Canda Kita

Canda Kita
Ke Puncak


__ADS_3

Hari ini keberangkatan liburan bersama ke puncak.


Sesuai kesepakatan, mereka berkumpul di rumah Nao. Semuanya sudah berada di lokasi kecuali Adel, ia masih berada di jalan menuju rumah Nao.


Adel sengaja ingin menaiki bus saja dari pada merepotkan Nao yang harus bolak-balik menjemputnya.


Kevin tengah menyetel gitar barunya "Kenapa sih lo malah nggak jemput tunangan lo?"


"Dia yang minta, katanya dia mau naik bus" jawab Nao.


"Alibi doang, dia mau ngetes lo itu" sambung Kevin.


Andi menurunkan topi yang dipakai Kevin hingga menutupi matanya "Sotoy lo, orang Adel yang gue kenal suka naik bus dari pada mobil mewah"


Ditengah obrolan tidak penting mereka, terlihat dari jauh seorang gadis cantik dengan mengenakan tas punggung dan tentengan tas berukuran sedang berjalan mendekati mereka.


Ya, ia adalah Adel "Sorry gue telat, tadi rada macet dikit"


"Nggak papa kok del, kita juga belum lama sampai" sahut Dita.


Kevin menaruh gitarnya ke dalam mobil "Karena semuanya sudah hadir, mari kita berangkat"


Nao melempar kunci mobil pada Malvin dan ditangkapnya "Lo yang nyupir, kan lo yang tahu jalan menuju vila lo"


"Oke" Malvin bergegas duduk di kursi kemudi sembari menunggu yang lainnya naik.


Nao kemudian membantu Adel memasukkan barang bawaannya "Ini saja?"


Adel menganggukkan kepalanya "Thanks"


Nao tersenyum tipis dan mengajak Adel untuk naik ke mobil. Tentu saja mereka berdua duduk berdampingan.


Andi duduk di sebelah Malvin "Gue sini saja deh daripada di belakang debat sama Kevin"


"Yah, kok lo duduk di depan? Masa gue sebelahan sama cewek galak ini? Nggak asik" beritahu Kevin yang duduk di kursi paling belakang bersama Dita.


"Idih, siapa juga yang mau sebelahan sama lo? PD banget" Dita kemudian memakai headphone guna mengacuhkan keberadaan Kevin dan menatap keluar jendela.


Satu kepalan tangan melayang di udara, namun niat untuk memukul Kevin urungkan karena sangat tidak mungkin ia memukul seorang gadis. Ia memilih menyambar gitar dan mulai memainkan gitar itu.


"Sudah semua kan ya?" Malvin memastikan semua temannya sudah berada di dalam mobil dari cermin kecil di depan.


Andi menoleh guna memastikan juga "Sudah, ayo berangkat"


Malvin kemudian menyalakan mobil dan mulai melajukan mobil itu.


Perjalanan terasa menyenangkan di mana ada lagu yang dimainkan oleh Kevin bersamaan dengan gitar miliknya.

__ADS_1


Kevin menaruh kembali gitarnya "Play spotify saja deh, capek gue"


Andi dan Malvin tertawa bersamaan "Ah, nggak parah lo. Masa gitu doang capek" celetuk Andi.


Sementara Malvin langsung mecari lagu di spotify agar suasanan di dalam mobil tidak terlalu kaku.


Setengah perjalan mereka lalui. Terlihat Dita dan Kevin sudah tidur dengan lelap.


Malvin jelas sibuk dan fokus mengemudi, Andi sendiri sibuk dengan ponselnya yang miring.


Tinggal apa kabar nih Nao dan Adel.


"Nggak ngantuk?" tanya Nao kemudian.


Adel menggelengkan kepalanya "Enggak"


Nao menepuk sisi bahunya "Kalau kamu capek, pengin tidur, di sini saja"


Adel berdecih, ia tersenyum tipis "Nao" panggil Adel dengan menengadahkan tanganya.


Nao mengkerutkan keningnya "Eum?"


"Ihh, nggak peka kamu" Adel kemudian menyambar tangan Nao. Mereka bergenggaman tangan. Adel kemudian menatap ujung sepatunya karena ia merasa malu.


Sementara Nao tersenyum tidak percaya dengan Adel yang semakin hari semakin berani saja padanya.


