
Pukul 5 sore. Seperti obrolan mereka saat perjalanan ke puncak, mereka berencana akan mengadakan pesta barbeque kecil-kecilan.
Satu-persatu keluar dari kamar mereka masing-masing. Nao dan Adel berjalan menuju dapur bersamaan, mereka bertugas untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibakar nantinya.
Usai Adel mencuci tangan, ia langsung menyambar pisau dan memegang sebutir tomat untuk ia potong.
"Bentar Del, pakai ini dulu biar bajumu nggak kotor" Nao berjalan mendekati Adel dengan membawa sebuah appron.
Mereka berdua berhadapan. Kemudian Nao memasangkan appron itu pada Adel karena tangan Adel penuh. Ingat Adel tengah memegang pisau dan juga tomat.
Debaran jantung Adel terdengar. Bagaimana bisa hal sepele yang Nao lakukan untuknya seperti hanya memasangkan appron bisa membuat jantungnya tak tenang. Ditambah lagi aroma Nao yang wangi membuat jantungnya kian berdebar.
"Sudah" Nao selesai memasangkan appron pada Adel.
Adel tersenyum tipis, ia berusaha agar tidak kelihatan terlalu senang "Thanks"
Nao tersenyum lembut. Ia kemudian memakai appron untuk dirinya sendiri. Kini keduanya tengah bersamaan menyiapkan bahan makanan untuk barbeque nantinya.
Sebelum memulai, Nao memperhatikan Adel terlebih dahulu. Namanya juga pria, ia jarang sekali memasak.
Nao mulai mengambil satu tomat dan mengirisnya "Gini ya?"
Adel menatap irisan tomat yang sudah dipotong Nao, ia kemudian terkekeh kecil "Bukan gitu, itu mah kekecilan, kamu mau masak nasi goreng emang?"
"Kamu mau buatin aku nasi goreng?" Nao justru meminta.
"Kan kita mau barbequean, nanti kalau aku buatin nasi goreng kamu kekenyangan" tolak Adel.
"Nanti malam masakain aku nasi goreng ya" Nao masih saja kekeuh.
Adel mengkerutkan keningnya "Ha? Kamu serius?"
Nao menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis. Sementara tatapan Adel justru heran kenapa Nao memintanya memasakkan nasi goreng padahal sebentar lagi kan mereka akan pesta barbeque.
Adel beralih mengambil paprika. Ia bjarkan saja Nao yang memotong tomat karena Adel rasa Nao sudah benar melakukannya.
Keduanya bekerja sama dengan baik. Hingga semuanya telah selesai mereka siapkan.
"Aku beresin dulu, kamu bawa ke depan saja bahannya" perintah Adel pada Nao.
Belum sempat Nao menjawab, matanya menangkap Kevin dan Dita memasuki dapur.
__ADS_1
"Aku bantu kamu saja sayang, sudah ada Kevin sama Dita" Nao kemudian membantu Adel yang sedang mencuci piring.
Keduanya mencuci piring bersamaan, Adel bertugas memeberi sabun sementara Nao yang membilasnya.
Dehaman cukup keras terdengar dari belakang "Yaelah pacaran mulu kalian mah"
Tak ada respon apapun dari keduanya, mereka justru sibuk mencuci piring dan mengabaikan ocehan Kevin.
Dita sudah membawa nampan berisi sayuran yang sudah dipersiapkan oleh Nao dan Adel "Banyak bac*ot lo, orang ke sini cuma ambil bahan makanan, kenapa musti komentar"
Kevin menghela nafas "Hedehh, kenapa gue sama cewek galak ini lagi sih" ucapnya lirih.
Kevin kemudian megikuti Dita mengambil nampan juga. Ia tingalkan Nao dan Adel yang terlihat sudah selesai mencuci piring.
Kemudian Adel dan Nao sama-sama melepas appron yang mereka kenakan dan hendak menyusul yang lainya ke halaman depan.
Belum sempat melangkah, ponsel Nao bergetar. Ia cek ternyata ada telepon. Ia jawab telepon itu di depan Adel. Namun beberapa sat kemudian ia berpamitan pada Adel.
