
Keesokannya kakek Ye kembali ke kediaman anaknya Yuan Ye. Ia mendengar aksi teror drakula yang melanda kota.
"Lebih baik mereka tinggal di pedesaan untuk sementara ini, sudah dua kali ini kota terserang," ucap Kakek Ye pada istrinya yang sedang menunggu kedatangan taksi yang dipesan oleh Yuan Ye.
Yuan Ye sendiri cukup takut jika harus keluar rumah, ia sampai tak ingin meninggalkan rumah karena kabar berita mengatakan jika keadaan kota belum aman.
Sementara pagi ini mereka tak berani muncul. Informasi berita mengatakan jika warga sekitar menghindari kegelapan.
"Mana mungkin mereka mau tinggal di rumah kecil kita, lebih baik kita yang kemari dan melindungi mereka," ucap Nenek Anie
"Aku semakin khawatir ketika mendapat kabar dari Liana jika dia tinggal sendirian di rumah sewaannya,'' ucap Kakek Ye
"Gadis itu bisa menjaga dirinya, kau telah membuka kekuatannya kan? Sudahlah tak perlu risau, ingat kesehatan mu. Jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu," ucap Nenek Anie menenangkan Suaminya.
"Aku mau saja tidak memikirkan mereka, tetapi mana bisa? Tetap saja mereka muncul di ingatanku," ujar Kakek Ye
"Ya sudah itu Taksinya sudah datang, setelah ini kau bisa melihat putra dan cucu tersayang mu," ucap Nenek Anie
"Kau ingin ke tempat Liana dulu, aku ingin lihat seperti apa rumah yang ia sewa," ucap Kakek Ye
"Baiklah nanti aku akan katakan pada sopir taksi itu untuk memutar arah," ucap Nenek Anie.
Sepanjang perjalanan Kakek Ye berusaha tenang. Jika terus menerus tak tenang karena memikirkan sesuatu, ia akan menjadi pusing. Itulah yang dikhawatirkan Nenek Anie.
Sesampainya di rumah sewaan Liana, Kakek Ye dan Nenek Anie segera masuk ke halaman rumah dan mengetuk pintunya. Sementara sopir taksi itu menunggu dengan argo yang terus berjalan. Kakek Ye ingin memastikan keadaan cucunya meski bukan cucu kandungnya.
Saat mereka akan mengetuk pintu, Liana membuka pintu rumahnya gadis itu sudah siap untuk berangkat ke kampus. Namun Liana yang melihat Kakek dan Neneknya datang tanpa memberitahu sebelumnya, membuatnya terkejut.
"Kakek, Nenek? Kenapa kalian tidak bilang jika ingin kerumah ku sebelumnya?" Tanya Liana sembari memeluk dan mencium kedua orang tua itu.
"Aku mencemaskan keadaanmu, kau tidak apa-apa kan? Apakah drakula itu meneror rumahmu?" Tanya Kakek Ye
"Tidak kakek, oh ya masuk yuk. Nanti Liana buatkan minuman untuk kalian," ucap Liana seraya menggelengkan kepalanya dan mengajak Kakek serta Neneknya untuk masuk kedalam. Namun mereka menolak lantaran hanya singgah sebentar.
"Tidak perlu sayang, kami ada taksi yang menunggu," tolak Nenek Ye.
"Dan lagi kau juga ingin ke kampus bukan, ayo Kakek antar pakai Taksi," ajak Kakek Ye
__ADS_1
"Ah kakek baik sekali. Baiklah kalau begitu, aku akan mengunci pintu rumah ini dahulu," ucap Liana tersenyum kemudian mengunci pintu rumahnya.
Sementara itu Nenek dan Kakek berjalan menuju taksi mereka. Setelah mengunci pintu rumahnya, Liana menyusul kedua orang tua itu. Dia duduk di depan, disamping sopir taksi, sedangkan Nenek dan Kakek Ye duduk di kursi penumpang.
"Tolong antarkan saya ke kampus yang ada di ujung jalanan ini," ucap Liana pada sopir taksi itu dan dibalas anggukan kepala olehnya.
"Kakek, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan pada Kakek dan Nenek," ucap Liana seraya menoleh pada kakeknya.
"Soal sesuatu yang ada dalam dirimu?" Terka Kakek.
"Iya Kek," jawab Liana.
"Setelah pulang dari kampusmu mampirlah ke rumah ayahmu ya, kita akan bercerita tentang banyak hal," ucap Kakek Ye
"Oke baiklah kek, Aku juga ingin bercerita jika aku sudah mempunyai tunangan. Dan kita akan segera menikah," ucap Liana
"Aku turut bahagia mendengarnya, siapa pasanganmu?" Tanya Kakek Ye
"Terimakasih kek, nanti sore aku akan membawanya kerumah untuk berkenalan dengan kalian," ucap Liana.