***


Nao dan Adel turun terlebih dahulu, disusul Malvin dan Andi. Sementara Dita justru sibuk membangunkan Kevin yang masih tertidur dengan nyenyak.


Dita menepuk bahu Kevin "Vin, Kevin, bangun woyy, sudah sampai" namun tak ada respon apapun dari Kevin.


"Aish, masih saja tidur" Dita menoleh mencari sesuatu untuk membangunkan Kevin dengan cara lain.


"Nahh, ini nih" Dita melepas gantunan tas berupa dream catchernya yang terdapat bulu. Ia dekatkan di hidung Kevin dan digerakkan perlahan.


Sepertinya cara kali ini berhasil. Kepala Kevin sedikit bergerak. Kevin kemudian bersin dengan keras.


"Iyuh gantungan tas gue" Dita menatap jijik pada gantungan tasnya yang terdapat sedikit ingus Kevin.


Sementra Kevin sudah membuka matanya seraya mengelap hidungya. Ia edarkan pandanganya pada sekitar.


"Sudah sampai ya?" Kevin beralih menatap Dita "Heh cewek galak, ngapain lo masih di sini? Kenapa itu?" Kebin menunjuk gantungan tas milik Dita.


Dita berdecak kesal "Gue dari tadi bangunin lo, ini ingus juga gara-gara lo" Dita melempar gantungan tas itu pada Kevin dan segera turun dari mobil meninggalkan Kevin.


"Woy, cewek galak" teriak Kevin namun tak ada jawaban apapun dari Dita. Kevin lalu menyambar gataungan tas itu dan menyusul Dita.

__ADS_1


***


Vila keluarga Malvin yang sudah cukup lama tidak ditempati. Apalagi setelah perceraian kedua orang tuanya dan kepergian mendiang sang mama.


Malvin membuka pintu utama vilanya "Jadi ini guys vilanya, tenang nggak ada yang aneh-aneh kok"


Andi dan yang lain seketika langsung mengedarkan pandangannya pada vila itu.


"Bagus juga, suka gue sama suasananya. Ada berapa kamar?" tanya Andi.


"Ada empat, diatas dua, di sini satu sama di belakang satu. Terserah kalian mau di kamar mana. Kalau toilet, di atas ada di dalam kamar, di bawah ada satu di luar kamar" jelas Malvin.


Andi merangkul Nao "Kita sekamar saja nggak sih? Entar Adel biar sama Dita"


"Gue setuju. Tapi kalau ada yang mau sendiri ya silakan" sahut Malvin.


"Jadi satu saja, di kamar atas" timpal Nao.


Nao kemudian menoleh "Del, kamu mau di kamar atas apa di bawah saja?"


"Atas saja deh, di sini agak seram kalau cuma sama Dita doang, mana toiletnya juga di luar lagi" Adel menyengir.


Nao terkekeh kecil "Lagian kalau kamu mau di bawah aku bakal pilih kamar belakang buat nemenin kamu"


Kevin yang mendengar ucapan Nao pura-pura muntah seraya menggelengkan kepalanya "Yaudah ayo ke atas, pengin cepat-cepat rebahan gue. Kalian pada nggak capek apa?"


"Yee, ini juga mau ke atas. Cerewet lo" sahut Andi.


Mereka semua bersamaan menuju lantai atas guna menaruh barang bawaan mereka sekaligus istirahat.


Sesampainya di kamar atas, pemandangannya nampak lebih indah.


Nao mengantar Adel menuju kamarnya "Istirahatlah, kalau kamu butuh apa-apa tinggal ketuk saja pintu kamarku atau telepon aku"


Adel menganggukkan kepalanya "Makasih, kamu juga istirahat gih"


Nao mengangguk seraya tersenyum lembut. Ia kemudian mengelus lembut samping kepala Adel "See you"


Kemesraan mereka harus terganggu dengan dehaman keras dari Dita "Permisi ganggu, mau lewat"


"Eh, sorry Dit" sahut Adel.


"Nggak papa kalian lanjut saja" Dita kemudian masuk ke kamar meninggalkan dua sejoli yang tengah jatuh cinta itu.


"Aku masuk dulu ya" pamit Adel dan diangguki Nao.


Setelah itu Nao juga memasuki kamarnya.

__ADS_1


***


__ADS_2