Adel yang mendapati Nao menjauh darinya saat menerima telepon merasa curiga. Ia berinisiatif mengikuti Nao yang sekarang berdiri cukup jauh darinya. Ia berdri saja cukup dekat di belakang Nao.
Namun Adel gagal mendengar percakapan mereka, hanya suara Nao saja yang ia dengar.
Telepon terputus, Nao memasukkan ponselnya kembali pada saku dan berbalik badan hendak kembali pada Adel. Ia terkejut mendapati Adel sudah berdiri di depannya.
Adel menyipitkan matanya penuh tanya "Telepon dari siapa?"
"Dari sekolah" jawab Nao.
"Dari sekolah? Ada apa?" tanya Adel lagi.
Nao menatap lembut Adel "Nanti malam aku kasih tahu, tapi kamu masakin aku nasi goreng"
Adel mengerucutkan bibirnya, sebal rasanya Nao membuat dirinya pensaran.
Nao mengelus samping kepala Adel "Jangan cemberut dong, kan nanti malam aku kasih tahu"
Tak ada kata yang terucap dari mulut Adel. Ia hanya menatap malas pada Nao.
Nao terkekeh kecil "Ayo ke depan, yang lain pasti sudah menunggu"
Tak ada pergerakan apapun dari Adel. Sepertinya ia merajuk karena sudah tidak sabar ingin tahu apa isi dari telepon Nao.
__ADS_1
Melihat Adel yang merajuk, Nao berinisiatif untuk merangkulnya "Ayo"
Namun tatapan Adel masih saja malas dan cemberut. Nao terkekeh sekilas, ia kemudian mencium pipi Adel.
Adel sedikit terkejut. Pria itu pintar sekali meluluhkan hatinnya "Curang"
Nao tersenyum tipis. Ia kemudin mengacak kasar puncak kepala Adel.
Keduanya lalu berjalan menuju halaman depan, menyusul yang lainnya karena terlihat semuanya sudah siap dan tertata.
Andi melambaikan tangannya pada Nao dan Adel "Hai kalian, lama juga nyucinya"
"Tadi ada telepon makanya baru gabung" sahut Nao.
"Teleponan apa mesra-mesraan sama Adel?" seperti biasa Kevin akan menggoda mereka.
"Haduh iri mulu lo, sini gih bantuin gue bakar" celetuk Andi.
"Bukan iri, tapi tadi pas gue ambil bahan di dalam, mereka lagi nyuci piring bareng, mana mesra banget lagi" Kevin berjalan mendekati Andi.
"Mereka nyuci bareng kan biar cepat kelar, gitu saja masa nggak paham" timpal Dita.
Kevin hanya memelototi Dita namun justru juluran lidah yang ia terima.
Pesta barbequepun dimulai dengan ditemani obrolan ringan mereka. Ditengah acara, tak lupa Kevin mengambil.gitarnya dan bernyanyi bersama.
Terlihat Adel, Dita, dan Andi yng paling bersemangat bernyanyi bersama Kevin. Sementara Nao berada sedikit jauh dari mereka.
"Kedip woy, dari tadi ngelihatin mulu. Mikirin apa lo?" Malvin yang baru saja dari toilet duduk di samping Nao.
"Gimana cara gue ngomong ke dia ya?" sahut Nao dengan tatapannya masih pada Adel.
"Telepon tadi?" tebak Malvin.
"Tahu saja lo" kata Nao.
"Gue tadi nggak sengaja lihat pas gue ke kamar ambil hp gue" beritahu Malvin alasannya kenapa bisa tahu.
"Gimana ya? Bingung gue" entah apa sebenarnya yang ingin Nao sampaikan pada Adel sehigga dirinya bimbang.
"Hei, dia berhak tahu apalagi dia kan tunangan lo, daripada dia tahu dari orang lain mending lo sendiri saja yang kasih tahu" Malvin memberikan saran untuk Nao.
__ADS_1
Nao menghea nafas "Thanks bro, lo benar"
***