Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Kekhawatiran Bunga


__ADS_3

Bunga menunggu penuh dengan doa, Rayhan tidak sadarkan diri setelah terlalu banyak mengkonsumsi minuman. rasa khawatir Bunga tidak dapat di tutupi, gadis itu mengatup kan dua tangannya sembari memohon doa keselamatan Rayhan yang berada diruang ICU. Riyan panik ia menelpon kakak keduanya, tapi sang kakak tidak menjawab panggilannya karena kesibukannya.


Bunga mencoba menenangkan remaja itu, meskipun hatinya juga sama panik. dokter keluar setelah beberapa menit, Bunga dan Riyan langsung memberikan beberapa pertanyaan yang langsung dijawab oleh dokter. Rayhan mengalami hangover setelah meminum dua botol sekaligus, tubuhnya bereaksi menjadi panas dan lambungnya mengalami pembengkakkan. kini Rayhan dinyatakan memiliki penyakit lambung yang kuat, lambungnya bisa saja tidak berfungsi jika Rayhan terus mengkonsumsi minuman yang tidak seharusnya.


"benar kata dokter, kakak tidak pernah makan akhir akhir ini! " ucap Riyan sedih, Bunga yang mendengar itu terkejut. dirinya semakin merasa bersalah, ia berpikir itu karena dirinya Rayhan sampai seperti itu.


Riyan menebus obat yang telah diresepkan oleh dokter, Bunga memasuki ruangan Rayhan yang terdengar tenang. Rayhan tertidur dengan wajah pucat, pria itu tidak sadar karena dokter membuatnya tidur untuk istirahat yang cukup. entah kenapa Bunga meneteskan air mata, ia menangis disamping lengan Rayhan sembari meminta maaf.


"aku tidak bisa... hatiku tidak bisa menerima siapapun, kau orang yang baik... " ucap Bunga disela tangisnya, dalam keheningan ruangan itu hanya terdengar suara Bunga yang menangis lirih.


tengah malam pun tidak terasa, Rayhan membuka matanya perlahan karena merasa tenggorokannya kering. ia melihat langit langit ruangan itu, kemudian pandangannya menyusuri ruangan cukup besar tersebut. sudah ia kira, dirinya tergeletak dirumah sakit. Rayhan memijat kepalanya yang sedikit berdenyut, kemudian menoleh kearah kanan untuk mengambil sebuah air. tapi ia terkejut dengan kehadiran Bunga, bagaimana tidak gadis itu tertidur disamping Rayhan dengan tenang.


"bagaimana dia disini! " ucap Rayhan, pria itu memiringkan tubuhnya untuk memperhatikan Bunga. wajah yang ia rindukan selama beberapa hari, tidak melihat gadis itu setelah malam sebelumnya. Rayhan mengusap rambut Bunga yang menghalangi wajah gadis itu, ia melihat mata gadis itu yang sembab. Rayhan terkejut, ia mengusap sisa air mata gadis itu. "kenapa kau menangis, apa kau sedih melihatku disini... aku tahu Bunga, kau memiliki perasaan yang sama hanya saja kamu belum menyadarinya! " gumam Rayhan, Bunga yang merasa disentuh pun mengerjapkan matanya. ia membuka mata dan langsung menatap Rayhan yang ada dihadapannya, mata keduanya saling bertemu diruang yang gelap itu.


"apa kau butuh sesuatu? " ucap Bunga kemudian, Rayhan pun berdehem dan mendudukan dirinya.


"aku haus, perlu air! " saut Rayhan, pria itu bersiap untuk turun tapi Bunga menahan tubuh pria itu.

__ADS_1


"aku akan ambilkan, kamu diam saja! "


"aku bisa sendiri, tidak perlu bantuanmu! " ucap Rayhan yang keras kepala, saat kakinya menginjak tanah ia merasa sakit pada perutnya sampai tubuhnya tidak seimbang untuk berdiri. Bunga harus menopang tubuh Rayhan yang besar itu, keduanya kembali dekat sampai membuat perasaan mereka tidak karuan.


"aku akan membantumu, tolong jangan menolak! " ucapnya, Rayhan terdiam dan kembali membaringkan tubuhnya. Bunga memberikan air dan Rayhan pun menerima air itu, kemudian keduanya saling diam tanpa bicara.


"pulanglah, aku tidak butuh bantuanmu! " ucap Rayhan, Bunga yang menyadari hal itu pun mengangguk. ia melihat jam ditangannya, kemudian menghela nafasnya dan mendirikan tubuhnya.


