
Bunga terkejut mendapat kabar terjadi kecelakaan pada Rayhan, ia segera meninggalkan kegiatannya untuk menemui Rayhan dirumah sakit. karena seseorang menelpon dirinya untuk pertama, Bunga menunggu Rayhan didepan ruang igd. padahal beberapa saat yang mereka bertemu, dan semuanya bik baik saja. didalam ruangan itu dokter merawat Rayhan, Bunga tidak berhenti berdoa untuk keselamatan pria itu. seseorang menceritakan bagaiaman Rayhan membawa mobil, sampai pria itu menabrak tiang listrik untuk menghindari mobil yang akan ia tabrak. Bunga menghela nafas, dirinya benar benar merasa khawatir karena Riyan tidak dapat dihubungi olehnya.
sampai seorang dokter keluar dari ruang igd tersebut, dan Bunga langsung menghampiri dokter itu untuk menanyakan keadaan Rayhan. dokter mengatakan Rayhan baik baik saja, hanya cidera pada kepalanya akibat benturan keras. sekrang pun Rayhan sudah sadar, pria itu hanya meringis kesakitan pada kepala dan juga tangannya.
Bunga menemui Rayhan setelah bicara dengan dokter, Rayhan menatap Bunga yang masuk tanpa memberikan senyuman.
"bagaimana keadaanmu? " ucap Bunga pertama kali, Rayhan menunjukkan tangannya yang terkilir dan kepalanya yang terluka. "bagaimana ini bisa terjadi, dan kenapa kau mengebut saat menyetir! " ucap Bunga, Rayhan tidak menjawab hanya masih berpikir cerita Arga tentang gadis itu. "aku akan ambil air! "
"tidak perlu, sekarang kau pulang saja. aku akan menelpon Riyan kemari, agar tidak merepotkanmu! " ucap Rayhan perlahan, Bunga sempat tertegun dengan itu karena untuk pertama kalinya Rayhan menolak bantuannya.
"tidak merepotkan sama sekali, aku senang membantumu lagi pula adikmu belum datang! " ucap Bunga, Rayhan menggelengkan kepalanya dengan menatap Bunga.
"sudah ku katakan pergilah, aku tidak butuh bantuanmu dan jangan membantuku lagi jika aku tidak meminta! " ucap Rayhan lagi, Bunga dibuat terkejut dengan perkataan Rayhan. entah kenapa ia merasa tidak biasa saat Rayhan mengatakan hal itu, tangannya meletakkan gelas yang ia bawa keatas meja. Rayhan bahkan melihatnya seperti biasa saja, ada apa dengan Rayhan.
"baiklah jika itu maumu, aku akan pergi! " ucap Bunga melemah, perlahan ia keluar dari ruangan Rayhan. setelah pintu tertutup rapat Bunga meneteskan air matanya, ia sendiri tidak tahu kenapa dirinya menangis. kemudian berjalan cepat meninggalkan rumah sakit, Rayhan menatap kepergian Bunga dari dalam ruangan.
"maafkan aku, aku tidak bisa melihatmu untuk saat ini! " ucap Rayhan menyesali perkataannya yang mungkin kasar, ia sendiri tidak ingin memikirkan apapun karena kepalanya yang terasa hampir pecah karena terluka.
keesokan harinya Rayhan dirawat dirumah, te tu banyak pelayan yang merawat Rayhan. kali ini Bunga datang lebih awal, karena ingin melihat keadaan Rayhan. tapi tidak sesuai keinginannya, Rayhan malah tidak melihatnya dan berjalan pergi menjauh darinya. Bunga yang melihat itu merasa terkejut, tidak biasanya Rayhan bersikap acuh padanya. tiba tiba terlintas dalam pikiran Bunga, pembahasan mereka te tang Rayhan yang tahu Bunga pernah gagal menikah. Bunga menutup mulutnya, ia berpikir Rayhan merubah sifatnya karena kebenaran Bunga pernah gagal dalam pernikahan.
__ADS_1
"kenapa seperti ini... " gumamnya, ia merasa sedih dan meneteskan air matanya. Bunga berjalan kearah tempat biasanya, ia duduk dengan memegang buku yang akan ia berikan pada Riyan.
beberapa saat kemudian terlihat Rayhan turun tangga, pria itu melirik Bunga sekilas kemudian berjalan kearah dapur. tiba tiba saja suara gelas jatuh terdengar, membuat Bunga dan Riyan berjalan cepat kearah dapur. terlihat Rayhan yang ingin memungut pecahan gelas, tapi dicegah oleh Riyan.
"kakak biar aku panggilkan pelayan dulu, kakak duduklah!" ucap Riyan, Rayhan pun mengangguk dan duduk di kursi yang tersedia.
"apa kau ingin minum, akan aku ambilkan! " ucap Bunga, Rayhan menahan tangan Bunga dengan tangan kirinya yang tidak terluka.
"tidak perlu, tadi aku hanya tidak sebagai menyenggolnya dan jatuh. aku bisa ambil sendiri, kau tidak perlu repot repot! " Bunga kembali terkejut dengan penolakan Rayhan, kemudian Bunga mengangguk tipis dan berjalan menjauh kembali ke tempatnya. Rayhan sendiri menuang air dalam gelas, dan mulai meminumnya sendiri tanpa melirik Bunga yang menatapnya dari jauh.
berhari hari itu terjadi pada Rayhan, ia terus menjauhi Bunga karena tidak ingin rasa ingin tahunya meningkat. hal itu membuat Bunga salah paham, membuat gadis itu berpikir Rayhan membencinya karena fakta dirinya yang pernah gagal dalam pernikahan. hari ini Bunga datang kekantor Rayhan, karena saat dirumah Rayhan tidak akan pulang jika dirinya masih disana.
