
Rayhan berada diluar ruangan, ia menunggu Bunga yang diobati oleh seorang dokter. setelah kejadian di restoran, Rayhan membawa Bunga kerumah sakit untuk mengobati luka lepuh di kakinya. Rayhan masih berpikir kenapa dengan gadis itu, ia melihat kesedihan Bunga lagi seperti sebelumnya. ingin sekali Rayhan bertanya, tapi ia takut Bunga tidak nyaman dengan dia yang mencampuri urusannya. Rayhan masuk menemui Bunga saat perawat selesai mengobati Bunga, disana Bunga duduk dengan kaki diperban tipis karena mengalami luka akibat sup panas sebelumnya.
"maafkan aku, aku mengacaukan acara makan malammu! " ucap Bunga, Rayhan tersenyum dan duduk disamping Bunga duduk.
"tenang saja, sudah selesai kok tenang saja! " saut Rayhan, Bunga lesuh merasa bersalah. Rayhan menatap Bunga yang murung, ia pun mengangkat dagu Bunga agar tidak menunduk. "jangan sedih, ayo, kita jalan jalan sebentar sebelum mengantarmu pulang! " Bunga mengangguk, ia pun berdiri bantu oleh Rayhan. karena tidak seimbang tubuhnya oleng, untung saja Rayhan cepat menopang tubuhnya membuat tubuh mereka dekat.
"ternyata lumayan perih! " ucap Bunga tertawa tipis, Rayhan tertawa dengan itu. mereka pun keluar dari rumah sakit, Rayhan melajukan mobilnya menuju sebuah taman untuk menghibur Bunga. karena gadis itu terdiam tanpa kata, tidak seperti beberapa menit yang lalu terlihat sumringah.
mereka hanya bisa duduk dimobil saat hujan deras mengguyur, dengan memakan jagung rebus hangat. Bunga melirik Rayhan yang terdiam hanya minum air mineral, sedangkan dirinya mengunyah jagung ditangannya. Rayhan menatap Bunga yang memakan jagung, gadis itu tidak sadar jagung itu berantakan hingga pipinya. Rayhan senang gadis itu sedikit kembali normal, asik memakan jagung dengan melupakan masalah sebelumnya.
"makan secara perlahan, tidak ada yang meminta jagungmu! " ucap Rayhan mengambil jagung yang berada di pipi Bunga, dengan terdiam Bunga menatap Rayhan yang dekat dengannya..
"uhuk uhuk! " Bunga tersedak jagung, dan jagung dalam mulutnya tersembur diwajah Rayhan. Bunga semakin terkejut, batuknya semakin keras sampai Rayhan memberikan air mineralnya untuk diminum Bunga. "aku tidak sengaja... sungguh! " ucap Bunga, Rayhan mengelap wajahnya yang hampir banyak jagung hinggap. Bunga tertawa melihat wajah pasrah Rayhan, entah kenapa ia tertawa geli melihatnya.
"kenapa kau tertawa? " tanya Rayhan, Bunga tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"tidak ada, langit sedang menangis jadi aku ingin tertawa! " ucap Bunga, ia menatap luar yang sedang hujan. Rayhan hanya diam, ia menatap hujan yang tidak sederas sebelumnya.
__ADS_1
"ayo pulang saja, hujan mulai reda! " Bunga mengangguk, belum menjalankan mobilnya Rayhan mendapat masalah. mobil mewahnya itu, tidak bisa dinyalakan sama sekali.
"mobil mahal, tapi mogok?" ucap Bunga, Rayhan menoleh dan menatap Bunga yang menahan tawa. Rayhan pun membuka jasnya dan keluar dari mobil, Bunga terkejut melihat Rayhan keluar tanpa membawa payung. "hei hujan, setidaknya bawa payung! " teriak Bunga, Rayhan tidak mendengarkan dan tetap membuka mesin bagian depan mobil. yang sebenarnya itu adalah trik Rayhan, agar masih bisa bersama Bunga disana. mandi hujan pun tidak masalah, meskipun ini pertama kalinya Rayhan mandi hujan demi seseorang. tiba tiba sebuah payung berada di atasnya, tentu saja Bunga turun dengan membawa sebuah payung.
"masuklah kedalam, kau bisa sakit! " ucap Rayhan, Bunga tetap disana memayungi Rayhan. "kau mendengarku, masuklah! "
"apa yang rusak? " ucap Bunga tidak menjawab Rayhan, pria itu pun menghela nafasnya dan berpura pura berkutik dengan mesin mobilnya.
"mungkin akinya terlalu panas! " saut Rayhan, Bunga mengangguk seolah mengerti yang dimaksud Rayhan. sampai sebuah angin berhembus membuat payung yang dibawa Bunga terbalik, keduanya terkejut saat payung dibawa terbang oleh Angin.
