
Bunga mengetahui kebenarannya, sebuah kebenaran yang harus ia tahu sejak dulu. mencari Reyvan untuk menanyakan sebuah pertanyaan yang tersimpan, kini pertanyaan yang ia simpan bertahun tahun terjawab sudah. hati Bunga terasa sakit, pria yang meninggalkannya ternyata memiliki rahasia yang begitu besar. pasalnya Reyvan meninggalkannya tanpa mengatakan apapun, ia berpikir Reyvan mengkhianati hatinya karena menikah dengan orang lain. Bunga menghentikan mobilnya dirumah Rayhan, kali ini ia ingin bertemu dengan Reyvan dan bukan Rayhan. ingin meminta penjelasan dari pria itu, ingin mendengar kebenarannya sendiri dari pria itu.
Bunga tanpa suara mencari Reyvan, seluruh rumah ia putari. sampai satu tempat yang belum ia lewati, yaitu ruang kerja Reyvan yang pintunya tertutup rapat. tanpa mengetuk pintu Bunga masuk kedalam ruangan itu, benar saja terlihat Reyvan sedang duduk di sebuah kursi memejamkan mata. pria itu membuka mata ketika mendengar suara pintu terbuka, ia terkejut melihat Bunga yang datang dengan wajah kusut penuh dengan genangan air dimata gadis itu.
"Bunga ada apa? " ucap Reyvan datang menghampiri gadis itu, Bunga menatap Reyvan dengan menahan tangis.
"kenapa... kenapa... kenapa kau tidak pernah jujur padaku? " ucap Bunga sesak didadanya, Reyvan terkejut dengan itu. "kau mengkhianati cinta kita dengan cara kau meniduru seorang gadis... kemudian kau bertanggung jawab menikahinya, lalu kah meninggalkan gadis yang menunggumu datang diacara pernikahan kalian... apa benar yang kukatakan ini? " ucap Bunga lagi, Reyvan tercengang mendengar pernyataan Bunga. tangannya merosot yang memegang pundak Bunga, Reyvan tidak mampu menatap mata gadis itu. "lalu kenapa kau tidak pernah menghubungiku, kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku! "
"kau tidak mau mendengarku, setiap kali aku ingin bicara kau selalu berteriak untuk menjauhiku!"
"bukan sekarang yang aku bahas, tapi dulu. dulu ketika kamu tidak datang, kenapa tidak memberiku kabar sedikit pun... kenapa... " ucap Bunga berteriak dengan isak tangisnya, Reyvan terdiam karena memang benar adanya. "jika dulu kau mengatakan nya padaku, aku tidak akan menderita begitu lama... pertanyaan demi pertanyaan ada dalam hatiku, tapi tidak seorang pun bisa menjawabnya. kebencian mulai timbul ketika teringat denganmu, bahkan saat melihat wajahmu hatiku ini sangat sakit sampai terdalam. andai kau mengatakan nya padaku, aku tidak akan menderita dan juga akan menerima apa yang terjadi. bahkan aku tidak akan membencimu... tidak akan... " ucap Bunga menangis, gadis itu terduduk dilantai menangis tersedu sedu. entah kenapa hatinya lebih sakit menerima kebenarannya, padahal itu yang diharapkannya sejak dulu. Reyvan membawa gadis itu berdiri, tanpa ijin Reyvan memeluk Bunga yang menangis.
"maafkan aku Bunga... aku benar benar minta maaf, aku bingung harus berbuat apa... " ucap Reyvan, Bunga mendorong tubuh Reyvan dengan kasar.
"kumaafkan pun tidak ada gunanya, sudah terlambat. hatiku sudah membencimu, dan itu tidak akan pernah hilang! " ucap Bunga, matanya masih meneteskan air mata. keduanya saling bertatapan, Bunga terisak melihat wajah Reyvan yang menatapnya sendu. "jangan pernah kau menyakiti hati Mira, ingatlah kau sudah menyakiti hidup Mira dengan menikahimu!" ucap Bunga kemudian pergi dari sana, Reyvan terdiam didalam ruangannya memikirkan perkataan terkahir Bunga. amenyebut nama Mira, kini pria itu tahu Bunga mengetahui kisah nya dari istrinya sendiri.
