Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Sebuah kebenaran.


__ADS_3

Bunga membuka mata saat merasa Rayhan tidak ada di sampingnya, benar saja Rayhan tidak ada di sampingnya dan dirinya tidur sendirian. Bunga melihat jam berapa hari itu, dan hampir subuh bahkan terlihat langit berwarna oranye. Bunga mencari Raihan didalam kamar mandi, tapi pria itu tidak ada. lampu kamar ruangan itu masih gelap, Bunga mencari sklar lampu dan tiba tiba lampu menyala. Bunga terkejut saat melihat begitu banyak bunga mawar, banyak kelopak bunga mawar putih dan juga merah. Bunga langsung teringat pada masa lalunya, yang sangat membenci bunga mawar apalagi yang berwarna putih. saat Bunga akan keluar dari sana, Rayhan menarik tangan Bunga untuk menahan gadis itu. Bunga melihat Rayhan dengan kekesalan, Rayhan menarik Bunga hingga mendekat kearah nya.


"apa yang kamu lakukan, lepaskan aku. aku ingin pergi dari sini, aku tidak bisa melihat semua ini! " ucap Bunga yang geram, Rayhan memegang wajah Bunga untuk menatapnya tapi gadis itu menutup matanya.


"buka matamu lihat aku, aku ingin menyembuhkan mu dari traumanu! " ucap Rayhan, Bunga membuka matanya dengan mata merah Bunga menatap Rayhan. gadis itu menahan tangisnya, tapi saat melihat wajah Rayhan tatapan Bunga menjadi sendu. "hanya sebuah bunga mawar, bukankah kau ingin melupakan masa lalumu! " ucap Rayhan lagi, Bunga hanya terdiam tidak ingin menjawab Rayhan.


"aku mohon, aku tidak ingin melihat semua ini! " ucap Bunga menangis, dipeluk nya gadis itu untuk ditenangkan. Bunga perlahan membuka matanya, ia melihat sekelilingnya yang masih banyak bunga. seakan mawar mawar itu memanggilnya, tubuhnya masih dalam dekapan Rayhan yang memeluknya. Rayhan merasakan Bunga yang sudah tenang, kemudian melihat gadis itu yang melihat kearahnya.


"aku akan bersihkan ini, dan jangan menangis lagi?! " ucap Rayhan lembut mengusap sisa air mata gadis itu, Bunga menganggukan kepala dan tersenyum. Bunga pergi dari sana, berniat menjauh dari kamar yang penuh dengan Bunga. Rayhan sendiri memilih untuk diam, ia membuat perintah pada seorang pelayan untuk membersihkan semua itu.


Bunga berjalan di halaman belakang, kolam renang yang tenang mengingatkan Bunga yang tercebur disana. Bunga sempat lupa pada seseorang yang menyelamatkannya, ia masih tidak tahu siapa yang sudah menyelamatkan dirinya waktu itu. sampai pandangannya lurus melihat Reyvan, pria itu berdiri diujung kolam tidak jauh darinya. Bunga enggan melihat Reyvan, apalagi pria itu semakin dekat dengan jaraknya.


"bagaimana keadaanmu kakak ipar? " ucap Reyvan tiba tiba, Bunga menghentikan langkahnya tanpa melihat kearah pria itu. "aku tidak bicara dengan Bunga yang dulu kukenal, aku bicara pada Bunga yang akan menjadi istri kakakku. kemarin hampir saja dia tenggelam jika tidak kutolong, dan senang melihat kau baik baik saja! " ucap Reyvan, Bunga terkejut mendengar pria itu sudah menolongnya. Bunga meremas ujung baju yang ia kenakan, rasa benci yang sangat dalam itu membuatnya ingin berteriak saat itu juga.

__ADS_1


"kumohon berhenti untuk bicara denganku, Terima kasih sudah menyelamatkan ku kemarin. untuk sekarang dan seterusnya, jangan pernah mendekatiku atau bicara lagi denganku. kau adalah orang yang tidak punya rasa malu, kau terus saja bicara seolah menunjukkan apa yang kau lakukan! " ucap Bunga dengan ketus, gadis itu sangat kesal sampai urat dilehernya itu terlihat.


"jangan beritahu kakak tentang apa yang pernah terjadi pada kita! "


"kenapa, apa kau malu jika semua tahu jika kau adalah pria brengsek yang pernah ada! " ucap Bunga lagi, Reyvan menghela nafas karena gadis itu benar benar sangat membencinya.


"saat aku ingin menjelaskan nya padamu, kau tidak ingin mendengarkannya. karena itu aku hanya ingin bilang, jangan beritahu apapun pada kakak ataupun orang lain. bukan aku yang merasa malu, tapi kakakku akan menanggung malu karena memiliki seorang istri yang dulu ditinggalkan oleh adiknya! " ucap Reyvan yang membuat Bunga terkejut, gadis itu tidak pernah terpikirkan sama sekali. "dan lebih lagi dia akan hancur, karena tahu adiknya menyakiti banyak hati dalam satu kejadian sekaligus! " ucap Reyvan kemudian pergi, Bunga merasa lemas dan hanya bisa menangis. benar ungkapan Rayhan, ia tidak bisa mengatakan pada Rayhan tentang adiknya. atau pria itu akan marah, apalagi hanya adiknya lah keluarga Rayhan satu satunya.


