
Rayhan dan Reyvan sedang berada di sebuah ruangan olahraga dirumahnya, keduanya memang suka sekali dengan olahraga otot. Rayhan yang lelah melakukan olahraga duduk di sebuah bangku, ia meminum air mineral dan memegang ponselnya. tiba tiba ia terbayang kebersamaannya bersama Bunga, padahal baru saja kemarin ia bertemu Bunga tapi sudah ingin bertemu lagi. hari ini adalah hari libur, maka gadis itu tidak datang ke rumahnya untuk mengajar. Rayhan menyalakan ponselnya, ia menekan panggilan nama Bunga tapi ia reject panggilan itu. beberapa saat kemudian ia kembali memulai panggilan, tapi ia merejectnya kembali. Rayhan berpikir untuk apa menelpon, ia tidak ingin Bunga merasa terganggu dan berpikir hal yang lain.
"apa kau baik baik saja, kenapa kau bermain panggilan di telpon? " ucap Reyvan duduk disamping sang kakak, Rayhan yang mendengar itu kelagapan dan meletakkan ponselnya.
"tentu, aku lupa ingin menghubungi siapa! " saut Rayhan, Reyvan yang melihat itu merasa aneh. karena sang kakak tidak pernah seperti itu, dan Rayhan pun menatap Reyvan yang menatapnya dengan aneh. "kenapa kau menatapmu seperti itu, kau pikir aku menelpon seorang gadis? " seketika Reyvan tertawa, membuat Rayhan kembali heran.
"kak aku tidak bilang ya, kau yang bilang sendiri tentang seorang gadis! " ucap Reyvan, Rayhan menyesali mulutnya yang kelepasan bicara. "oh iya kak, bukankah malam ini kau harus menemui tuan Arga untuk membicarakan pesta akhir tahun ini? "
"oh ya, aku lupa! " ucap Rayhan, ia menelpon seseorang yang ia tunjuk sebagai sekretaris. tapi terjadi masalah, karena sang sekretaris tidak bisa hadir karena mendadak sakit dan dilarikan kerumah sakit.
"ada apa kak? " tanya Reyvan saat melihat Rayhan kesal, Rayhan menceritakan kalau sekretarisnya sedang sakit. Reyvan sendiri mengatakan tidak bisa hadir karena harus mengurus masalah dengan istrinya, Rayhan pun bisa mengerti itu dan tiba tiba terlintas Bunga dipikirannya. Rayhan pergi begitu saja tanpa bicara, meninggalkan Reyvan yang tampak kebingungan.
Rayhan menjauh dari Reyvan karena ingin menghubungi Bunga, pria itu membuat keputusan untuk mengajak Bunga sebagai pasangannya. dan berharap Bunga menerima tawarannya, dan tidak menolak keinginananya. Bunga sendiri dirumah sedang melakukan olah raga paginya, ia melakukan yoga di taman rumahnya sendiri. Bunga melepas semua beban pikirannya, ia mengatur pernafasannya di pagi hari. suara dering telpon membuat fokusnya hilang, Bunga membuka mata dan segera menghampiri ponselnya. tertulis nama tuan Rayhan disana, Bunga sejenak berpikir kenapa pria itu menelponnya dihari libur.
"halo, selamat pagi! " ucap Bunga, Rayhan terdiam tidak mengeluarkan suara sejenak.
"aku tidak bisa bicara, coba baca pesanku saja! " suara pun terputus, Bunga merasa heran dan kemudian muncul notif pesan Rayhan di ponselnya.
Tuan Rayhan : "sekretarisku sedang sakit, dia tidak bisa menemaniku makan malam bersama orang penting nanti malam. bisakah kamu menemaniku, aku tidak memaksa jika memang tidak bersedia tidak masalah! "
Bunga membaca pesan itu, kemudian duduk untuk mulai membalas pesan pria itu. Bunga sendiri ingin menolak, tapi dirinya juga ingin pergi karena merasa bosan. mau tidak mau agar dirinya tidak jenuh, Bunga menyetujui permintaan Rayhan.
