Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Flashback 2.


__ADS_3

hari hari berlalu begitu cepat, haripun berganti minggu dan berganti bulan bahkan berganti tahun. sejak awal pertemuan mereka, Reyvan dan Bunga menjadi teman akrab bisa dibilang seperti layaknya dua orang pasangan yang selalu ada. bahkan setiap hari Reyvan menjadi supir Bunga jika gadis itu akan pergi kemana pun, tapi siapa yang tahu jika Reyvan menyimpan rasa cinta pada Bunga. Reyvan jatuh hati pada Bunga, ketika pertama kali memandang gadis itu beberapa waktu yang lalu. Reyvan ingin berteman dengan Bunga bukan tanpa sebab, karena hatinya sudah jatuh terlalu dalam kepada Bunga. ia tidak berani mengatakan hal itu pada Bunga, sampai tahun berganti pun ia hanya menyimpan rasa itu.


kelulusan membuat Bunga dan Reyvan harus berpisah karena kegiatan mereka, tapi masih menjalin sebuah komunikasi lewat sosial media. kerap setiap hari Reyvan menghubungi Bunga, begitu pun sebaliknya. sampai mereka bertemu di suatu tempat, dan mereka sudah saling mendewasakan diri.


"kau sangat cantik hari ini, pasti banyak siswa yang menyukaimu! " ucap Reyvan setelah menyesap teh dicangkir, dihadapan pria menggunakan jas hitam itu terdapat Bunga yang anggun menggunakan dress selutut berwarna kuning.


"kau juga sangat tampan, bagaimana pekerjaanmu disana apakah lancar? " tanya Bunga tersenyum, Reyvan tersenyum mendengar suara lembut gadis yang ia cintai.


"lancar lancar saja, diluar negeri aku bersama kakakku. tidak terasa ya, kita tidak bertemu selama setahun! " ucap Reyvan, Bunga mengangguk dan tersenyum. "dan kau masih sama seperti dulu, tapi bedanya kali ini kau sangat cantik tidak ada duanya! " ucap Reyvan lagi, hal itu membuat Bunga tertawa dan memukul pelan tangan Reyvan.


"bagaimana kapan menikah, sudah tua kan? " ucap Bunga, Reyvan terkekeh karena hal itu.


"tua berapa, bahkan kakakku lebih tua pun belum menikah! " saut Reyvan, Bunga mengangguk dengan wajah beroh saja. "bagaimana denganmu, biasa wanita akan cepat menikah! " Bunga tersenyum dengan itu, kemudian sedikit tersenyum kepada Reyvan yang menatapnya.


"aku menunggu seseorang, tapi sepertinya perasaannya tidak sama denganku! " ucap Bunga pelan, Reyvan yang mendengar itu sedikit terdiam. ia tidak menyangka gadisnya itu memiliki seseorang yang dikagumi, tapi siapa pikirnya. Reyvan menjadi punya tekat berani tiba tiba, ia tidak ingin kehilangan sang gadis yang sangat ia cintai sejak lama. "oh iya Rey ini sudah malam, aku pamit pulang dulu ya! " ucap Bunga berdiri, Reyvan menarik tangan Bunga yang akan pergi dan menatap gadis itu yang kebingungan.


"mari bertemu lagi besok, aku ingin mengatakan hal penting padamu! " ucap Reyvan, Bunga yang mendengar itu pun langsung mengangguk dengan tersenyum. Reyvan melepas tangan Bunga, dan gadis itu melambaikan tangan dari kejauhan sebelum ia menghilang dibalik banyaknya kendaraan. Reyvan berniat menyatakan perasaannya, ia ingin mengungkapkan semua isi hatinya.

__ADS_1


keesokan harinya Bunga datang ketempat yang diminta Reyvan, ia heran karena tempat itu sepi dan juga gelap. Bunga memastikan lagi isi pesan Reyvan, dan benar itu adalah tempat dimana Reyvan menulis pesan di nomornya. Bunga melangkah demi langkah, sampai lampu tiba tiba menyala dengan sendirinya. Bunga terkejut melihat banyak bunga yang berhias, setiap langkah nya dipenuhi dengan bunga. belum lagi taburan bunga yang sedikit demi sedikit, membuatnya tersenyum apalagi mencium bau wangi bunga tersebut.


Bunga berhenti ditengah tengah, ia tidak lagi melihat lajur kakinya melangkah. sampai banyak bunga berjatuhan dari atasnya, Bunga terkejut kemudian merasa senang karena wanggi bunga tersebut. bunga mawar merah dan juga putih, adalah bunga favorit gadis itu. beberapa detik kemudian muncul seseorang yang tersenyum padanya, seseorang itu tersenyum dengan melangkah kearah Bunga yang menatapnya tanpa bicara.


"bunga cantik ini, aku pesan khusus untuk gadis cantik disini! " ucap Reyvan, Bunga tertawa pelan kemudian menerima bunga yang diberikan Reyvan.


"apa semua ini, kenapa begitu banyak bunga? " ucap Bunga dengan heran, Reyvan tersenyum kemudian menggengam tangan Bunga dengan lembut.


