Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Hal yang aneh.


__ADS_3

seorang ceo ternama di sebuah negara saat usianya masih terbilang muda, dalam pekerjaan bisnis ia dibilang cukup mahir dalam tugasnya. bersifat tegas dan juga acuh itu kebiasaannya, semua orang akan ragu jika harus berhadapan dengan pria tersebut. mungkin semua orang mengira dia adalah pria yang sempurna, wanita mana yang tidak tertarik padanya. mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, ia memiliki pesona yang tidak bisa diragukan. siapa lagi kalau bukan Rayhan Andrizal, pria tampan sukses anti dengan seorang wanita.


meskipun memiliki harta sedunia, ketampanan yang cukup bagi siapapun terpesona, Rayhan tidak memiliki pasangan dalam hidupnya. banyak wanita yang berusaha mencari perhatiannya, tapi Rayhan hanya acuh pada semua wanita itu tidak tertarik sama sekali.


Rayhan mungkin sangat angkuh, tapi kasih sayangnya sangat besar pada dua adiknya setelah kedua orang tua nya tiada. terlebih lagi pada Riyan, adik bungsunya yang sudah berusia remaja. meskipun Riyan memiliki kenakalan remaja, Rayhan masih tetap memanjakan adiknya itu dengan caranya sendiri.


untuk pertama kalinya Rayhan bicara dengan seorang wanita, ya tentu saja dengan Bunga. pertemuan pertama mereka disebuah kampus Riyan didalam mobil, pada awalnya mungkin Reyvanlah Yang harus menemui Bunga tapi karena pria itu harus pergi Rayhan lah yang harus pergi. tenang adalah sifat Rayhan, tapi ketika sang adik terluka oleh orang yang tidak dikenal membuat Rayhan marah. dirinya mencari orang tersebut hingga mendapatkannya, tapi sayangnya ia tidak menemukan orang yang melukai sang adik.


satu hal yang membuatnya tertarik, seorang gadis yang membantu sang adik dirumah sakit. berhari hari ia melihat Bunga datang membawa makanan, tidak segan gadis itu juga membantu merawat sang adik. seakan tahu kalau Riyan tidak memiliki siapapun, hanya memiliki dirinya yang sibuk dengan pekerjaan. ia juga merasa tenang saat sang adik merasa nyaman dengan Bunga, bahkan juga menurut semua yang dikatakan Bunga. pada akhirnya ia memutuskan sebuah rencana setelah lama berpikir, membuat Bunga menjadi guru privat adiknya demi melindungi sang adik dari luar rumah. awalnya ragu, tapi ia mencoba mengatakan dan merasa senang ketika Bunga menyepakati rencananya itu.


...****************...


Bunga masih dalam gendongan Rayhan, pria itu memegang erat tubuh Bunga yang kecil. gemetar yang dirasakan Rayhan, tubuh Bunga seakan ketakutan hingga gemetar. sampai Bunga membuka matanya, dan menyadari dimana dirinya sekarang. Bunga menatap wajah Rayhan dari dekat, saling bertemu tatap kedua mata mereka. bahkan keduanya bisa merasakan deruh nafas keduanya, Tidak pernah terjadi hal itu pada diri mereka.


Bunga menatap wajah Rayhan yang tampan, wajah itu sempurna memiliki dua mata, satu hidung sangat lancip dengan bibir bervolume berwarna pink. Bunga berpikir pria itu tidak pernah merokok, karena terbukti bibirnya berwarna pink dan nafasnya tidak seperti perokok.


"mau sampai kapan seperti ini? " tanya Rayhan yang membuyarkan lamunan Bunga, dengan cepat gadis itu turun dari gendongan Rayhan dan menunduk untuk minta maaf.

__ADS_1


"maaf kan saya, saya benar benar tidak sengaja! " ucap Bunga menunduk, Rayhan membalikkan tubuhnya tidak membalas perkataan Bunga. "maaf saya lancang tuan! " ucap Bunga lagi, Rayhan berdehem pelan.


