Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Flashback 1.


__ADS_3

masa kuliah adalah masa remaja dimana mengenal dunia luar, dunia yang lebih mengenalkan mereka pada kawasan luar. Bunga kuliah di sebuah universitas negeri terkenal, Bunga dikenal sebagai gadis yang pintar dan juga pemegang mahasiswa tingkat pertama. sudah empat tahun Bunga memegang tingkat tersebut, prestasinya tidak pernah turun meskipun dirinya sakit.


Bunga dikenal sebagai gadis pintar dan juga gadis baik hati, meskipun ia sangat pintar tapi Bunga tidak pernah sombong. selagi dirinya dapat membantu, Bunga akan membantu tanpa melihat siapa orang itu. tidak ada yang berani menggoda Bunga, karena merasa Bunga adalah gadis baik dan mereka menjadi sungkan jika harus bicara dengan nya. banyak mahasiswi yang iri dengan kepintaran dan kecantikan Bunga, tapi itu menjadi motivasi untuk belajar giat agar memiliki kepintaran seperti gadis itu.


Bunga selalu duduk di sebuah taman kampus, dirinya akan membawa laptop dan buku yang ia baca. beberapa siswa kadang memberinya sebuah makanan ringan, Bunga selalu menerima itu dengan rasa bersyukur.


"ohh capek sekali! " ucap teman Bunga yang baru saja datang, Bunga tersenyum dan membantu temannya membawa Buku.


"kenapa kau membawa banyak buku, memangnya kamu baca? " ucap Bunga, temannya itu tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"memangnya Ana pernah membaca, tidak kan! " ucap Ana teman Bunga, mereka berdua saling tertawa satu sama lain. "eh kamu tahu tidak, ada cowok ganteng yang katanya penasaran sama kamu! "


"kamu selalu bilang seperti itu, aku sampai bosen dengernya! " saut Bunga, Ana tertawa karena benar adanya. tidak ada yang tidak pernah penasaran dengan Bunga, semua orang penasaran ingin mengenal Bunga.


"ih beneran, dia itu beda siapa sih namanya aku lupa.. eh itu itu lihat, itu cowoknya! " ucap Ana, Bunga menoleh kearah yang ditunjuk Ana. terlihat seorang pria berjalan membawa tas miring, pria itu memakai sebuah masker menutupi ketampanannya. kemudian membuka maskernya dan melihat kearah Bunga dan juga Ana, dengan kegirangan Ana melihat pria itu. sedangkan Bunga hanya menatap pria itu, mereka saling melihat satu sama lain. kemudian pria itu hilang dibalik tembok, dan Ana menggoyangkan tangan Bunga.


"ada apa? " ucap Bunga, Ana bergelayutan dilengan Bunga.


"ganteng banget, kenapa sih banyak cowok ganteng yang ingin kenal kamu! " ucapnya, Bunga tertawa lagi dan memberikan banyak buku di hadapan Ana.


"belajar dulu, jangan mikirin cowok terus! " ucap Bunga tertawa, Ana pun mengerucutkan bibirnya dengan membuka buku. Bunga tidak sadar seseorang memperhatikannya, pria yang sebelumnya melihatnya sedang memperhatikannya dari jauh.

__ADS_1


sore harinya Bunga berada di sebuah supermarket, ia memilah semua kebutuhan yang harus dirinya beli. sampai ia membutuhkan sebuah pembalut, karena itu memang tanggal merah untuknya. karena tubuhnya yang kecil itu, Bunga tidak bisa menggapai tempat pembalut yang diinginkan. sampai kakainya tergelincir, dan membuat semua barang disana berjatuhan menimpanya. untung saja tidak ada benda berat, semua terasa seperti bantal jatuh bagi Bunga.


tiba tiba seseorang mengulurkan tangan pada Bunga, seorang yang berniat membantu Bunga yang terjatuh. Bunga menoleh untuk melihat pria itu, sempat tertegun melihat pria yang berdiri dihadapannya. karena pria itu adalah pria yang ia temui dikampus, pria yang diceritakan temannya Santi.


"kau baik baik saja? " tanya pria itu, Bunga mengangguk kemudian mendirikan tubuhnya tanpa menerima tangan pria itu. Bunga menata balik barang yang jatuh, begitu juga orang tersebut membantu Bunga.


"Terima kasih! " ucap Bunga, ia meletakkan pembalut yang ia butuhkan. merasa malu jika pria itu melihatnya, sampai kemudian mereka terlihat saling melihat kemudian mengalihkan pandangan mereka.


"kamu Bunga kan, gadis yang duduk di taman siang tadi? " ucap pria itu, Bunga mengangguk dengan mengiyakan hal itu. pria itu tersenyum kemudian mengulurkan tangan, Bunga hanya menatap tanpa mengulurkan tangan.