"Apakah dia orang yang pernah kau ajak ke rumah sakit saat itu?" Tanya Nenek Anie
"Hemm aku seperti pernah melihatnya, tetapi dimana ya, ahh ingatan ini sudah terlalu tua," ucap Nenek Anie.
"Baiklah nanti sore ajak dia kerumah untuk menemui Kakek," ucap Kakek Ye.
Sesampainya di kampus yang dituju, Liana turun dari mobil taksi dan pamit kepada Kakek dan Neneknya. Lalu berjalan masuk menuju gerbang.
Saat mobil taksi itu pergi perlahan meninggalkan kampus, Tuan D datang tiba-tiba menemui Liana. Kakek Ye melihatnya namun tidak bisa melihat rupanya dengan jelas karena Tuan D membelakanginya.
"Kapan kau muncul dengan tidak tiba-tiba seperti itu," ucap Liana yang sering terkejut dengan kedatangan tuan D yang tiba-tiba, Tuan D hanya tertawa kecil menjawab perkataan Liana.
Padahal saat itu Tuan D tidak menggunakan kekuatannya yang tiba-tiba muncul. Pria itu datang berjalan dengan pelan dari arah belakang Liana dan mengagetkannya.
"Selamat pagi mentari ku, aku mencintaimu," ucap Tuang D dengan berbisik.
"Selamat pagi drakula ku, aku mencintaimu juga," jawab Liana tersenyum
__ADS_1
"Ya sudah ya aku pergi dulu, kau fokuslah belajar," ucap Tuan D yang langsung ingin pergi
"Hanya itu?" Tanya Liana yang membuat pria drakula tadi menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Iya hanya itu? Oh kau ingin ku cium?" ucap Tuan D menggoda
"Haha tidak ini tempat umum sayang. Maksudku, kau menemui ku hanya untuk mengucapkan selamat pagi dan ucapan cinta untukku?" Tanya Liana
"Ya, karena itu sangat penting. Aku ingin memberikanmu moment indah meskipun itu hal kecil. Itu pertanda aku selalu mengingat mu," jawab Tuan D
"Hah, aku akan semakin sulit melepaskan mu. Kau selalu membuat hatiku bahagia. Jangan pernah meninggalkan aku," ucap Liana
"Tidak, tidak akan hingga maut sendiri yang memisahkan," ucap Tuan D, Liana menutup bibir Tuan D dengan satu telunjuknya.
"Jangan ucapkan itu. Bahkan mendengarnya pun membuatku takut," sahut Liana
"Maaf sayang,"
"Oh iya, Kakek Ye ingin sekali menemui mu. Aku mengatakan padanya jika aku sudah mempunyai tunangan, dan dia ingin sekali melihat calon suamiku," ucap Liana
Seketika ucapan Liana membuat Tuan D memucat. Ia tahu betul jika Kakek Ye tidak akan pernah merestui hubungan manusia dengan drakula.
"Kenapa? Hemm?" Tanya Liana yang melihat perubahan ekspresi pada raut wajah kekasihnya itu.
"Aku hanya takut jika dia tidak merestui hubungan kita," jawab Tuan D
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku akan terus membicarakan sikap baikmu padanya," ucap Liana
"Kalau Kakek Ye, Nenek Anie dan semua keluarga mu mengetahui wujud ku mereka pasti akan memisahkan hubungan ini, lalu bagaimana denganmu? Apa yang akan kau perbuat?" Ucap Tuan D yang lalu berakhir dengan beberapa pertanyaan
"Aku akan tetap memilihmu, aku akan tetap menikahi mu meskipun tanpa restu mereka," ucap Liana
"Meskipun mereka hanyalah keluarga angkat mu, namun perjuangannya menyelamatkanmu, perjuangannya membesarkan mu sudah seperti keluarga kandungmu. Mereka menyayangimu meskipun tidak pernah mengatakannya. Kau jangan membenci mereka. Kita akan cari cara terbaik, jika pernikahan itu ditunda aku tak masalah asalkan mereka merestui hubungan kita," ucap Tuan D yang masih menghormati keluarga Liana meskipun bukanlah keluarga kandungnya. Liana semakin terkesan dengan Tuan D. Dia drakula tetapi berjiwa malaikat.
Cinta Ku Tuan Drakula
****
__ADS_1
Resah gelisah yang kini kurasakan 🥶🥶🥶