
hari hari pun berlalu me jadi beberapa minggu, aktivitas Bunga berjalan lancar seperti sebelumnya. semuanya kembali seperti semula, Bunga mengajar dan Riyan belajar, mereka seperti dua orang yang pernah saling kenal. sikap Bunga profesional saat bertemu Riyan, begitu juga dengan Riyan yang profesional sebagai siswa nya. setiap hari mereka bertemu, saling menyapa pun terjadi pada keduanya.
hari ini adalah hari kelulusan bagi Riyan yang dinyatakan lulus, wisuda kelulusan pun diadakan disana. para orang tua siswa datang dengan rapi, Riyan sendiri membawa Rayhan yang tidak memiliki siapapun ataupun orang tua. Bunga memberi salam pada semuanya, ia sadar kehadiran Rayhan yang duduk diantara wali siswa dibawah panggung. Rayhan tidak berhenti menatapnya, karena setelah berminggu minggu lamanya mereka dipertemukan dalam satu acara.
penyambutan kelulusan telah selesai, banyak siswa perempuan yang terpesona dengan ketampanan Rayhan. mereka mendekati Riyan untuk meminta kenalan dengan Rayhan, Riyan hanya tertawa menanggapi guyonan mereka.
"bagaimana keadaanmu Riyan, sekalinya bertemu kamu sudah lulus! " ucap seorang dosen cantik, Riyan tersenyum dengan itu.
"iya bu, saya sudah sangat sehat! " saut Riyan, dosen cantik itu menoleh kearah Rayhan yang duduk dengan tenang bermain ponselnya. "oh ya bu perkenalkan ini kakak saya, kakak ini dosen matematika Riyan namanya Bu Kartika! " dosen cantik bernama Kartika itu tersenyum, Rayhan pun mengangguk tidak menanggapi sapaan Kartika itu. Riyan menyenggol Rayhan yang tidak pduli, sempat akan marah tapi Rayhan melihat adiknya itu memberi isyarat. Rayhan menoleh tipis kearah sampingnya, ia melihat Bunga yang berdiri tidak jauh dari mereka. Rayhan pun berdiri, ia mengulurkan tangan untuk menyapa.
"saya Rayhan, kakak tertua Riyan sekaligus wali baginya. senang bertemu anda nona Kartika! " ucap Rayhan faseh, Kartika tersenyum menanggapi hal itu.
"panggil Tika saja, biasanya orang orang memanggil saya seperti itu! " ucap Kartika, Rayhan tersenyum dan mengangguk. mereka saling bicara satu sama lain, hal itu membuat Bunga yang sedari tadi tidak peduli sampai memperhatikan interaksi keduanya. Bunga menatap keduanya yang saling bicara, bersenda gurau seperti sudah saling mengenal lama.
tanpa sadari Bunga semakin dekat dengan jarah Rayhan, keduanya saling membelakangi dengan Bunga yang berbicara pada salah satu dosen.
"kamu hari ini i cantik Miss Flower, bagaimana kabarmu! " ucap Deni, Bunga tersenyum menanggapi hal itu.
__ADS_1
"saya baik, lalu bagaimana kabarmu pak! "
"saya baik, eh itu miss Kartika sedang bicara dengan cowok tampan! " ucap Deni, pria itu berjalan menghampiri Kartika yang berbicara dengan Rayhan. Bunga yang tahu hal itu hanya terdiam, ia tidak menanggapi Deni tapi pria itu menarik tangan Bunga hingga berjalan ikut menghampiri Kartika.
"eh pak Deni dan miss Bunga, kemarilah! " ucap Kartika, Rayhan terdiam menatap Bunga yang tidak melihatnya sedikit pun. "ini adalah kakak Riyan, orangnya sangat baik dan ramah! " ucap Kartika, Deni dan Rayhan saling menyapa. pandangan Rayhan masih menatap Bunga yang tersenyum pada Kartika, kemudian ia melirik Rayhan sekilas dan memberikan senyuman ramah dan sopan.
"apa pekerjaanmu tuan Rayhan, sepertinya kamu orang yang sibuk! " ucap Deni, Rayhan menoleh kemudian mengangguk.
"iya bisa dibilang begitu pak, saya juga akan pergi ke Amerika beberapa hari lagi! " saut Rayhan, jelas hal itu membuat Bunga menoleh dan bertemu dengan tatapan Rayhan yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip. "adik saya sudah lulus, dan saya berencana agar Riyan bisa menggantikan posisi saya disini. dan saya pergi ke Amerika mengurus pekerjaan lain, mungkin akan menetap selamanya disana! " ucap Rayhan lagi, Deni dan Kartika sibuk mengagumi Rayhan yang berwibawa. mereka tidak tahu dua orang sedang berperang dengan perasaan masing masing, Rayhan sengaja mengatakan hal itu agar Bunga dapat mendengarnya langsung.
"saya ada tugas lain, saya pamit pergi permisi! " ucap Bunga berlaku pergi tanpa mendengar suara siapapun, Rayhan memperhatikan Bunga yang pergi dan hilang dibalik tembok. Bunga menuju kearah toilet, ia membasuh wajahnya dengan air agar merasa segar. ia menatap kearah cermin, entah kenapa ia terkejut mendengar Rayhan mengatakan hal itu. seakan hatinya mengatakan tidak suka, dan berkeinginan ia mengatakan pada Rayhan untuk tidak pergi. Bunga melihat waktu dijam tangannya, ia ingin pulang merasakan udara segar dirumahnya.