"Hai... kalau boleh berkenalan, namaku Reyvan salam kenal!" ucap pria bernama Reyvan, Bunga pun tersenyum kemudian mengulurkan tangan.


...****************...


Bunga pergi seperti biasa ke kampusnya, tapi kali ini gadis itu celinguk an. bukan tanpa sebab Bunga seperti itu, gadis itu mencari pria bernama Reyvan yang bari saja berkenalan dengannya. Bunga duduk ditempat favoritnya dengan kecewa, karena tidak melihat Reyvan karena keinginannya.


"mencariku? " ucap Reyvan tiba tiba dibelakang Bunga, dengan terkejut Bunga memukul ringan lengan Reyvan dan mendapat tawa kecil dari pria itu.


"tidak ada, mana mungkin aku mencarimu! " ucap Bunga membuka bukunya, Reyvan mengangguk kemudian memberikan sekantung kresek makanan ringan. hal itu membuat Bunga terkejut, melihat Reyvan yang tersenyum tanpa dosa.


"kamu kan suka membaca, aku jadinya membeli banyak makanan. ini buat kamu, jangan ditolak! " ucap Reyvan, Bunga yang akan menolak pun tertawa membuat Reyvan ikut tertawa.

__ADS_1


"Terima kasih, kamu tidak perlu repot repot! " ucap Bunga, Reyvan pun menggelengkan kepala dan tersenyum. sejenak keduanya merasa keheningan, Bunga fokus dengan bukunya sedangkat Reyvan fokus menatap gadis itu. Bunga menjadi salah tingkah saat tahu Reyvan menatapnya, ia pun kesal dan menutup bukunya dengan kesal. "kenapa terus melihatku, aku jadi tidaak fokus! " ucap Bunga, Reyvan tertawa kecil dengan itu.


"malam ini ada waktu luang tidak? " ucap Reyvan, Bunga pun menggelengkan kepalanya.


"malam ini mau ke perpustakaan kota, mau cari buku pelajaran yang lengkap! " saut Bunga, dengan cepat Reyvan menarik buku yang menjadi perhatian Bunga.


"akan ku antar, bagaimana? " ucap Reyvan, Bunga menatap pria itu dan menyipitkan kedua matanya. dan menggelengkan kepalanya, Reyvan meninggikan buku yang ia bawa sampai Bunga tidak sampai menggapainya. "setuju dulu, baru kukembalikan! " ucap Reyvan, Bunga pun menghela nafas kemudian mengangguk.


"oke, apa sudah puas? " ucap Bunga, Reyvan tertawa kemudian mengangguk dan memberikan buku yang ia pegang. "jam 7, kalau telat aku tinggal! " Reyvan mengangguk dengan sedikit membungkuk, kemudian pergi dari sana tanpa mengatakan apapun. Bunga yang melihat itu hanya memperhatikan Reyvan, pria itu bergabung dengan teman temannya dan sesekali melirik Bunga. dengan malu Bunga menutup wajahnya dengan buku, hal itu membuat Reyvan juga tersenyum dari kejauhan.


malam pun berlalu, mereka berdua berada di sebuah perpustakaan. setelah dari sana Reyvan smembawa Bunga untuk berkeliling, menikmati angin malam bekas cuaca yang beberapa jam lalu hujan. membuat Bunga merasa sejuk, ia mengeluarkan kepalanya keluar jendela. membuat Reyvan harus menarik tubuh Bunga, gadis itu menoleh dan menatap Reyvan tanpa bicara.


"jangan mengeluarkan kepala itu bahaya! " ucap Reyvan, Bunga mengangguk dengan itu. "oh iya aku ingin menanyakan sesuatu padamu! "


"hmm katakan saja! " ucap Bunga, Reyvan tersenyum kemudian melihat jalan yang menandakan lampu merah dirinya harus berhenti. Reyvan menoleh kearah Bunga, gadis itu asik membaca buku.


"dalam dirimu, apa tidak ada rasa bosan terhadap buku? " tanya Reyvan, hal itu membuat Bunga menoleh dan tertawa pelan. ia merasa sangat aneh, karena untuk pertama kalinya seseorang bertanya hal itu padanya.


"aku tidak pernah bosan dengan apapun, mungkin kamu berpikir itu mustahil. coba saja kamu lebih giat baca buku, pasti nanti akan sepertiku! " jelas Bunga, Reyvan berdecak dan menggelengkan kepalanya.


"tidak tidak, cukup kamu saja yang suka dengan buku. kalau kita sama sama suka buku, bagaimana kita membuat hubungan yang serius kalau buku adalah orang ketiga! " saut Reyvan, Bunga tersenyum dan menyipitkan matanya. "maksudnya mungkin saja dimasa depan kita saling berhubungan, kan misal saja! " jelas Reyvan gagap, Bunga mengangguk dengan tersenyum tipis. mereka berdua saling melirik satu sama lain, perkataan Reyvan membuat Bunga canggung dan tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2