Bunga : "sepertinya bisa"
Tuan Rayhan : "oke, jam 8 bersiaplah! "
Bunga : "apa kau tahu rumahku? "
__ADS_1
Tuan Rayhan : "tentu saja tidak, katakan dimana rumahmu? "
Bunga : "baiklah aku akan menulis alamatnya, jam 8 ya! "
Tuan Rayhan : "Terima kasih, aku akan datang"
Bunga meletakkan ponselnya, ia masuk kedalam rumahnya untuk menyiapkan apa yang harus ia lakukan. menurutnya ajakan Rayhan adalah pertama baginya, tidak pernah ada seorang pria mengajaknya pergi apalagi akan datang ke rumahnya. meskipun hubungan Rayhan dan dirinya bisa dibilang atasan, ataupun rekan kerja tapi seseorang bisa berpikir hal lain. Bunga tidak tahu Rayhan yang mendapat persetujuan, merasa senang seperti ingin melambung ke angkasa. ia tidak bisa mengekspresikan hal itu, tapi diri ya benar benar senang sampai berteriak tanpa mengeluarkan suara.
...****************...
Bunga terlihat cantik menggunakan dress berwarna putih, riasan yang soft dengan wajahnya terlihat cantik natural. rambut hitamnya ia ikat serapi mungkin, dan sentuhan terakhir parfum favoritnya. Bunga merasa pakaiannya sudah formal dan juga sopan, karena ia menemani Rayhan menemui rekan kerjanya bukan untuk bermain. ia melihat dirinya sendiri, menurutnya sudah cocok jika harus bersanding dengan Rayhan.
Bunga keluar dari kamarnya berniat menunggu Rayhan, menunggu pria itu yang sudah perjalanan menuju rumahnya. tentu saja kecantikan Bunga menjadi sorotan, anak gadis rumah itu yang tidak pernah berdandan kini terlihat cantik dengaan dress berwarna putih tulang. Bunga duduk disamping ibunya, tersenyum saat semua orang melihat dirinya.
"kenapa kalian melihatku seperti itu, atasanku ada pertemuan penting dengan rekan kerjanya. beliau mengajakku, jadi aku harus berpakaian rapi! " ucap Bunga menjelaskan, sang ibu tersenyum dan mengangguk.
"sudah siap pergi? " ucap Rayhan membuyarkan lamunan Bunga, gadis itu mengangguk dengan senyuman. Rayhan menoleh kearah orang tua Bunga, memberi salam kepada keduanya disana. "selamat malam, saya ingin mengajak Bunga untuk makan malam bersama! "
"jadi ini yang di bilang atasan? " ucap sang kakak, Bunga menoleh karena nada sang kakak layaknya seseorang mengejek. Rayhan sendiri tersenyum, ia tidak menduga Bunga memperkenalkannya sebagai atasan.
"benar saya adalah atasan Bunga, kalau begitu kami pamit! " ucap Rayhan, Bunga berjalan mendahui Rayhan. dengan langkah cepat Rayhan berjalan disamping Bunga, membuka kan pintu mobil untuk memberi akses Bunga masuk.
"Terima kasih! " ucap Bunga, gadis itu tersenyum dan duduk dengan tenang. Rayhan masih belum menutup pintu, Bunga pun menoleh karena merasa heran.
"cantik, aku suka gaunmu! " ucap Rayhan tertawa tipis dengan menutup pintu, Bunga tertawa dan menggeleng kan kepalanya. Rayhan pun masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, diam dengan ketenangan anatara keduanya didalam mobil.
sampainya di sebuah restoran, Bunga dan Rayhan layaknya seorang pasangan. orang melihat mereka dan membicarakan hal positif tentang mereka, Bunga merasa tidak nyaman karena merasa malu saat dirinya menjadi sorotan. berulang kali ia menatap dirinya, mungkin ada yang salah dengan pakaian ataupun wajahnya. Rayhan yang melihat itu tersenyum, ia membawa tangan Bunga menggandeng lengannya.
__ADS_1
"apa kabar Rayhan! " ucap seorang yang kenal, orang itu adalah Arga teman bisnis Rayhan. mereka berdua saling bersalaman, dan berpelukan hangat.
