Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Reyvan marah.


__ADS_3

acara pertunangan pun dilaksanakan, rekan kerja dan para sahabat datang ke acara tersebut. Bunga terlihat cantik berpasangan dengan Rayhan, pria itu terlihat tampan menggunakan jas yang serasi dengan Bunga. setelah acara tukar cincin Rayhan menghampiri sahabatnya yang hadir, begitupun dengan Bunga yang tersenyum ramah saat Rayhan memperkenalkan gadisnya kepada teman temannya. setelah acara pertunangan ini, mereka akan segera menentukan tanggal pernikahan keduanya. sungguh waktu berjalan begitu cepat, keduanya sampai diwaktu yang tidak pernah mereka bayangkan.


kebahagiaan keduanya tidak terjadi pada pasangan Reyvan dan juga Mira, dua orang itu mendadak menjadi pendiam setelah terjadi keributan dalam rumah tangga mereka. pasalnya baik baik saja, Mira marah ketika Reyvan tiba tiba saja marah dan berteriak padanya. Mira yang tidak menerima itu menampar pipi Reyvan, dan pria itu tanpa sengaja mendorong tubuh Mira hingga terbentur meja. hal itu membuat Mira marah dan juga menangis semalaman, Reyvan sendiri marah ketika melihat sang kakak dan Bunga semakin mesra.


Mira duduk di sebuah bangku sendirian, ia menjauh dari sebuah pesta yang ramai dengan kegembiraan. pesta itu adalah yang ia inginkan dahulu, dilamar orang yang ia cintai didepan semua orang menyematkan sebuah cincin. tapi apa daya takdirnya, ia menikah karena sebuah kecelakaan yang tidak pernah diduga siapapun. Mira ingin Reyvan mencintainya, tapi itu dulu sebelum dirinya memulai hubungan dengan Rayhan. Mira menangis sendirian disana, sampai Reyvan datang menatapnya dengan diam.


"aku baik baik saja, hanya ingin sendiri! " ucap Mira mengusap air matanya, Reyvan duduk di samping Mira dengan menghela nafas.


"aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu kemarin! " ucap Reyvan, Mira mengangguk dengan mengusap pipinya yang masih terasa air mata. "sejak awal pernikahan kita salah, tidak ada rasa cinta diantara kita. setiap hari aku berusaha untuk mencintaimu, tapi tidak bisa! " ucap Reyvan, hal itu membuat Mira bingung dan menatap pria yang ada disampingnya itu. "mari kita bercerai, kau akan hidup tenang dan tidak lagi terjebak dalam pernikahan ini! " ucap Reyvan, Mira terkejut dengan itu dan mendirikan tubuhnya tanpa sadar.


"apa maksudmu dengan bercerai, setelah begitu lama pernikahan kita kau ingin bercerai... yang benar saja Rey, aku juga tidak pernah meminta kau mencintaiku... " ucap Mira, Reyvan terkejut melihat Mira meneteskan air mata lagi, ia sempat menyesal dengan perkataan beberapa detik yang lalu. "aku mau menikah denganmu karena kau terlihat tulus ingin bertanggung jawab padaku, dan setiap saatnya aku tidak pernah berharap kau mencintaiku lagi. dengan kau pernah mencintaiku, aku sudah senang dan berpikir kau akan membahagiakan aku... " jelas Mira lagi dengan terisak, Reyvan hanya terdiam tanpa suara. Mira kesal melihat wajah Reyvan, gadis itu mendorong tubuh Reyvan dan pergi, pria itu hanya menatap Mira yang berjalan hingga hilang dibalik pintu.


Bunga melihat Mira yang menangis, dengan segera gadis itu mengikuti langkah Mira. gadis itu berjalan kearah belakang, Bunga mengikuti Mira dan sampai mulutnya memanggil nama Mira. dengan terkejut Mira menoleh, ia melihat Bunga dan mengusap air matanya.


"kenapa kamu disini, diluar acaramu sedang dimulai! " ucap Mira, sisa air matanya itu membuat Bunga mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"kamu menangis, kenapa dan ada apa kamu menangis katakan padaku!" ucap Bunga khawatir, Mira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"aku baik baik saja, hanya kelelahan dan ingin istirahat! " ucap Mira lagi, Bunga yang tidak percaya tetap menahan Mira yang akan pergi menghindar.


"katakan padaku, kamu menangis kenapa? " ucap Bunga lagi dengan lembut, Mira pun menatap wajah Bunga kemudian menangis dan memeluk gadis itu dengan erat. Bunga terdiam membiarkan Mira menangis, diacara bahagianya ini Mira malah bersedih membuatnya ikut bersedih tanpa tahu apa sebabnya. sampai seorang wanita datang, melihat Mira dan juga Bunga yang sedang berpelukan.


"permisi apa ini tunangan Rayhan? " ucap wanita itu, Mira menghentikan tangisnya dan melihat kearah suara yang dikenalnya. Mira mendekik melihat wanita itu, karena wanita itu adalah teman Rayhan yang sempat menyukai Rayhan. wanita itu menatap sinis Mira, dan tersenyum kepada Bunga. "Hai aku Elsa teman Rayhan sekaligus teman Mira, apa kamu masih ingat aku Mira! " ucap wanita bernama Elsa, Mira yang ingat akan permusuhan mereka menjadi khawatir saat melihat Bunga yang polos tidak tahu masalah mereka.


"Bunga disana adalah acaramu, aku sudah baik baik saja ayo! " ucap Mira tanpa menyahut, Elsa menahan tubuh Mira dan memeluk tubuh itu.