"tidak masalah, anda bisa pergi sekarang. kecoakny sudah hilang! " ucap Rayhan tanpa menoleh, Bunga pun mengangguk kemudian berlari keluar secepat mungkin. Rayhan yang mendengar suara pintu tertutup, membalikkan badannya untuk melihat pintu benar benar tertutup. tubuh yang menegang kini ia menjadi lemas, dengan memgang dadanya sendiri ia ambruk di sofa. "ada apa denganku, kenapa jantungnya seperti ingin keluar! " gumamnya, ia melihat kedua tangannya yang sebelumnya menyentuh tubuh Bunga. bahkan ia ingat tubuh Bunga yang menempel ditubuhnya, sungguh itu tidak pernah terjadi padanya. Rayhan membuka jas yang ia pakai, kemudian berjalan cepat kearah kamar mandi untuk menyegarkan dirinya sendiri dan berharap melupakan kejadian sebelumnya.


selesai mandi Rayhan turun kebawah karena jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, yang artinya seperti biasa jam tersebut adalah waktu dimana harus memulai makan malam. Rayhan turun dengan pakaian kasualnya, kemeja biasa dengan celana biasa yang ia pakai. ia menggulung lengan kemeja hingga sikunya, menuruni anak tangga dengan tenang seperti biasa yang ia lakukan.


pandangannya mengarah kearah meja dekat dapur, ia melihat seorang wanita sedang menunduk di atas meja bar mini dapur rumah itu. Rayhan berpikir itu siapa lagi, kalau bukan si Bunga yang ternyata belum kembali kerumah nya. Rayhan berjalan tanpa suara, mendekati Bunga yang nampak tidur pikir Rayhan.


"aku akan mencarimu Riyan! " suara Bunga mengejutkan Rayhan, pria itu menatap Bunga yang tiba tiba berdiri dengan senyuman tidak jelas. "aku tidak akan kalah, hiikk! " ucap Bunga lagi sambil cegukan, Rayhan menghampiri Bunga yang berdiri tidak tegap dan seimbang.


"apa yang terjadi? " tanya Rayhan pada salah satu pelayan, dengan tertunduk seorang pelayan meminta maaf. Rayhan mengambil sebuah gelas kosong, ia mencium bau aneh dalam gelas itu. gelas itu adalah gelas miliknya, biasanya ia minum wine didalam gelas itu. dan pelayan tersebut menjelaskan, apa yang diminum gadis itu sebelumnya hingga tidak sadar. begitu juga dengan Riyan, remaja satu itu ikut minum apa yang diminum Bunga. Bunga sendiri karena gugup ia berlari kearah dapur, ia meminum sebuah air didalam gelas. tanpa bertanya ia meminum seteguk gelas tanpa berhenti, setelahnya ia merasa aneh dan juga pusing. kebetulan Riyan datang melihat Bunga, penasaran apa yang Bunga minum Riyan pun ikut meminumnya.


"aku tau dimana dia! " ucap Rayhan, Bunga yang mendengar itu kegirangan dan menoleh kearah Rayhan.


"sungguh, katakan dia dimana? " ucap Bunga kegirangan seperti anak kecil, Rayhan melangkah dua langkah dan menarik baju seseorang yang tidak lain adalah Riyan. Bunga kegirangan menangkap Riyan, remaja itu sama linglungnya seperti Bunga dengan senyum senyum sendiri. "yeayy kamu kenak, kamu jaga Riyan! " teriak Bunga, Rayhan menatap gadis itu yang seperti seorang anak kecil.


"stop bermain, bawa anak ini kekamarnya. aku akan mengatasi dia nanti, ganti perban kepalanya! " ucap Rayhan pada seorang pelayan, dengan anggukan pelayan membawa Riyan.

__ADS_1


"hei aku masih mau bermain, lepaskan aku. kakak jahat sekali... " teriak Riyan meronta, sama halnya dengan Bunga yang meronta dalam genggaman Rayhan.


