Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Mawar Putih


__ADS_3

sebuah malam yang panjang, tentu bagi Rayhan dan juga Bunga yang tidak melakukan apapun. Rayhan sadar diri saat memaksa Bunga terlalu jauh, sampai akhirnya gadis itu tertidur karena merasa takut. bagaimana tidak Bunga tidak pernah melakukan hal seperti itu, ciuman yang dilakukan Rayhan adalah hal yang pertama baginya. bukan hanya bagi Bunga, tapi juga bagi seorang Rayhan itu adalah ciuman pertamanya.


Bunga tidak sadarkan diri saat merasa terkejut, Rayhan pun tersadar dan segera mendarkan dirinya mau tidak mau. Rayhan menatap Bunga yang tertidur pulas diranjang besar miliknya, pria itu merasa masih pusing akibat obat yang tidak diketahui nya. kemejanya berserakan dengan pakaian atas Bunga, Rayhan berulang kali bernafas berat.


"pertama kalinya, seorang wanita didalam kamarku. bahkan berulang kali, dan aku merasa bodoh melakukan hal itu! " ucap Rayhan menyentuh mulutnya, ia mendengar Bunga yang bergerak karena berpindah posisi. Rayhan berjalan disamping Bunga, ia mengusap rambut Bunga yang menghalangi wajah cantiknya. "sudah kuduga, aku jatuh hati pada wanita untuk pertama kalinya! " ucap Rayhan tersenyum, Rayhan sudah menduga hatinya sendiri. sejak awal kenapa ia memperhatikan Bunga, meminta Bunga menjadi dosen privat sang adik. karena memang Bunga sudah membuatnya jatuh hati, dan untuk pertama kalinya Rayhan merasakan itu.


pagi yang cerah menampilkan matahari terbit, cahayanya menembus ke alam mimpi Bunga. gadis itu membuka matanya, ia merasa pegal pada leher bagian belakangnya. Bunga melihat sekeliling kamar itu, dan dirinya kembali mengingat apa yang dilakukan Rayhan padanya. Bunga memukul kepalanya sendiri, ia ingat untung saja hal itu terhenti dan tidak terlalu jauh terjadi.


Bunga berdiri dari duduknya, ia memakai jaketnya yang tergeletak diatas lantai. secara bersamaan Rayhan keluar dari kamar mandi, ia melihat Bunga yang akan pergi tanpa melihatnya. Rayhan dengan cepat menarik tangan gadis itu, tapi ditolak oleh Bunga karena tidak ingin bicara untuk sekarang.


"aku minta maaf, maafkan aku! " ucap Rayhan, Bunga menghentikan langkahnya tanpa melihat kearah Rayhan. "aku dipengaruhi obat saat itu, aku berani sumpah tidak akan menyentuhmu seperti itu jika tanpa pengaruh obat! " jelas Rayhan lagi, Bunga pun tahu kalau semua itu karena obat. dirinya sadar Rayhan bukanlah orang seperti itu, dan pri itu dijebak seseorang. Bunga berbalik untuk bicara, tapi ia terkejut melihat Rayhan yang berlutut dihadapannya.


"apa yang anda lakukan! " ucap Bunga, Rayhan terlihat bersalah dan menunduk.


"maafkan aku, aku sudah melakukan hal yang tidak baik! " ucapnya lagi, Bunga merasa tidak enak hati melihat Rayhan seperti itu.


"saya sudah maafkan, jangan berlutut! " ucap Bunga, ia membawa Rayhan berdiri dan pria itu menatap Bunga dengan lekat. "itu sudah terjadi dan tidak sengaja kan, tidak perlu dibahas lagi! " ucap Bunga lagi, ia memainkan jari jemarinya karena merasa salaah tingkah ditatap oleh Rayhan. pria itu tersenyum, hatinya semakin ingin mengenal gadis cantik dihadapannya itu. tapi ia tidak bisa terburu buru, ia harus sabar jika tidak ingin Bunga merasa kesal padanya.

__ADS_1


"bisakah kita berteman?" tanya Rayhan yang tiba tiba saja berpikir tentang pertemanan, Bunga sempat terdiam dengan ucapan Rayhan yang masih menatapnya. "ya tidak salah kan, berteman satu sama lain. kau dosen adikku, apa tidak bisa menjadi temanku! " ucapnya lagi, Bunga berdehem pelan dan tersenyum tipis.


"tentu saja, anda bebas berteman dengan siapapun! "


"termasuk denganmu kan? " saut Rayhan, dengan ragu Bunga menganggukan kepala dan tersenyum. Rayhan mengulurkan tangannya, dan Bunga pun menatap tangan itu bergantian menatap wajah Rayhan. "berhenti bersikap formal, kita berteman? " ucap Rayhan, ia menunggu Bunga menerima uluran tangannya dan berharap menerima pertemanan itu. ini adalah misinya, misi mendekati seorang wanita dengan cara berteman. Bunga sendiri ingin tertawa, diusia mereka yang hampir saja kepala tiga malah seperti remaja.


