Canda Kita

Canda Kita
Bangun Lebih Awal


__ADS_3

Adel yang baru saja selesai belajar dan mengerjakan tugasnya menuruni tangga hendak mengambil camilan. Dilihatnya Hendra di ruang makan dengan segelas air putih di depannya. Ia baru saja pulang. Adel melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10.30 malam.


"Papa baru pulang?" ucap Adel seraya membuka kulkas mencari camilan yang ingin dimakannya.


"Iya. Belum tidur kamu?" tanya Hendra.


"Baru kelar belajar pa, besok ada ulangan" jawab Adel. Ia mengambil sebungkus cookies dan minuman bersoda.


"Gimana Nao?" papanya ingat Nao tadi pagi menjemput putrinya.


"Tadi dia mampir" Adel duduk di kursi samping papanya.


"Benarkah? Papa senang mendengarnya" Hendra tersenyum lembut.


"Besok pagi dia ke sini lagi?" tanya Hendra.


Adel membuka minuman bersoda usai habis memakan cookiesnya. Ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Hendra mengelus lembut puncak kepala Adel "Ya sudah papa ke kamar dulu" pamitnya dan diangguki Adel.


Adel menghabiskan satu kaleng minuman bersoda itu. Dibuangnya di tempat sampah usai semua isi camilan itu habis.


Ia menapaki tangga naik sambil melihat layar ponselnya. Ia mengecek beberapa pesan masuk yang ditinggalkannya karena belajar. Ia sempat mengira mungkin ada pesan dari Nao namun rupanya nama Nao justru tenggelam karena tertutup pesan dari beberapa grup.


"Ngapain sih lo ngarepin chat dari Nao? Sadar Del, sadar" Adel mengatakan pada dirinya sendir. Ia segera menepisnya dengan menggelengkan kepalanya.


***


Baru jam 6 pagi, Nao sudah duduk manis di ruang makan membuat Asri dan Bram heran menatap putranya itu bangun sendiri dan lebih awal pula.


"Tumben kamu jam segini sudah bangun, sudah sarapan lagi" ucap Bram seraya mengoles selai kacang di atas roti.


"Kesambet apa kamu nak?" Asri menuangkan susu di gelas Nao.


Nao hanya memutar bola matanya malas. Ia memakan roti isi selai kacang di depannya dan menenggak segelas susu.


"Nao berangkat" pamitnya pada Asri dan Bram. Mereka saling menatap heran kepergian anaknya. Bagaimana bisa kebiasaan buruknya lenyap seketika.


"Dia jemput Adel kan ma?" tanya Bram yang sudah beres dengan makanannya.


"Iya. Eh...pa, apa karena Adel, anak nakal itu bisa bangun sendiri dan sepagi ini?" tebak Asri.


Sudut bibir Bram sedikit naik "Pilihan yang tepat menitipkan Nao pada Adel"


"Mama setuju sama papa" senyuman bahagia merekah di bibir kedua orang paruh baya itu.

__ADS_1


***


Nao tengah mengemudi menuju rumah Adel. Beberapa kali ia menguap karena ia sebenarnya masih mengantuk.


Semalam sebelum tidur ia memasang alarm beruntun di ponselnya yang hanya berjarak 5 menit dengan nada yang keras agar ia bisa bangun awal.


Dimatikannya alarm pertama dan ia kembali tidur dengan tenang. Bunyi yang kedua dan seterusnya membuat Nao kian frustasi. Nada yang keras itu bahkan lebih mengganggu dari ocehan sang mama. Ia berdecak kesal dan dengan mata yang masih mengantuk ia memaksakan dirinya untuk bangun.


Siapa sangka karena Adel yang masih ingin merahasiakan perjodohan ini ia sampai berinisiatif di luar kebiasaannya.


"Lo ngapain bangun sepagi ini Nao? Heran gue sama diri gue sendiri" gumam Nao.


Nao sampai di depan gerbang Adel. Dibukanya pintu gerbang lebar-lebar oleh satpam. Hendra sempat berpesan jika ada mobil Nao yang ada di depan rumah maka persilakan saja untuk masuk.


Nao menurunkan kaca mobil dan menyapa satpam itu. Ia mengangguk ramah padanya.


Nao menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Ia mengambil ponsel di sakunya. Ia mencari kontak Adel dan meneleponnya.


Tak butuh waktu lama dalam dering kedua telepon itu dijawab Adel.


"Halo"


"Lo udah siap? Gue udah di depan rumah lo"


"Bentar, gue beresin buku sama sisiran"


Adel mematikan teleponnya sepihak. Nao hanya menggelengkan kepalanya seraya menatap ponsel.


Dimasukkan buku ke dalam tasnya. Tak lupa topi yang kemarin dipakai Adel juga dimasukkan ke dalam tas. Adel lalu menyisir rambutnya dan bergegas turun ke bawah. Ia menyambar sandwich yang ada di ruang makan.


"Adel berangkat dulu pa, Nao udah nungguin" pamitnya seraya berlari keluar pintu. Hendra yang melihat tingkah putrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Lo ngapain bawa sandwich segala?" ucap Nao saat melihat sandwich di tangan Adel.


"Belum sarapan" Adel melihat arloji yang melingkar di lengannya.


"Buruan berangkat sekarang" ajak Adel. Mereka memasuki mobil. Nao melajukan mobilnya. Adel asyik menyantap sandwichnya.


"Mau?" Adel menyodorkan sandwich yang sudah digigitnya pada Nao.


Nao menggelengkan kepalanya "Udah sarapan gue"


"Oh" Adel lanjut memakan sandwich itu. Ia lalu menenggak air dari botol minum yang dibawanya.


"Lo udah ulangan biologi?" tanya Adel.

__ADS_1


"Udah. Kenapa? Mau tahu soalnya?" Nao menebak.


Adel nyengir mendengar ucapan Nao "Kalau boleh" ucapnya lirih.


Nao menyeringai "Tanya Andi aja, kemarin dia juga nanya"


Adel menggaruk kepalanya. Bagaimana mungkin ia tiba-tiba mendekati Andi. Meskipun mereka teman sekelas, Adel tidak sedekat itu dengan Andi. Mereka hanya pernah beberapa kali satu kelompok.


"Kenapa?" Nao bertanya karena Adel tak kunjung menyahuti.


"Hah? Apa?"


"Nggak papa" ucap Nao dengan muka datar.


Adel memicingkan matanya "Apaan sih"


Nao hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar aneh" Adel melipat tangannya.


"Lo lebih aneh" ucap Nao dalam hati. Tanpa sadar sudut bibirnya naik.


Adel memilih mengambil buku biologi dari dalam tasnya. Ia memepelajari ulang materi yang sudah ditandai olehnya.


Adel berkomat-kamit menghafal materi. Nao sekilas meliriknya.


"Jangan lirik-lirik entar lo suka lagi" Adel kembali menghafal.


"Idih...pede banget lo jadi orang"


"Diem deh lo, gue mau belajar. Lo fokus aja nyetir" perintah Adel.


"Bawel" ucap Nao dengan nada lirih.


Mereka sampai di sekolah. Adel memasukkan bukunya dan berganti mengeluarkan topi yang kemarin dipakainya.


Meskipun sekolah masih sepi, Adel tetap mengenakan topi itu. Antisipasi saja kalau-kalau ada fans Nao yang sudah berangkat pikir Adel.


"Makasih"


"Hm"


Adel keluar dari mobil Nao dan dengan cepat ia segera menjauh dari sana.


***

__ADS_1


__ADS_2