
Ratu Bella menghentikan waktu. Semua yang terlempar melayang ke udara. Setelah itu Ratu Bella menjalankan waktunya lagi. Barang itu pun terjatuh kebawah. Mereka tidak menghormati Ratu Bella dan wanita itu mengubah kata Saya menjadi Aku.
"Aku memang drakula, tapi aku tidak jahat. Apa kalian melihat dengan mata kepala kalian jika aku memperlakukan kalian dengan jahat? Selama ini kalian bekerja di perusahaan ini. Apakah ada yang melihat aku, Tuan D, Nyonya Mary mencelakai kalian?! Tidak!! Bahkan anakku Tuan D, rela mengorbankan jiwanya demi memusnahkan teror dari drakula jahat yang mengancam nyawa kalian semua. Aku bisa saja menghabisi kalian saat ini, menyedot semua darah kalian. Tapi aku dan bangsaku tidak akan melakukan itu. Kami masih memiliki hati. Kami dari bangsa drakula tetapi kami ingin bersahabat dengan kalian. Kalian tidak percaya? akan ku putar dimensi waktu untuk kalian!" Ucap Ratu Bella membela dirinya sendiri dan keluarganya serta pengikutnya. Ia menangis tetapi juga menahannya dan berusaha tegar dan bijak diwaktu yang bersamaan.
Ratu Bella memutar dimensi waktu pada saat Ratu Bella dan pengikutnya ikut membela manusia, menghentikan teror drakula jahat yang menyerang mereka.
"Aku mengungkapkan siapa jati diriku, karena saat ini aku butuh dukungan kalian. Anakku sangat mencintai Liana yang hanya seorang manusia. Mereka saling mencintai. Tetapi mereka tidak bisa bersatu kecuali Liana harus berubah menjadi seperti dari kami. Anakku tidak mau melakukan itu, ia tetap akan menikahi Liana sebagai manusia. Mereka tidak bisa bersatu karena adanya perjanjian mistis yang melarang jika manusia dan drakula menikah. Maka bangsa kami akan musnah," ungkap Ratu Bella yang masih menghentikan waktu agar manusia itu tidak bergerak. Tetapi mereka masih dapat mendengar apa yang Ratu Bella jelaskan.
"Hiks....hiks....Aku hanya ingin menghapus perjanjian mistis itu. Agar anakku, Tuan D, Bos yang kalian hormati, Klien yang kalian anggap penting dapat melanjutkan kisah cintanya dengan menikahi Liana seorang manusia biasa. Hiks...," Ratu Bella tak kuasa menahan Isak tangisnya.
Kemudian ia keluar dari mimbar dan berjalan kedepan. Ratu Bella bahkan berlutut demi menghormati manusia yang memiliki ego tinggi.
"Apakah aku harus berlutut dihadapan kalian semua, menanggalkan status ku sebagai Ratu Drakula, dan kalian dengan puas melempariku dengan barang-barang berat dan tajam. Lalu siapa disini yang egois dan jahat?" Ratu Bella tetap berdiri dia tidak berlutut kecuali manusia itu menyuruhnya berlutut. Ratu Bella masih menjaga statusnya sebagai Ratu.
"Aku meminta dengan cara baik-baik, untuk menghapus perjanjian mistis itu. Aku membutuhkan setetes hanya setetes darah kalian saja setidaknya 100 tetes dari manusia yang berbeda dan restui hubungan percintaan anakku dengan kekasihnya. Jika kalian keberatan tak apa-apa aku tidak memaksa, hanya saja jangan perlakukan kami dengan jahat. Kami juga mempunyai hati, itu saja yang ingin ku katakan. Setelah ini aku siap menerima apapun keputusan dan perlakuan kalian," ucap Ratu Bella yang sudah mengering air matanya.
Ratu Bella menghentikan dimensi waktu, dan memutar kembali waktu yang ia hentikan. Saat ini manusia-manusia yang berada didepannya dapat bergerak kembali. Ratu Bella memejamkan matanya siap menerima jika mereka masih tetap memperlakukan Ratu Bella seperti tadi.
Namun keadaan menjadi hening. Semuanya diam tak berani berkata, lalu Yuan Ye maju ke depan bersama istri dan dua keponakannya dengan lantang ia menyerukan isi hatinya.
