
semakin dekat dengan acara pernikahannya, Reyvan semakin tidak sabar dan juga sangat gugup. Reyvan berada di Amerika bersama kakak dan juga adiknya yang masih duduk disekolah menengah, pria itu suka bekerja apalagi memiliki seorang kakak yang juga suka dengan sebuah pekerjaan. dua hari lagi Reyvan akan kembali ke negara dimana calon istrinya berada, sebelum itu ia merayakan sebuah pesta lajang bersama teman temannya dan juga karyawan kantornya.
"aku tidak menyangka, taun Reyvan akan menikah lebih dulu dari pada tuan Rayhan! (Bahasa Inggris) " ucap seorang pria tampan, yang dipastikan itu adalah stafnya. Reyvan hanya tersenyum dengan itu, ia melirik sang kakak yang asik menikmati sebuah minuman.
"untung saja kakakku memberikan izin, jika tidak aku tidak akan menikah sekarang!(Bahasa Inggris) " usaut Reyvan, semua tergelak mendengar Reyvan menyahut. sang kakak yang awalnya diam pun tersenyum, dan menganggukan kepala sebagai respon dirinya.
mereka asik merayakan pesta malam itu, Reyvan tidak sabar akan segera pergi menemui Bunga. beberapa menit kemudian semua pria disana tertidur, karena meminum banyak anggur yang membuat mereka tidak sadarkan diri. ada yang mengigau, dan ada juga yang masih meneruskan minumanannya. Reyvan sendiri merasa pusing pada kepalanya, padahal ia tidak meminum banyak seperti yang lain. ia melirik sang kakak yang tertidur dengan tenang, Reyvan pun tidak ingin mengganggu dan pergi dari sana. Reyvan keluar dari ruangan tersebut, ia melirik jam ditangannya dan waktu hampir tiba ia berangkat ke bandara.
"maafkan aku, aku tidak sengaja!(bahasa Inggris)" ucap seorang wanita yang tidak sengaja menabrak tubuh Reyvan, tubuh pria itu oleng dan ditopangi tubuh wanita cantik. Reyvan menoleh kearah gadis itu, kemudian sedikit terkejut dan menatap tanpa bicara. "Reyvan... dimana kakakmu? " ucap wanita itu dengan bahasa Indonesia, Reyvan pun menegakkan tubuhnya dan tersenyum.
"kamu Mira ya... aku sempat berpikir siapa, setelah mendengar suaramu aku tahu kau Mira! " saut Reyvan, wanita bernama Mira itu tertawa tipis dengan mengangguk. Mira adalah kekasih Rayhan, tujuan nya kesana adalah untuk menjemput sang kekasih yang sedang tidur diruang pesta sebelumnya. Mira juga bersiap ikut keluarga itu ke Indonesia, karena pernikahan Reyvan yang akan segera dilaksanakan. Reyvan semakin merasa tidak enak didalam perutnya, rasa mual ingin ia muntah kan. Mira melihat raut wajah Reyvan yang sedikit berkeringat, dengan berani Mira menyentuh pundak Reyvan.
"kamu baik baik saja kan, apa butuh bantuan? " ucap Mira khawatir, Reyvan mengangguk dengan menutup mulutnya. Mira tahu pria itu ingin mengeluarkan sesuatu dari mulutnya, dengan gerakan cepat Mira menopang tubuh Reyvan dan dibawanya kesebuah toilet.
sampainya mereka ditoilet benar saja, Reyvan memuntahkan semua isi perutnya. ia berpikir telah memakan sesuatu yang tidak seharusnya, Mira menunggu diluar sampai Reyvan benar benar telah selesai ditoilet. pria itu malah tidak sadarkan diri dibawah wastafel, membuat Mira menepuk dahinya sendiri.
__ADS_1
"dasar... sudah tahu besok akan menikah, malah mabuk mabukan! " kesal Mira mengangkat tubuh Reyvan, Mira menelfon seseorang untuk memesan sebuah kamar agar Reyvan bisa istirahat. dibanting nya tubuh Reyvan diatas kasur, pria itu mengigau nama Bunga dengan tersenyum. Mira yang akan pergi pun terkejut, tangannya ditarik paksa oleh Reyvan dan mereka jatuh diatas kasur bersamaan.
