Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Masa lalunya.


__ADS_3

keadaan semuanya sudah normal, Bunga ingin melupakan semuanya dan hidup dengan Rayhan tanpa mengingat masa lalunya. Bunga mendengar dari Rayhan bahwa Reyvan dan sang istri kembali ke Amerika, pasalnya Bunga terkejut mendengar kata Reyvan yang memiliki istri. ia pun selalu bertanya tentang Reyvan pada Rayhan, tanpa ada rasa curiga Rayhan menceritakan tentang Reyvan pada Bunga. bahkan tangis Bunga pecah saat Rayhan menceritakan kedua orang tuanya yang sudah tiada, karena Bunga sangat merindukan mereka dan menyayangi mereka seperti orang tuanya sendiri. terakhir melihat mereka adalah hari dimana ia akan menikah dulu, setelah itu tidak ada kabar lagi dari mereka. Rayhan menceritakan semuanya dan hanya satu yang belum diceriatakan Rayhan, yaitu masa lalunya dengan sang mantan kekasih yaitu Mira yang menjadi istri Reyvan saat ini.


Bunga memasak seperti biasa, ia menemani Rayhan diatas meja makan. Rayhan dan Riyan makan dengan tenang, begitu juga dengan dirinya. tiba tiba seorang wanita datang disana, menyapa semua orang yang membuat Bunga heran. dan dibelakangnya disusul seorang pria, siapa lagi kalau bukan Reyvan dan wanita itu adalah Mira istri Reyvan. Bunga menjadi terkejut melihat Reyvan, pasalnya ia bersedia dirumah itu ketika tahu Reyvan tidak disana tapi pria itu datang.


"Hai... kamu pasti kekasihnya Rayhan!" ucap Mira ramah, Bunga tersenyum menanggapi itu. Rayhan dan Riyan heran melihat saudaranya datang, Reyvan pun duduk disamping Riyan dengan tersenyum berhadapan dengan Bunga.


"kenapa kamu kembali kak, katanya satu bulan! " tanya Riyan, Reyvan menghela nafas ia menatap Bunga yang menunduk enggan melihatnya.


"ada satu urusan yang belum kuselesaikan, jadi aku tunda untuk pergi! " ucap Reyvan menatap Bunga, gadis itu melihat kearah lain karena tahu Reyvan sedang menatapnya.


"aku juga tidak tahu apa urusannya, tiba tiba saja semalam meminta pesan tiket pesawat! " ucap Mira, Riyan mengangguk bicara pada Mira dan hanya ditanggapi Rayhan dengan anggukan. "oh iya Hai, aku Mira. istri dari Reyvan, senang bertemu denganmu! " ucap Mira lembut, Bunga tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Hai aku Bunga, senang bertemu denganmu! " ucap Bunga tersenyum, Mira tersenyum melihat Bunga yang lembut itu kemudian melihat kearah Rayhan yang kebetulan menatapnya.


"kau memang tipe Rayhan, kamu beruntung mendapatkan hati Rayhan! " ucap Mira, Rayhan menoleh kearah Bunga dan menggenggam tangan Bunga yang langsung ditaatp oleh gadis itu.

__ADS_1


"aku yang beruntung, mendapatkan hati yang tulus dan suci dari nya! " saut Rayhan, Bunga tersenyum setelah melihat wajah teduh Rayhan. mereka melempar senyum, bahkan semua orang yang disana.


"hm... silahkan duduk, aku akan ambil piring untuk kalian! " ucap Bunga, Mira mengangguk kemudian duduk disamping Reyvan. dua orang itu seperti bukan suami istri, karena sejarah mereka pun menikah bukan karena dari hati. Bunga datang setelah membawa makanan, diikuti pelayan yang membawakan piring dan langsung disiapkan untuk Reyvan. pandangan Reyvan terus kearah Bunga, membuat gadis itu merasa tidak nyaman. berulang kali Bunga menghela nafas, ia berusaha bertahan duduk disana sampai akhirnya titik kesabaran itu habis. Bunga berdiri dari duduknya, membuat Rayhan yang selesai makan pun menoleh kearah Bunga dan mengisyaratkan bertanya.


"maaf Rayhan, aku merasa tidak enak badan. aku ingin pulang! " ucap Bunga terbatas, terakhir kali Bunga melakukan itu dan dirinya tidak terlihat selama seminggu. Rayhan menahan tangan Bunga yang akan pergi, gadis itu menoleh dan menunggu Rayhan yang bergerak berdiri dihadapannya.