"aku senang anda sudah bangun, kalau begitu saya akan pulang sekarang! " ucap Bunga kemudian memberikan salam sapaan, Rayhan mengepalkan tangannya karena Bunga bersikap menyebalkan baginya. Rayhan yang akan menyusul pun tidak bisa, ia hanya bisa diam menatap kepergian Bunga hingga hilang dibalik pintu ruangannya. Rayhan kesal, ia sendiri merasa sakit pada tubuhnya yang tidak bisa membuat ya bergerak.


...****************...


"saya ingin membicarakan tentang pekerjaan saya! " ucap Bunga dengan sopan, Rayhan hanya diam memperhatikan perilaku Bunga yang aneh. Riyan yang awalnya asik bermain game pun, berjalan mendekat kearah Rayhan dan Bunga. gadis itu tersenyum melihat Riyan, kemudian memberikan sebuah map sedikit tebal pada gadis itu.


"apa ini miss? " tanya Riyan, Bunga tersenyum kemudian menatap Rayhan yang terdiam.


"tugas saya mengajarimu sudah selesai, senin besok kamu ujian dikampus. dan saya sudah mulai mengajar seperti biasa dikampus, jadi ini adalah rangkuman untuk hari ini sampai dua hari kedepan. dan untuk pak Rayhan Terima kasih, ini adalah kartu yang Anda berikan pada saya! " ucap Bunga memberikan sebuah kartu hitam kearah Rayhan, pria itu menerima kartu itu dan melihat kartu yang digunakan untuk memberikan upah pada Bunga.

__ADS_1


"hm.. nona Bunga kenapa mendadak sekali, bukankah kurang sedikit lagi kenapa tidak diteruskan! " ucap sekretaris Rayhan, Bunga tersenyum dengan itu.


"sama saja, Riyan sudah pintar kok! " ucap Bunga, Riyan yang tidak bicara pun keluar dari sana dengan marah dan kesal. Bunga sudah memikirkan hal itu sejak kembali kerumah, ia tidak ingin terus terusan bertegur sapa dengan Rayhan atau pun melihat pria itu. karenanya ia membuat keputusan untuk berhenti mengajar Riyan seperti biasanya, ia ingin kembali menjadi dosen dikamput seperti dahulu. setelah mengatakan semua itu bunga merasa lega, ia meninggalkan tempatnya tanpa menunggu Rayhan bicara ataupun memberikan pendapat.


Rayhan marah, ia menggenggam kartu hitam ditangannya. ia meremas kartu itu hingga patah, sang sekretaris terkejut melihat tangan tuannya terluka dan langsung melihat luka itu.


Bunga mencari keberadaan Riyan, ia tahun pria itu marah padanya. kemudian melihat Riyan yang duduk disebuah kursi, pria itu kesal dan terlihat dari jauh pria itu sedang menangis. Bunga mendekat dan duduk disamping Riyan, tapi pria itu malah membelakangi Bunga karena marah.


"kamu marah ya sama saya! "


"kenapa masih bertanya, tentu saja aku marah!" ucap Riyan, Bunga tersenyum kemudian membawa Rayhan untuk menghadaonya.


"kita kan masih bisa bertemu dikampus, kenapa harus bersedih! " ucap Bunga, Riyan ematap Bunga dengan mata berkaca kaca. Bunga sendiri heran kenapa pria itu menatapnya, apalagi tatapan itu berbeda dari biasanya.


"kenapa... kenapa Miss Bunga menolak kakak malam itu! " perkataan Riyan membuat Bunga terkejut, Bunga membuang pandangannya kearah lain. ia tidak menyangka Riyan mengetahui masalah malam itu, dan sekarang laki laki itu menuntut jawaban padanya.


"kakakmu orang baik, dia bisa mendapat orang yang lebih baik lagi. bukan saya orangnya! "

__ADS_1


"tapi miss Bunga adalah wanita terbaik untuk kakak, kalau anda tahu. miss Bunga adalah wanita pertama yang bisa mendekati kakak, bukan hanya kakak tapi bisa dekat denganku dan juga rumah kami! " tutur Riyan, Bunga tahu itu tapi entah kenapa ia sendiri tidak bisa melakukan keinginan Rayhan. Bunga mengusap air matanya yang akan mentes, ia tersenyum kearah Riyan.


"sampai ketemu dikampus, kamu harus lulus! " ucap Bunga kemudian pergi, ia tidak ingin terlalu lama bicara dengan Riyan. dalam langkahnya pergi, Bunga merasakan kesedihan air mata terus menetes di pipinya. ia tidak tahu apa yang sedang dirinya tangisi, terasa begitu menyedihkan dan merasa ia begitu jahat pada harapan mereka yang tidak sesuai dengannya.


__ADS_2