"hm... Bunga... kamu cantik sekali, pakaianmu cantik! " ucap Reyvan mengigau, Mira mendelik dengan itu dan semakin terkejut saat Reyvan tiba tiba mencium bibirnya. dengan kekuatan penuh Mira mendorong tubuh Reyvan, hingga pria itu jatuh dibawah kasur.
"apa yang kau lakukan, aku bukan Bunga... aku Mira, kekasih Rayhan kakakmu! " ucap Mira marah, ia mengusap bibirnya berulang kali.
"aku mencintaimu... mencintaimu... Mi... eh Bunga.... " ucap Reyvan, Mira akhirnya mendekat kearah Reyvan dan mendudukan pria itu yang sedang lemah. "karenamu aku mengenal Bunga, coba saja dulu kau menerima perasaanku.. aku tidak akan kuliah di Indonesia... kau malah memilih kakakku... " ucap Reyvan, Mira yang mendengar itu terkejut. karena mereka memang pernah terjadi cinta segitiga, tapi Reyvan mengalah pada sang kakak karena gadis yang ia taksir menyukai kakaknya. Mira mengusap keringat Reyvan, pria itu menggenggam tangan Reyvan.
"kau juga akan menikah besok, lalu aku harus apa? " ucap Mira, Reyvan pun menarik tubuh Mira dengan dengannya. kali ini Mira tidak menolak saat Reyvan mencium gadis itu, mereka berdua malah hanyut dalam keinginan mereka sampai keduanya jatuh diatas kasur bersamaan. tangan Mira menggapai sebuah lampu, dan sedetik kemudian kamar itu pun gelap dan keduanya melakukan hal yang tidak seharusnya.
keesokan pagi Reyvan merasa pegal pada punggungnya, ia terbangun dengan cahaya matahari yang menembus di jendela. Reyvan mengerjapkan matanya berulang kali, kemudian menoleh kearah sampingnya dan terkejut. bagaimana tidak disampingnya Mira sedang tidur pulas, ditambah tubuhnya terbalut selimut setinggi dada. Reyvan mendudukan dirinya, dan melihat tubuhnya yang tidak memakai sehelai benang pun begitu juga dengan Mira. Reyvan berdiri dari duduknya, ia mengambil celana panjangnya dan segera memakainya. Mira mendengar suara kebisingan itu, gadis itu juga membuka mata dan melihat Reyvan yang duduk dipinggiran kasur.
"Rey... van... " suara Mira bergetar, ia duduk menutup tubuhnya dengan selimut dan melihat bercak merah diatas sprei berwarna putih. Reyvan menoleh kearah Mira, kemudian melihat bekas merah itu dengan terkejut. Mira menangis dengan memeluk lututnya, ia tidak menyangka hal itu terjadi padanya dengan Reyvan.
"Mira jangan menangis, maafkan aku... aku tidak sadar melakukannya... " ucap Reyvan menenangkan gadis itu, Mira menangis dalam pelukan Reyvan dengan sesenggukan.
__ADS_1
"apa yang harus kukatakan pada Rayhan... dia akan membenciku, hidupku sudah hancur... " ucap Mira menangis, Reyhan semakin menggila dengan itu. disatu sisi ia akan menikah pagi ini, dan dirinya sudah terlambat akan pergi. tapi ia tidak bisa meninggalkan seorang gadis, apalagi gadis itu sudah ia ambil kesuciannya karena tidak sadar. sebagai seorang pria Reyvan tidak bisa melakukan hal itu, gadis yang ada dalam pelukannya itu peluk dengan erat. hati Reyvan menyebut nama Bunga, meminta maaf pada gadis itu berulang kali.
