Canda Kita

Canda Kita
Ternyata


__ADS_3

10 menit sebelumnya.


Kevin keluar dari mobilnya dan berjalan menuju lift. Saat dirinya menuju lift, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Andi.


Kevin menunjuk Andi "Lah, lo"


Andi mendongakkan kepalanya "Eh Kevin"


Andi kemudian terkekeh "Ke sini juga?"


"Petirnya mengerikan dan yang terdekat dari sini cuma apartemennya si Nao" Kevin menyahuti seraya memasuki lift diikuti Andi.


Andi kembali terkekeh "Sama anj*r"


Kevin memperhatikan barang bawaan Andi berupa dua kresek "Bawa apaan lo?"


"Oh ini, buku. Abis borong buku gue. Kan bentar lagi mau ujian" Andi memamerkan giginya.


"Hilih, sok-sokan mau belajar, emang lo bisa ngalahin Nao ckck" ucap Kevin.


Andi menendang kaki Kevin sekilas "Bukannya didukung kek malah dikatain"


'Ting'


Mereka berdua sampai di lantai di mana apartemen Nao berada.


"Lo, buka gih pintunya. Masih ingat kan passwordnya?" pinta Andi karena kedua tangannya penuh akan barang bawaannya.


"Eh, itu buku lo kenapa nggak ditinggal di mobil lo saja sih, ribet lo" sahut Kevin.


"Suka-suka gue lah, buku-buku gue kenapa lo yang ribet. Gue tuh mau nyicil belajarnya" kata Andi.


Kevin terkekeh kemudian ia memencet tombol password "Ada yang lainnya nggak ya? Siapa tahu nggak sengaja ketemu kayak kita berdua"


Andi menaikkan bahunya sekilas "Nggak tahu gue. Tadi di parkiran gue nggak lihat mobil Nao, Lando, atau Malvin sih"


Pintu unit apartemen Nao terbuka. Membuat Kevin dan Andi terkejut mendapati pemandangan di depan mereka.


Ya, pemandangan Adel dan Nao yang tengah berpelukan.

__ADS_1


Kevin refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sementara Andi menjatuhkan kedua barang bawaannya.


"Salah tempat kita. Balik saja yuk" ucap Andi bengong menatap Nao dan Adel.


Kevin menganggukkan kepalanya "Iya, benar. Salah tempat"


Adel hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa malunya.


Sementara Nao berusaha bersikap tenang. Ia kembali berdeham.


Andi dan Kevin saling pandang sekilas. Mereka seperti berkomunikasi melalui tatapan.


Mereka berdua bingung harus pulang sekarang juga atau menetap saja di sana.


"Ngapain kalian bengong di situ" ucap Nao kemudian.


Kevin menunjuk dirinya dan Andi "Nggak papa nih kita gabung?"


"Takutnya kita ganggu kalian" sambung Andi.


"Eh, enggak kok" sahut Adel.


Sebenarnya Nao merasa sedikit kesal karena momen langkanya dengan Adel harus terganggu oleh sahabatnya.


Andi memungut dua kresek yang sudah tergeletak di lantai. Ia berjalan mendekati Nao dan Adel seraya memamerkan giginya dengan diikuti Kevin.


"Thanks ya Del, baik banget lo" ucap Andi.


Kevin duduk di samping Nao dan merangkulnya "Kenapa muka lo? Sorry bro, sorry"


"Kayaknya lo harus ganti password sama basecamp buat kita-kita pindah saja nggak sih" Andi ikut menimbrung pembicaraan guna menggoda Nao.


Kevin terkekeh "Gue setuju sama lo Ndi, secara Nao kan nggak lama lagi mau nikah, pasti bakal pindah ke sini"


Nao menatap datar pada Kevin "Sotoy lo"


"Bukan sotoy tapi pada kenyataannya emang gitu" timpal Andi.


Nao memutar bola matanya malas "Ngomong-ngomong dari mana lo, lo pada?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Oh itu, gue barusan nganter adek gue cuma pas balik malah hujan deras sama petir lagi" jawab Kevin.


Nao hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau si Andi.." Kevin terkekeh sebelum lanjut berbicara "Dia beli buku buat belajar UN, mau nyaingin lo"


Andi menendang kaki Kevin "Anj*r lo, sekata-kata"


Kevin menjulurkan lidahnya pada Andi. Sementara Adel di sana hanya terdiam dan menyimak obrolan cowok-cowok tampan itu.


Kevin beralih menatap Adel seraya menaikkan alisnya sekikas "Eh, kenalin gue sama calon lo dong"


Adel tersenyum kaku dan menatap Kevin sekilas.


Kevin mengajak Adel bersalaman "Gue Kevin, teman sekelas sekaligus bestienya Nao"


Adel menatap tangan Kevin. Sebelum ia bersalaman dengan Kevin, Nao buru-buru menyalami Kevin. Di sana Andi terkekeh melihat tingkah Nao.


Nao berdeham "Dia Adel, calon istri gue. Lo jangan macam-macam sama dia" Nao menegaskan kalimat 'Calon istri gue'.


Adel kembali tersenyum kaku. Sementara Kevin buru-buru melepas tangannya yang disalami oleh Nao.


"Apaan sih lo, gue mau kenalannya sama cewek lo, kenapa malah lo yang salaman sama gue elah" ucap Kevin kemudian.


Andi tertawa "Sadar diri woy, dia punya Nao. Sok-sok an mau sksd sama ceweknya ckck" Andi membalas ucapan Kevin beberapa saat yang lalu.


"Bac*t lo. Gue cuma mau kenalan resmi sama dia juga" ucap Kevin.


"Kan tadi sudah. Kenalannya sudah gue wakilin" rupanya Nao ikut menimbrung perdebatan antara Andi dan Kevin.


"Benar tuh, sudah diwakilin sama calon suaminya" sahut Andi.


Kevin menghela nafas "Oke, fine. Gue kalah lagi. Sorry yah Del, lo harus lihat kegajean kita-kita"


Adel kembali tersenyum kaku. Ia sendiri sebenarnya kagum dengan kedekatan mereka. Pantas saja mereka kalau kemana-mana sering bersama. Ternyata seperti inilah jika mereka bersama. Begitulah ucapan Adel dalam hatinya.


Adel tersenyum manis saat ketiga orang itu tetap lanjut berdebat. Sebelumnya ia takut dan juga malu jika Kevin dan Andi akan membahas kejadian Nao yang memeluk dirinya, namun tidak disangka mereka berdua justru tidak menyinggungnya sama sekali.


***

__ADS_1


__ADS_2