Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Masalah kecoak.


__ADS_3

Suasana tempat yang ramai dan juga damai, menjadi suasana yang garing bagi dua orang yang hanya diam tidak bicara. Bunga dan Rayhan sengaja bertemu disebuah cafe tidak jauh dari tempat bekerja Bunga, Rayhan sengaja mengajak Bunga untuk bertemu dan gadis itu pun setuju tanpa tahu tujuannya mereka bertemu.


Bunga terdiam menatap Rayhan yang duduk dihadapannya, pria itu memilih sebuah menu dengan elegan. Bunga duduk dengan tenang, sedikit tersenyum saat Rayhan melihatnya dan memintanya memilih menu. setelah mereka memilih menu, masih saja diam tanpa memulai pembicaraan satu sama lain.


"maaf mengajak anda bertemu seperti ini! " ucap Rayhan memulai pembicaraan, Bunga tersenyum dan mengangguk dengan itu.


"tidak masalah tuan, jam mengajar saya juga sudah selesai! " saut Bunga, Rayhan kembali terdiam memperhatikan Bunga yang tersenyum. kemudian keduanya saling berdehem, Rayhan menegakkan tubuhnya duduk dengan benar.


"Riyan berada dirumah dan harus istirahat tanpa bisa keluar, dan saya mau mendiskusikan tentang pelajaran Riyan dengan anda! " Bunga mendengarkan Rayhan yang mulai berbicara serius, "saya punya keinginan bagaimana kalau Riyan belajar dirumah, maksudnya agar dia bisa lulus dalam ujiannya tahun ini! " ucap Rayhan terakhir, Bunga mengangguk dengan itu. Rayhan sebagai kakak ingin adiknya itu menjalani pelajaran seperti biasanya, dan keinginanannya ada seorang guru yang datang mengajar Riyan dengan privat.


"tentu saja, dia bisa belajar dirumah. tidak ada yang melarangnya belajar, jika memang dia mau lulus tahun ini! " saut Bunga, Rayhan menaikkan satu alisnya karena Bunga tidak paham perkataannya. "eh maksud anda, anda ingin saya menjadi gurunya Riyan. dirumah, secara privat! " ucap Bunga lagi yang akhirnya paham, Rayhan mengangguk dengan itu. "tapi kenapa harus saya? "


"karena anak itu selalu bercerita tentang anda, saya tidak pernah tahu dia cocok dengan siapa kalau tidak anak itu yang bicara sendiri. tapi jika anda tidak berkenan juga tidak masalah, saya juga tidak berhak memaksa Anda! " jelas Rayhan, Bunga sendiri bingung untuk keputusan itu. tapi ia juga ingin Riyan tidak ketinggalan pelajarannya, dan ia ingin semua muridnya lulus dengan nilai sempurna.


"baik saya setuju, saya akan datang setiap selesai menga ajar dikampus. bagaimana? " ucap Bunga setuju, Rayhan yang mendengar itu senang kemudian mengangguk.


"kapanpun anda luang, anda bisa datang kerumah saya. jika perlu saya akan meminta seseorang untuk menjemput anda, agar anda tidak terlalu repot! "


"tidak perlu, saya akan berangkat sendiri! " tiba tiba Rayhan mengeluarkan sebuah kartu namanya, Bunga menerima kartu itu dan mengangguk dengan senyuman. secara bersamaan menu mereka datang, Bunga yang menyukai kue pun mulai memakan menu pesanannya.


beberapa jam kemudian, Bunga sampai dirumah besar Rayhan. Bunga menatap rumah besar dan nyata dihadapannya itu, waktu itu ia hanya melihat sekarang dirinya datang memasuki rumah itu. Bunga berjalan beriringan dengan Rayhan, banyak pelayan yang memberikan hormat pada Rayhan. sungguh menakjupkan bagi Bunga, sampai Rayhan berpamit untuk mengangkat ponselnya yang berdering.


