
Usai ditinggal sendirian oleh Andi dan Dita, Adel tidak punya pilihan lain selain meminjam jas lab pada Nao. Ia berlari kecil mengejar Nao yang sudah berjalan sedikit jauh dari jangkauan Adel.
Adel mengekori Nao saat dirinya sudah berada tepat di belakang Nao. Ia berjalan sambil menundukkan kepalanya.
"Jalan di samping gue, bisa?" ucap Nao tiba-tiba.
Adel mendongakkan kepalanya. Ia masih ragu untuk berjalan di samping Nao secara terang-terangan "Kalau ada yang lihat gimana?"
Nao menghela nafas "Tenang saja, kelas lain masih jam pelajaran"
Adel menoleh ke kanan dan ke kiri guna memastikan tidak ada orang di sekitar sana. Ia kemudian menuruti perintah Nao untuk berjalan di sampingnya.
"Masih kepikiran?" tanya Nao kemudian dengan pandangannya lurus ke depan.
"Ha?" Adel menoleh menatap Nao.
"Yang kemarin" tegas Nao. Rupanya Adel tidak paham dengan obrolan yang dimulai oleh Nao, atau mungkin dirinya gugup?
"Oh, itu, em...dikit" jawabnya.
"Lo nanti ada les?"
"Ada" Adel menjawab sambil menganggukkan kepalanya.
"Nggak papa di sana? Nggak mau pindah?" tanya Nao lagi. Sekhawatirkah itu ia akan Adel sehingga ia sampai menanyakan hal seperti itu.
Adel terdiam. Ia tak segera menjawab pertanyaan Nao. Ia terlihat berpikir.
"Em......gue...pengin pindah sih tapi gue..." Adel tak melanjutkan ucapannya. Ia kemudian menghela nafas.
"Tapi kenapa?" sahut Nao.
"Nggak ada" Adel hanya menggelengkan kepalanya.
Nao hanya menatap gadis yang tengah patah hati itu. Terlihat jelas pada raut wajah Adel jika dirinya masih sedih dan terpikirkan akan hal itu.
Tak terasa keduanya sudah sampai di kelas Nao. Nao segera mencari jas lab miliknya di dalam tas.
"Lo nanti praktikum jam ke berapa?" tanya Adel kemudian.
__ADS_1
"Gue udah, tadi jam pelajaran pertama" pandangan Nao masih pada jas lab yang baru ditemukannya di dalam tasnya.
Nao menyodorkan jas lab miliknya pada Adel "Nih, entar pulang gue tunggu di parkiran. Gue anter lo les"
Adel menerima jas lab itu "Ha??" Adel memiringkan kepalanya.
"Pokoknya gue bakal tungguin lo" Nao keluar dari kelasnya dan berjalan cepat untuk kembali menuju lapangan karena jam olahraga masih berlangsung.
Adel diam terheran dengan sikap Nao. Padahal ia belum sempat berterima kasih pada Nao. Adel lalu buru-buru pergi ke laboratorium agar ia tidak di marahi oleh bu Reni.
***
Sementara itu, Dita dan Andi yang berjalan bersama menuju laboratorium tengah tertawa bersama usai melihat sikap lucu antara Adel dan Nao.
"Untung lo peka Dit" ucap Andi.
Dita memperlihatkan deretan giginya yang rapi "Peka dong, nggak pernah gue lihat Adel kayak gitu"
"Menurut lo, mereka gimana? Cocok nggak sih?" pertanyaan random datang tiba-tiba dari Andi.
"Beuh, jangan ditanya. Mereka berdua itu cocok banget. Nggak pernah nyangka sahabat gue bakal dijodohin sama cowok paling populer di sekolah ini" jelas Dita panjang lebar.
"Eh...tapi Nao ada cewek lain nggak sih? Secara mereka kan dijodohkan" tanya Dita, ia rupanya penasaran dengan masa lalu Nao.
