
Hari sekolah seperti biasa. Setelah pertemuan terakhir di rumah Adel, keduanya saling sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tak ada saling sapa ataupun berkirim pesan.
Entahlah Adel dan Nao sukanya seperti itu. Kadang kisah mereka manis kadang keduanya sama-sama cuek dan tak acuh.
Kebetulan hari ini Adel ada les. Tentu saja ia menaiki bus karena Nao tidak mengajaknya untuk berangkat bersama dan Adel pun juga tidak berharap demikian.
Usai turun dari bus, Adel melihat sebuah mobil yang sudah tidak asing terparkir di depan gedung lesnya.
Mobil Nao. Adel sudah hafal kalau itu mobil Nao. Adel kira Nao hanya bercanda saat dirinya ingin satu tempat les dengannya.
Adel memilih untuk mengabaikannya saja. Namun rupanya tidak dengan Nao karena saat Adel berjalan menuju pintu masuk, ia harus melewati samping mobil Nao.
Pintu mobil Nao tiba-tiba terbuka lebar. Nao kemudian menggenggam lengan Adel, membuat langkah Adel terhenti "Barengan"
Adel mengkerutkan keningnya. Ia menayap heran pada Nao "Kenapa lo? Kangen sama gue?"
Nao kemudian keluar dari mobilnya dan menutup pintunya. Ia beralih menatap Adel "Kalau iya, kenapa?"
Adel menggelengkan kepalanya "Enggak, nggak ada apa-apa"
Nao menghela nafas "Lo masih nggak paham? Entar yang ada mantan lo curiga kalau gue nggak berangkat les sama lo"
Adel berdecih. Nao hanya mengabaikannya. Nao memilih berjalan masuk ke dalam ruang les. Adel hanya bisa mengikutinya karena lengannya masih digenggam erat oleh Nao.
"Bisa enggak lepas tangan gue? Nggak enak dilihatin" pinta Adel namun diabaikan oleh Nao. Nao justru fokus menatap ke depan.
Adel berdecak kesal. Ia mulai menggoyangkan lengannya agar bisa terlepas dari genggaman Nao namun justru genggaman itu semakin kuat.
Adel hanya bisa pasrah dan mengekori Nao hingga mereka tiba di ruang les.
__ADS_1
Awalnya beberapa gadis terlihat senang saat melihat Nao memasuki ruangan. Namun tatapan mereka berubah sinis saat mendapati Adel yang tengah digenggam erat lengannya oleh Nao.
"Adel pacarnya Nao ya? Kok bisa?" begitulah terdengar salah satu komentar dari fans Nao. Mereka penasaran, tidak suka, dan tentu saja iri.
Nao mengedarkan pandangannya. Ia tersenyum miring saat melihat ada Daniel di dalam ruangan itu.
Kebetulan ada tempat duduk yang masih kosong di depan Daniel. Dengan segera Nao berjalan ke sana bersama dengan Adel untuk sengaja memamerkan kemesraan mereka di depan Daniel.
Raut muka Daniel langsung terlihat kesal. Ia otomatis mengepalkan erat salah satu tangannya. Ingin rasanya satu pukulan ia lontarkan pada wajah tampan Nao.
Nao kemudian mempersilakan Adel untuk duduk. Tak lupa Nao membantu Adel untuk duduk di kursinya seraya tersenyum manis.
Raut muka Daniel semakin menjadi melihat pemandangan panas di depannya.
Daniel masih berusaha meyakinkan dirinya jika Adel dan Nao tak ada hubungan apapun namun dari sikap yang mereka tunjukkan membuat Daniel merasa terganggu karena keduanya ternyata terlihat begitu serasi.
Les telah usai. Daniel membereskan alat tulis miliknya setelah itu ia menggendong tas di salah satu bahunya.
Langkah Daniel terhenti saat sampai di samping meja Adel "Del, aku mau ngomong sama kamu" ucapnya begitu membuat Nao menatap tajam padanya.
"Del, please urusan kita belum selesai" ucap Daniel kemudian, ia ingin menggenggam lengan Adel untuk mengajaknya keluar ruangan.
Raut muka Adel terlihat begitu bingung. Sebenarnya ia ingin mengikuti Daniel dan mengobrol bersama. Siapa tahu jika Adel menjelaskan hal yang sebenarnya pada Daniel, Daniel akan mengerti dan keadaan bisa membaik.
Hal itu tentu saja langsung ditepis oleh Nao. Dengan sedikit kasar ia menghalangi tangan Daniel "Lo apa-apaan mau megang tangan tunangan gue? Lo itu udah nggak ada urusan sama dia. Urusan sama dia berarti lo urusan sama gue"
Daniel tersenyum kesal. Ia kembali mengepalkan salah satu tangannya dengan kuat.
Ucapan Nao menarik perhatian anak les lainnya. Dengan cepat mereka mengambil ponsel mereka dan mulai merekam video.
__ADS_1
Adel mengehla nafas kesal "Nao, lo bisa enggak, nggak usah ngomong hal itu keras-keras?"
Nao melihat sekeliling sekilas "Kenapa? Toh pada kenyataannya lo itu emang tunangan gue"
Lagi dan lagi ucapan Nao membuat mereka yang mendengarnya membulatkan matanya sempurna karena mereka begitu terkejut.
Adel berdecak kesal "Tapi nggak gini juga Nao. Kan gue..." ucapan Adel terhenti karena ia tersadar jika ada beberapa kamera yang menghadapnya.
Adel yakin rahasia ini pasti akan segera terbongkar. Adel memilih diam. Ia berusaha meredam emosinya untuk tidak marah dengan Nao.
Adel kemudian mengenggam salah satu lengan Nao dan langsung saja keluar dari ruang les. Ia terlupa oleh ajakan Daniel dan memilih untuk kabur bersama Nao.
Tak lupa beberapa kamera masih setia mengekori mereka hingga mereka berdua tiba di dekat mobil Nao.
"Buruan kunci mobil lo" pinta Adel namun Nao justru terdiam karena Nao tengah merasakan debaran aneh saat Adel menggenggamnya dengan erat. Padahal cuma sebentar.
Adel melepaskan genggamannya lalu menyodorkan salah satu tangannya "Nao, kunci lo"
"Ha? Apa?" ucap Nao yang ternyata ia masih belum sadar.
Adel menghela nafas kesal. Ia kemudian merogoh saku baju Nao karena ia tadi sempat mendapati Nao memasukkan kunci mobilnya "Sorry"
Dengan cepat Adel membuka pintu mobil dan keduanya segera masuk guna menghindari kerumunan kamera di depan gedung les Adel.
"Buruan pergi" pinta Adel dan Nao langsung menyalakan mobilnya dan melajukannya dengan cukup kencang.
***
TBC
__ADS_1