"ada satu lagi, kemarilah! " ucap Reyvan, Bunga dengan senang hati mengikuti langkah Reyvan sampai keduanya berdiri di sebuah layar monitor cukup besar. Bunga fokus pada monitor itu, dan beberapa detik kemudian tiba tiba muncul sebuah foto disana. gambar dirinya yang sedang fokus membaca buku, dan memakan sebuah camilan dibangku dekat kampusnya dulu. gambar demi gambar ditampilkan, keseharian Bunga yang diabadikan oleh Reyvan. Bunga tersenyum melihat itu, dan Reyvan pun merangkul Bunga dari belakang.


"maaf aku pernah pergi keluar negeri, saat kau susah aku tidak ada di sisimu! " ucap Reyvan, Bunga tersenyum dan menepuk lengan Reyvan.


"Bunga katakan padaku, siapa pria yang kau tunggu itu. aku ingin tahu, karena aku tidak Terima jika kau menunggu orang lain kecuali aku! " ucap Reyvan tanpa diduga, tentu membuat Bunga terdiam dengan menatap Reyvan yang bicara. "aku menyimpan perasaanku begitu lama padamu, aku tidak bisa melihat gadis yang aku cintai mengharapkan orang lain. aku mencintaimu Bunga, sejak dulu sejak awal aku melihatmu dikampus! " ucap Reyvan lagi, Bunga tiba tiba saja meneteskan air matanya. membuat Reyvan bingung, pria itu mengusap air mata Bunga dengan menggelengkan kepalanya. Bunga menggenggam tangan Reyvan, kemudian beralih kepelukan pria itu tanpa diduga Reyvan.


"kenapa baru sekarang, kenapa baru diucapkan sekarang. aku menunggumu sejak lama, menunggu kamu mengatakan cinta padaku! " ucap Bunga dalam pelukan Reyvan, pria itu terkejut karena pria yang ditunggu gadis itu adalah dirinya sendiri.


"Bunga apa maksudmu, coba jelaskan! " ucap Reyvan membuat Bunga menatapnya, dengan tersenyum Bunga mengusap pipi Reyvan.

__ADS_1


"aku memiliki perasaan yang sama padamu, aku mencintaimu sejak lama tapi kau tidak mengatakan apapun padaku!" ucap Bunga menyenderkan kepalanya, keduanya diam sejenak dan saling berpikir. sedetik kemudian Reyvan tersenyum lebar, ia memeluk Bunga dengan bahagia dan menggendong gadis itu dengan berputar. Bunga terkejut dengan Reyvan yang tiba tiba mengangkatnya, ia pun tertawa bahagia melihat Reyvan berteriak senang. bagaimana tidak cinta keduanya tidak bertepuk sebelah tangan, keduanya memiliki perasaan yang sama hanya saja tidak ada yang mengungkapkan isi hati mereka masing masing. Reyvan langsung mengucapkan lamarannya pada Bunga, tentu saja gadis itu menerima tanpa ragu membuat kebahagiaan keduanya bertambah.


...****************...


restu orang tua adalah hal yang terpenting bagi keduanya, Reyvan sendiri telah direstui oleh keluarga Bunga. orang tua Reyvan datang dari luar negeri hanya untuk melihat calon menantu mereka, keduanya sudah menyicil berbagai persiapan pernikahan. acara pernikahan mereka diadakan dalam waktu dua bulan kedepan, kesibukan demi kesibukan dialami oleh Reyvan dan juga Bunga.


pasalnya semua pasangan akan mengurus acara mereka bersama, lain dengan Reyvan dan Bunga. karena kesibukan keduanya, persiapan itu dilakukan Bunga dan Reyvan jika mereka memiliki waktu ruang. Reyvan sendiri sibuk masuk dan pergi keluar negeri, karena memang Reyhan berasal dari Amerika. Bunga bisa menyempatkan waktunya, tapi Reyvan tidak sedikit pun memiliki waktu.


Bunga menunggu di sebuah toko, toko tersebut adalah tempat dimana seseorang mencetak sebuah undangan. Bunga menunggu panggilang namanya dipanggil, dan beberapa menit pun undangannya sudah siap dan ia membawa pergi undangannya. meskipun tidak pernah bertemu, Reyvan selalu menghubungi calon istrinya itu.


"aku berada di butik, gaunnya sangat cantik! " ucap Bunga pada sebuah panggilan telfon, dirinya menatap cermin yang menampilkan tubuhnya memakai gaun pernikahan berwarna putih. ia hanya bisa bicara dengan Reyvan lewat telpon, karena pria itu berada diluar negeri untuk pekerjaan penting.


"aku yakin bukan gaunnya, tapi kamu yang cantik!"


"hm... diamlah Reyvan, andai saja kamu disini pasti aku sangat senang! " ucap Bunga lagi, tampak kesedihan dimata nya dan terdengar suara kekehan dari Reyvan.


"sabar ya sayang, aku akan kesana secepatnya. setelah menikah aku akan membawamu kemana pun aku pergi, dan aku janji tidak akan sedetikpun aku meninggalkanmu! "

__ADS_1


Bunga yang mendengar itu tersenyum, ia percaya dengan semua apa yang dikatakan Reyvan. rasa syukurnya tidak pernah berhenti, ia bersyukur memiliki calon suami seperti Reyvan. pria yang menjadi temannya akan menjadi teman hidupnya, dan Bunga tidak sabar dengan hari pernikahannya yang akan tiba.


__ADS_2