"baik, bagaimana dengan kabarmu! " saut Rayhan, keduanya saling tersenyum dan mengangguk. kemudian pandangan Arga melihat kearah Bunga, dengan senyuman Bunga mengangguk tipis. "oh iya dia adalah Bunga, dia rekanku menggantikan sekretaris ku yang sedang sakit!" ucap Rayhan, Bunga dan Arga saling bertegur sapa.
"cantik, tapi seperti nya tidak asing! " ucapnya, Bunga dan Rayhan saling memandang. Bunga yang tidak mengerti menggelengkan kepalanya, Rayhan pun tersenyum pada temannya itu.
"kau salah lihat, aku tahu banyak wanita disekelilingmu. tapi kecuali dia, jangan diikutkan! " ucap Rayhan, Arga tertawa dengan itu dan memukul dada Rayhan dengan pelan. Bunga yang melihat itu tersenyum, kemudian dipersilahkan duduk oleh Rayhan dan mereka mulai berbicara satu sama lain.
"dimana adikmu, apa dia bersama istrinya? "
"iya aku tidak tahu, biasa ada masalah dengan istrinya! "
Bunga hanya diam mendengar dua orang berbisnis itu, Bunga melihat bagaimana cara mereka berbisnis dan menurutnya luar biasa. sesekali Rayhan menatap Bunga, dan mereka saling tersenyum. kemudian Arga melihat kearah Bunga, dan siBunga pun tersenyum tipis dengan anggun.
"aku ingat pernah bertemu denganmu, wajahmu tidak asing." ucap Arga, Bunga merasa tidak pernah bertemu sama sekali dengan pria itu.
"maaf saya tidak mengenal anda, mungkin salah orang! " ucap Bunga, Arga masih tampak berpikir dengan bingung sendiri.
"sudah lah Arga kau salah orang, sekarang kan banyak wajah yang hampir mirip! " ucap Rayhan, Arga pun mengangguk untuk mengiyakan hal itu. "kau ingin sesuatu? " ucap Rayhan pada Bunga, gadis itu menggelengkan kepalanya dengan senyuman. pada akhirnya Bunga memilih untuk pergi ke toilet, karena ia merasa canggung berada diantara orang orang itu.
ditoilet Bunga membersihkan pakaiannya, merapikan seperti semula. ia tersenyum pada dirinya sendiri, dandanannya masih cantik seperti sebelumnya. ia keluar dari toilet seletelah selesai, langkahnya terhenti didepan pintu toilet. ia kembali melihat seseorang, orang yang masih menjadi tanda tanya dalam hidupnya. tentu saja Bunga langsung berlari tanpa melihat sekelilingnya, ia berusaha mencari orang itu dan melihat orang itu berhenti di sebuah meja. dengan mata berkaca kaca Bunga berlari, dalam hatinya mengatakan akhirnya ia bertemu dengan pria itu dengan jelas. belum sampai menggapai pria itu, seorang pelayan membawa troli makanan menabraknya membuat suara bising yang didengar semua orang.
"nona apa anda baik baik saja! " ucap pelayan, Bunga berdiri dari duduknya menatap orang yang ia lihat sudah tidak ada. Bunga mencari ke sekelilingnya tapi tidak ada, matanya mulai menangis karena tidak melihat orang itu lagi.
Bunga tidak sadar gaun putihnya kini ternoda, banyak makanan berminyak tumpah digaun cantiknya. gadis itu menangis tidak kuat berdiri, kakinya mulai panas karena sup yang tumpah pada kakinya. semua orang menatap Bunga, menatap gadis itu yang sedang menangis. beberapa orang membantu gadis itu, sampai Rayhan berlari kearah nya.
"Bunga, kamu baik baik saja? " ucap Rayhan, Bunga terseduh menatap Rayhan datang. tanpa bicara pria itu menggendong tubuh Bunga, dan gadis itu memeluk Rayhan dengan tangis tanpa suara.
__ADS_1
"aku melihatnya, aku melihat dia... hiks... hiks... " gumam Bunga didengar Rayhan, pria itu menggendong tubuh kecil Bunga keluar dari restoran itu. Rayhan bertanya tanya apa yang dimaksud Bunga, siapa yang dilihat gadis itu hingga menangis.