Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Drama Bunga.


__ADS_3

Bunga meninggalkan mobil Rayhan, ia berlari mencari taksi dan menaikinya tanpa mendengar panggilan Rayhan. Bunga menangis didalam taksi, melihat pria yang menghancurkan hidupnya beberapa tahun yang lalu. keinginannya bertemu dengan pria itu sangat besar, ketika melihatnya langsung rasa sakit didalam hatinya kembali ia rasakan. suara Rayhan terus terngiang dipikirannya, mengatakan Reyvan adalah adik dari pria yang ia cintai saat ini.


taksi itu berhenti di sebuah jalan, Bunga pun berjalan di pinggir jalan. jembatan besar berhembus angin yang kencang, Bunga berjalan dengan membayangkan Rayhan dan juga Reyvan secara bersamaan. dua orang itu adik kakak, ia tidak percaya hal itu akan terjadi. Bunga berteriak dibatas jalan trotoar, Bunga berteriak dengan bersamaan angin berhembus. suara desir laut dibawahnya, terdengar mengikuti melodi Bunga menangis.


"kenapa harus begini... baru saja aku membuka hati, kenapa harus seperti ini... hiks... " ucap Bunga meringkuk, ia memeluk lututnya sendiri tanpa peduli dirinya dilihat orang lain.


"Bunga! " teriakan itu didengar oleh Bunga, Rayhan berlari kearah Bunga dan memeluk gadis itu yang gemetar. "disini dingin, ayo kita ke mobil! " ucap Rayhan, Bunga menoleh dengan air mata yang memenuhi matanya membuat Rayhan menatapnya teduh dan heran kenapa gadis itu menangis. entah kenapa ia malah menatap Rayhan seperti melihat diri Reyvan, Bunga meneteskan air mata dan diusap oleh Rayhan. tiba tiba saja Bunga memeluk tubuh Rayhan, menangis dalam pelukan pria itu tanpa mengatakan apapun. dengan segera Rayhan menggendong tubuh kecil itu, ia pun meninggalkan tempat itu menggunakan mobilnya. Bunga terdiam didalam mobil, sampai didepan rumahnya pun tidak ada percakapan antara keduanya.


"kamu hati hati pulangnya! " ucap Bunga setelah lama diam, Rayhan menoleh kemudian menggenggam tangan Bunga.


"kenapa kau tiba tiba menangis, ceritakan padaku! " ucap Rayhan lembut, Bunga menatap Rayhan kemudian menggelengkan kepala.


"aku tidak bisa mengatakan hal itu, aku lelah ingin istirahat!! " saut Bunga melepas genggaman tangan gadis itu, Rayhan tidak menyerah ia turun dari mobil dan menghampiri Bunga yang sudah sedikit jauh dari mobilnya.


"oke tidak cerita, setidaknya jangan diamkan aku. kalau aku berbuat salah maafkan aku, tapi jangan diamkan aku seperti ini! " ucap Rayhan menggenggam tangan Bunga, dengan perasaan terluka Bunga sedih mendengar itu. sikapnya menyakiti hati Rayhan, ia pun tersenyum kemudian memeluk Rayhan lagi.


"maafkan aku, beberapa hari ini aku ingin sendiri dulu. aku tidak akan datang kekantormu, jika semuanya sudah baik baik saja aku akan menelfonmu! " ucap Bunga, Rayhan masih tidak Terima dengan itu. Bunga tersenyum kemudian berjalan menjauh, melambaikan tangan membiarkan Rayhan berdiri termenung menatapnya.

__ADS_1


"ada apa denganmu, kenapa begitu tiba tiba! " ucap Rayhan, ia menatap Bunga sampai hilang dibalik pintu rumah gadis itu. Rayhan bingung harus berbuat apa, sedangkan gadis itu tidak menjelaskan apapun kepadanya.


...****************...


Rayhan menjadi murung setiap harinya, satu minggu kekasihnya tidak menelpon dan juga datang menemuinya. Rayhan sendiri menghargai keinginan Bunga yang tidak ingin menemuinya, ia juga belum bisa menanyakan kenapa dan ada apa dengan keadaan Bunga yang secara mendadak. hari ini Rayhan berniat untuk datang kerumah gadis itu, ia bersiap pergi dari rumahnya. langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita duduk disofa rumahnya, seorang wanita cantik tersenyum ketika melihat Rayhan yang berada diatas tangga.


"Rayhan... " ucap wanita itu, Rayhan terdiam dan mendekat kearah wanita tersebut. secara bersamaan Reyvan datang, tersenyum pada sang kakak yang terlihat rapi.


"kak... aku mau pamit denganmu! " ucap Reyvan, Rayhan masih dibuat bingung. wanita cantik sebelumnya adalah Mira, istri dari Reyvan sekaligus mantan kekasih Rayhan. "aku dan Mira akan pergi ke Amerika, entahlah kapan kami akan kembali! "


"iya... kapanpun kamu datang, rumah ini selalu terbuka! " ucap Rayhan, Reyvan mengangguk dengan hal itu.


