Canda Kita

Canda Kita
Masa Lalu Nao Dan Edgar


__ADS_3

Masih di apartemen Nao.


Hujan di luar sana tak kunjung reda membuat mereka berempat masih berteduh di apartemen Nao.


"Ngomong-ngomong kalian dari nonton konser kan?" tanya Kevin.


Andi terkekeh sembari menunjuk Nao "Nonton si Edgar dia"


Nao melempari Andi dengan kaleng soda yang sudah tidak ada isinya "Anj*r lo, enggak lah orang selama konser gue pake airpods terus"


Disinilah kesempatan Adel untuk mengetahui masa lalu yang terjadi antara Nao dan Edgar.


"Emang kenapa Nao sama Edgar?" tanya Adel dengan tatapan penuh harap akan mendapat penjelasan dari ketiga pria itu.


Nao memutar bola matanya malas. Sementara Kevin hendak berbicara "Mau lo sendiri apa kita-kita yang kasih tahu?"


Nao menghela nafas "Terserah"


"Cluenya sih cinta segitiga Del" ucap Andi.


"Ha? Cinta segitiga? Maksudnya?" tanya Adel.


Nao melototi Andi "Cinta segitiga apanya anj*r"


"Yaudah lo aja yang jelasin" sahut Kevin.


"Nggak mau, males gue bahas hal yang sudah lewat dan nggak penting" Nao kemudian menyandarkan badannya pada sofa.


Adel menatap Andi dan Kevin dengan antusias. Ia benar-benar penasaran akan masa lalu Nao dan Edgar.


Andi dan Kevin tersenyum miring bersamaan melihat tingkah Adel. Mereka saling berkomunikasi menggunakan tatapan mata mereka.


"Del, menurut lo, Edgar suka nggak sama lo?" tanya Andi sebagai pembuka cerita.


Adel berdecih "Dia sudah nembak gue berkali-kali. Tapi gue tolak karena gue mati rasa kalau sama dia"


Kevin menyambar botol air mineral "Wuih, ngeri juga jawaban lo, Del"


"Lo ditembak sama dia? Kenapa lo nggak cerita apa-apa sama gue? Ceritain sekarang!" pinta Nao. Rupanya ia tidak terima dengan kenyataan itu.


"Ih, yang ini ceritanya kapan-kapan saja. Andi lanjutin cerita lo" tolak Adel.


Nao menatap tajam pada Adel guna meminta penjelasan Adel. Namun hal itu diabaikan oleh Adel karena Adel sangat penasaran dengan masa lalu Nao dan Edgar.


Pada Akhirnya Nao memilih mengalah. Ia melipat kedua tangannya dan menyandarkan kembali badannya pada sofa. Ia biarkan saja cerita Andi selesai.


Andi kemudian menatap Adel "Oke, di sini gue bakal jelasin"

__ADS_1


"Jadi, dulu cewek yang disukai Edgar suka sama Nao. Ibarat kata cewek mana sih yang nggak suka sama Nao?"


"Gue pun kalau jadi cewek pasti sudah suka sama Nao" timpal Kevin membuat Nao menepuk bahunya sekilas. Kevin hanya memamerkan giginya.


"Terus si Nao suka sama cewek itu?" tanya Adel.


"Em, coba deh lo tanya Nao" jawab Andi menatap Nao.


Adel mengalihkan pandangannya pada Nao "Lo suka, sama dia? Kan cinta segitiga"


Nao melirik Adel. Ia kemudian menghela nafas "Enggak"


Adel kembali menatap Andi "Oke, lanjut Andi"


Andi lanjut menjelaskan "Katanya sih Edgar sama dia sudah lama dekat. Ada yang bilang mereka berdua bersahabat karena sudah lama kenal"


"Gue setuju sama kalimat 'cewek sama cowok itu nggak mungkin bisa sahabatan' ada, tapi kemungkinan nggak baper itu sangat kecil. Rata-rata salah satunya atau bahkan keduanya pasti baper"


"Jadi si Edgar baper sama cewek ini?" tanya Adel.


"Iya Del, padahal ceweknya cakep loh. Nggak tahu tuh kenapa Nao nolak dia" jawab Kevin.


Nao menatap tajam Kevin. Ingin rasanya ia melempar pukulan pada Kevin.


