
Gaun berwarna biru pastel tergeletak di atas kasur saat Adel tengah berias diri. Setelah itu, Adel menyambar gaun itu dan memakainya.
Sepasang high heels warna putih tulang setinggi 3 cm Adel ambil dari lemari. Ia lalu mengenakan sepatu itu.
Tak lupa kalung yang pernah diberikan oleh Daniel, Adel pakai. Kini lengkap sudah penampilan Adel.
Saat sedang sibuk merapikan pakaiannya, ponsel Adel bergetar. Ia melirik sekilas dan terlihat nama Daniel ada di layar ponselnya. Dengan cepat Adel membaca isi pesan dari Daniel yang ternyata sudah berada di depan rumahnya.
Senyuman bahagia Adel pancarkan saat membaca pesan itu. Ia membalas pesan itu dan bergegas keluar kamar.
Hendra yang berada di ruang tamu seraya membaca koran, menoleh ketika mendengar suara langkah kaki yang cukup keras. Ia mendapati putrinya yang berjalan cepat menuju keluar rumah.
"Pelan-pelan jalannya sayang"
Adel menoleh sekilas seraya tertawa kecil "Temanku sudah menunggu pa"
Hendra menggelengkan kepalanya "Ya sudah, bersenang-senanglah dengan temanmu nak"
Adel mengacungkan salah satu jempolnya sebagai tanda iya.
Adel membuka pintu utama rumahnya. Terlihat seorang pria dengan setelan warna navy tengah bersandar pada body mobilnya. Siapa lagi kalau bukan Daniel. Setelan yang tanpa sengaja warnanya serasi dengan gaun yang dikenakan Adel.
Pria itu menampakkan senyuman manis ketika Adel berjalan mendekatinya.
"Lo cantik banget, Del. Kalungnya juga cocok banget sama gaun lo" ucap Daniel begitu Adel ada di depannya.
Adel tersipu malu. Pipinya serasa agak panas mendengar pujian dari Daniel, orang yang disukainya.
"Makasih" Adel menjawab dengan senyum manisnya juga.
Daniel membukakan pintu mobil penumpang dan mempersilakan Adel untuk masuk. Tak lupa ia juga memegangi bagian atas agar kepala Adel tidak terbentur.
Daniel menutup pintu mobil penumpang dan segera duduk di kursi kemudi.
Mobil Daniel melaju menuju tempat di mana pernikahan kakaknya diadakan.
"Del" panggil Daniel seraya fokus mengemudi.
Adel menoleh "Hm? Kenapa?"
__ADS_1
"Em...lo, nanti, gue kenalin ke keluarga gue yah" Daniel berucap tanpa berani menatap Adel. Apalagi ia sedang mengemudi.
Adel mengernyitkan keningnya "Maksud lo?"
Daniel mengetuk setir mobil dengan jari-jarinya "Yah, gue, gue pengin kenalin lo, as my girlfriend" kata as my girlfriend Daniel ucapkan dengan suara lirih.
Adel tertawa kecil "Lo nembak gue?"
"Lo dengar ya?" Daniel terlihat malu-malu.
Adel menganggukkan kepalanya "Hm"
Daniel menoleh sekilas "Jadi, gimana?"
Adel kembali tertawa "Nggak romantis lo"
"Sorry banget dadakan, habisnya kesempatan sekarang ini gue bisa nunjukin ke keluarga gue kalau gue udah punya cewek" Daniel menggaruk samping kepalanya dengan tangan kirinya.
"Lo serius?" tanya Adel. Ia pikir Daniel cuma bercanda saja.
"Serius Del, suatu saat gue bakalan nembak lo dengan romantis deh" jawab Daniel.
"Del" panggil Daniel ssat melihat Adel yang terdiam.
"Hm" Adel menoleh menatap Daniel.
"Jadi gimana? Lo mau kan jadi pacar gue?" sekali lagi Daniel mengatakan hal yang membuat Adel bingung.
Adel tak kunjung menjawab ucapan Daniel.
"Apa lo udah ada pacar?" tanya Daniel kemudian.
Adel menggelengkan kepalanya cepat "Enggak, nggak ada"
"Jadi..."
Adel menganggukkan kepalanya pelan meskipun ia sedikit ragu.
"Beneran?" Daniel menjadi antusias dengan respon Adel.
__ADS_1
Adel tersenyum kaku. Ia sebenarnya sangat bahagia karena perasaannya pada Daniel selama ini akhirnya terbalaskan.
"Yes. Thanks Del" Daniel terlihat begitu senang.
Adel termenung. Ia menatap ujung high heelsnya. Ia memikirkan bagaimana jika papanya, Nao, dan juga calon mertuanya mengetahui jika Adel punya pacar.
***
Nao dan mamanya baru saja sampai di lokasi pesta pernikahan dari anak teman papanya. Seperti janjinya, Nao mau saja menemani Asri ke pesta itu.
Keduanya menjadi pusat perhatian saat memasuki ruang resepsi. Apalagi dengan ketampanan Nao yang sangat menarik perhatian tamu undangan lainnya.
Nao tak mempedulikan hal itu. Ia hanya menatap lurus dan mengekori sang mama yang bertemu dan menyapa beberapa kenalannya.
"Ma, aku ambil minum dulu. Mama mau sekalian?" Nao berbisik di telinga mamanya.
Asri menggelengkan kepalanya. Ia justru lanjut berbincang dengan temannya.
Nao berlalu meninggalkan mamanya yang tengah asyik sendiri.
Ia mengambil segelas jus jeruk dan segera meminumnya. Ia lalu mengedarkan pandangannya sekilas. Ia tersadar rupanya banyak pasang mata tengah memperhatikannya.
Pandangan matanya terhenti pada seorang gadis yang memakai gaun berwarna biru pastel yang dirasanya tidak asing. Gaun yang pernah dilihatnya ketika menemani sang mama ke butik. Gaun milik Adel.
Nao menyipitkan kedua matanya guna memastikan wanita yang dilihatnya adalah Adel atau bukan.
"Adel? Itu Adel kan?" ucapnya lalu mengambil ponsel di saku. Ia cari nomor Adel dan meneleponnya. Dalam dering kedua, gadis yang sedang diperhatikan olehnya ternyata mengambil ponselnya dan menatap ponsel itu.
"Beneran dia Adel. Ngapain dia di sini? Jangan-jangan" Nao teringat ucapan Adel yang akan menghadiri pesta pernikahan dari kakak temannya.
"Siapa cowok itu?" pandangan Nao beralih pada Daniel yang terlihat tengah menggandeng lengan Adel.
Rupanya dada Nao terasa agak sesak melihat pemandangan di depan matanya. Entahlah, mungkin ia cemburu. Apalagi Adel terlihat begitu bahagia.
***
Duh, kepergok gais. Gimana kelanjutannya ya? Simak terus ya....
Makasih banget buat yang masih mau baca meskipun, maaf, updatenya suka telat bgt karena beneran baru sempet ㅠㅠ
__ADS_1