"baiklah, teman! " ucap Bunga tersenyum, Rayhan pun tersenyum lebar dan Bunga tertawa lirih karena sudah ia tahan sebelumnya. dalam hati Rayhan kegirangan, misi pertamanya berhasil membuat pertemanannya dengan Bunga. seperti layaknya remaja yang baru saja berteman, Bunga sendiri berpikir apa salahnya menerima pertemanan selagi, tidak merugikan siapapun.


...****************...


"kartu ini untukmu!" ucap Rayhan yang membuat Bunga terkejut, pria itu memberikan sebuah kartu hitam tanpa batas limit dengan mudahnya. "semua gajimu ada disini, kau bebas memakai sesuai yang kau inginkan! "


"tidak bisa, bagaimana bisa kamu memberiku kartu ini begitu saja! " ucap Bunga menolak, Rayhan tersenyum dengan itu.


"upahmu nona, Terima kasih sudah mengajari adikku sampai mendekati ujian. terimalah, ini gajimu bukan hadiah dariku! " ucap Rayhan, Bunga pun mengiyakan itu dan menerima kartu tersebut dan tersenyum.


"aku habiskan uangmu! " ucapnya, Rayhan tertawa lirih.

__ADS_1


"silahkan! " saut Rayhan, Bunga tertawa dan mereka saling tertawa. Rayhan melihat seseorang yang dikenalnya, seorang wanita yang berjalan kearah mejanya. Rayhan yang awalnya bersikap santai, menjadi tegap memasang wajah kaku. Bunga sendiri heran, ia menatap Rayhan tanpa bicara.


"hay, Rayhan kau disini? " suara itu membuat Bunga menoleh dan melihat seorang wanita cantik, berpakaian seksi dan sedikit terbuka menurut Bunga. wanita itu melirik kearah Bunga, dengan tatapan tidak suka. Bunga melihat dada gadis itu, dan melihat dadanya sendiri kemudian menggelengkan kepalanya sendiri. Rayhan berdiri dari duduknya, menggandeng tangan Bunga tanpa bicara apapun. "hei aku menyapamu, apa begini sikapmu! " ucap wanita itu lagi, Rayhan menoleh dan berdehem.


"maaf aku harus pergi, kekasihku tidak nyaman karena disini banyak nyamuk! " ucap Rayhan acuh, wanita itu tampak terkejut. bukan hanya dirinya, Bunga pun yang digandeng terkejut. ia mengikuti langkah besar kaki Rayhan, sampai pria itu akhirnya melangkah dengan pelan. Rayhan menoleh kearah Bunga, kemudian melepaskan tangannya.


"kekasih? " tanya Bunga melipat kedua tangan, Rayhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"ya mau bagaimana lagi, jika tidak begitu dia akan memgikutiku terus! " ucap Rayhan, Bunga tertawa dengan itu. mereka berjalan dipinggir jalan, sambil bicara dan juga saling bergurau. sampai sebuah toko bunga membuat Rayhan tertarik, pria itu masuk kedalam toko bunga dan memilih bunga yang cocok untuk Bunga gadis itu. Bunga yang merasa Rayhan hilang, menoleh kanan dan kirinya untuk mencari pria itu. tiba tiba di hadapannya disuguhkan bunga mawar putih, Bunga melihatnya dengan matap Rayhan yang tersenyum.


"bunga ini cocok untukmu, cantik, baik, putih bersih dan suci! " ucap Rayhan, Bunga yang mendengar itu menatap Rayhan dengan berkaca kaca. yang pertama Bunga benci dengan bunga yang dibawa Rayhan, dan kedua bunga benci pada seseorang yang memuji dirinya seperti mawar putih. hal itu membuatnya harus ingat pada seseorang, ingat akan masa lalunya. air mata jatuh tanpa diminta, Rayhan terkejut dengan itu dan menarik Bunga yang akan pergi.


"aku ingin pulang, lepaskan! " ucap Bunga, Rayhan masih menarik tangan Bunga untuk menanyakan ada apa dengannya.


"ada apa denganmu, apa ada yang salah denganku!" ucap Rayhan, Bunga melempar bunga mawar putih itu. tentu membuat Rayhan terkejut, ia melihat Bunga yang berlari tanpa bicara dengannya. "Bunga tunggu, Bunga! " teriak Rayhan berhasil menarik tangan Bunga, mereka berdiri di sebuah jembatan dekat kota.


"aku benci mawar putih, aku tidak suka bunga itu. kenapa kau harus membeli bunga itu, apa tidak ada bunga yang lain! " teriak Bunga tersulut emosi, Rayhan menatap Bunga tanpa bicara. "aku tidak suka, aku membenci bunga itu. dan ucapanmu yang tadi, aku bukan wanita seperti itu dan jangan katakan itu lagi. aku tidak suka... aku benci pada diriku sendiri jika mendengar hal itu... " ucap Bunga yang mulai menangis, kali ini Rayhan membiarkan Bunga berlari dan menaiki taksi tanpa melihat kearahnya. Rayhan ingat gadis itu pernah menangis saat dipengaruhi minuman, gadis itu merasa tersakiti pada dirinya. Rayhan semakin ingin tahu apa yang terjadi pada gadis itu, dan apa yang membuat gadis itu sampai menderita.

__ADS_1


__ADS_2