"Wait ampun bro. Lanjut Ndi" ucap Kevin.


Adel menatap Nao "Ish, jahat banget lo. Masa nggak dikasih kesempatan, ya sekedar berteman kan bisa"


"Kalau gue nggak suka ya ngapain gue buang-buang waktu" ucap Nao dengan nada dingin.


Adel menggelangkan kepalanya. Ia heran dengan sikap ketus dan dingin pada Nao.


"Kalian debatnya bentar dulu. Ini cerita belum kelar elah" timpal Andi membuat Adel kembali menatapnya dan mendengar kembali ceritanya dengan seksama.


"FYI Del, rata-rata cewek yang nembak Nao pada diam-diam. Pakai surat, kado, atau ngajak Nao bicara empat mata kalau ada kesempatan karena mereka takut akan fansnya Nao"


"Dan lo tahu apa yang terjadi sama cewek ini setelah ditolak Nao?"


"Kenapa? Kenapa?" tanya Adel.


"Setelah dia nembak Nao, dia langsung jadi target bully satu sekolah bahkan di luar sekolah lewat sosmed. Dan parahnya lagi dia sampai bunuh diri gara-gara nggak kuat sama bullyan mereka"


"Itulah kenapa Edgar sangat membenci Nao. Karena menurut Edgar, Nao telah merenggut nyawa sahabat sekaligus cintanya dia" jelas Andi panjang lebar.


Mata Adel berkaca-kaca usai mendengar cerita Andi. Ia jadi terpikirkan akan dirinya. Bisa saja ia mengakhiri hidupnya jika ia menerima serangan dari fansnya Nao.


Isak tangis terdengar di samping Nao membuat dirinya menoleh menatap heran pada Adel "Nangis?"

__ADS_1


"Kasihan dia" Adel mengusap air matanya.


Adel kemudian mengkerutkan keningnya "Wait, kok gue aman-aman saja?"


Nao menghela nafas "Lo beda ogeb"


Adel menunjuk dirinya "Beda? Beda gimana?"


"Lo beda soalnya Nao sendiri yang umumin ke publik kalau lo itu tunangannya. Jadi otomatis para fansnya Nao mana berani apa-apain lo Del" Kevin menimbrung sekaligus mewakili Nao menjawab.


Adel terdiam. Pipinya perlahan memerah karena malu usai mendengar penjelasan Kevin.


Kevin terkekeh dan menunjuk Adel "Yah, tersipu dia"


Sementara Nao menatap Adel dengan ekspresi datar. Namun tiba-tiba saja salah satu sudut bibirnya sedikit naik.


Adel buru-buru menutupi wajahnya. Ingin rasanya ia kabur dari sana.


Nao menopang kepalanya menghadap Adel "Sekarang jelasin gimana Edgar nembak lo"


Adel menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang masih tertutup "Enggak. Nggak mau. Sudah cukup ceritanya"


Nao terkekeh kecil melihat tingkah Adel.


Kevin berdeham "Woylah masih ada gue sama Andi. Kalian kalau mau uwu-uwuan jangan di depan kita anj*r"


"Ndi, cek masih hujan apa enggak" pinta Kevin kemudian.


Andi berdiri dari duduknya dan berjalan menuju jendela. Hanya gerimis dan suara petir sudah tidak terdengar lagi "Cabut yuk"


"Gas, dari pada jadi nyamuk" Kevin berdiri dengan membawakan 2 kresek barang bawaan milik Andi.


"Thanks bro buat tumpangan sama kejutannya haha. Kita duluan ya" ucap Andi.


"Pulang woy, jangan lama-lama entar kebablasan. Thanks Nao, Adel" timpal Kevin sekaligus menggoda Nao.


Nao hanya menganggukkan kepalanya sekilas. Sementara Adel masih menyembunyikan wajahnya.


Kevin membalikkan badannya saat berada di ambang pintu "Nao, lo parkir di mana? Perasaan gue nggak lihat mobil lo"


"Gue pakai motor" jawab Nao dan Kevin hanya menggut-manggut dan keluar dari apartemen Nao.


Sampainya di luar, Kevin terkekeh bersama Andi "Anj*r biar romantis pakai motor"


"Trik modusnya boleh juga tuh anak ckck" sahut Andi.


Keduanya menuju lift dan segera pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


***


__ADS_2