Canda Kita

Canda Kita
Pulang Duluan


__ADS_3

Sekembalinya Adel ke dalam kamar, terlihat Dita masih saja menonton acara dari idola favoritnya. Adel kemudian duduk di samping Dita.


"Eh tadi ada telepon dari bokap lo" ucap Dita kemudian.


"Tadi gue jawab, habisnya sampai beberapa kali" sambungnya.


"Terus papa gue bilang apa?" tanya Adel.


"Katanya suruh telepon balik kalau lo sudah kembali dari dapur" jawab Dita.


Adel lalu menyambar ponselnya. Ia berjalan menuju balkon seraya menelepon papanya. Dalam dering pertama, sang papa langsung menjawabnya.


"Halo sayang"


"Halo pa, kata Dita papa tadi telepon ya? Ada apa pa?"


"Iya nak, tadi papa telepon. Besok kamu masih ada acara di sana?"


"Masih pa, kenapa?"


"Kamu sama Nao bisa pulang lebih dulu?"


Adel mengaruk belakang kepalanya. Ia bingung kenapa papanya meminta ia pulang lebih dulu. Dan lagi, bagaimana caranya mereka pulang duluan jika hanya ada satu mobil di sana.


"Emang ada apa pa?"


"Ada seseorang yang harus kalian temui"


Adel berpikir "Seseorang? Siapa pa?"


Diseberang sana terdengar suara Hendra sedang terkekeh kecil "Makanya papa suruh kalian pulang duluan"


"Em, Adel bilang Nao dulu pa"


"Tidak perlu, baru saja papa bertelepon dengannya. Palingan sebentar lagi dia bakal mengetuk pintu kamarmu"


Dan benar saja ucapan Hendra. Suara ketukan pintu terdengar. Dita yang jaraknya lebih dekat dari pintu, membukakan pintu itu dan memperlihatkan Nao di sana.


Nao celingukan menatap ke dalam kamar "Mana Adel?"


Dita menunjuk balkon dengan ekor matanya "Tuh di balkon"


Nao buru-buru masuk ke dalam kamar dan menuju ke balkon, tempat Adel berada. Bersamaan dengan itu, sambungan telepon Adel dan papanya juga terputus.

__ADS_1


"Del" panggil Nao.


Adel hanya menoleh tanpa adanya ekspresi di wajahnya.


Nao mendekati Adel "Papa barusan telepon kalau besok kita harus pulang"


"Terus pulangnya gimana? Kan mobilnya cuma ada satu, sewa mobil juga sepertinya susah" sahut Adel.


"Bentar, aku tanya Malvin" Nao kemudian merogoh ponselnya di dalam saku dan menelepon Malvin.


Seperti ucapan Adel, Malvin pun juga berkata kalau menyewa mobil di sini memang susah.


Adel hanya menatap Nao yang masih bercakap-cakap dengan Malvin melalui telepon.


Terdengar kalau Nao masih meminta saran dari Malvin, hingga akhirnya sambungan telepon itu Nao matikan.


Nao kemudian menghela nafas "Besok pakai motor nggak papa?"


"Motor? Motornya siapa?" tanya Adel bingung, karena semenjak datang ia tak pernah melihat kendaraan lain selain mobil yang mereka tumpangi.


"Penjaga vilanya Malvin, benar kata kamu kalau mau sewa mobil susah" jawab Nao.


Adel menganggukkan kepalanya pelan "Nggak papa sih, yang penting kan bisa pulang"


Adel hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis. Nao kemudian berpamitan. Adel terlihat bingung dengan menatap punggung pria itu yang semakin jauh dari tatapannya. Kenapa Nao berterima kasih padanya? Nao berterima kasih untuk apa? Pertanyaan itulah yang terlintas di pikiran Adel.


***


Paginya. Adel sudah selesai bersiap. Ia hanya membawa tas kecil dan menitipkan barang bawaan yang lainnya pada Dita.


Motorpun sudah siap di depan vila karena semalam, Malvin langsung menghubungi penjaga vilanya.


Adel menapaki tangga turun bersamaan dengan Dita. Sedangkan yang lainnya sudah di teras bersama Nao.


"Yah, jadi sepi deh" keluh Kevin saat Adel dan Dita datang bergabung.


"Sorry ya guys, gue sama Adel harus pulang duluan. Kalian have fun ya" ucap Nao.


"Hati-hati ya, nanti kabarin kita-kita kalau sudah sampai" timpal Malvin. Adel dan Nao menganggukkan kepalanya.


"Titip tas yah" sambung Adel.


"Aman Del" Andi tersenyum sekilas.

__ADS_1


Adel dan Nao kemudian menaiki motor itu. Motor matic milik penjaga vilanya Malvin.


Adel melambaikan tangan. Setelahnya Nao langsung melajukan motor itu. Tak lupa Adel langsung berpegangan pada Nao. Ia peluk Nao dari belakang. Hal itu membut kedunya tetap hangat ditengah udara dingin sepanjang perjalanan pegunungan itu.


Selama perjalanan, tak lupa Nao terkadang menggenggam tangan Adel. Senyum bahagia tak henti-hentinya terumbar dari keduanya. Mereka benar-benar sudah jatuh cinta.


Ditambah lagi waktu kebersamaan mereka tidak banyak sebelum mereka terpisah akan jarak. Oleh karenanya sebisa mungkin mereka memanfaatkan waktu yang tersisa.


Nao menghentikan motornya saat berada di lampu merah "Capek nggak?"


"Dikit"


Nao kembali mengelus tangan Adel sekilas "Sabar ya sayang, sebentar lagi sampai kok"


Adel hanya menganggukkan kepalanya. Dan selang beberapa menit, mereka tiba di pelataran rumah Adel.


Bersamaan dengan itu, Hendra dan seorang pria keluar bersamaan dari pintu utama. Sepertinya mereka mendengar suara motor itu.


Adel langsung berlari memeluk pria itu "Kak Glen"


Ternyata pria itu adalah kakaknya Adel, Glen namanya. Pelukan sang adik ia sambut dengan senang hati.


"Kak Glen kapan sampai?" tanya Adel saat melepas pelukannya.


"Semalam, adik kakak sudah besar ya, bentar lagi mau tunangan" Glen menepuk pucuk kepala Adel.


Adel tersipu malu dengan menundukkan kepalanya "Kakak apaan sih, kan aku malu"


Glen terkekeh kecil "Kenapa malu, kakak sudah tahu dari lama kalau kalian mau dijodohin dan kakak setuju sama keputusan papa"


Glen beralih menatap Nao. Ia tersenyum ramah pada Nao membuat Nao refleks mendekat dan hendak bersalaman dengan Glen. Entahlah dirinya tiba-tiba saja menjadi tegang karena ini pertama kalinya ia bertemu sang kakak ipar.


Uluran tangan Nao disambut baik oleh Glen. Ia justru langsung memeluk Nao sekilas "Hai Nao, finally aku bisa bertemu denganmu"


Nao hanya bisa tersenyum kaku "Halo kak"


Glen terkekeh "Nggak usah tegang, aku tidak akan apa-apain kamu atau ngetes kamu kok. Yang penting kamu jaga adikku baik-baik, buat dia bahagia dan jangan sampai membuatnya menangis"


Nao kembali tersenyum kaku. Petuah seorang kakak ipar pada akhirnya ia dengar.


"Ayo, masuk dulu, lanjut bincang-bincangnya di dalam saja. Kalian berdua pasti lelah" beritahu Hendra mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Sesuai usul sang papa, mereka masuk ke dalam rumah dan melanjutkan obrolan mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2