
"Aku tidak setuju jika pernikahan itu dilakukan besok," ucap Liana dalam hati seraya menatap pria disampingnya berharap pria itu mendengar isi hatinya.
"Tenang sayang, Aku tetap menunggumu hingga kau menyelesaikan S2 mu. Aku sedang meredakan hati Ayahmu saat ini. Kau tak perhatikan raut muka mereka sebelumnya?" bisik Tuan D ditelinga Liana.
"Jadi ini kekasih Liana?" gumam Rey dengan tatapan sinis.
Sementara Yuan Ye kembali tersenyum dan mendekati Tuan D.
"Saya sangat senang jika Tuan ingin menikah dengan Liana esok, kita bisa membahasnya setelah acara ini," ucap Yuan Ye.
"Tapi sayang, seharusnya yang menikah duluan itu Arin," bisik Raline sang Istri.
"Sudah kau diam saja," bisik Yuan Ye pada Raline.
"Ayo Tuan silahkan nikmati hidangan yang kami sajikan," ucap Yuan Ye dan menyuruh Liana untuk mengajaknya makan dengan isyarat mata.
Liana dan Tuan D pergi meninggalkan Ayahnya, sementara Tuan D terkekeh kecil.
"Apa yang Tuan tertawakan?" Tanya Liana.
"Tuan lagi? Sayang," ujar Tuan D dengan penekanan.
"Haha Aku belum terbiasa berkata sayang, terlebih ketika tahu umurmu jauh lebih tua dari ku hehe," ucap Liana bercanda.
"Jadi kau menganggap ku Tua Bangka?"
"Bukan aku yang bilang hehe," Liana tertawa geli.
"Sayang, kau mau makan apa?" Tanya Liana seraya memperhatikan menu makanan di meja besar itu.
"Aku mau makan kamu saja,"
"Makan saja kalau bisa," tantang Liana yang tahu betul kekasihnya itu tak akan pernah bisa menyakitinya.
"Kau mengaku kalah, huff," ucap Tuan D tertunduk.
Sementara itu, Yuan Ye tengah bersemangat kembali. Ia bahkan telah menyusun rencana pernikahan untuk Liana.
__ADS_1
"Ayah, seharusnya Aku yang menikah duluan bukan Liana," ujar Arin.
"Kau ingin menikah? Menikah saja dengannya," Ucap Rey dengan kesal.
"Tidak masalah bukan jika Liana ingin menikah duluan?" Tanya Yuan Ye
"Dan juga Rey sudah menghabiskan banyak uang untuk pertunangan mu ini, dan kau ingin pernikahan secepatnya? Kenapa tidak sekalian saja menikah, jadi tidak usah ada pertunangan," timpal Yuan.
"Maaf Om, untuk saat ini saya hanya bisa melakukan acara tunangan jika harus menikah saya belum siap. Karena masih fokus dengan pekerjaan. Jika kalian menginginkan pernikahan sebelum Liana menikah, maka saya lebih baik mundur," ucap Rey yang sebenarnya belum siap menikahi Arin. Dia sendiri tidak tahu kenapa, apakah hanya karena hasrat saja dan tidak ada cinta terhadap wanita itu.
Hubungan Arin dan Rey terbilang sudah jauh, bahkan mereka telah melakukan hubungan badan yang di luar batas. Ayah dan Ibunya sendiri tidak tahu akan perilaku Arin. Berbeda ketika Rey berpacaran dengan Liana. Dia masih bersih suci, berciuman bibir pun tak pernah ia lakukan karena Liana selalu menolaknya.
Pesta telah usai, para jamuan telah pulang meninggalkan gedung. Kini tinggal keluarga Arin dan keluarga besar Rey yang masih berada disana. Mereka berkumpul di ruangan yang telah di sediakan khusus untuk keluarga..
"Terimakasih atas pesta yang kalian buat, sangat meriah. Bahkan Saya tidak menyangka jika Tuan Besar D juga ikut hadir ditengah acara ini," ucap Ayah Rey yang juga mengenal Tuan D, Presdir muda yang sukses.
