang ada disana. kali ini Rayhan dan Bunga memakai pakaian yang serasi, mereka seperti pasangan baru dengan pakaian serasi. Sesekali Bunga tersenyum saat Rayhan memperkenalkan dirinya, banyak teman Rayhan yang mengenalnya dan bersikap sopan padanya.
"haii aku Niko, salam kenal! " ucap seorang pria teman Rayhan, tentu Bunga tersenyum dan menerima uluran tangan pria itu.
"Hai Bunga, salam kenal!" ucap Bunga, mereka saling melempar senyuman.
"aku tidak menyangka Rayhan membawa kekasihnya kemari, sangat langka Rayhan membawa seorang gadis! " ucapnya lagi, Bunga menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"tidak tidak, aku bukan kekasihnya. kamu hanya berteman, dia mengajakku untuk menjadi pasangannya saja! " jelas Bunga tersenyum, Niko pun mengangguk dengan itu. mereka saling berbincang satu sama lain, Rayhan memperhatikan keduanya dari jauh dan menatap mereka tidak suka. sampai Bunga pun berjalan ke arah meja makan, ia mengambil beberapa kue yang ada disana dan menikmatinya. tidak peduli lagi dengan siapapun disana, ia menikmati camilan yang disediakan.
"Bunga! " ucap seseorang, Bunga pun menoleh dan tertegun sebentar. "Bunga ini aku, Stefi ingat? " ucap wanita bernama Stefi, Bunga pun tersenyum kemudian mengangguk. Stefi adalah teman masa kuliahnya dulu, mereka saling memeluk untuk menyapa rindu.
"Stefi apa kabar, lama tidak bertemu! " ucap Bunga, mereka tertawa ringan karena melepas rindu.
__ADS_1
"iyaa aku melihatmu terakhir kali ketika kejadian itu, kemudian aku pindah tanpa bicara denganmu lagi! " jawab Stefi, Bunga tersenyum dengan itu. Rayhan berjalan kearah Bunga, membuat Stefi tertegun melihat ketampanan Rayhan yang bagaikan seorang model ternama. "dia siapa!" tanya Stefi, Bunga menoleh kearah Rayhan kemudian tersenyum.
"hmm.. tuan Rayhan ini Stefi temanku, dan Stefi ini Rayhan temanku juga! " ucap Bunga, Stefi dan Rayhan saling bersalaman untuk perkenalan.
"sempat terpikirkan kau sudah menikah lagi, dan ini suamimu. kalau memang suamimu, yang dulu benar benar akan menyesal meninggalkanmu! " ucap Stefi tanpa henti, membuat Bunga tersenyum kaku. lain dengan Rayhan, pria itu memikirkan perkataan Stefi. kata menikah lagi terlintas di telinga dan pikiran Rayhan, ia menatap Bunga apakah gadis itu pernah menikah.
setelah pesta selesai Rayhan perjalan mengantarkan Bunga kembali ke rumahnya, didalam perjalanan Rayhan terdiam masih memikirkan suara Stefi. Bunga yang melihat Rayhan diam pun ikut terdiam, sampai mobil itu tiba tiba berhenti dan Rayhan menoleh kearah Bunga.
"apa maksud temanmu kau menikah lagi, apa kau pernah menikah sebelumnya? " tanya Rayhan, Bunga yang mendengar itu terkejut. Bunga menatap Rayhan yang juga menatapnya, bibir Bunga keluh ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena ia tidak ingin bercerita. "aku bertanya padamu Bunga, apa kau pernah menikah? "
"itu masalah pribadiku, kau tidak perlu tahu! " ucap Bunga menghadap kearah lain, Rayhan membawa Bunga untuk menatapnya.
"kenapa, itu adalah masalahku. dan kenapa kau ingin tahu, kau tidak perlu tahu! " saut Bunga, ia menggigit bibirnya karena menahan kesal.
