
Semua murid kelas 12 SMA Helius tengah berkumpul di aula. Mereka ada acara sosialisasi masuk perguruan tinggi.
Adel, Dita, dan juga Andi duduk bersebelahan. Entahlah kenapa Andi akhir-akhir ini bisa dibilang cukup dekat dengan Adel. Sepertinya karena ia menyimpan rahasia besar antara Adel dan sahabatnya, Nao.
Acara belum juga dimulai karena masih ada beberapa kelas yang belum datang termasuk kelas Nao.
Andi melihat arloji yang melingkari pergelangan tangannya "Mana sih teman-teman gue?" gumamnya kemudian menatap pintu masuk.
Tak berselang lama, muncullah tiga orang yang dinanti Andi. Andi melambaikan tangannya dan menepuk-nepuk kursi kosong yang ada di sampingnya.
Malvin menyadari isyarat yang diberikan oleh Andi. Ia membalas lambaian tangan Andi sekilas lalu menyenggol lengan Nao dan menunjuk keberadaan Andi dengan dagunya.
Tatapan Nao justru terarah pada Adel yang tengah tertawa bersama Dita.
"Cantik" gumamnya lirih.
"Hah? Lo bilang apa?" Kevin yang samar-samar mendengar ucapan Nao, menyahuti.
"Itu Andi" jawabnya asal. Nao menunjuk keberadaan Andi.
Kevin mengikuti arahan jari telunjuk Nao "Oh"
"Yaudah ayo ke sana, kursi sebelah dia juga masih kosong" ajak Kevin kemudian. Ia berlalu berjalan lebih dulu.
Malvin menahan tawa mendengar percakapan acak kedua sahabatnya itu.
Nao menatap datar pada Malvin "Apa lo?"
"Lucu juga, lihat lo bucin gini"
Nao berdecak "Siapa juga yang bucin"
"Gue dengar lo tadi ngomong apa" Malvin kembali terkekeh. Sementara Nao hanya menatapnya datar.
Malvin lalu mendorong tubuh Nao "Udah, ayo ke tempat Andi biar makin dekat"
Keduanya berjalan menyusul Kevin yang sudah hampir sampai di kursi samping Andi.
"Eits...lo sana, kursi ini buat Nao" Andi menahan tubuh Kevin yang hendak duduk di kursi tepat di sampingnya.
Kevin berdecak kesal "Apaan sih lo, sama aja kali" ia berusaha untuk duduk, namun tetap dihalangi Andi.
"Nggak bisa, ini khusus buat Nao" Andi mendorong tubuh Kevin yang membuatnya terduduk di kursi paling pinggir.
Kevin mencibir. Ia terpaksa duduk di sana seraya melipat tangannya.
Andi langsung berdiri begitu Nao dan Malvin tiba. Ia mempersilakan Nao untuk duduk di kursinya yang tepat bersebelahan dengan Adel.
Andi memperlihatkan giginya seraya menunjuk kursi itu. Matanya melirik memberikan isyarat akan adanya Adel.
__ADS_1
Nao tersenyum tipis. Ia lalu duduk di kursi yang diberikan oleh Andi.
Dita yang tengah asyik bercanda tawa dengan Adel, tiba-tiba melongo melihat kehadiran Nao yang membuat Adel heran menatapnya.
"Lo kenapa, Dit?" tanya Adel.
"Nao, Del" tatapan Dita masih terpusat pada Nao.
"Ha? Apa? Nao?"
Dita menganggukkan kepalanya pelan "Di belakang lo"
Adel sontak menoleh. Matanya membulat melihat Nao benar-benar ada di sampingnya.
Nao tersenyum smirk "Hello"
"Lo ngapain di sini?" tanya Adel kemudian.
Nao melirik, menunjuk Andi. Adel beralih menatap tajam pada Andi. Sementara Andi hanya mengangkat kedua alisnya.
Adel mendengus kesal. Bisa nggak sih, sehari aja gue nggak berurusan sama nih orang? batin Adel meronta-ronta.
Nao terkekeh kecil seraya menatap lurus ke depan membuat Adel menoleh menatapnya heran.
