
Malam semakin mencekam, para drakula jahat kembali berdatangan. Begitupun Tuan D yang terbangun dari tidurnya. Raut wajahnya terlihat sembab, kantung matanya terlihat mengendur dan menghitam. Rambutnya berantakan lebih terlihat kumal. Matanya memerah tak ada kehidupan yang tergambar dari wajah tampan itu.
Jiwanya menjadi kosong dan dingin. Ia mendengar sebuah teriakan melengking dari kamar Lee. Pria itu masih betah berada dirumah Lee. Ia keluar dan melayang tinggi. Menghirup kekuatan bulan menghirup aroma darah segar yang tak bisa ia tahan.
Tuan D pangeran drakula itu menunjukkan sosoknya yang mengerikan. Ia merentangkan tangannya, melayang berputar seraya menutup mata dan menghirup dalam udara. Ia mulai mengumpulkan kekuatan yang telah lama ia simpan didalam dirinya.
Swoooooshhhh
Sebuah angin kencang berhembus, langit malam itu menghitam hingga tak terlihat bulan dan bintang yang menerangi malam itu. Gemuruh petir terdengar kencang. Semua melihat ke atas langit yang menghitam itu. Mereka melihat Tuan D yang masih melayang dengan tangan yang direntangkan.
Beberapa ketakutan lalu masuk kedalam rumah mereka. Angin semakin kencang berhembus. Menerpa genting-genting yang hampir terangkat. Jendela yang terbuka sampai tertutup sendiri, mengeluarkan bunyi Jedar jedur. Seakan-akan alam ikut marah, alam kecewa dan alam sedih. Tuan D lah yang kecewa, ia sedih. Setelah itu ia mengeluarkan sebuah asap hitam kemudian asap merah yang keluar dari dalam tubuhnya.
Direntangkan tangannya keatas hingga keluar cahaya berwarna merah.
Jedaaaarr
Cahaya itu keluar bersamaan dengan bunyi petir. Kemudian drakula jahat itu mendesis, dan mengerang kesakitan. Ia tak berani lagi melanjutkan terornya. Beberapa memilih kabur namun percuma mereka kabur, Tuan D telah menyerap semua jiwa mereka. Drakula jahat yang bukan pengikut Tuan D maupun Ratu Bella, tubuhnya sedang melayang dan terangkat keatas.
Scraaaatzzzz
Jiwa dan tubuh drakula jahat yang ada di bumi secara bersamaan lenyap begitu saja dan meninggalkan asap dan debu. Tak hanya drakula yang berada di Bukares saja melainkan seluruhnya yang ada di bumi. Sementara di sisi lain Ratu Bella meminta Tuan D menghentikan perbuatannya melalui telepatinya. Karena itu akan merusak tubuh Tuan D. Namun perkataan Ratu Bella tak hiraukan.
Bahkan Kakek Ye merasakan kekuatan besar yang baru saja keluar, namun ia tidak tahu itu apa. Kakek Ye keluar dari rumah untuk melihatnya. Namun di cegah Nenek Anie.
"Aku harus memastikannya," ucap Kakek Ye
"Itu hanya guntur yang mengeluarkan kilat," ucap Nenek Anie
"Tidak sayang, ini seperti saat itu. Saat drakula mengambil Alexandra. Aku ingin tahu apakah Alexandra kembali," ucap Kakek Ye yang masih mengharapkan Alexandra kembali.
__ADS_1
"Tolong, dengarkan aku. Diluar angin kencang, dan sebentar lagi akan turun hujan," ucap Nenek Anie
"Aku suamimu, tolong jangan cegah keinginanku," ucap Kakek Ye yang kemudian berjalan pelan keluar
Sementara Tuan D yang sudah musnahkan semua drakula jahat itu mengeluarkan darah segar berwarna merah hitam dari dalam mulutnya. Ia pun jatuh, Lee yang baru saja tiba disana melihat Tuan D dan menangkap pangerannya sebelum ia jatuh ketanah.
Hap
"Tuan...! Kau terluka parah, aku akan membawamu ke mansion Ratu Bella.
"Aku ingin pulang ke kastil ku, kembali ke Transylvania," ucap Tuan D dengan lirihnya.
Seketika langit hitam yang menutup bulan dan bintang, kembali cerah. Tak berapa lama Ratu Bella datang.
"D.... aku sudah bilang hentikan tingkah bodohmu," ucap Ratu Bella.