Reyvan dan Mira pun pulang kerumah, disana ada Rayhan yang duduk menggunakan jas. melihat Mira yang berdiri diambang pintu, Rayhan berlari kearah Mira dan menatap kedua orang dihadapannya. Mira menoleh kearah Reyvan, begitu juga dengan Reyvan.
"kamu bilang akan datang kemarin malam, kemana saja kamu. dan kenapa bisa dengan Reyvan, kau harus berangkat kan pagi ini! " ucap Rayhan, Reyvan mengangguk dengan itu. Mira yang mendengar itu merasa sedih, ia ingin jujur pada Rayhan tapi mulutnya tertutup rapat tanpa ingin bicara.
"aku tidak bisa menikah dengannya, aku akan menikahi orang lain! " ucap Reyvan pada sang kakak, tentu saja Rayhan terkejut begitu juga dengan Mira. Reyvan menatap dua orang itu, bibirnya tidak berani berucap tapi dirinya tetap harus berucap. Reyvan menarik tangan Mira, dan gadis itu mengikuti apa yang dilakukan Reyvan. "aku akan menikah dengan Mira, aku ingin bertanggung jawab atas kesalahanku! " ucap Reyvan lagi, Rayhan yang mendengar itu terkejut dan menatap Reyvan yang menggenggam tangan Mira kekasihnya.
"apa maksudmu, apa yang kau lakukan padanya!" ucap Rayhan menahan marah, Mira menangis disana melihat Rayhan. dengan perlahan Mira menceritakan apa yang sudah terjadi, meskipun berat ia tetap mengatakan yang sejujurnya pada Rayhan. tentu saja hal itu membuat Rayhan marah, ia menoleh kearah Reyvan dan melayang kan satu pukulan kuat kepada adiknya. Rayhan yang tidak pernah memukul sang adik, kini ia memukul untuk pertama kalinya.
"dasar brengsek, kau tahu kan hari, ini kau menikah. kenapa kau melakukan hal itu pada Mira, kenapa harus Mira! " teriak Rayhan, Mira menahan tubuh Rayhan yang akan melayangkan pukulan lagi. tapi kalah cepat, Rayhan memukul sang adik berulang kali hingga Reyvan tersungkur. "kau tahu... bagaimana nasib gadis itu... ayah dan ibu sudah siap disana menunggumu, apa yang akan kau katakan hah! " teriak Rayhan lagi, Reyvan terduduk lemas dan mengusap wajahnya kasar dengan menahan rasa sakit.
"aku tidak bisa meninggalkan keduanya, apalagi Mira yang sudah aku renggut kesuciannya. gadis itu masih bisa mencari pria yang lain, tapi Mira ... aku tidak bisa membiarkanmu menanggyng kesalahanku!" ucap Reyvan, Rayhan yang mendengar itu merasa frustasi. ia juga kecewa dengan Mira, karena pikirannya mengatakan kenapa kekasihnya itu tidak menolak dan malah masuk terlalu jauh. Rayhan menatap Mira dengan wajah berbeda, tidak pernah sekalipun Rayhan menatap dengan kemarahan.
"kalian cocok, silahkan saja menikah dan jangan pernah mencoba bicara denganku lagi!(bahas Inggris) " setelah mengatakan hal itu Rayhan pergi, Mira menangis dengan duduk di lantai. Reyvan memeluk Mira yang histeris, semuanya menjadi berantakan dan banyak hati yang terluka oleh perbuatannya yang tidak disengaja.
__ADS_1
Reyvan menghubungi orang tuanya, mengatakan ia tidak akan datang ke pernikahannya dan ia akan menikah dengan wanita lain. kemarahan sang ayah membuat Reyvan gemetar, dengan tidak peduli lagi Reyvan menutup telpon tanpa mendengar apapun yang dikatakan Kedua orang tuanya. Reyvan menatap ponselnya, panggilang Bunga terlihat di layar ponsel itu. Reyvan meneteskan airmata nya, ia melempar ponsel itu hingga hancur dan tidak menayala. rasa bersalah menyelimuti nya, ia menghancurkan empat hati sekaligus dalam satu kejadian.