Canda Kita

Canda Kita
Nao Kenapa?


__ADS_3

Sampainya di rumah, Nao sudah disambut oleh kedua orang tuanya. Mereka menunggu Nao untuk makan malam bersama seperti biasanya.


Nao duduk di kursinya kemudian meneguk segelas air putih. Sementara Asri mengambilkan nasi untuk Nao.


"Nggak usah ma, aku udah makan tadi" ucap Nao.


Asri mengkerutkan keningnya "Sama teman-temanmu?"


"Sama Adel" Nao menjawab dengan santai namun tidak untuk kedua orang tuanya yang justru terkejut dan juga senang.


"Kenapa tidak diajak ke sini? Mama sudah kangen sama Adel" tutur Asri kemudian.


Nao menghela nafas "Yang ada aku puter balik ma, males"


Bram menaik turunkan alisnya. Rupanya ia jadi penasaran kenapa putranya bisa seharian pergi bersama Adel "Kalian ke mana aja?"


Asri menepuk lengan Bram "Aish, papa ini tidak perlu tahu. Mengetahui mereka berkencan seperti ini mama sudah senang" Asri kemudian tersenyum diikuti Bram yang menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Nao kemudian berdiri "Ma, pa, aku ke kamar dulu" pamitya dan diangguki kedua orang tuanya.


Sampainya di kamar ia langsung mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia pergi ke balkon dan memainkan ponselnya. Ia buka aplikasi instagram dan langsung terlihat di sana foto Adel yang tadi di ambilnya.


Nao tersenyum tipis kemudian memencet tombol suka pada foto Adel "Narsis" ia kemudian megingat momen ketika dirinya tengah mengambil gambar Adel.


Sebenarnya yang membuat foto Adel tidak bagus karena Nao sendiri merasa tidak tenang melihat beberapa pose Adel yang menggemaskan. Ditambah lagi dengan paras Adel yang cantik.


Desiran aneh itu kembali singgah di hati Nao. Ia kemudian berdeham guna menepis perasaan aneh itu "Nggak, nggak mungkin"


Nao lalu menyalakan rokok yang dibawanya. Ia terdiam sibuk memikirkan perasaannya sendiri sambil ditemani hamburan bintang di langit.


***


Hari berikutnya. Hari sekolah seperti biasanya. Hari ini Adel mengirim pesan pada Nao kalau dirinya hendak berangkat ke sekolah dengan menaiki bus dan hal itu disetujui oleh Nao.


Sampainya di halte yang letaknya dekat dengan sekolah, Adel berjalan santai menuju kelas sembari mendengarkan musik kesukaannya menggunakan airpods.


Tak lupa ia juga bersenandung. Saat sedang asyik bersenandung, seseorang menepuk pundak Adel. Siapa lagi kalau bukan Dita.

__ADS_1


"Woy Adel" ucap Dita namun Adel hanya mengangkat salah satu tangannya sekilas dan lanjut bersenandung.


Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju kelas.


"Del, kayaknya gue nggak jadi ikut ke konsernya Edgar deh" ucap Dita yang ternyata tidak di dengar oleh Adel karena telinganya tertutup rapat dan sedang sibuk mendengarkan musik kesukaannya.


Dita menepuk keningnya "Astaga, ni anak nggak denger ya. Lupa gue kalau dia lagi dengerin lagu"


Dita lalu mencopot salah satu airpods milik Adel "Woy Adel, gue lagi ngomong sama lo"


Adel sedikit terkejut "Apaan?"


"Gue nggak bisa datang ke konser Edgar besok. Sorry yah, gue nggak bisa nemenin lo dan nggak bisa lihat Hans huu huu" jelas Dita panjang lebar dengan ekspresi sedikit kecewa.


"Kenapa?" tanya Adel kemudian.


"Mau ke rumah nenek gue yang di Surabaya" jelas Dita dan Adel hanya manggut-manggut.


Dita merogoh saku bajunya. Ia kemudian menyodorkan selembar tiket konser pada Adel "Nih buat lo aja"


Adel menatap tiket itu. Ia lalu menggaruk samping kepalanya "Gue kan udah ada tiketnya"


Kemudian Dita berbisik pelan di telinga Adel "Tiketnya buat lo nonton sama Nao"


Dita menjauhkan badannya dan tersenyum puas. Sementara Adel hanya menatap heran dengan sikap Dita.


"Yaudah ayo ke kelas keburu bel" ajak Dita. Ia menggandeng lengan Adel yang terdiam karena ia masih mencerna apa yang baru saja dikatakan sahabatnya itu.


***


"Nggak istirahat lo?" tanya Kevin pada Nao saat jam istirahat tiba. Nao justru masih duduk manis di bangkunya.


"Males gue" jawabnya lalu mengambil ponselnya di dalam laci.


"Tumben. Nggak laper lo?" sambung Malvin dan Nao hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yaudah kita duluan aja" ucap Kevin lalu merangkul Malvin untuk pergi ke kantin.

__ADS_1


Seperti biasa, mereka berdua akan mampir ke kelas Andi sebelum ke kantin.


"Lah, mana Nao?" tanya Andi saat dirinya sudah duduk manis di depan ruang kelasnya.


"Katanya lagi males ke kantin" jawab Kevin.


Andi sedikit heran dengan jawaban Kevin. Tidak seperti biasanya Nao melewatkan jam istirahat. Apakah mungkin Nao ada masalah dengan Adel? Pikir Andi, ia menoleh sekilas menatap Adel yang tengah bersenda gurau dengan Dita dan yang lainnya di dalam kelas.


"Tapi kenapa Adel terlihat baik-baik aja?" gumam Andi dengan lirih.


"Woy Andi. Malah ngelamun. Lo mau ikut Nao buat nggak ke kantin?" ucap Kevin.


"Hah? Apa?" Andi menatap Kevin dan Malvin bergantian.


Kevin menghela nafas "Ke kantin bro, yaelah gue udah laper banget nih" protesnya.


"Oh, iya kantin. Sorry sorry" ucap Andi. Ketiganya lalu berjalan ke kantin bersamaan.


"Eh, entar main yuk" ajak Kevin membuka pembicaraan ditengah perjalanan mereka menuju kantin.


"Sorry gue nggak bisa. Gue ada urusan" sahut Malvin.


"Aish, udah lama loh kita nggak main bareng" protes Kevin.


"Gue juga nggak bisa, nyokap minta dianter belanja bulanan" sambung Andi.


"Yaelah, nggak seru banget sih kalian ini" sepertinya Kevin terlihat sedikit kecewa dengan jawaban dari sahabatnya.


Kevin menaik turunkan alisnya di depan Malvin "Jangan-jangan lo mau kencan ya?"


"Idih, apaan, enggak" Malvin menyangkal tebakan Kevin.


"Jangan sotoy lo, udah sotoy nggak pernah bener lagi" Andi ikut menimpali dengan menggoda Kevin.


Seperti biasa, keduanya pasti akan berdebat ringan yang membuat Malvin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2