Bunga melihat sekeliling rumah itu, dipenuhi pelayan yang berlalu lalang membersihkan istana besar itu. foto besar Rayhan dan Riyan tergeletak di lantai, gadis itu memperhatikan seseorang yang memasang setiap bingkai foto disana. ia menatap foto Rayhan yang dicetak dengan sempurna, begitu juga dengan foto Riyan di sampingnya. satu bingkai foto yang tertutup kain putih, Bunga berpikir itu adalah satu saudara Riyan yang belum ia temui. rasa penasaran Bunga meronta, ia ingin melihat bagaimana ketampanan tiga orang itu jika dilihat secara langsung.

__ADS_1


"miss! " panggilan itu membuat Bunga terkejut, tentu ia tahu siapa yang memanggilnya. Riyan melambaikan tangan pada nya, laki laki itu duduk di kursi roda dengan perban yang masih terpasang di kepala pria itu. "Miss Bunga ngapain disini, mau menjenguk saya ya! " ucap Riyan, Bunga tersenyum karena perkataan remaja itu.


"saya kesini mau memberikan kamu materi, kamu harus belajar sekarang! " ucap nya, senyum Riyan menghilang dan mengerucutkan bibirnya.


"mulai hari ini kamu akan belajar dirumah, dan Miss Bunga ini yang akan menjadi dosen privatmu dirumah. kamu tidak perlu repot repot pergi ke kampus, dia akan datang setiap hari kesini! " tegas Rayhan yang tiba tiba datang, Bunga masih tersenyum dengan Riyan yang terlihat cemberut. Rayhan pergi setelah mengatakan semua itu, Bunga menghampiri Riyan dan berjongkok di hadapan Riyan.


"saya tidak akan memaksamu untuk belajar, jika kamu mau tidak belajar dulu tidak masalah, hmm? " ucap Bunga, Riyan mengangguk dengan itu.


dipersiapkan sebuah tempat yang nyaman bagi Bunga mengajar, bahkan Riyan yang awalnya tidak ingin belajar jadi membuka bukunya dan perlahan mengikuti apa perkataan Bunga. mereka berdua pun fokus belajar hingga lupa waktu, sesekali Riyan menjaili Bunga yang sedang asik menjelaskan pelajaran.


...****************...


Bunga yang sempat ketiduran membuka matanya, ia merenggangkan otornya yang kaku. sedetik kemudian ia tersadar kalau dirinya berada di ruangan, sebuah kamar besar dengan kasur empuk yang ia tiduri. Bunga tidak ingat siapa yang membawa dirinya, setidaknya ia merasa nyaman saat tidur. Bunga mengelilingi kamar itu, melihat seisi ruangan yang serba hitam dan juga tertata rapi.


"apa ini kamar tamu, mewah sekali! " gumamnya, kemudian ia melihat sebuah meja kerja dengan laptop terbuka. seketika ia tersadar kamar itu milik kakak Riyan, yaitu Rayhan dan juga terdapat foto pria itu diatas meja.


"tumben sekali anda bekerja didalam kamar? " ucap seseorang, Rayhan mengangguk dan mempersilahkan tamunya untuk duduk diatas sofa.


"ruangan saya sedang direnovasi untuk kenyamanan dan keamanan, jadi sementara saya bekerja didalam kamar! " ucap Rayhan tenang, mereka berbincang membicarakan bisnis keduanya.


Bunga yang panik bersembunyi dibawah meja kerja Rayhan, ia menutup mulutnya sendiri dan tubuhnya mulai gemetar berkeringat. ia mengumpat pada seseorang yang membawanya kekamar itu, dan ia tahu siapa yang membawanya pasti lah Riyan remaja nakal satu itu. Bunga yang asik menahan suara, tiba sebuah kecoak melintas di hadapannya membuat dirinya terkejut dan terlonjak keatas. sayang sekali karena dirinya dibawah meja, kepalanya terhantuk meja kayu yang lumayan keras.


"suara apa itu? " ucap tamu Rayhan, sang pemilik kamar pun mendengar suara itu. dengan gerakan cepat Rayhan berjalan kearah mejanya, Bunga menahan suaranya mati matian dan terkejut melihat Rayhan berada dihadapannya dan melihatnya.

