Canda Kita

Canda Kita
Terpikirkan


__ADS_3

Setelah bosan menemani sang mama, hari berikutnya Nao memiliki janji dengan teman-temannya. Seperti biasa mereka akan bertanding basket dengan timnya lando atau sekedar nongkrong di apartemennya Nao.


"Gimana? Tim lo bisa kan?" tanya Malvin yang duduk di sofa seraya membuka tutup botol air mineral. Mereka berlima ternyata berada di apartemennya Nao dan hendak bertanding basket.


"Bisa, mereka lagi otw katanya" Lando menjawab seraya menatap ponselnya yang menampilkan percakapannya dengan tim basketnya.


"Yaudah kita otw juga" ajak Kevin.


"Gue nggak ikut" timpal Nao. Ia kemudian berdiri hendak ke kamarnya.


Andi yang duduk di samping Nao mencekal lengannya "Kalau nggak ada lo nggak seru dan bisa-bisa tim kita kalah"


Kevin memukul lengan Andi "Ngaco lo, tim kita tetap bisa menang dong. Tapi kalau ada Nao, tim Lando ketar-ketir hahaha"


"Anj*r lo, tapi benar apa kata lo" sahut Lando dan ditertawakan oleh Andi, Kevin, Malvin, dan juga Billy.


Nao menghela nafas. Ia kembali duduk di samping Andi "Fine. Gue ikut"


"Nah gitu dong" Andi mengajak Nao untuk tos namun diabaikan oleh Nao dan hanya tertawa yang didapat Andi dari teman-temannya.


***


Mereka berlima berangkat ke lapangan basket yang sudah biasanya mereka jadikan tempat bertanding.


Tidak seperti biasanya, kali ini Nao memilih menumpang saja pada mobil Lando padahal biasanya ia akan membawa mobil sendiri dan justru teman-temannya yang menumpang padanya.


"Tumben lo" Lando menatap heran pada Nao yang duduk di kursi penumpang mobilnya namun tak ada jawaban dari Nao.


Lando langsung saja melajukan mobilnya. Ia seakan tahu kalau Nao sedang tidak ingin diganggu.


Nao menatap keluar jendela menatap pepohonan dan suasana jalanan. Ia lalu menghela nafas yang terdengar berat.


"Kenapa lo? Ada masalah?" tanya Lando.


"Enggak" Nao menjawab dengan pandangannya tetap pada luar.

__ADS_1


"Lo bisa cerita ke gue kalau lo lagi ada masalah"


"Thanks"


Lando hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia memilih fokus untuk mengemudi.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di lapangan basket tempat mereka akan bertanding.


Mereka tengah pemanasan bersama sebelum akhirnya bunyi peluit menandakan pertandingan basket telah dimulai.


Nao yang biasanya menjadi lawan yang sulit, kali ini entah mengapa bola basket yang ada digenggamannya dengan mudahnya direbut oleh tim lawan, timnya Lando.


"Sorry" ucap Nao kemudian.


"It's okay bro" sahut Malin yang berdiri dekat dengan Nao. Ia lalu menatap keempat temannya. Kevin, Andi, Billy, bahkan Lando, menatap heran akan hal itu. Tidak biasanya Nao seperti itu.


Lagi dan lagi bola basket ditangan Nao dengan mudahnya direbut tim lawan yang membuat nilai di antara kedua tim hanya berbeda tipis.


"Nao kenapa ya? Nggak biasanya" bisik Kevin pada Andi. Andi hanya menaikkan bahunya karena ia sendiri juga bingung melihat sikap Nao yang tidak seperti biasanya.


Kevin dan Andi menoleh bersamaan menatap Billy "Sotoy lo" keduanya lalu melepas rangkulan lengan Billy dan kembali bertanding.


Pertandingan berakhir. Tim basket Nao tetap memenangkan pertandingan kali ini meskipun perbedaan skornya sangat tipis.


Nao duduk di samping lapangan lalu menenggak air mineral.


Malvin duduk di sampingnya. Ia mengambil botol air meniral dari dalam tas dan juga meminumnya "Gara-gara dia?" tanpa basa basi Malvin langsung menanyakan hal itu pada Nao.


"Hm" Nao menjawab singkat.


"Berantem?" tanya Malvin kemudian.


"Enggak" lagi-lagi Nao menjawab singkat.


"Terus?" Malvin makin penasaran.

__ADS_1


"Dia ada cowok lain" Nao menaruh botol air mineral di sampingnya.


Malvin terkekeh mendengar ucapan Nao. Ia tak menyangka ternyata seorang Nao akan merasakan hal seperti itu.


Nao menatap heran pada Malvin "Kenapa lo?"


"Gue nggak nyangka bakal ada cewek yang seperti itu ke lo" Malvin lanjut tertawa yang membuat Kevin dan Andi yang tadinya asyik berbincang dengan tim basket Lando mendekati mereka berdua.


"Ada apa nih? Kayaknya lagi ngomongin hal yang lucu sampai sampai seorang Malvin tertawa seperti itu" ucap Kevin lalu duduk di samping Malvin.


"Pada ngomongin apaan kalian berdua?" tanya Andi. Rupanya ia juga penasaran.


Pandangan Nao hanya lurus kedepan. Ia merasa malas menjawab pertanyaan dari Kevin dan Andi.


"Kepo banget kalian ini. Makanya jangan asyik ngobrol sama timnya Lando mulu" Malvin menjawab mewakili Nao. Ia seakan tahu kalau Nao enggan membicarakan hal itu dengan yang lainnya.


***


Daniel berada di kamar hotel saat acara pernikahan kakaknya belum selesai. Ia merebahkan diri di atas sofa lalu mengambil ponsel dari saku jasnya.


Ia membuka jendela obrolannya dengan Adel. Ia lalu mulai mengetik.


"Udah sampai rumah?" begitulah lontaran pertanyaan Daniel.


Adel yang sedang berada di dalam taksi mengambil ponselnya yang bergetar di dalam tas.


Ia sedikit terkejut saat membaca pesan dari Daniel yang ternyata tidak membahas hal tentang Nao.


Dengan cepat Adel membalas pesan itu "Lagi di jalan. Kamu nggak marah?"


"Yaudah hati-hati. See you besok, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"


Begitulah balasan pesan dari Daniel. Adel dibuatnya kian heran dengan sikap Daniel yang sangat santai dan seakan tidak terjadi apa-apa.


Tentu saja Adel mengiyakan ajakan Daniel. Apalagi besok juga akhir pekan.

__ADS_1


***


__ADS_2