__ADS_1
Bunga masih menangis didalam rumah itu, kakinya berjalan cepat untuk segera keluar dari sana. secara bersamaan mobil Rayhan datang, dan pria itu turun dengan cepat karena melihat mobil Bunga yang terparkir dengan pintu mobil terbuka. Bunga terkejut melihat Rayhan, gadis itu segera mengusap air matanya ia tidak ingin Rayhan tahu dirinya menangis.
"sayang kamu disini, kenapa?" tanya Rayhan memegang tangan Bunga, dengan senyuman gadis itu menggelengkan kepala.
"tadi aku hanya mampir kesini, terus aku ingat kamu ada dikantor jadi aku berniat akan pergi. dan kebetulan kamu datang! " ucap Bunga, masih ada sisa air mata dimatanya bahkan suaranya serak seperti habis menangis. Rayhan mengusap mata Bunga, pria itu tahu gadisnya itu pasti menangis lagi. terlihat Reyvan berlari dari arah dalam, pria itu menghentikan langkahnya saat melihat Bunga dan Rayhan diruang tengah. Rayhan melihat Reyvan tidak jauh dari nya, Bunga pun menoleh dan enggan untuk melihat Reyvan.
"kakak kamu sudah pulang, aku pikir tadi siapa saat mendengar suara bising! " ucap Reyvan, Rayhan mengangguk kemudian menggandenga tangan Bunga masuk kedalam rumahnya.
"tidak jadi rapatnya, jadi aku memilih untuk pulang saja!" ucap Rayhan, Reyvan mengangguk kemudian menatap Bunga. gadis itu menahan isak tangisnya, ia tidak menatap Reyvan yang menatapnya. Rayhan melihat Reyvan yang menatap Bunga, dan pria itu memilih untuk berjalan menutupi Bunga yang bertubuh kecil. Reyvan langsung sadar, ia pun beranjak pergi tanpa mengatakan apapun. Rayhan mendudukan Bunga di sebuah sofa, kemudian memberikan gadis itu air yang membuat Bunga heran.
"kamu yang butuh air, aku tahu hari ini kamu menangis lagi! " ucap Rayhan, Bunga terkejut dengan itu kemudian tersenyum kikuk. "minumlah, jangan sembunyikan apapun karena aku tahu! " ucap Rayhan, Bunga meminum air itu kemudian tersenyum pada Rayhan.
"Terima kasih, kau juga harus minum! " ucap Bunga, Rayhan mengangguk dan meminum sisa air yang diminum Bunga hingga habis.
"katakan padaku ada masalah apa yang membuatmu menangis, apa yang terjadi? " ucap Rayhan yang sudah tidak ingin diam, Bunga ragu ingin mengatakan kejujuran yang ia simpan. ia mengingat Rayhan akan sangat marah jika tahu adiknya membuat kesalahan, karena Rayhan juga ingin tahu siapa pria itu dan ingin membalas pria yang menyakitinya. "kenapa kamu masih tidak percaya padaku, sejauh ini aku lihat kau terus menyembunyikan sesuatu dari ku. katakan padaku Bunga, katakan semua yang kau sembunyikan. bukan kah aku berhak tahu, bahkan kau berhak tahu masalahku... " suara Rayhan terhenti, Bunga menatap pria itu dengan wajah sendu lagi.
__ADS_1
"aku bertemu pria itu... " ucap Bunga, Rayhan pun menatap Bunga tanpa bicara apapun berusaha mendengar apa yang dikatakan gadis itu. "pria yang aku cari selama ini, aku bertemu dengannya... " ucap Bunga lagi, air matanya menetes lagi. Bunga takut dan gemetar, ia mengigit bibir bawahnya sampai Rayhan menggenggam tangan Bunga.
"siapa dia, katakan padaku... " ucap Rayhan, Bunga semakin takut dan hanya menangis. benar kata Reyvan, Rayhan bisa saja membenci adiknya itu.