Andi menghentikan tawanya. Ia kemudian berdeham "Udah sampai, nggak usah bahas mereka lagi, entar yang ada pada tahu"
Dita melihat sekitarnya. Karena tanpa sadar dirinya sudah berada di lab dan sudah cukup banyak teman sekelasnya yang berada di sana.
Dita lalu buru-buru menjauhi Andi. Ia memilih meja yang baru berisi seorang gadis teman sekelasnya.
Tak butuh waktu lama, Adel tiba di laboratorium. Untung saja saat dirinya tiba bu Reni belum hadir di meja guru.
Adel mengelus dadanya karena merasa lega. Ia lalu mengatur nafasnya akibat dirinya berlari cukup kencang agar cepat sampai di laboratorium.
Adel berjalan mendekati meja di mana Dita berada. Sampainya di sana, ia menaruh alat tulis beserta jas lab milik Nao di atas meja.
Adel lalu duduk di sana seraya masih mengatur nafasnya. Sementara Dita di sana terlihat tengah tersenyum sendiri melihat kedatangan Adel.
Dita menoel lengan Adel sekilas "Cie Adel, uhuy....so sweet banget..."
__ADS_1
Adel hanya memutar bola matanya malas mendengar godaan dari Dita. Ia kemudian menyambar jas lab milik Nao dan hendak memakainya.
Dita menaik-turunkan alisnya "Pakai jas labnya siapa yahh?" Dita belum puas menggoda sahabatnya itu.
"Jas lab gue" jawab Adel datar. Ia sengaja menjawab demikian karena ada teman sekelasnya yang satu meja dengan dirinya dan Dita.
"Heum...iya, iya, jas lab lo" Dita menyahuti dengan nada bicara yang bisa dibilang cukup menjengkelkan sebab ia malah asyik menggoda sahabatnya.
Adel tak menanggapi ucapan Dita. Usai selesai mengenakan jas lab, ia memilih menyibukkan diri dengan membuka buku. Apalagi tak berselang lama bu Reni terlihat di ambang pintu yang berhasil membuat seisi kelas otomatis terdiam.
***
Selesai praktikum sekaligus waktu istirahat tiba. Seperti biasa, para murid buru-buru ke kantin karena perut mereka sudah mulai protes, begitu juga dengan Adel.
Dalam perjalanan menuju kantin, Adel dan Dita tak sengaja akan berpapasan dengan Nao yang berjalan sendirian dengan baju olahraga yang masih dikenakannya.
Tumben sekali Nao di sana tidak bersama dengan Malvin dan Kevin. Ngomong-ngomong, jarak mereka cukup jauh ya.
Dita menyenggol lengan Adel dengan sikunya "Del, Del, Del, Nao, Nao" Dita menunjuk Nao dengan dagunya.
Mata Adel mengikuti arahan Dita. Ia cukup terkejut hingga ia buru-buru mengajak Dita untuk berbalik dan berjalan ke arah sebaliknya.
Belum sempat keduanya berhasil menjauh dari pandangan Nao, teriakan panggilan untuk Adel terdengar. Ia memejamkan matanya karena cemas. Ia takut rahasianya dengan Nao akan terbongkar.
"Del, sorry, sorry" ucap seseorang dari belakang punggung Adel dan Dita.
Adel dan Dita bertukar pandang sebelum menoleh bersamaan. Mereka seperti mengenal suara itu.
Betapa terkejut sekaligus lega karena ternyata orang yang memanggil Adel adalah Edgar.
Adel sedikit celingukan mencari keberadaan Nao tapi ternyata di sekitar sana hanya terlihat beberapa orang yang tidak Adel kenal.
Dita berbisik pada Adel "Gue kira Nao yang panggil lo, kenapa jadi Edgar?"
"Gue juga nggak tahu, tapi dia udah nggak kelihatan" balas Adel dengan suara lirih agar tidak terdengar oleh Edgar.
Ternyata Nao cuma lewat saja karena dirinya hendak ke toilet.
***
__ADS_1