"Lo pasti tadi telat" ucapnya dengan pandangan tetap lurus ke depan karena acara sudah dimulai.
"Lo sengaja kan?" Adel menyahuti dengan pandangannya sama seperti Nao.
Adel menoleh "Kenapa lo baru ngomong sekarang?" keluhnya.
"Makanya, lo terima perteman gue dan follback gue" jelas Nao.
"Cuma gara-gara itu? Dasar, kekanak-kanakan. Lagian nggak penting juga" Adel kembali menatap lurus.
"Lo bilang nggak penting?" Nao menoleh menatap tajam pada Adel.
"Hm" Adel begitu santainya menjawab. Ia melipat tangannya. Adel lalu menoleh dan menjulurkan lidahnya sekilas pada Nao.
Nao memejamkan matanya guna menahan emosinya. Baru kali ini ia dianggap tidak penting oleh seorang gadis.
"Akhirnya gue bisa berangkat naik bus lagi" ucapnya senang seraya bertepuk tangan usai salah satu pembicara selesai.
"Lo nggak suka berangkat sama gue?" tanya Nao kemudian.
"Nggak. Sama sekali. Ribet soalnya kalau sama lo"
"Lo diem dong, jangan ngajakin gue ngobrol entar percuma gue datang ke aula ini" sambungnya kemudian.
Nao berdecih "Siapa juga yang ngajakin lo ngobrol. Jadi cewek jangan kepedean"
__ADS_1
"Gue bukannya kepedean, tapi lo-nya aja yang ngomong duluan" Adel kembali menjulurkan lidahnya.
Terdengar helaan nafas berat di samping Adel. Namun gadis itu benar-benar tidak peduli akan hal itu. Ia memilih kembali fokus pada acara.
***
"Del, gue duluan yah, papa gue udah jemput" Dita berpamitan saat acara sudah selesai.
Adel lalu melambaikan tangannya. Ia hendak berdiri dan pulang. Namun ia merasakan ponselnya bergetar. Ia segera mengambilnya dari saku. Senyumannya merekah begitu saja mendapati Daniel mengirim pesan padanya.
"Lo udah balik?"
"Belum. Baru kelar sosialisasi"
"Gue jemput yah, sekalian gue lewat"
"Oke, hati-hati Daniel"
"Iya Adel. Nanti gue kabarin lagi kalau udah sampai"
"Oke"
Senyum di wajah Adel tak hilang-hilang. Ia justru terlihat semakin senang.
Andi dan Malvin menatap heran, kenapa Nao masih duduk di sana padahal acara sudah selesai.
Andi menepuk bahu Nao sekilas "Nggak balik?"
Nao hanya mengibaskan tangannya sebagai jawaban membuat Malvin kembali terkekeh kecil.
"Lagi bucin dia" bisiknya pada Andi. Andi refleks terkekeh mendengar tuturan Malvin.
"Untung si Kevin udah duluan, yaudah ayo kita ikut balik aja dari pada jadi nyamuk" mereka berdua berlalu meninggalkan Nao.
Nao menoleh. Ia mendapati Adel tengah tersenyum-senyum sendiri seraya menatap layar ponsel. Nao berusaha mengintip namun tak terlihat apa pun.
"Chat sama siapa lo?"
Adel menoleh. Ia mengernyitkan keningnya melihat Nao masih duduk di sampingnya "Lo ngapain belum balik?"
Nao menghela nafas "Nungguin lo"
"Ha? Emang gue mau balik sama lo? Enggak. Gue udah ada janji sama teman gue" ucapnya lalu berdiri.
Nao berdeham, membuat langkah Adel batal. Adel menoleh. Ia mendapati Nao memperlihatkan ponselnya. Adel menatap ponsel Nao yang menunjukkan pesan dari mamanya yang meminta Adel untuk berkunjung ke rumah.
Adel berdecak kesal. Acaranya untuk pulang bersama Daniel terancam gagal. Ia tidak tahu alasan seperti apa yang harus ia katakan pada Daniel.
***
__ADS_1
Adel bakal pulang sama Daniel apa Nao yah?
komen-komen mari....👇🏻