"dia gadis yang baik kak, aku yakin dia sangat pas untukmu! " ucap Reyvan tiba tiba, Rayhan pun mengangguk dengan hal itu. Reyvan memang tidak melihat Bunga beberapa hari ini, karena mungkin gadis itu telah bertemu dengannya sampai tidak ingin bertemu lagi. Reyvan berniat kerumah Bunga, ingin mengungkapkan sebuah permintaan maaf yang belum ia sampaikan hingga sekarang. disana Rayhan merasa tidak enak, karena Mira menatap dirinya tanpa henti. Rayhan yang akan pergi pun mengurungkan niatnya, pria itu kembali kekamarnya dan berusaha untuk menghubungi Bunga saja.


"aku penasaran dengan wanita itu, apa kau sudah bertemu dengannya Rey? " ucap Mira menggandeng tangan Reyvan, dengan menoleh Reyvan mengangguk dan tersenyum tipis.


"iya aku bertemu dengannya, bahkan kamu saling kenal! " saut Reyvan, Mira mengangguk dengan itu. ia senang Rayhan mendapatkan wanita pilihan sendiri, meskipun hatinya masih tersimpan cinta untuk Rayhan dirinya tetap akan mencintai suaminya sekarang yaitu Reyvan.

__ADS_1


Bunga sendiri setiap hari berada dikamarnya, ia meminta cuti selama seminggu dikampus tempatnya mengajar. ia masih belum bisa menerima kenyataan, sebuah kenyataan yang menyatakan Reyvan adalah adik kandung dari Rayhan. pria yang pernah membuatnya jatuh ketitik terbawah, adalah saudara pria yang ia cintai sekarang. Bunga menenangkan dirinya untuk tidak bertemu siapapun, tapi hatinya mengkhawatirkan Rayhan dan berpikir bagaimana keadaan kekasihnya itu tanpa kabar darinya.


Bunga yang duduk disamping jendela kamarnya, ia menikmati angin sore yang berhembus sejuk. tiba tiba ponselnya berdering, tentu saja biasanya itu adalah Rayhan yang menelpon. tapi kali ini pesan masuk secara bersamaan, mengatakan seseorang ingin bertemu dengan Bunga. gadis itu membaca pesan itu dari pengirim yang tidak ada dikontak ponselnya, tiba tiba terlintas saja itu adalah Reyvan dan berpikir bagaimana pria itu mendapatkan nomornya. Bunga kesal ia membanting ponselnya sendiri, ia memeluk lututnya sendiri seakan ia kehilangan kendali dirinya. seperti mengalami trauma berat, Bunga menangis dengan membayangkan nama Reyvan dikepalanya. bukan hanya nama, bahkan wajah pria itu juga terukir didalam otaknya.


suara dering telpon menggema diseluruh ruangan kamar itu, Bunga melihat ponselnya yang berdering dengan sebuah panggilan. disana panggilan bernama Rayhan, nama sangat kekasih yang tiba tiba saja membuatnya tenang. ia memegang ponselnya, ia menatap ponselnya sendiri tanpa ingin menjawab panggilan itu. tapi hatinya berkata lain, jempolnya menekan tombol angkat sampai suara Rayhan terdengar disana.


"Bunga... akhirnya kamu angkat telfon, kamu baik baik saja kan?"


tidak ada sahutan dari Bunga, ia meletakkan ponselnya diatas meja. Bunga menatap ponsel itu, Rayhan terus berbicara tanpa mendengar suara Bunga sekalipun.


"kalau kamu memang disana, lihatlah jendela... aku ada didepan rumahmu, kau harus tahu disini sangat dingin! "


hal itu membuka Bunga sedikit terkejut, segera ia berjalan kearah jendela dan benar saja dirinya langsung melihat Rayhan disana. melihat sang kekasih, Rayhan tersenyum dan merasa lega gadis nya baik baik saja. Bunga menangis kali ini, ia merasa bodoh kenapa menyakiti hati Rayhan berulang kali. pria itu tulus mencintainya, bahkan ia juga mencintainya tapi kenapa Rayhan adalah kakak dari Reyvan. pria yang ia lupakan, pria yang ia benci selama bertahun tahun lalu. Bunga menutup jendela dan juga gorden, hal itu membuat Rayhan mengerutkan dahinya apalagi panggilan telponnya ditutup oleh Bunga. Rayhan masih tidak mengerti, kenapa dengan gadis itu yang bersifat aneh padanya.


Rayhan yang sempat ingin pergi dari sana, tiba tiba melihat pintu utama rumah Bunga terbuka. tentu saja menampilkan seorang gadis cantik, gadis itu memakai kaos dengan celana panjang. Bunga tersenyum melihat Rayhan dari jauh, membuat Rayhan juga tersenyum. Bunga berlari kearah Rayhan dengan sedikit terisak, ia ingin mengakhiri drama tangis dan juga keegoisannya. Rayhan langsung mendengkap gadis itu, ketika melabuh dalam pelukannya.


"maafkan aku Rayhan... maaf... aku minta maaf padamu... " ucap Bunga memeluk Rayhan erat, dengan bahagia Rayhan membalas pelukan itu lebih erat. ia memilih diam merasakan pelukan itu, ia tidak ingin bicara ataupun membahas apapun lagi. Rayhan mencium pipi kanan dan kiri Bunga, beralih ke dahi dan dipeluk lagi gadisnya itu.

__ADS_1


__ADS_2