__ADS_1


"kamu.... " suara Rayhan terhenti saat Bunga menutup mulutnya, Bunga menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar tamu Rayhan tidak melihat dirinya.


"kumohon... " gumam Bunga, Rayhan melepas tangan Bunga dan berdiri merapikan jasnya.


"tidak ada apapun, hanya sebuah buku terjatuh. bagaimana kalau kita membahas bisnisnya lagi besok, mendadak saya sedang tidak enak badan! " ucap Rayhan yang berbohong, sang tamu pun mengangguk setuju.


"tentu saya akan datang lagi besok, Terima kasih tuan Ray! " ucap tamu tersebut, Rayhan mengangguk dan mereka bersalaman. tamu itu telah pergi, Rayhan menarik Bunga keluar dari persembunyiannya. gadis itu bernafas dengan lega, kemudian ia menatap Rayhan yang menatapnya tanpa bicara.


"saya tidak tahu kenapa bisa disini, saat membuka mata sudah tidur disini! " ucap Bunga ia memang tidak berbohong, dan Rayhan pun percaya karena tidak mungkin gadis itu masuk kamar seseorang dengan sembarangan.


"aku tahu, pasti bocah itu! " ucap Rayhan, Bunga mengangguk kuat. Bunga mengusap kepalanya yang terhantuk meja, cukup sakit dan Rayhan memperhatikannya. "apa anda tidak bisa ditempat lain, kenapa harus dibawah meja! "


"saya panik mendengar suaramu, jadi dengan asal pergi ke bawah meja! " ucap Bunga lirih, Rayhan masih saja angkuh melihat Bunga. "gara gara kecoak, bagaimana bisa kamar sebersih ini ada kecoak! "


"dimana kecoak? " ucap Rayhan, Bunga yang akan menjawab tiba tiba melihat kecoak itu diatas meja. wajah Bunga menjawab semuanya, membuat Rayhan berbalik untuk melihat penglihatan Bunga.


"itu kecoak nya! " ucap Bunga kelagaoan, Rayhan terkejut kemudian keduanya saling berlari melompat keatas sofa besar disana. tanpa disadari keduanya saling berdekatan, Rayhan sendiri bersembunyi dibelakang punggung Bunga. "hei tuan kenapa anda juga melompat kemari, kecoak itu akan terbang! "


"usir kecoaknya! " ucap Rayhan, Bunga yang mendengar itu pun terkejut. tidak disangkanya pria itu takut dengan kecoak, Bunga menahan tawanya untuk meledek. kecoak yang berjalan cepat melesat dibawah pintu, dan keluar dari kamar Rayhan dengan cepat. keduanya masih berdekatan, bahkan tanpa disadari keduanya saling melihat tanpa bersuara.


"sudah pergi, aku akan pergi juga! " ucap Bunga, Rayhan pun berdehem dan ikut berdiri bersama Bunga. gadis itu merapikan pakaian yang ia pakai, dan tersenyum kearah Rayhan. "maaf saya masuk kamar anda tanpa sengaja, dan bersembunyi dibawah meja! "


"tidak masalah, hmm tapi apa kepala anda baik baik saja? " ucap Rayhan menanyakan kabar, Bunga tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"tentu, sangat baik. lagi pula kecoaknya sudah keluar, dia tidak akan menganggumu! " ucap Bunga memang kepalanya, belum sedetik bicara tiba tiba Rayhan mendelik.


"kecoak! " teriak Rayhan, sontak Bunga terkejut dan langsung melompat pada Rayhan. pria itu terkejut saat Bunga melompat dalam gendongannya, Rayhan sendiri dengan sigap menyangga tubuh Bunga dengan kuat. Bunga memeluk Rayhan dengan kuat, ia bahkan enggan untuk membuka mata sangking takutnya pada kecoak. gadis itu tidak sadar kalau dirinya berada dekat dengan Rayhan, masih asik dengan ketakutannya dan berteriak.


__ADS_2