Canda Kita

Canda Kita
Perhatian Nao?


__ADS_3

Jam istirahat tiba. Seperti biasa Nao akan ke kelas Andi yang tentu saja bersama dengan Kevin dan Malvin.


Kevin berjalan sembari bernyanyi "Cielah mau jemput tunangan"


Nao menatap datar pada Kevin "Berisik lo, biasanya juga ke kelas Andi"


Kevin terkekeh "Alibi doang ke kelas Andi sebenarnya mah mau modus"


"Modus ke tunangan sendiri mah nggak dosa" Malvin ikut menimpali.


Kevin menggaruk samping kepalanya yang tidak gatal "Benar juga ya"


Malvin menghela nafas "Hedehh"


Ketiga pria tampan itu tiba di depan kelas Andi. Andi bergegas berjalan keluar kelas begitu melihat sahabatnya sudah menunggu.


"Masih di dalam?" tanya Nao kemudian.


Kevin berbisik pada Malvin "Nanyain tunangannya"


Malvin hanya menoleh dan menatap datar pada Kevin sebagai jawabannya.


"Adel?" Andi memastikan pertanyaan Nao dan diangguki Nao.


"Masih. Mau diajak sekalian?" sambung Andi.


Nao mengintip ke dalam kelas dan terlihat Adel tengah mengobrol dan bercanda dengan Dita.


"Atau mau gue panggilin?" kali ini Andi menawarkan bantuan.


Nao menggelengkan kepalanya "Nggak usah, yaudah ayo ke kantin aja"


Kevin terheran melihat Nao yang justru tidak mengajak Adel untuk ke kantin bersama. Belum sempat dirinya berkata, Nao sudah memimpin mereka untuk ke kantin.


Sementara itu di kelas Adel.


Adel menaruh bungkus berisi kerpik kentang "Eh, gue ke toilet bentar ya"


"Gue temenin yah" sahut Dita.


Adel memasukkan ponselnya ke dalam saku "Nggak usah, nggak papa kok Dit"

__ADS_1


"Beneran? Lo nggak takut sama fansnya Nao?" tanya Dita memastikan.


Adel menyengir "Em, masih takut sih, tapi toiletnya dekat kok. Duluan yah, udah kebelet"


Adel buru-buru meninggalkan kelasnya seorang diri tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya di luar kelas.


Sampainya di toilet, tidak ditemukan siswi lain ataupun penggemar Nao. Adel merasa lega akan hal itu karena dirinya tak perlu berurusan dengan mereka.


Usai selesai dengan urusan alamnya, Adel kembali berjalan menuju kelasnya. Dalam perjalanan ke kelas, seseorang menghentikan langkah kaki Adel dengan menggenggam salah satu lengannya.


Adel mendongakkan kepalanya. Rupanya itu Edgar.


"Jadi benar kalau lo sama dia?" ucap Edgar kemudian.


Adel memiringkan kepalanya "Edgar, maksud lo apaan?"


Edgar melepas genggamannya "Kenapa dari sekian banyak cowok, orang itu adalah Nao?"


Edgar berdecih "Mana gue dengar lo tunangannya"


"Del, gue bakal dukung lo sama cowok manapun yang lo pilih. Tapi kalau orang itu Nao, gue nggak rela lo sama dia" ucap Edgar panjang lebar.


"Sorry, gue nggak ngerti apa yang lo maksud" Adel berjalan meninggalkan Edgar.


Adel pikir Edgar sedang melantur. Ucapannya membuat dirinya bingung dan tidak mengerti.


"Dia kenapa sih? Aneh" gumam Adel lirih dalam perjalannya menuju kelas.


Sementara itu, Dita tengah berdiri di samping pintu masuk kelas menunggu Adel. Rupanya ia khawatir dengan Adel.


Dita merasa lega begitu melihat Adel dari jarak pandangnya.


"Kok lo lama sih? Gue khawatir tahu, takut lo kenapa-kenapa" ucap Dita saat Adel tiba di depannya.


"Gue nggak papa kok, tadi di jalan ketemu Edgar bentar" jelas Adel.


"Syukurlah kalau lo nggak papa, gue kira lo diapa-apain sama fansnya Nao" sahut Dita.


"Enggak Dit, enggak" Adel kemudian mengajak Dita untuk masuk ke dalam kelas.


Dita sibuk memainkan ponselnya. Sementara Adel tengah meminum sekotak susu rasa strawberry.

__ADS_1


"Dit, lo kenal Edgar udah lama kan?" tanya Adel tiba-tiba.


Dita menjawab dengan pndangannya fokus pada ponsel "Em, dari kecil sih. Ya karena rumah kita dekat aja"


"Lo tahu enggak kalau dia ada masalah apa gitu sama Nao?" tanya Adel lagi.


Dita menaruh ponselnya dan menghadap Adel "Oh itu, ada"


"Beneran ada? Ceritain ke gue dong" pinta Adel. Ia penasaran kenapa Edgar tadi mengatakan hal yang membuatnya bingung.


"Jadi mereka tuh dulu.." penjelasan Dita harus terpotong saat seorang pangeran SMA Helius memasuki kelas dan membuat teman sekelas Adel, terutama kaum hawa, terdengar heboh hingga membuat Adel dan Dita menoleh ke arah pintu.


"Cie Adel disamperin tunangannya" celetuk Dita justru mengganti topik pembicaraan.


Adel menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya saat melihat Nao yang terang-terangan mendekatinya "Ngapain sih dia ke sini? Gue kan malu"


Dita berdiri dari tempat duduknya guna mempersilakan Nao untuk duduk di samping Adel.


"Thanks ya" ucap Nao pada Dita dan dibalas senyuman oleh Dita.


Nao terkekeh melihat tingkah Adel "Ngapain ditutupin? Gue sudah tahu kalau itu lo"


Adel perlahan menurunkan tangannya "Lo ngapain ke sini? Bukan berarti rahasianya udah kesebar terus lo bisa seenaknya gini nyamperin gue, malu tahu dilihatin"


Nao kembali terkekeh mendengar jawaban Adel. Ia kemudian menyodorkan plastik berisi camilan pada Adel "Buat lo"


Adel menunjuk dirinya "Gue?"


Nao hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Bentar deh, lo kayak gini karena sudah banyak orang yang tahu apa beneran perhatian sama gue?" tanya Adel.


Nao menghela nafas "Terserah lo mau anggap apaan"


Nao berdiri dan tak lupa ia mengacak kasar pucuk kepala Adel "Gue balik kelas dulu"


Adel menatap heran kepergian Nao yang perlahan menjauh dari pandangannya. Tentu saja desiran aneh itu tak lupa mampir ya.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2