"ada apa kemarin, apa Riyan tidak dirumah? " ucap Rayhan duduk dikursinya, Bunga masih terdiam ia bingung harus bicara dari mana. "diam? "
"ada apa denganmu, kenapa kau bersikap aneh padaku. apa karena aku wanita yang pernah gagal menikah, apakah aku wanita buruk dalam pikiranmu. kenapa, aku pikir kau tidak seperti orang lain dan beda dari mereka! " ucap Bunga, Rayhan hanya diam kemudian berdiri dari duduknya.
"aku biasa saja, aku hanya sibuk dengan pekerjaan. pergilah sekarang cuaca sedang buruk, aku juga akan pergi! " ucap Rayhan keluar dari sana, Bunga mengikuti langkah Rayhan dan memanggil nama pria itu tapi dihiraukan oleh Rayhan.
"tuan Rayhan aku bertanya sebagai temanmu, apa aku memiliki kesalahan yang membuatmu harus seperti ini padaku. aku tahu kau marah karena aku tidak mengatakan hal tentangku, tapi kenapa kau harus menjauh dariku seperti ini! " ucap Bunga lagi, Rayhan memasuki mobilnya dan hendak meninggalkan Bunga. tidak disangka Bunga malah mengejar mobil Rayhan yang melaju, dalam pikiran Bunga ia tidak ingin Rayhan mendiamkannya. Bunga memanggil nama Rayhan dalam derasnya hujan, membuat Rayhan terkejut dan menghentikan mobilnya. tanpa berpikir Rayhan turun dari mobil, menghampiri Bunga yang terjatuh dijalanan.
__ADS_1
"apa kau sudah gila, kenapa melakukan hal ini! " ucap Rayhan berteriak, karena derasnya hujan suara teriakan Rayhan tidak seperti teriakan.
"aku... kenapa kau marah padaku, aku tidak membuat kesalahan apapun. kenapa kau marah, bukankah kau temanku! " ucap Bunga, Rayhan berdecak kesal dengan itu.
"iya tidak semuanya harus kuketahuikan, dan kita hanya berteman lalu kenapa harus seperti ini! " Bunga menangis tiba tiba saja, ia merasa tidaak senang ketika Rayhan mengatakan mereka hanya teman.
"hanya kamu temanku, jangan diamkan aku... kumohon... " ucap Bunga lagi, tubuhnya menggigil dan wajahnya pucat karena hujan yang deras.
"aku akan mengambil payung, dan memesan taksi untukmu! " ucap Rayhan, hendak ia pergi Bunga menahan tangannya dan gadis itu tiba tiba saja merasa lemah dan ambruk. Rayhan yang melihat itu terkejut, ia menggendong Bunga meskipun ia tahu tangannya masih terasa nyeri saat menggendong tubuh Bunga. dengan basah kuyup mereka masuk kedalam mobil, Rayhan meminta sopirnya untuk mengantar mereka kerumah besarnya. Bunga tidak sadarkan diri, Rayhan menyentuh dahi Bunga yang terasa panas dan gadis itu demam.
"kenapa kau tidak cerita padaku, aku ingin cerita yang sebenarnya darimu bukan dari orang lain! " gumam Rayhan, ia melihat Bunga yang merasa tidak nyaman.
Rayhan menggendong Bunga masuk kedalam kamarnya, tidak ada satupun orang tahu termasuk Riyan adiknya. dibaringkannya Bunga diatas kasurnya, ia meminta seorang pelayan wanita mengganti pakaian Bunga yang basah kuyup oleh air hujan. setelah dirinya juga berganti pakaian, Rayhan masuk dan duduk disamping Bunga yang berbaring.
"jangan diam... aku terbiasa dengan dirimu, jangan acuh padaku... " rancau Bunga dalam tidurnya, Rayhan yang akan pergi kemabli duduk dan memegang tangan Bunga. gadis itu menarik tangan Rayhan, dan memeluk lengan Rayhan dengan erat. "kau pria pertama yang bisa dekat denganku, tolong jangan pergi. dia pergi, teman temanku pergi, semua orang pergi, aku tidak ingin kau juga pergi. jangan meninggalkanku, semua orang meninggalkanku... kau hadir dan menjadi temanku, jangan tiba tiba pergi..." ucap Bunga lagi yang masih tidak sadar, Rayhan menatap gadis itu tanpa bicara. "jangan... "
"aku disini, aku tidak pergi. maafkan aku, maaf!" ucap Rayhan, ia menyesal telah mendiamkan gadis itu dalam beberapa hari. ia harus terganggu dengan cerita Arga, sampai ia tidak ingin bicara dengan Bunga dan membuat gadis itu salah paham. Rayhan memeluk tubuh Bunga yang lemah, sampai gadis itu membuka mata dan membalas pelukan Rayhan.
"aku akan memberitahumu apa yang kau ketahui, akan aku ceritakan seluruh ceritanya jika itu maumu... " gumam Bunga, Rayhan melepas pelukannya dan menatap Bunga.
__ADS_1
"tidak perlu, jika kau tidak ingin menceritakannya! " ucap Rayhan yang tidak ingin mengungkitnya lagi, Bunga menggelengkan kepala dengan meneteskan air mata dan kembali memeluk Rayhan. ia memantapkan hatinya untuk bercerita kepada Rayhan, karena ia sangat percaya pada Rayhan dan tidak ada yang salah jika Rayhan tahu dengan masa lalunya. Rayhan sendiri sekarang tidak peduli, tahu atau pun tidak tahu sama saja baginya akan tetap ada untuk Bunga sampai kapanpun.