"kami sudah selesai, tidak ada yang perlu dibahas lagi. dan kami punya masa depan kami sendiri, kamu tidak perlu repot repot lagi! " kesal Mira, ia mendorong tubuh Elsa yang masih terkejut. sayangnya Elsa yang tidak seimbang bertopang pada Bunga, tanpa persiapan Bunga terdorong kebelakang dan membuat Bunga jatuh kedalam kolam renang yang awalnya tenang. suara Bunga tercebur terdengar hingga kedalam rumah, semua orang tertuju kearah halaman belakang dan melihat kegaduhan.


"Rayhan.... tolong.... aku sulit... bergerak... " ucap Bunga disela selanya berontak, Bunga tidak bisa berenang dengan gaun yang masih melekat ditubuhnya. Elsa menyalahkan Mira yang mendorongnya, Mira sendiri berteriak memanggil nama Rayhan dan juga Reyvan dengan panik. Rayhan yang dipanggil namanya berlari tanpa melihat sekelilingnya, melihat gadisnya yang berada di kolam ia terkejut. kelemahan Rayhan adalah kolam renang, pria itu tidak bisa berenang karena memiliki trauma pada air. Rayhan menatap panik, ia ingin menyelamatkan Bunga tapi dirinya ragu tidak bisa berenang. sampai seseorang menceburkan diri, menyelamatkan Bunga yang sudah tidak sadarkan diri. Reyvan datang tepat waktu, pria itu berlari ketika namanya diteriaki oleh Mira.


saat Reyvan meletakkan Bunga didarat pria itu mencoba membangunkan gadis itu, tapi tidak ada reaksi dari Bunga yng memejamkan mata. Rayhan mengambil alih dan membawa Bunga pada pangkuannya, secara bersamaan Bunga menyemburkan air dari dalam mulutnya. Rayhan menepuk punggung Bunga, gadis itu mengeluarkan semua air kolam yang sempat ia telan.

__ADS_1


"kamu baik baik saja, maafkan aku! " ucap Rayhan, Bunga mengangguk kemudian berada dalam pelukan Rayhan. Mira menggenggam tangan Bunga, gadis itu masih menangis tanpa henti karena khawatir.


"maafkan aku, aku benar benar minta maaf! " ucap Mira, Bunga masih diam mengatur nafasnya dalam pelukan Rayhan. pria itu menatap Mira dengan tajam, kemudian melihat Elsa yang datang mendekat.


"maafkan aku Rayhan, jika Mira tidak mendorongku, tubuhku tidak akan mengenai tunanganmu. dia berusaha menahan tubuhku, tapi karena tubuhnya yang belum siap pun akhirnya tersungkur kebelakang! " jelas Elsa, entah gadis itu sengaja atau tidak mengatakan hal itu. tentu membuat Rayhan marah, pria itu melepas tangan Mira yang menyentuh tangan Bunga. Reyvan yang mendengar itu menarik tangan Mira, membawa sangat istri pergi dari sana untuk bicara empat mata. Rayhan sendiri menggendong Bunga, tidak lupa menghubungi seorang dokter untuk memerilas gadis itu dan pesta pun berakhir disana para tamu mulai meninggalkan rumah tersebut.


Reyvan menghempaskan Mira didalam kamarnya, gadis itu terhuyung jatuh diatas kasur. Reyvan mengunci kamarnya, dan menatap Mira dengan tajam. ia sempat khawatir melihat Bunga yang tidak sadar, dan menjadi marah saat mendengar Mira sebagai penyebab Bunga jatuh kedalam kolam.


"apa yang kau pikirkan, kau ingin membuat Bunga mati! " ucap Reyvan, Mira berdiri dan melayangkan satu pukulan yang ditahan Reyvan. "kenapa kau ingin memukul, apa yang aku ucapkan salah!"


"tentu saja salah, aku tidak pernah berpikir seperti itu pada Bunga. itu real tidak sengaja, kenapa kau semarah ini padaku! " teriak Mira, Reyvan mencengkram tangan Mira yang ia genggam. sampai wanita itu memekik kesakitan, dan Reyvan membuang tangan itu dengan kasar. "kau boleh marah, tapi jangan menuduh ku! " ucap Mira melemah, ia terduduk diatas kasur dan menangis. ia ingat bagaimana Rayhan menatapnya, penuh dengan kebencian begitu juga dengan Reyvan yang bertindak kasar padanya. "memang benar katamu, kita tidak bisa terus bersama jika hanya ada pertengkaran. aku setuju denganmu, mari ... kita... kita..." ucap Mira tidak sampai dan malah menangis, Reyvan berlutut dihadapan Mira yang menangis. pria itu menarik nafasnya, berusaha meredam emosinya.


"kau tahu kakak begitu marah padamu, dia tidak bisa berenang disaat kekasihnya butuh dirinya. bagaimana rasa malunya tadi, dan kalau aku datang tidak tepat waktu bagaimana? " ucap Reyvan yang kali ini suaranya lebih rendah, Mira mengangguk dan menangis lagi sampai Reyvan memeluk gadis itu untuk memberikan ketenangan.


"maafkan aku Reyvan, maaf.... " ucap Mira, Reyvan membalas pelukan itu entah kenapa ia juga merasa sedih. sampai tiba tiba Reyvan menatap Mira yang begitu dekat dengannya, mengusap sisa air mata Mira yang tergenang dimatanya. saat Reyvan berusaha pergi Mira menahan tubuh Reyvan, ditariknya tubuh Reyvan sampai keduanya terjatuh diatas kasur. sekian lama menjadi suami istri, tidak sekalipun keduanya bermesraan layaknya suami istri. kali ini Reyvan terdiam dan juga Mira terdiam, keduanya melakukan apa yang logika mereka pikirkan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2