"hei Rayhan harus jaga, dia kalah huhu... " ucap Bunga, Rayhan mengangkat tubuh kecil Bunga diatas meja dan menatap gadis itu yang masih merengek.


"ini sudah malam, apa anda tidak kembali kerumah? " tanya Rayhan, Bunga menatap Rayhan yang ada dihadapannya.


"rumah, oh iya... aku punya rumah, aku juga punya mobil... tapi aku lupa... dimana meletakkan kuncinya, huhuhu... " ucap Bunga, Rayhan semakin gemas dan merasa pusing dengan tingkah Bunga. saat ingin meninggalkan Bunga, tangan pria itu ditarik oleh Bunga hingga tubuh mereka berdekatan lagi. "jangan pergi... turunkan aku dulu dari ini... " ucap Bunga, Rayhan melihat kaki Bunga yang tidak sampai ke lantai. membuatnya tersenyum kemudian tertawa, ia menutup wajahnya saat tertawa dan membalikkan badannya. ia menatap Bunga yang mengayun ayunkan kakinya, sungguh seperti anak kecil yang sedang bermain diatas meja.


saat akan menurunkan Bunga, tiba tiba Rayhan terhenti saat mendengar isak tangis Bunga. gadis itu menangis, air matanya perlahan menetes dipipi satu demi satu butir sampai sederas air hujan. Rayhan menangkup wajah gadis itu, dilihatnya mata gadis itu penuh dengan genangan air mata.


"aku ingin... menangis... kenapa... " isak Bunga, gadis itu bicara tanpa sadar dan Rayhan tidak mengerti apa yang dibicarakan gadis itu. "apa aku terlihat buruk? " ucap Bunga, Rayhan mengangguk dan gadis itu semakin menangis.


"jangan menangis, kau memang sangat buruk saat menangis! " ucap Rayhan bingung, gadis ituenyeka air matanya.


"aku memang buruk, karena itu... dia.. pria itu... meninggalkanku.. aku selalu bertanya tanya... kemana pria itu... kemana dia pergi... kenapa dia... meninggalkanku.. kenapa... " rentetan Bunga, Rayhan mendengarkan semua celoteh Bunga tanpa. menjawab. "dia pergi... bersama wanita lain... kenapa... aku sangat buruk... benar kata orang... aku buruk! " ucap Bunga, pria itu tidak tahan melihat tangis Bunga meskipun tidak tahu alasannya. Rayhan mengakup kedua pipi Bunga, sampai Bunga menatap Rayhan seakan anak kucing yang sedang kehilangan.


"siapa yang meninggalkanmu, dan untuk apa mencarinya. biarkan dia pergi, itu artinya dia bukan yang terbaik untukmu. kamu pantas mendapatkan siapapun, kamu tidak buruk seperti yang dibicarakan siapapun! " ucap Rayhan, Bunga ya g mendengarnya memulai tangisannya kembali. Rayhan tidak tahu masalah gadis itu, tapi tangannya perlahan tapi pasti memeluk gadis itu yang menangis. bahkan Bunga pun memeluk erat tubuh Rayhan, dan tidak lama tubuh Bunga melemah karena gadis itu tertidur.

__ADS_1


Rayhan mengangkat tubuh lemah itu, gadis itu menangis hingga lelah ketiduran. Rayhan membawa Bunga kedalam kamarnya, dibaringkan tubuh gadis itu dan diselimuti nya. sesaat Rayhan memandang wajah cantik Bunga yang tertidur pulas, gadis itu terlelap dengan tenang. Rayhan mengusap sisa tangisan dipipi gembul gadis itu, melihat Bunga lemah tidak melihat Bunga seperti ia temui saat sadar. ketegasannya, keanggunannya, keceriaannya, siapa sangka ia memiliki sebuah kesedihan yang Rayhan tidak tahu.


"apa kesedihanmu, siapa yang membuat gadis sepertimu menderita. aku jadi ingin tahu, apa masalahmu sebenarnya! "


__ADS_2