"kau disini, bukankah tadi disana! " ucap Bunga, Rayhan menatapnya datar kemudian mengangguk.
"aku bisa di manapun, bahkan aku ada dihatimu! " saut Rayhan, Bunga membuang pandangannya kearah lain. Rayhan mengulurkan tangannya, membuat Bunga heran dan terdiam menatap Rayhan. "aku senang bertemu denganmu hari ini, karena mungkin ini terakhir kali aku melihat mu. aku pergi ke Amerika dan menetap disana, jadi aku ingin bilang Terima kasih atas bantuanmu adikku lulus dan menjadi pintar. sekarang aku bisa tenang meninggalkannya dengan sebuah pekerjaan, aku bisa mengurus pekerjaan yang lumayan jauh tempatnya! " jelas Rayhan, Bunga perlahan mengulurkan tangannya. lagi lagi hari Bunga merasa gelisah, ia tidak suka mendengar Rayhan mengatakan hal itu
"tidak perlu berterima kasih! " ucap Bunga, Rayhan tersenyum dengan itu.
__ADS_1
"aku senang pernah berteman denganmu, boleh aku memelukmu kali ini saja! " ucap Rayhan dengan hati hati, entah apa yang dipikirkan Bunga gadis itu mendekat dan Rayhan pun langsung membawanya kedalam pelukan hangatnya. Rayhan memeluk gadis itu dengan erat, melepas kerinduannya selama beberapa hari tidak bertemu, Bunga sendiri membalas pelukan Rayhan dan hatinya merasakan ketenangan. "aku akan tetap mencintaimu, jauh darimu ataupun dekat cintaku hanya untukmu! " bisik Rayhan tepat ditelinga Bunga, pria itu melepas pelukannya dan tersenyum dengan mengusap pipi Bunga. Rayhan pergi dari sana tanpa mengatakan hal apapun, Bunga terdiam membuka meneteskan air mata. Bunga mengelap air matanya, dan bertanya kenapa ia menangis lagi dan lagi.
...****************...
samai dirumah Rayhan merapikan pakaiannya didalam koper, ia membawa beberapa pakaiannya yang akan ia pakai. Rayhan memutuskan untuk menetap di Amerika, ia ingin melupakan kejadian yang membuatnya hampir gila. meskipun meninggalkan orang yang penting baginya, Rayhan tidak peduli dan tetap memilih untuk pergi dari bayangan masa lalunya yang membuatnya sakit hati. sekretaris Rayhan melihat tuannya itu bersedih, ia membantu merapikan semua pakaian dengan terus menatap Rayhan tanpa berkedip.
"jangan menatapku, cepat selesaikan semuanya aku ingin pergi besok! " ucap Rayhan, sang sekretaris pun terkejut dan menghampiri Rayhan.
"tuan apa tidak bisa diperbaiki, hubungan kalian bisa dimulai lagi sebagai seorang teman. atau mungkin mulai dari awal, kalian bisa memulainya pelan pelan! " ucap sekretaris cantik itu, ia sangat mendukung masalah tuannya dengan Bunga yang ia ketahui sejak lama. Rayhan menghela nafasnya, ia menatap gadis cantik itu dengan sedikit senyum.
"dia saja tidak mau dengan ku, bagaimana kita bisa menjadi teman. dia tidak mencintaiku kau tahu, hanya aku yang mencintainya! " ucap Rayhan, hati sekretaris nya ikut sedih mendengar hal itu.
keesokan harinya Rayhan sunggu berangkat ke bandara, beberapa orangnya membantu dirinya untuk memesan tiket dan membawa pakaiannya. Rayhan terduduk di sebuah kursi tunggu, ia menatap ponselnya yang bingung ingin menghubungi siapa. ia terus bicara dalam dirinya, ia tidak menyesal jika sudah pergi dan berjanji tidak akan kembali ke kota ini apapun alasannya. dirinya ingin melupakan Bunga, meskipun tahu itu sulit karena ia sangat mencintai Bunga. Rayhan mengusap pipinya yang merasa air matanya menetes, Rayhan tersenyum dan tidak menyangka dirinya menangis karena seorang wanita yang sangat ia cintai.
"tuan pesawatnya akan berangkat sepuluh menit lagi, ini tiket dan paspor anda untuk menuju pintu masuk! " ucap sekretarisnya, Rayhan menerima itu dan mengangguk. Rayhan memeluk sekretarisnya karena sudah membantu dirinya, sang sekretaris pun menangis saat memeluk Rayhan.
"kau sudah lama bersamamu, aku titip adikku. aku yakin kau bisa membuatnya menjadi sepertiku, dan jangan lupa kabari aku tentang Riyan setiap harinya! " ucap Rayhan, sekretarisnya mengangguk dengan sopan.
__ADS_1
"tentu, aku akan membuatnya sama sepertimu! " ucap sekretaris itu, Rayhan tersenyum kemudian melihat kearah orang kepercayaannya yang menjadi tangan kanannya.
"aku percaya pada kalian, karena itu aku akan pergi tanpa memikirkan apapun lagi! " ucap Rayhan tersenyum, ia pun berjalan kearah pintu masuk. ia menghela nafasnya, ia siap pergi meninggalkan semuanya yang ada di kota tersebut dengan hati tenang. ia membayangkan Bunga yang tersenyum padanya, kebahagian gadis itu yang terkahir ia lihat.