"aku juga tahu kebenarannya,.. hal itu membuatku semakin sedih.... " ucap Bunga lagi, Rayhan memeluk Bunga karena menangis hingga sesak didalam suara gadis itu. Rayhan semakin berpikir siapa pria itu, dan ingin cepat menemukan pria itu. "aku tidak ingin kau terluka... aku tidak ingin membuat kalian saling membenci! " ucap Bunga lagi, Rayhan melepas pelukannya dan menatap Bunga yang berkata tidak ia mengerti.
"apa maksudmu, aku tidak paham! " ucap Rayhan, Bunga menarik nafasnya untuk memulai suaranya lagi.
"Reyvan... adikmu... " ucap Bunga, Rayhan terkejut dengan itu. ia melepas tangan Bunga yang ia genggam, Bunga sendiri masih menatap Rayhan yang menjauh darinya. "aku minta maaf belum jujur padamu, aku terkejut saat tahu kalian berdua adalah saudara. aku bingung setiap hari, dilain sisi aku sangat membenci adikmu, dilain sisi juga aku sudah mencintaimu sangat dalam! " ucap Bunga, Rayhan menatap gadis itu yang terus bicara. Rayhan juga ingat gagalnya Reyvan menikah dengan kekasihnya, tidak disangkanya kekasihnya itu adalah Bunga calon istrinya sendiri. "dan hari ini aku tahu sebuah kebenaran lagi, kebenaran mengapa Reyvan meninggalkanku diacara pernikahan kami. aku tahu semua, itu membuatku semakin terluka! " ucap Bunga, Rayhan semakin terkejut dengan itu dan ia sendiri belum mengatakan tentang Mira pada gadis itu.
"itu benar kak, aku yang melarang Bunga nya padamu!" ucap Reyvan yang berdiri tidak jauh dari mereka, pria itu pergi tapi ia urungkan saat mendengar Bunga memulai sebuah kejujuran. Rayhan mengepalkan tangannya, menahan marah didalam dirinya. melihat dua orang yang ia sayangi, ternyata memiliki masa lalu yang kelam. hal itu juga disaksikan oleh Mira, gadis itu datang saat mendengar keributan dan mendengar semuanya. Rayhan berjalan kearah Reyvan, ditatap nya pria itu dengan tajam dan ada aura gelap dari mata Rayhan. "aku juga terkejut saat itu melihat Bunga yang kau cintai, dan aku merasa takut saat kau tahu kebenarannya kau akan membenciku! " belum berhenti bicara, Rayhan melayangkan satu pukulan pada Reyvan. hal itu membuat Bunga dan juga Mira terkejut, Rayhan sudah habis kesabaran dan kesal melihat wajah Reyvan ataupun mendengar suara pria itu.
"aku terlambat melakukan hal yang harusnya aku lakukan tahun itu, maka hari ini aku akan menghajarmu dengan tanganku sendiri! " ucap Rayhan memukul Reyvan berulang kali, pria itu diam dengan pasrah. Bunga menarik tubuh Rayhan, tapi tenaganya tidak lebih besar dari Rayhan yang sudah marah. Mira menelfon Riyan untuk meminta bantuan, secara bersamaan Riyan berada diluar dan mendengar keributan.
"Riyan kakakmu, dia memukul Reyvan! " ucap Mira, Bunga yang masih menahan Rayhan pun disuruh mundur oleh Riyan. adik bungsunya itu memisahkan Rayhan, tapi Riyan didorong kuat oleh Rayhan sampai membuat Bunga terbentur sebuah meja yang melekat didinding. suara Bunga meringis membuat Rayhan menoleh, ia langsung menghentikan pukulannya dan mengarah kearah Bunga.
__ADS_1
"apa yang kak Rayhan lakukan, kenapa kalian ribut seperti ini! " ucap Riyan, pria itu membangunkan sangat kakak yang tersungkur tidak berdaya. Rayhan tidak banyak bicara, ia menarik tangan Bunga pergi dari sana tanpa bicara apapun. ketiganya menatap kepergian dua orang itu, Mira membatu Reyvan yang sudah lemah akibat pukulan kuat Rayhan.