
Bunga memikirkan semua semalaman, ia tidak tidur selama semalaman. kenapa hatinya selalu gelisah jika tidak bersama Rayhan, kenapa rasanya ada hal yang berbeda jika jauh dari pria itu. ia menyadari hal itu ditengah malam, itu adalah cinta. untuk pertama kalinya ia merasakan cinta setelah sekian lama, hatinya selama ini terpendam karena masa lalu yang kelam. Rayhan memberikan cinta padanya, bukannya menerima ia malah menolak niat baik pria itu. Bunga tersenyum menyadari dirinya sangat mencintai Rayhan, dan ia ingin mengatakan hal itu langsung pada Rayhan dihari itu juga.
pagi buta Bunga bersiap untuk pergi, ia ingin bertemu Rayhan dan mengatakan semuanya. ia tidak akan merasa malu, ia akan mengatakan semua isi hatinya pada pria itu. belum sempat keluar gerbang rumahnya, Bunga dikejutkan dengan kehadiran Riyan yang menyetir seperti orang gila dan berhenti tepat di hadapan mobilnya. Bunga turun bersamaan dengan Riyan, pria itu menarik tangan Bunga tanpa bicara.
"hei apa yang kamu lakukan, mau kemana! " teriak Bunga, Riyan menoleh dan terlihat wajahnya seperti menahan kesal dan tangis.
"jika anda tidak menemui kakak saya hari ini, saya tidak akan bertemu dengan kakak untuk selamanya. begitu juga dengan anda miss Bunga, kamu akan kehilangan kakak dan tidak akan bertemu dengan nnya lagi! " ucap Riyan, Bunga tertegun mendengar perkataan Riyan.
"apa maksudmu? " tanya Bunga yang tidak dimengerti, Riyan menghela nafas dan merasa gemas sendiri melihat Bunga.
"kakak akan pergi ke Amerika pagi ini, siapa yang bisa mencegahnya jika bukan anda Miss Bunga! " ucap Riyan, Bunga terkejut dengan itu karena sebelumnya ia tidak tahu kalau Rayhan akan pergi lebih cepat dari perkiraannya. Riyan pun membuka pintu dan Bunga langsung masuk, mereka meninggalkan rumah itu dan Riyan melajukan mobilnya dengan cepat.
__ADS_1
didalam mobil Bunga merasa gelisah, ia berdoa agar pesawat Rayhan belum lepas landas. jika memang itu terjadi, Bunga akan mengalami penyesalan yang teramat besar. Bunga semakin dirundung ketakutan, takut dirinya benar benar tidak bertemu dengan pria itu dan terlambat mengatakan cinta.
sampainya di bandara Bunga langsung turun dari mobil, ia berlari tanpa peduli sekelilingnya. Bunga menoleh kearah kanan dan kirinya, iya bingung dengan orang yang berlalu lalang. ia mencoba menghubungi ponsel Rayhan, dan ponsel itu sudah tidak aktif dan mungkin sudah memasuki pesawat membuat Bunga gelisah dan meneteskan air mata. Riyan melihat jadwal penerbangan sang kakak, dan tertulis jadwal tersebut pesawat sudah lepas landas dua puluh menit yang lalu. Bunga menatap Riyan yang lemas, Bunga pun menjadi ikut lemas dan menjatuhkan tasnya.
"tidak mungkin... tidak mungkin... telpon dia Riyan... aku ingin mengatakan sesuatu padanya! " ucap Bunga mulai mengeluarkan air matanya, Riyan menggelengkan kepalanya karena merasa sang kakak ponselnya sudah tidak aktif. Bunga pun menoleh kearah kanan dan kirinya, ia mengusap air matanya yang menetes. "Rayhan... apa kamu mendengarku! " teriak Bunga, tentu itu membuat semua orang menoleh. Riyan mencoba menenangkan gadis itu, tapi gadis itu sudah menangis dalam dekapan Riyan. samar sama ia melihat seseorang duduk di sebuah kursi tunggu, pria yang ingin ia temui. "Rayhan... " ucap Bunga melepas Rayhan yang mendekapnya, Riyan menoleh kearah Bunga dan melihat arah pandangan Bunga. gadis itu berjalan untuk meyakinkan penglihatannya dan benar, Rayhan sedang duduk dengan memegang tangannya.