"cuaca sedang buruk, istirahatlah dikamar! " ucap Rayhan memegang dahi Bunga, memang gadis itu berkeringat dan tangannya terasa dingin. Bunga yang akan menolak pun terhenti, melihat Rayhan menggelengkan kepala dan itu artinya ucapannya tidak bisa ditolak atau pun dibantah. Bunga mengikuti langkah besar Rayhan, menaiki anak tangga meninggalkan dapur maupun meja makan. Reyvan menatap kepergian mereka, sampai mereka menghilang dibalik pintu kamar Rayhan yang ada diatas. tujuan Rayhan sendiri ingin bicara dengan gadis itu, ingin mengatakan maaf yang belum ia ucapkan dahulu.


...****************...


Rayhan merasakan tetesan air mata dimatanya, pria itu mengerjapkan mata dan melihat Bunga yang menangis. Rayhan mengusap air mata itu, tentu membuat Bunga terkejut dan mengusap air matanya sendiri dengan tangannya. Rayhan mendudukan dirinya, ia melihat kearah Bunga yang tersenyum padanya.


"apa sudah cukup tidurnya? " ucap Bunga lembut, Rayhan mengangguk dengan itu. ia sendiri tidak tahu sejak kapan tidur, padahal ia ingin menemani Bunga tidur malah dirinya yang tertidur.


"kenapa kau menangis, coba katakan padaku! " ucap Rayhan, ia menarik Bunga dalam pelukannya. dengan terpejam Bunga menarik nafasnya, bibirnya masih bergetar untuk menceritakan kisahnya.

__ADS_1


"tidak ada, hanya saja aku mengingat orang tua mu yang sudah tiada. aku jadi sedih, bahkan sampai menangis! " saut Bunga, gadis itu mengigit bibirnya sendiri karena ia berbohong. Rayhan mengangguk dan memeluk Bunga semakin erat, gadis itu merasa cemas karena sudah membohongi Rayhan. ia menjadi merasa bersalah, apalagi ketika Rayhan langsung mempercayai ucapannya.


"kau tahu ada sesuatu yang bumi kuceritakan, tapi belum saatnya kuceritakan itu! " ucap Rayhan, Bunga mendongakkan kepalanya dan menatap Rayhan.


"memangnya apa, belum saatnya itu memang kapan?" ucap Bunga, Rayhan tersenyum kemudian mengelus pucuk rambut Bunga.


"tunggu saja, hm... " saut Rayhan, Bunga mengangguk dengan itu. sedetik kemudian Bunga menegakkan dirinya, ia menatap Rayhan yang menatapnya dengan heran. Bunga melemah ketika melihat Rayhan menatapnya, hatinya jadi tidak karuan dan kemudian menggelengkan kepalanya. ia kembali dalam pelukan Rayhan, menyembunyikan wajahnya karena merasa malu. "hey ada apa, aku tahu kau ingin bicara! " ucap Rayhan menegakkan tubuh Bunga, dengan menggelengkan kepala Bunga mengigit bibir bawahnya. Rayhan sendiri memaksa Bunga untuk bicara, meskipun ia tidak bicara.


"Terima kasih, sudah menerimaku Rayhan. rasa trauma ku yang ada dimasa lalu, karena mu semuanya hilang meskipun terkadang itu muncul. tapi aku berjanji masa laluku yang masih ada dalam diriku itu, tidak akan menganggu kita. seperti beberapa saat lalu, aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi! " ucap Bunga terbata bata tapi masih dibilang lancar, Rayhan langsung tersenyum dan menggenggam kedua tangan Bunga dengan lembut.


"aku percaya padamu, jangan menanggung masalah mu sendiri. katakan padaku, maka akan kita lalui bersama! " ucap Rayhan, Bunga tersenyum dan mengangguk. keduanya saling memeluk, kebahagian Bunga sudah sangat penuh bersama Rayhan.


"Terima kasih, aku mencintaimu! "


"aku juga mencintaimu Bunga, sangat mencintaimu! " ucap Rayhan memeluk erat Bunga, ia senang mendengar kekasih menyatakan cinta tanpa diminta. Bunga sendiri akan belajar melupakan masa lalunya lagi, meskipun ia harus selalu bertemu Reyvan disetiap saat nantinya. Mereka berdua tidak menyadari sesuatu, seseorang sedang melihat mereka dari luar kamar Rayhan. tentu saja Reyvan, pria itu sedari tadi menatap pasangan yang sedang berinteraksi. Reyvan tersenyum melihat keduanya, tapi wajahnya terlihat sendu karena berpikir belum mengatakan permintaan maaf pada Bunga. Dan ia bertekat apapun caranya nanti, ia harus bertemu dengan Bunga hanya berdua saja.

__ADS_1


__ADS_2