...****************...


Mira yang sudah menunggu melambaikan tangan saat melihat Bunga, dengan senang Bunga menggandeng tangan Mira yang terulur kearahnya. kedua wanita itu seperi biasa akan berbelanja, Bunga senang menemani Mira meskipun gadis itu tidak membeli apapun. tiba tiba terlihat seorang wanita menggunakan gaun pengantin, terlihat sangat cantik dan juga memakai gaun terlihat mewah. Bunga dan Mira menatap sampai menganga, ternyata wanita itu adalah seorang model dari sebuah butik ternama.


"kamu akan memakai gaun itu, pasti nanti sangat cantik!" ucap Mira, Bunga merasa malu dengan itu. Mira yang melihat wanita cantik itu tersenyum, tapi matanya mulai berair kemudian ia hapus saat Bunga melihatnya.

__ADS_1


"kamu menangis, kenapa? " tanya Bunga yang lagi lagi melihat Mira menangis, Mira tersenyum menggelengkan kepalanya.


"aku sempat berpikir seperti apa ya rasanya menikah dengan orang yang kita cintai, kamu sangat beruntung akan merasakan hal itu! " ucap Mira, Bunga terkejut dengan pernyataan Mira. gadis itu tidak mengerti apa yang dimaksud Mira, mengatakan itu seolah olah mereka menikah tidak dengan cinta. "kamu akan menjadi saudara iparku, meskipun nantinya aku bercerai dengan Reyvan, kita akan tetap menjadi saudara! "


"apa maksudmu dengan kata cerai, kalian bertengkar atau terjadi sesuatu?" tanya Bunga yang khawatir, bukan khawatir dengan Reyvan melainkan khawatir dengan Mira yang berhati baik itu. bagaimana bisa ada kata perceraian dari mulut wanita itu, dan menduga Reyvan sudah menyakiti hati Mira. dengan menarik nafas Mira memejamkan mata, wanita itu sudah menganggap Bunga sebagai saudarinya sendiri. Mira percaya pada Bunga, dan ingin berbagi cerita pada Bunga untuk meringankan bebannya yang tersimpan.


"tidak ada yang terjadi, tapi akhir akhir ini Reyvan memang berubah padaku. aku tahu setiap hari hanya menghabiskan uang, karena aku pikir tidak ada pekerjaan lagi yang harus kulakukan. kemungkinan dia sudah bosan denganku, memang pada dasarnya tidak ada rasa cinta dalam rumah tangga pernikahan kami! " jelas Mira, Bunga mendengarkan itu tanpa berkomentar apapun. sampai Mira menatap Bunga yang terdiam, gadis itu tahu banyak beban yang tersimpan dalam diri Mira. Bunga menyentuh tangan Mira dengan lembut, kemudian mengangguk tanpa membuat suara.


"ceritakan semua bebanmu padaku jika itu akan meringankanmu, dan aku akan menerima semua beban itu dengan senang hati! " ucap Bunga lembut, Mira mengangguk terharu. ia tidak pernah memiliki saudari, beruntung dirinya mengenal Bunga yang begitu baik.


"pernikahanku dan Reyvan akan berakhir, kami sudah putuskan hal itu. pada dasarnya tidak ada cinta diantara kami, hanya rasa bersalah dan sebuah pertanggung jawaban! " ucap Mira memulai cerita hidupnya, Bunga mendengar setiap kata yang diucapkan Mira. tiba tiba sebuah pernyataan mengejutkan dari bibir Mira, Bunga terkejut Mira menyebutkan telah mengacaukan pernikahan Reyvan dengan kekasihnya dimasa lalu yang tidak lain adalah Bunga sendiri wanita nya. "aku merasa bersalah pada gadis itu, aku menghancurkan hidup gadis itu. karena itu mungkin sekarang aku mendapat karma nya, pernikahanku tidak berjalan seperti orang orang. mungkin saja Reyvan masih mencintai gadis itu, aku bahkan tidak pernah melihat siapa gadis yang sudah aku sakiti! " jelas Mira, ia melihat kearah Bunga yang terdiam menatapnya dengan mata kosong.


"jika kamu bertemu gadis itu, apa yang akan kamu katakan! " ucap Bunga dengan datar, Mira mengusap sisa air mata di pipinya.

__ADS_1


"aku akan meminta maaf padanya, jika perlu akhirnya akan bersujud di bawah kakinya! " saut Mira, air mata Bunga tiba tiba menetes tanpa diminta. ia berpamitan pergi ke toilet, dengan sedikit berlari Bunga mulai menangis dan menghapus air matanya. Bunga tidak percaya, pertanyaan yang ia simpan kini terjawab tanpa diminta. Mira melihat kepergian Bunga, ia masih merasakan sedih dihatinya.


__ADS_2