Bunga Pengantin

Bunga Pengantin
Pernyataan Hatinya.


__ADS_3

Bunga tertidur pulas diatas kasur Rayhan, dipandanginya wajah Bunga yang tenang tidur. sekarang Rayhan tidak peduli dengan masa lalau gadis itu, yang Rayhan tahu sekarang ia mencintai gadis itu. memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan semua isi hatinya pada Bunga, karena ia masih takut Bunga tidak bisa membuka hati untuknya. sempat terpikirkan oleh Rayhan, siapa pria yang meninggalkan gadis itu. mengenal sebentar saja Rayhan bisa melihat, betapa murninya diri Bunga.


Bunga mengigau sesuatu yang tidak dimengerti Rayhan, pria itu mengusap rambut Bunga dengan lembut. dan tangannya menyentuh dahi Bunga yang sekilas terasa panas, membuat Rayhan terkejut saat merasakan dahi gadis itu sangat panas. Rayhan membuat Bunga terbangun, gadis itu mendudukan dirinya dan Rayhan sibuk berkutik untuk menelfon dokter pribadinya.


"tuan Rayhan aku baik baik saja, tidak perlu memanggil dokter! " ucap Bunga, Rayhan tetap menghubungi dokter pribadinya kemudian berjalan kearah Bunga dan memegang dahi gadis itu lagi.


"tidak, kau harus diperiksa. aku tidak mau kau sakit, katakan apa kau ingin makan sesuatu? " tanya Rayhan, Bunga menggelengkan kepalanya. sampai beberapa menit kemudian seorang dokter datang, begitu juga dengan Riyan. laki laki itu merasa heran dokter pribadi rumah itu datang, dan Riyan terkejut melihat Bunga yang tertidur diatas ranjang Rayhan.


"kakak bagaimana miss Bunga ada disini? " ta ya Riyan, Rayhan memberikan isyarat Riyan untuk tetap diam. karena dokter fokus memeriksa keadaan Bunga, dokter pergi setelah mengatakan Bunga sedang demam tinggi, dan perlu istirahat beberapa waktu. dan pergi dengan memberikan sebuah resep obat, Rayhan pun mengiyakan itu dan meminta seseorang untuk mengantar dokter itu keluar serta membeli resep yang sudah diberikan.


Rayhan menatap Bunga dengan khawatir, gadis itu terlihat pucat dengan mata tertutup tenang nafas teratur. Riyan memperhatikan sangat kakak yang terlihat tidak biasa, ia berulang kali menatap Rayhan dan juga Bunga yang tertidur. sampai Rayhan sadar apa yang dilakukan sang adik, ia menoleh kearah Riyan yang menggelengkan kepalanya.


"kakak apa ada sesuatu diantara kalian? " tanya Riyan tiba tiba, Rayhan pun menatap Riyan dan menyiapkan jawabannya.


"bagaimana menurutmu tentang dia, apakah pas untukku? " tanya Rayhan tiba tiba, sungguh membuat Riyan terkejut sampai menutup mulutnya.


"sudah kuduga, sudah kuduga sebelumnya. ada yang tidak beres denganmu, kalian selalu bersama ternyata kau menyukai dosenku! " saut Riyan, Rayhan memukul pundak adiknya dengan pelan membuat Riyan harus menghindarinya. aku setuju mempunyai kakak ipar seperti miss Bunga, tapi dia susah didapat!" ucap Riyan, Rayhan mengangguk untuk mengiyakan hal itu.

__ADS_1


"memang itu yang kakakmu cari, seorang gadis yang susah didapat. dan sekali nya didapat, dia sangat istimewa didalam hidup kita! " saut Rayhan, Riyan tersenyum dan memberikan hormat pada sang kakak.


"siap, aku akan selalu mendukungmu. katakan padaku jika kau membutuhkan bantuan, aku akan siap membantumu! " ucap Riyan, Rayhan tersenyum da menggelengkan kepalanya. "karena miss Bunga kakakku berubah, dia tidak segarang dulu. aku harus berterima kasih, harus kuberi hadiah! "


"apa hadiahnya, jangan beri dia yang aneh aneh! " saut Rayhan, Riyan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"hadiahnya adalah kakak, tapi kakak harus bisa mendapatkan hatinya dengan benar! " saut Riyan, Rayhan pun tersenyum kemudian mengacak rambut Riyan. mereka berdua saling bicara, kemudian meninggalkan Bunga yang sedang tertidur pulas.


...****************...


Bunga lelah merasakan tidur seharian, ia membuka matanya setelah beberapa waktu. ia melihat waktu yang menunjukkan malam hari, entah dirinya tidur sudah berapa. Bunga merasa ringan, kepalanya tidak terasa sakit seperti sebelumnya. ia bertanya tanya kemana Rayhan pergi, ia hanya sendiri didalam kamar itu dengan cahaya redup yang tidak seberapa terang.


setelah mengenakan gaun itu, Bunga menatap dirinya di hadapan cermin. gaun dengan ukuran yang pas, menambah kecantikan Bunga meskipun wajahnya tanpa riasan. Bunga keluar dari kamar itu, dan semuanya tampak gelap kemudian ia memandang kebawah. melihat sebuah hiasan meja makan dengan banyak lilin, dan Bunga melihat Rayhan yang menata sebuah lilin yang tidak menyala. Bunga melihat itu merasa heran, ia bertanya tanya apa yang sedang dilakukan Rayhan.