"aku temanmu, bukankah seorang teman bisa saling berbagi masalahnya! " saut Rayhan, Bunga pun melihat kearah lain dan membelakangi Rayhan. mereka saling diam tanpa suara, Rayhan pun sedikit menyesal telah mengatakan hal kasar pada gadis itu dan memaksa keinginannya. "maafkan aku! " ucap Rayhan, Bunga menutup matanya dan menghela nafas.
"aku belum pernah menikah, tapi gagal saat menjadi pengantin!" ucap Bunga tiba tiba, Rayhan pun menoleh kearah Bunga dan mengurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya. tiba tiba saja Bunga meneteskan air mata, membuat Rayhan sakit hati melihat air mata itu lagi.
__ADS_1
"stop... jika kau tidak ingin bercerita, maka jangan diceritakan. aku tidak ingin melihatmu menangis, lupakan pertanyaanku! " ucap Rayhan kemudian, Bunga menghapus air matanya dan mengangguk. Rayhan pun memilih untuk tetap menyimpan rasa ingin tahunya, ia tidak melihat gadis itu menangis dan menangis.
...****************...
Rayhan memilih datang di sebuah club malam, ia tidak ingin terus terusan memikirkan Bunga. ia belum menemukan fakta Bunga telah menikah, dan dirinya itu tidak bisa jika harus bertanya pada gadis itu. Rayhan yang sedang menenangkan diri dihampiri oleh temannya, seorang teman yang menjadi teman bisnisnya. pria itu adalah Arga, mereka saling bertegur sapa satu sama lain.
mereka saling berbicara, membicarakan hal dengan santai. bahkan Arga menunjuk beberapa gadis untuk Rayhan, tapi pria itu sangat tidak tertarik dan hanya menanggapi dengan senyuman tipis.
"oh iya Rayhan, aku ingin mengatakan satu hal tentang gadis yang bersamamu waktu lalu! " ucap Arga, Rayhan pun menatap Arga dengan memiliki sebuah pertanyaan kenapa Arga menyebut Bunga.
"Bunga? " ucap Rayhan, Arga mengangguk dengan itu.
"iya gadis itu, bukankah aku pernah bilang kalau pernah bertemu dengannya. aku ingat saat aku menemani ibuku dulu, datang ke acara pesta pernikahannya. gadis itu gagal menikah, karena pengantin pria nya pergi begitu saja mempermalukan dirinya! " cerita itu bagaikan sebuah petir dalam telinga Rayhan, ia membayangkan Bunga yang menangis dan melamun tidak jelas ketika menamparnya beberapa waktu lalu.
"aku sempat tertarik padanya karena merasa dia itu gadis yang malang, saat aku bilang pada ibuku untuk menawarkan menjadi istriku, ibuku menolak!" ucap Arga lagi, Rayhan menaikkan satu alisnya yang masih mendengar cerita itu.
"kenapa? "
__ADS_1
"ibuku bilang gadis itu tidak baik, banyak orang yang mengatakan pengantin pria nya pergi karena mengetahui gadis itu tidak seperti covernya. dulu banyak orang yang membencinya, mencaci maki gadis itu sampai pindah rumah. aku tidak menyangka ia pindah rumah kemari, dan beritanya itu dia sedang mencari pria yang meninggalkannya dulu! " jelas Arga, Rayhan hanya terdiam karena merasa tidak bisa mengatakan apapun. "kemarin kupikir dia adalah kekasihmu, karena itu aku mengingat ingat gadis itu untuk mengatakan nya padamu! aku tidak pernah berpikir sejauh itu, tidak menyangka saja dia tidak selugu yang terlihat! "
"cukup!" teriak Rayhan, ia kesal mendengar Arga yang terus bicara menjelekkan Bunga. "jika satu kata lagi keluar dari mulutmu tentang Bunga, aku akan melupakan pertemanan kita!" ucap Rayhan kemudian meletakkan gelasnya dengan kasar, ia meninggalkan Arga yang memanggilnya. Rayhan melajukan mobil dengan kecepatan penuh, ia mengebut tanpa melihat jalan sekelilingnya. bayangan Bunga terlintas di pikirannya, tidak bisa bayangkan gadis itu seperti yang dikatakan oleh Arga.