"Bawa dia pulang Lee," ucap Ratu Bella
"Pangeran ingin pulang ke kastilnya di Transylvania," ucap Lee
"Baiklah kita kesana," ucap Ratu Bella yang membawa Lee ke kastil Ratu Bella.
Ia juga membawa seluruh pengikutnya, Nenek Mary kecuali Martin yang tetap tak ingin meninggalkan Bukares.
Tak berapa lama mereka sudah masuk ke dalam Kastil. Ratu Bella mengarahkan tangannya ke depan dan secara otomatis pintu gerbang kastil terbuka.
Jedeerr
Mereka disambut beberpa kelelawar yang berterbangan keluar. Tempat yang tak ingin Ratu Bella lihat. Sudah sekian lama mereka meninggalkannya, Kastil itu masih terlihat sama persis seperti terakhir kali mereka meninggalkan kastilnya. Banyak pilar dan dinding yang retak, serpihan batu dan kerikil yang berserakan di lantai. Sarang laba-laba juga tak mau kalah, ia turut serta menghiasi kastil yang begitu besar.
__ADS_1
Ratu Bella terus berjalan ke halaman belakang diikuti Lee yang kuat seorang diri membawa Tuan D yang pingsan.
"Rebahkan anakku di tanah ini," perintah Ratu Bella
"Hah?" Tanya Lee tak mengerti.
"Tanah Transylvania, tanah kelahirannya. Ia harus terkubur didalam tanah selama beberapa jam. Untuk menyembuhkan tubuhnya yang terluka parah," ucap Ratu Bella
Nenek Mary dan pengikutnya juga sudah hadir disana, mereka mengelilingi halaman itu.
"Bella," sapa Nenek Mary kemudian mendekati Bella. Bella yang sedari tadi menahan nangis akhirnya mengalirkan air matanya. Ratu Bella menangis di pelukan ibu mertuanya.
Kemudian Lee melakukan perintah Ratu Bella dengan segera meskipun banyak pertanyaan di hatinya. Ia membaringkan Tuan D diatas tanah. Ratu Bella melepaskan pelukannya dan menghentikan tangisannya. Ia menyeka air matanya dan mencoba untuk tegar. Setelah itu Ratu Bella menguburnya di bawah tanah dengan kekuatannya.
Tanah terangkat dan menutupi seluruh tubuh Tuan D dan membentuk gundukan besar, tak berapa lama tumbuh tumbuhan menjalar mengitarinya.
"Kenapa Ratu Bella menangis? Apakah Tuan D mati? Tuan D di kubur selamanya?" batin Lee
Ratu Bella melirik tajam ke arah Lee, pengikutnya yang cerewet tetapi sangat setia dengan Tuannya. Lirikan itu membuat Lee takut, ia pun tak berani berpikiran macam-macam.
Setelah itu Ratu Bella, Nenek Mary dan Pengikutnya berlutut seraya memegang tanah berumput itu dan menyalurkan kekuatan mistis mereka semua. Untuk membangkitkan lagi energi Tuan D yang habis terkuras.
Ratu Bella menangis bukan karena Tuan D mati, melainkan hatinya sangat lembut hingga jika ia melihat anaknya terluka parah hatinya ikut menangis. Tuan D mewarisi kelembutan hati Ibunya, Ratu Bella.
Lee juga mengikuti pergerakan mereka, dengan berlutut dan memegang tanah Transylvania. Ia sendiri tidak tahu caranya tetapi ia merasakan energinya seperti sedang dihisap sesuatu dari bawah tanah itu.
Terlihat ada cahaya yang menembus dari bawah tanah mengelilingi tempat Tuan D dikubur dibawahnya. Sepertinya kekuatan magis sedang bekerja dibawah secara mistis.
"Jika manusia tahu apa yang Tuan D lakukan untuk mereka, aku yakin mereka akan merestui, namun aku tak mengerti tentang perjanjian mistis? Siapa yang membuatnya? Apakah perjanjian itu terbentuk dengan sendirinya secara magis atau ada seseorang terdahulu yang berjanji dengan bangsa drakula untuk tidak bersatu? Lalu bagaimana cara mematahkannya? Bisakah hal itu terpatahkan? Dan apakah yang terjadi jika perjanjian itu dilanggar? Aku akan sekuat tenaga membantu Pangeran D, meskipun harus mempertaruhkan nyawaku," Batin Lee dengan seribu gudang pertanyaan dalam benaknya dan diakhir akan janjinya untuk pangeran Drakula itu.
__ADS_1