"yah... payungnya, basah! " ucap Bunga, Rayhan menarik tangan Bunga yang akan mengejar payung itu. pada akhirnya mereka saling basah, dan saling menggigil satu sama lain. tiba tiba wajah Rayhan berubah menjadi seseorang yang dikenal Bunga, wajah pria yang ia lihat di restoran. Bunga mundur menjauh dari Rayhan, sedikit saja ia ingin berlari jika Rayhan tidak menggenggam tangannya.
"aku membencimu, kenapa kau menyakitiku sampai seperti itu... kenapa! " teriak Bunga menarik kera kemeja Rayhan, gadis itu menangis dalam guyuran hujan dan terus memukul Rayhan tanpa henti. Rayhan berusaha memeluk gadis itu, merasakan kesedihan gadis itu meskipun meronta dan berteriak.
"Bunga ini aku, lihatlah aku! " teriak Rayhan, Bunga pun mendelik dan penglihatannya jelas melihat wajah Rayhan. Bunga menangis ia menutup mulutnya, ia menampar keras pipi Rayhan hingga merah.
"maafkan aku, aku... aku tidak... maafkan aku... " ucap Bunga menangis, Rayhan membawa Bunga dalam pelukannya. Bunga menangis meminta maaf dalam pelukan Rayhan, masih menjadi tanda tanya bagi Rayhan ada apa dengan gadis itu.
__ADS_1
...****************...
berbeda dengan sang kakak, Reyvan memiliki sebuah rumah tangga yang bisa dibilang rumit. Reyvan menikah dengan seorang wanita cantik bernama Mira, lima tahun sudah perjalanan pernikahan mereka. perjalanan itu tidak semulus yang dipikirkan orang lain, setiap hari dalam rumah tangga mereka memiliki pertikaian. Mira sendiri sibuk dengan dunianya, menjadi wanita sosialita dikalangan atas. membeli barang barang mewah, memamerkan kekayaan suaminya yang tidak seharusnya diperlihatkan. tidak ada waktu untuk Reyvan, selalu saja dihabiskan dengan menghabiskan uang sang suami. Reyvan memikirkan nasib nya kedepan, mendapat seorang istri yang tidak peduli padanya.
"memang penyesalan tidak datang diawal! " gumamnya, Reyvan memiliki penyesalan dalam dirinya karena telah memilih istri nya sebagai pendamping hidup. tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang, tentu saja sang istri memeluknya dengan erat.
"aku merindukanmu! " ucap Mira tiba tiba, Reyvan memegang tangan itu dan melepas dengan perlahan. Mira terkejut saat suaminya seperti itu, ia menatap Reyvan yang menatapnya.
"ganti bajumu, kau pasti lelah! " ucap Reyvan, Mira melempar tas nya diatas kasur.
"apa yang salah denganku Rey, akhir akhir ini kau mengacuhkan aku. kenapa kau seperti ini, apa aku membuat kesalahan! "
"kau masih bertanya apa salahmu, kenapa kau tidak bisa sadar diri! " teriak Reyvan kemudian berbalik untuk menahan marah, Mira yang tidak mau kalah menarik Reyvan untuk menghadapnya.
"kau selalu mengacuhkan aku, kau tidak pernah peduli padaku lagi. kenapa, kenapa kau seperti ini! "
"kau yang mengacuhkan aku, kau yang tidak peduli padaku jangan membalikkan sebuah fakta. dimana kau saat suamimu butuh, apa kau tahu suami mu saat ini sedang sakit atau tidak. kau hanya peduli dengan uang dan uang, kau tidak peduli dengan yang lain! " amarah Reyvan meluap, ia mengungkapkan semua isi hatinya yang sudah terpendam.
__ADS_1
"aku... " Mira mulai menangis, Reyvan tahu hal itu pasti akan terjadi lagi. "kamu tidak mencintaiku lagi Rey, kamu tidak seperti dulu. ingatlah saat kita menikah dulu, demi cinta kita rela pergi menikah begitu saja tanpa restu. dan lihat sekarang kakakmu dia bahkan tidak pernah tahu bagaimana kabarku. dia tidak pernah bertanya, hanya kau yang aku miliki Rey... " tangis Mira, Reyvan yang mendengar itu menjadi ibah. ia ingat bagaimana perjuangan mereka bisa menikah, bahkan Reyvan sampai menyakiti seseorang demi keegoisannya. Reyvan yang masih lemah dengan air mata sang istri, menarik Mira kedalam pelukannya. diberikan ketenangan untuk Mira, mereka berdua saling menenangkan untuk memendam hal yang sebelumnya terjadi.