Canda Kita

Canda Kita
Pertama Kali Ke Rumah Calon Mertua


__ADS_3

Di aula hanya tersisa Adel dan juga Nao. Murid yang lainnya memilih langsung pulang karena sudah lelah akibat padatnya acara sekolah.


Adel kembali duduk. Ia lalu melipat tangannya. Ekspresi sebal ia perlihatkan. Ia lalu membuka jendela obrolannya dengan Daniel. Diketiknya suatu kalimat namun dihapusnya lagi.


"Gue harus ngomong apa ya?" gumamnya berpikir.


Nao hanya memperhatikan Adel. Ia pikir Adel menunggu sekolah sampai sepi. Namun rupanya Adel justru sibuk dengan ponselnya.


"Ayo balik, mama udah nungguin" ajak Nao. Adel hanya menatap malas pada Nao.


"Entar dulu, gue nggak tahu mau nolak teman gue gimana" Adel menyahuti dengan pandangannya tetap pada layar ponsel.


"Bilang aja lo ada les" Nao mengambil permen dari sakunya dan membukanya.


"Nggak bisa, orang kita aja satu tempat les"


"Siniin hp lo" Nao menyodorkan tangannya.


Adel menoleh menatap Nao. Ia lalu menjauhkan ponselnya "Buat apa?"


"Bantuin lo kasih alasan ke teman lo" jelas Nao.


Adel menatap ragu pada Nao. Bagaimana mungkin ia menyerahkan ponselnya pada Nao, sementara dirinya tengah berkirim pesan pada pria lain.


"Nggak usah, gue bisa sendiri" Adel kembali menatap layar ponselnya.


"Yaudah buruan"


Adel lalu mengetik alasan asal yaitu mengerjakan tugas kelompok. Saat sedang mengetik Daniel mengirim pesan padanya.


"Gue udah sampai di depan sekolah lo"


Adel menyelesaikan ketikannya lalu mengirimkan pesan itu pada Daniel "Sorry, gue lupa kalau gue ada kerja kelompok. Maaf banget yah, Daniel. Lo jadinya udah repot-repot ke sekolah gue"


"It's okay Del, kan gue sekalian lewat, nggak repot kok"


"Maaf ya"


"Iya, iya. Semangat nugasnya. Kalau gitu gue duluan ya"


"Thanks Daniel, hati-hati ya"


"Iya Adel"


....


Nao menyandarkan tubuhnya pada kursi. Ia sengaja menguap sedikit keras "Lama banget"


Adel menatap tajam pada Nao "Bawel"


"Buruan elah, ngetik pesan aja lelet banget" sindir Nao.


"Kalau lama, lo duluan aja, gampang kan?"


Nao berdecih. Adel kemudian berdiri.


"Udah?" tanya Nao sedikit bingung.


"Belum" Adel menghela nafas "Kalau belum ngapain gue berdiri ogeb"

__ADS_1


Nao menyusul berdiri. Ia mendekati Adel. Jarak mereka cukup dekat. Nao lalu menjentikkan jarinya di kening Adel "Jangan panggil gue ogeb"


Adel mengelus keningnya "Ye...lo kan emang ogeb" Adel terkekeh kecil.


Nao menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya. Ditariknya tas Adel agar segera mengikutinya ke parkiran untuk pulang ke rumah.


***


Merasa malas berbicara dengan Nao, Adel memasang airpods di telinganya. Ia nyalakan musik kesukaannya lalu menatap luar jendela.


Kali ini Nao juga diam. Mungkin karena ia melihat Adel yang sengaja menutupi telinganya.


Hingga tak terasa sampailah mereka di rumah Nao. Adel berjalan mengekori Nao. Rupanya ia sedikit gugup.


Adel merapikan pakainnya seraya mengikuti Nao masuk ke dalam rumah.


Adel menabrak punggung Nao yang berhenti tiba-tiba di depannya "Lo kalau mau berhenti jangan dadakan dong"


"Suka-suka gue lah" Nao menjulurkan lidahnya sekilas pada Adel.


"Huh"


"Mana mama lo?" tanya Adel kemudian.


"Di dapur kayaknya" Nao melihat ke arah dapur.


"Mama" pangilnya namun tak ada jawaban dari sang mama. Sampainya di dapur, tak didapati Asri di sana.


Adel juga celingukan mencari keberadaan calon mertuanya itu.