"Iya Saya juga mengucapkan terimakasih terhadap keluarga Anda, dan bersyukur acara ini berlangsung dengan baik. Sebenarnya Tuan D ini, kekasih putri saya yang ke dua," ucap Yuan Ye setengah membocorkan.
"Wah hebat sekali, anda sebentar lagi akan mendapatkan menantu yang hebat," puji Ayah Rey.
Semuanya menatap tidak senang dengan yang dilakukan Yuan Ye, terlalu membesarkan. Jika saja mereka tahu jika Tuan D adalah Drakula. Mungkin sikap mereka tidak akan sebaik itu. Liana menjadi takut, jika yang diharapkan Ayahnya tidak akan pernah terjadi. Apakah ia masih akan menyetujui jika tahu kebenaran Tuan D adalah Drakula?
"Trivia, bagaimana keadaanmu?" Tanya Liana dari telepon.
"Aku baik-baik saja meski ada hal buruk semalam," ucap Tri yang kemudian terdiam. Ia malu harus mengatakannya dan juga sungkan jika harus dari telepon.
"Maaf aku belum bisa ke sana pagi tadi, karena ini hari pertunangan Kak Arin. Tapi setelah ini aku akan ke sana," ucap Liana.
"Kamu masih mau menemui ku?" Tanya Tri ragu
"Tentu saja, kita ini sahabat selamanya," seru Liana yang kemudian mendengar suara orang menangis.
"Tri ada apa? Jangan menangis, kau membuatku sedih," tanya Liana.
"Aku...Aku ...hiks...., maaf Lian," ucap Tri yang tak bisa meneruskan kata-katanya.
"Aku mengerti, tunggulah sebentar lagi aku kesana," ucap Liana kemudian mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Liana masuk kembali dan bersiap untuk pergi saat itu juga.
"Ayah, Ibu, Kak Arin, Kak.. Rey, dan Om Tante, Liana pamit undur diri karena ada urusan lainnya," pamit Liana yang sedikit kaku saat memanggil nama Rey dengan sebutan Kak.
"Mau kemana Liana?" Tanya Yuan Ye
Tuan D menangkap maksud Liana kemudian ia beranjak dari duduknya dan membuka suara untuk Liana.
"Saya ingin mengajak Liana menemui orang tua Saya," jawab Tuan D berbohong.
"Hah..i-iya Ayah, Aku mau ke rumahnya," ucap Liana seraya menunjuk Tuan D. Ia sedikit ragu mengikuti pria untuk berbohong. Tapi tak ada cara lain, Liana takut jika Ayahnya masih marah dengan keluarga Trivia.
"Wah sudah sejauh itu hubungan kalian, ya sudah silahkan, hati-hati Nak Liana," ujar Ibu Rey dengan senyum.
"Baiklah kalau begitu, sampaikan salam ku untuk mereka ya," sahut Yuan Ye dengan senyum bangga.
Mereka berdua keluar dari gedung, Liana menatap ke arah Tuan D.
"Terimakasih ya telah membantuku berbicara,"
"Kau akan aman di sisiku dan mereka tak akan berani menyakitimu lagi,"
Meskipun Tuan D pria kaya namun sifatnya tidak ingin dimanjakan. Ia masih mau berjalan ke tempat mobilnya yang terparkir di ujung parkiran.
Setelah sampai pria itu membukakan pintu untuk Liana. Liana masuk dan tertawa geli, pasalnya dia tidak pernah diperlakukan romantis seperti itu. Tuan D kemudian berlari kecil dan menuju ke kursi kemudi.
"Maaf ya harus berjalan panjang, Aku bisa saja membawa mu terbang tapi apa kata orang nanti, hehe," ucap Tuan D
"Kalau Aku sih cuek, karena aku gak kenal mereka," jawab Liana
"Tapi mereka mengenali ku,"
"Wah Tuan kau terlalu percaya diri, buktinya Aku tidak mengenalimu saat pertama kali kita bertemu,"
"Iya juga ya, atau mungkin kamu saja yang tidak pernah melihat berita," balas Tuan D.
"Ah aku kalah, iya aku mengaku jika aku tidak pernah melihat berita hehe,"
__ADS_1
Selama perjalanan mereka tertawa, Liana mulai nyaman bersama Pria Drakula yang kini berada disampingnya.