Canda Kita

Canda Kita
Canda Kita


__ADS_3

Pemandangan kebersamaan antara Adel dan Nao sepertinya sudah menjadi kebiasaan di SMA Helius. Nao dan juga sahabatnya yang mampir ke kelas Andi, selalu mengajak serta Adel dan Dita.


Kali ini mereka tengah duduk bersantai di bawah pohon yang rindang. Mereka menunggu kedatangan Andi dan Malvin yang tengah membeli camilan.


Kevin mencabuti rumput di dekatnya "Mana nih Andi, lama bener beli jajannya"


Tak ada satu orang pun yang merespon ocehan Kevin. Adel sibuk dengan novelnya, Nao sibuk dengan ponselnya yang miring, sementara Dita malah asyik berswafoto.


Mata Kevin fokus pada kehadiran dua pria tampan yang salah satunya membawa kresek berisi penuh akan jajanan.


Kevin kemudian tersenyum senang "Asik, camilannya datang"


Andi dan Malvin berjalan semakin mendekati yang lainnya.


Kevin menyodorkan tangannya "Kalian lama amat beli jajan ke situ doang"


Andi melempar sebungkus jajan pada Kevin "Sabar elah, orang antri"


"Ya nggak usah dilempar gitu elah, berasa nggak ikhlas lo beliinnya" Kevin kemudian membuka bungkus jajan itu.


Merasa malas berdebat dengan Kevin, Andi hanya menatap datar padanya. Ia memilih duduk di samping Malvin.


Nao mengambil sebungkus roti usai selesai dengan permainannya. Ia langsung menggigit roti itu dengan tangannya kemudian kembali sibuk pada ponselnya.


Kevin mengunyah keripik kentang "Del, suapin tuh pacar lo. Masa main game tapi mulutnya penuh roti gitu, gimana makannya"


Adel menutup novelnya. Ia menoleh menatap Nao. Ia menghela nafas, kemudian mengambil roti yang ada di mulut Nao.


Mata Nao masih fokus pada ponselnya. Ia biarkan saja Adel mengambil roti itu. Ia justru senang karena bisa mengunyah roti itu.


Nao membuka mulutnya dengan pandangannya tetap pada ponsel "A..."


Adel mengkerutkan keningnya. Ia kira Nao tidak akan meminta dirinya untuk menyuapinya.

__ADS_1


"A, sayang, suapin aku" ucap Nao kemudian.


Adel dengan ekspresi yang terlihat lucu karena terpaksa, perlahan mulai menyuapi Nao membuat Nao tersenyum tipis sembari tetap bermian game.


Kevin yang melihat hal itu menggelengkan kepalanya "Ya Tuhan berikanlah kami kesabaran dalam menyaksikan dua sejoli ini"


Andi melempar bungkus permen pada Kevin "Nggak inget ya, tadi yang kasih saran siapa?"


Kevin menunjuk dirinya "Ya, gue sih"


Sudut bibir Malvin sedikit naik. Hiburan sekali memang kedua sahabatnya itu.


Malvin membuka kaleng soda "Guys, ujian tinggal lima hari, kalian sudah pada belajar?"


"Sudah dong, Andi gitu loh. Gue mah sudah nyicil" Andi dengan bangga memamerkan giginya.


"Hilihh, gitu saja sombong. Kayak gue dong nyicilnya sudah dari kelas 10" sahut Kevin.


Andi terkekeh "Nyicil dari kelas 10 tapi pas try out nilainya pas KKM"


Kevin tertawa hebat usai mendengar tuturan dari Dita "Malu banget sumpah, kalau gue jadi lo mending diam saja"


Kepalan tangan Andi siap melayang di udara guna menampol wajah Kevin yang menurutnya sangat menyebalkan.


Malvin berdecak "Capek gue ngomong sama kalian, ujung-ujungnya debat nggak guna"


"Kevin tuh..."


"Andi tuh..."


Seperti biasa keduanya akan saling menyalahkan dan berdebat singkat. Malvin di sana hanya menggelengkan kepalanya. Sementara Dita menahan tawanya karena takut kelepasan.


Nao menaruh ponselnya "Belajar bareng saja di apartemen gue"

__ADS_1


"Dari tadi gue juga mau usul gitu Nao, cuma tuh dua bocah malah debat mulu, heran gue" ucap Malvin.


"Bagus tuh idenya, gass saja gue mah" sahut Andi.


"Ajak cewek lo sekalian enggak nih?" Kevin menaik turunkan kedua alisnya.


Nao menoleh menatap Adel "Kamu mau ikut?"


Adel buru-buru menggelengkan kepalanya "Nggak usah aku belajar sama Dita saja"


"Gue ikut kalian yah, nilai fisika gue jeblok banget" begitulah tuturan Dita ditengah perbincangan Adel dan Nao.


"Ikut saja yuk Del, nilai matematika lo juga mengenaskan. Dari pada lo ngeluh terus mending lo minta tolong sama Nao buat ajarin lo, kan Nao nilainya 97 tuh" sambung Dita membuat Adel semakin malu saat sahabatnya itu justru menyebar nilai try out miliknya.


Nao tersenyum tipis saat menatap Adel "Ikut saja, lagian kamu pulang sama aku kan?"


Adel di sana hanya bisa tersenyum kaku. Ia tidak bisa menghindar. Ditambah lagi sahabatnya justru ikut memojokkannya.


***


Pulang sekolah tiba. Seperti saran dari Malvin, mereka benar-benar pergi ke apartemen Nao untuk belajar kelompok. Ngomong-ngomong Dita nebeng Andi ya guys.


Dalam perjalanan, di dalam mobil Nao tidak hening karena Nao penasaran dengan Adel.


"Kemarin mantan kamu gangguin kamu enggak?" tanya Nao. Ia ingat dirinya tidak menemani Adel di tempat les.


"Enggak, cuma ngobrol biasa" jawab Adel.


Nao hanya manggut-manggut "Ngobrolin apa?"


Adel menatap lurus ke depan "Dia mau pindah"


Nao tersenyum miring "Bagus dong"

__ADS_1


Setelahnya tak ada obrolan lagi. Adel memilih menatap keluar jendela. Mungkin ucapan Daniel masih terngiang-ngiang di kepalanya.


***


__ADS_2