"Mama lagi tidur kayaknya, gue cek dulu ke kamarnya" ucap Nao kemudian. Adel masih belum menaruh rasa curiga pada Nao.


Nao berlalu menuju kamar sang mama. Sementara Adel disuruhnya untuk menunggu di ruang tamu saja.


"Mama ke mana sih? Bisa brabe nih kalau gue ketahuan bohongin tuh cewek" Nao mengambil ponsel di sakunya dan menelepon sang mama.


"Halo nak" terdengar suara Asri bersamaan dengan suara ribut tempat umum di seberang sana.


"Halo ma, mama sekarang di mana?"


"Mama lagi arisan sama teman-teman mama"


Nao berdecak "Mama bisa pulang sekarang nggak?"


"Loh, ada apa Nao? Kamu terluka?"


"Bukan ma, ada Adel di rumah"


"Kamu serius? Ya sudah mama akan langsung pulang"


"Oke, aku tunggu ma. Cepetan ya ma"


"Iya nak"


...


Nao kembali ke ruang tamu di mana Adel berada. Ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak ketahuan berbohong, karena sebenarnya ia meminta tolong pada sepupunya agar mengirim pesan tersebut.


Nao berdeham membuat Adel menoleh. Adel mengernyitkan keningnya tak mendapati calon mertuanya itu bersama Nao.

__ADS_1


"Mana mama lo?"


"Mama lagi keluar, katanya lagi jalan pulang"


"Oh" Adel beralih menatap meja.


Nao lalu duduk di sofa. Ia duduk sedikit berjauhan dengan Adel. Hanya keheningan yang menemani mereka. Suasananya menjadi canggung dan membingungkan.


Nao memilih memainkan ponselnya. Sementara Adel hanya mengetukkan jemari pada kakinya.


"Canggung banget sumpah" batin Adel.


"Canggung banget anj*r" batin Nao.


Ungkapan yang sama di hati mereka, karena di rumah itu hanya ada mereka berdua. Selain itu mereka juga masih sama-sama bingung mau membahas topik apa.


Nao menaruh ponselnya di atas meja. Ia lalu menatap Adel "Mau minum?"


Adel mendongak menatap Nao. Ia lalu menggelengkan kepalanya.


"Mama lo, masih lama ya?" tanya Adel kemudian. Padahal baru sebentar menunggu tapi entah mengapa terasa lama.


"Paling bentar lagi sampai" jawabnya lalu berdiri.


"Mau ke mana?" tanya Adel.


"Dapur. Mau ambil camilan" jawab Nao.


"Nggak usah repot-repot"


Nao tersenyum miring "Siapa juga yang mau ambil camilan buat lo. Lo tadi udah gue tawarin minum tapi nggak mau" ia berlalu begitu saja menuju dapur.


Adel mencibir. Ia melayangkan kepalan tangannya di udara.


Adel menyandarkan tubuhnya pada sofa. Ia mulai bosan menunggu kehadiran calon mertuanya yang tak kunjung datang. Sementara Nao sedari tadi belum kembali dari dapur.


"Astaga, lama banget. Mana gue dianggurin gini lagi" Adel melihat jam di dinding.


Nao yang tengah asyik menyantap camilan mendapat telepon dari mamanya.


"Halo ma, mama udah dekat?"


"Mobil mama mogok nak, dari tadi mama mau naik taksi penuh terus. Lewat aplikasi juga nggak dapat-dapat"


Nao menghela nafas "Ya udah, mama urusin dulu mobilnya. Adel masih di sini kok"


"Maafin mama ya nak, duh...ada calon mantu main ke rumah malah begini"


Nao memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang mama "Nggak papa ma, nanti aku kabarin Adel"


"Ya sudah, kamu jangan macam-macam sama Adel"


"Iya ma"


...


Nao hendak kembali ke ruang tamu untuk memberitahu Adel bahwa mobil mamanya sedang mogok.


Sampainya di ruang tamu, Nao mendekati Adel. Namun gadis itu ternyata tidur dengan lelapnya.

__ADS_1


Nao tersenyum tipis. Ini pertama kalinya ia mendapati Adel yang tertidur. Nao lalu mengambil ponselnya, membuka aplikasi kamera, dan dengan isengnya ia mengambil foto Adel yang sedang tertidur.


***


__ADS_2