Rayhan sendiri merasa ada yang memperhatikannya, ia mendongak kan kepala dan melihat Bunga berdiri diatas tersenyum padanya. Rayhan merapikan jas hitamnya, ia tersenyum pada Bunga dengan tulus.


"bisakah kau turun, kau pasti lapar kan? " ucap Rayhan, Bunga pun tersenyum kemudian mengangguk. Bunga turun secara perlahan, karena ia tidak ingin terjatuh karena kepalanya yang masih terasa pusing. Rayhan berjalan menghampiri Bunga, ia mengulurkan tangan dan Bunga menerima uluran tangan itu.

__ADS_1


"apa ini, apa listriknya padam? " celetuk Bunga, hal itu membuat Rayhan gemas mendengarnya.


"aku menyiapkan semua ini untukmu, duduklah! " ucap Rayhan menarik kursi, Bunga duduk dengan semestinya. makanan mewah sudah tersedia, Bunga menyukai semua makanan disana.


"kamu pasti tahu dari Riyan, apa makanan kesukaanku! " ucap Bunga, Rayhan tersenyum dan mengangguk. Rayhan mengeluarkan sebuah buket, biasanya seorang pria akan memberikan buket bunga pada kekasihnya, tapi Rayhan menghias boneka kecil dan juga boneka besar disana. Bunga tersenyum melihat buket itu, ia menerimanya dan berterima kasih dengan tulus.


"aku ingin minta maaf padamu atas kejadian beberapa saat yang lalu, aku tidak berniat marah padamu. dan mulai sekarang aku tidak akan mengungkit masa lalumu lagi, aku tidak akan bertanya apapun. biarkan masa lalumu tersimpan, dan jika memang kau ingin bercerita aku siap mendengarkan! " ucap Rayhan, Bunga tersenyum dan meneteskan air matanya.


"aku percaya padamu, sebelumnya aku tidak pernah percaya pada siapapun! " ucap Bunga kemudian terdiam, Rayhan masih menunggu gadis itu berucap karena berulang kali menghela nafasnya. "tidak ada yang percaya padaku sebelumnya... kami berdua akan menikah karena cinta, dan dia juga pergi karena mencintai seseorang. lalu dimana salahku, jika memang dia pergi mencintai seseorang dan tidak mencintaiku lagi... harusnya dia yang disalahkan, kenapa dia pergi disaat hari bahagia yang aku impikan sejak lama. dia membuat semua keluargaku pindah kemari, kami ingin melupakan masa lalu itu meskipun kadang menyakitkan! " jelas Bunga, Rayhan terdiam mendengar semua cerita yang diceritakan gadis itu. "semua meninggalkan aku, semua mengira adalah kesalahanku dengan tidak memikirkan bagaimana keadaanku saat itu! " ucap Bunga meneteskan air mata, tangisnya tidak bisa ditahan lagi. tangisnya kembali pecah, Rayhan berjalan kearah Bunga dan berlutut di hadapan Bunga yang menangis.


"untuk apa kau menangis, air matamu ini sangat berharga. tidak pantas kau menangisi seseorang yang tidak peduli padamu, tidak ada yang meninggalkanmu. kamu yang meninggalkan mereka, dan dia pasti menyesal sekarang sudah meninggalkan gadis sepertimu! " ucap Rayhan mengusap air mata Bunga, gadis itu terdiam dengan masih terisak ringan. "aku sempat terganggu memikirkan kau yang sudah pernah menikah, pikiran buruk tentangmu menghantuiku! " ucap Rayhan, Bunga meneteskan air matanya dengan menatap pria itu. "tapi aku selalu yakin, kau adalah gadis terbaik yang pernah kukenal. kau merubah diriku, segalanya bahkan kau mengisi keramaian rumah ini! " Rayhan memegang kedua tangan Bunga, pria itu siap mengatakan isi hatinya pada Bunga.


"Bunga... ijinkan aku menyembuhkan lukamu, aku siap menjadi obat dan menyembuhkan hatimu. Bunga masih ada kah ruang di hatimu, aku ingin menempatinya..." ucap Rayhan terhenti ketika Bunga berdiri dari duduknya, gadis itu menatap Rayhan kemudian menggelengkan kepalanya.


"tidak... aku tidak bisa dengan siapapun, termasuk dirimu... tidak bisa! " Rayhan menarik tangan Bunga, gadis itu melepas tangan Rayhan tapi tidak bisa.


"kenapa, bukankah kau juga menyayangiku. apa kau tidak memiliki perasaan sepertiku, atau kau masih mencintai pria yang meninggalkanmu... " satu tamparan mendarat di pipi Rayhan, membuat keheningan diantara mereka berdua.

__ADS_1


"tidak ada lagi cinta, aku tidak akan mencintai siapapun. tidak ada cinta dalam hatiku, aku menyayangimu sebagai seorang teman yang selalu ada untukku! " ucap Bunga lagi, matanya terlihat marah dengan air mata yang menetes. "aku tidak pantas untukmu, dan tidak perlu dicintai olehmu! " ucap Bunga kemudian berlari pergi, Rayhan ingin mencegah tapi langkahnya terhenti. ia berpikir untuk apa mengejar Bunga, karena gadis itu tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Rayhan kesal membalik meja makan yang sudah ia hias, ia menghancurkan setiap hiasan yang ada disana dengan tangannya.


__ADS_2