Rayhan yang akan lepas landas ia urungkan, karena seseorang menabraknya dengan membawa sebuah troli. tangan pria itu sampai terkilir, para medis menanganinya sampai ia ketinggalan penerbangannya. Rayhan memesan tiket yang lebih lama, ia duduk sembari menunggu dua sekretaris nya membeli apa yang ia butuhkan. fokus meminta lengannya yang terkilir, Rayhan menatap lurus kedepannya dan. Melihat Bunga yang berjalan kearahnya, ia tidak percaya dana tersenyum karena sampai berhalusinasi tentang gadis itu.
"aku akan ke Amerika, seperti yang kukatakan! " saut Rayhan tersenyum, entah siapa yang memberitahu gadis itu dirinya akan pergi pikir Rayhan. Bunga menangis di hadapan Rayhan, kemudian mengusap pipinya yang basah dengan air mata.
"kamu... meninggalkan aku juga seperti yang lain, padahal kamu berjanji tidak akan meninggalkan aku... aku tidak bisa tidur semalaman, aku merasakan sisa pelukanmu kemarin yang membuat aku sadar. aku sadar Rayhan... aku mencintaimu, aku memiliki perasaan yang sama dengamu... " Rayhan tercengang mendengar hal itu, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Bunga. "kamu berjanji akan selalu ada, tapi... kenapa kamu meninggalkanku! " ucap Bunga lagi kemudian menangis, ia malu dilihat banyak orang saat menangis dan mengungkapkan cinta. Rayhan tersenyum dengan mata berkaca kaca, ia tidak pernah menyangka hal yang diharapkannya terjadi.
__ADS_1
"katakan hal yang tadi, katakan lagi aku ingin mendengar! " ucap Rayhan berjalan mendekat, pria itu berjalan sedikit tertatih karena kakinya yang keseleo. Bunga ikut berjalan pelan, gadis itu masih terisak.
"jangan tinggalkan aku... aku tidak ingin kehilangan lagi, aku ingin merasakan bahagia bersamamu... aku mencintaimu... aku tidak peduli tanggapanmu, tapi aku tetap mencintamu... aku cinta kamu, jangan tinggalkan aku! " ucap Bunga dengan tangisnya, Rayhan tersenyum kemudian membuka dua tangannya dengan lebar.
"apa kau masih berdiri disana, peluk aku Bunga kemarilah! " ucap Rayhan, tanpa bicara lagi Bunga berlari dan berlabuh kedalam pelukan Rayhan. ia menangis sesenggukan, merasakan kelegaan karena bertemu sang pujaan hati. ia sudah berpikir bagaimana hidupnya jika Rayhan pergi, bahkan pergi tanpa bilang ataupun melihatnya untuk yang terakhir. "ini tidak mimpi kan, ini sungguhan kan! " ucap Rayhan memeluk bunga, gadis itu mengangguk dan tersenyum dalam tangisnya.
"tidak, aku mencintaimu dan itu nyata! " ucap Bunga lagi, Rayhan tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. dua orang itu tidak peduli dengan tatapan semua orang, banyak orang yang menyaksikan keduanya. beberapa orang merasa senang melihat kisah mereka, merasa terharu dengan cinta keduanya yang tulus.
"aku tidak akan meninggalkanmu, aku tidak akan pergi kemana pun. aku akan selalu ada untuk menemani mu sampai kapanpun, kita akan selalu bersama, aku berjanji untuk itu. aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Bunga. inilah yang kuharapkan berminggu minggu lalu, aku selalu berdoa agar mendapatkan cinta tulus darimu! " ucap Rayhan mengusap kedua pipi Bunga, gadis itu menagngguk dengan masih terisak. ada penyesalan dalam dirinya yang telat menyadari, bahkan menyakiti hatinya dan juga hati pria yang baik tulus mencintainya. Rayhan meneteskan air mata, sampai Bunga mengusap air mata itu dan mereka kembali berpelukan.
Riyan dan dua sekretaris Rayhan berdiri tidak jauh dari mereka, ketiga orang itu merasakan terharu melihat dua orang menyatakan cinta. mereka senang karena tuan mereka telah mendapatkan cintanya, mereka berdoa yang terbaik untuk keduanya. berakhir sudah kisah sedih Rayhan, kini awal yang baru akan dimulai oleh Rayhan dan juga Bunga yang saling mencintai.
__ADS_1