"Nyonya Bella, yang saya hormati sebagai klien terpenting saya. Saya tidak menyangka jika kalian ternyata dari bangsa drakula, tetapi saya dan keluarga saya menyetujui hubungan Tuan D dengan Liana. Ayo hapuskan perjanjian mistis itu. Ku persembahkan setetes darahku untuk penghapusan perjanjian," ucap Yuan Ye
Ratu Bella membuka matanya, ia tak menyangka jika keluarga Liana merestui hubungan mereka. Namun kakek Ye dan Nenek Anie masih belum menampakkan dirinya.
__ADS_1
Tak berapa lama beberapa orang dibelakang juga maju ke depan dan bersuara mendukung hubungan Bosnya yang ternyata seorang pangeran drakula agar untuk bisa menikah dengan Liana yang seorang manusia.
Hubungan terlarang itu biarlah mereka berdua yang menanggung, selebihnya orang sekeliling hanya bisa mendukung. Ratu Bella tersenyum lebar seraya menitikkan air matanya. Ia membutuhkan 100 tetes darah dari manusia yang berbeda dan 100 tetes darah dari drakula yang berbeda.
98 tetes darah yang sudah mengumpul dalam bejana berukuran kecil yang berada diatas meja yang diletakkan ditengah aula.
Dua tetes darah lagi yang ia butuhkan. Namun raut wajah Ratu Bella masih nampak bersedih. Pasalnya perjanjian itu juga harus di mantrai oleh seorang penyihir.
Ratu Bella tertunduk lemah menunggu kehadiran Kakek ye dan Nenek Anie. Tiba-tiba suara langkah berat dan lamban datang menggema di aula yang sudah berkurang penghuninya, karena banyak juga diantara mereka yang tidak ingin memberikan darahnya meskipun mereka tetap merestui hubungan Tuan D dan Liana.
Kakek Ye dan Nenek Anie datang pada akhirnya. Tersimpul senyum yang lebar dari raut wajah Ratu Bella yang sedari tadi mendatar.
"Tuan Ye dan Nyonya Anie, hiks...kalian kemari untuk merestui hubungan anakku dengan Liana kan?" Tanya Ratu Bella seraya menangis kecil.Dan dijawab Nenek Anie dengan menganggukan kepalanya pelan.
"Aku ingin melihat cucu ku bahagia. Ayo kita lakukan percampuran darah ini dan hapus perjanjian itu," ucap Kakek Ye dengan mantap.
Sontak semua mata manusia yang berada disana menyaksikan penghapusan perjanjian mistis dengan mata kepala mereka sendiri. Kekuatan cinta akan mengalahkan ego manusia.
Cetaaaaarrr
Bersamaan dengan cahaya yang berkilau datang sebuah angin sepoi padahal aula saat itu tertutup rapat. Lalu dari mana datangnya angin? Namanya juga mistis.
Perjanjian Mistis telah terhapus. Manusia dan drakula dapat saling mencintai dan menikah. Liana dan Arin datang ke aula. Mereka datang terlambat saat semuanya sudah selesai.
__ADS_1
Ratu Bella dengan senang hati menyambut calon menantunya. Ia memeluknya dan berkata.
"Aku dan mereka berjuang untuk cinta mu dan anakku," ucap Ratu Bella seraya menunjuk keluarga Liana sendiri dan para karyawan Tuan D yang masih berada disana untuk merestui cinta mereka.
Liana memeluk Ratu Bella seraya mengucapkan, "Terimakasih, Ratu Bella,"
"Kau masih memanggilku Ratu Bella? Panggil Aku dengan sebutan Ibu," ujar Ratu Bella.
"Ibu... hiks... Terimakasih bu, aku sayang ibu," ucap Liana masih memeluk.
Kemudian ia memeluk Kakek Ye serta Neneknya dengan mengucapkan hal yang sama.
"Kakek, Nenek terimakasih,"
"Aku ingin kau bahagia, berbahagialah," ujar Kakek Ye
Liana juga melakukan hal yang sama pada keluarganya yang lain lalu ia mencari-cari sosok Tuan D.
"Dimana pangeran D?" Tanya Liana.
"Dia di tanah kelahirannya, saat ini ia sedang tidur panjang, kau mau membangunkannya?" ucap Ratu Bella tersenyum lebar.
"Tidur panjang? Apa maksudnya?" Tanya Liana
__ADS_1
"Nanti akan ku ceritakan," ucap Ratu Bella
"Untuk semua karyawan ku, klien ku, dan kalian keluarga ku terimakasih, telah merestui hubungan mereka,"