
Lee berhasil keluar dari jeratan jiwa drakula yang ada dalam dirinya. Malam itu ia tidak mengubah Arin, istrinya masih manusia. Setiap jiwa drakulanya keluar, Lee selalu ijin keluar dan menghabiskan satu kantong darah.
Pria itu terus berpikir bagaimana jika dalam waktu panjang. Ia tidak bisa terus menerus meminum darah manusia dari kantong infus. Ia juga mendapatkannya sebagai hadiah dari Tuan D. Setelah ini Lee harus meminum darah hewan, jika tidak Lee bisa menghisap darah istrinya dengan kata lain Arin akan berubah menjadi Drakula.
Meskipun Arin tidak mempermasalahkan tapi Lee telah berjanji pada Kakeknya. Dan sebagai pria, dia harus menepati janjinya.
Pukul 07.00 pagi, Arin sudah memasak untuk Lee. Ia berusaha memasak pertama kalinya untuk suaminya itu. Sebenarnya Arin sedikit mual menghirup aroma bawang, namun ia menahan rasa mualnya dan tetap memasak untuk Lee tercinta. Setelah menyajikannya di meja makan, dia membangunkan Lee yang masih tertidur pulas.
Arin membangunkan Lee dengan ciuman di bibir, pipi dan telinga membuat pria itu terbangun dengan mata yang masih tertutup.
"Masakan sudah siap, ayo ayo di santap," ucap Arin seraya melagukan ucapannya itu.
"Hemmm kau memasak? Aku masih mengantuk, pukul berapa sekarang?" Tanya Lee dengan suara serak.
"Pukul 07.00 pagi, ayo bangun, mandi dan sarapan," seru Arin
"Ya sayang, aku mandi dulu," ucap Lee kemudian bergegas mandi kemudian Lee keluar kembali dan mendekati Arin yang sedang merapikan seprei tempat tidur mereka.
"Sayang, kau belum mandi kan? Ayo kita mandi bersama," ajak Lee seraya mengelus bokong istrinya.
"Haha Tuan Lee kau sudah kecanduan padaku ya?" Tanya Arin
"Kau mau tidak?" Bisik Lee dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Arin. Ia ingin mengajak istrinya saat itu, untuk berolahraga di kamar mandi.
Arin selesai merapikan tempat tidur mereka kemudian ia berbalik menghadap Lee yang sedari tadi dibelakangnya memainkan bokong Arin.
"Ayo mister Lee, tapi sekali saja ya? Karena aku sedikit tidak enak badan," jawab Arin
"Kau sakit, kita ke dokter ya?" Tanya Lee sedikit panik
"Tidak, setiap pagi aku selalu muntah, hemm bawaan bayi," jelas Arin
"Kalau begitu tidak usah saja, aku tidak ingin kau sakit. Yasudah aku mandi dulu ya," ucap Lee yang tidak ingin menambah beban untuk Arin, dia harus memahami kondisi Arin yang sedang hamil.
"Tapi aku ingin membuatmu puas," balas Arin
"Aku sudah puas semalam, aku juga harus tahu diri kau sedang mengandung, dan itu lebih penting," jawab Lee pengertian kemudian mengecup pipi Arin seraya mengelus perut Arin yang belum membesar.
"Baiklah, mandi yang bersih dan wangi ya. Karena jam 9 nanti kita harus ke pernikahan Trivia dan Steve," ujar Arin mengingatkan
"Ok sayang ku," jawab Lee
Selesai mandi dan berpakaian rapi, Lee mencari keberadaan Arin yang tidak ia temukan di dalam rumah. Lee melihat meja makan yang sudah penuh berisi makanan buatan Arin. Pria itu terus memanggil Arin seraya membuka penutup makanan itu dan mencicipinya sebelum masuk kedalam piring.
"Hemm ini enak sekali, padahal dia bilang belum pernah memasak tapi kenapa sangat enak. Yang ini juga enak, tapi lebih enak yang pertama ini," gumam Lee memuji masakan Arin yang sangat enak di lidahnya.
Arin masuk kedalam rumah, ia baru dari luar membeli beberapa buah yang ada di toko seberang rumah Lee.
"Aku pulang," ucap Arin
__ADS_1
"Kau dari mana?" Tanya Lee
"Toko buah seberang, Sayang, rumahmu enak ya, dekat dengan penjual buah. Aku bisa mencicipi buah setiap hari. Itu bagus untuk kandungan ku," ujar Arin sembari masuk kedalam rumah.
"Tapi jangan beli didepan itu sayang, harga buahnya mahal dibandingkan yang ada di pasar," ujar Lee seraya mengambil makanan ke dalam piringnya.
"Ahh aku tidak tahu kalau soal harga, tapi dibandingkan mall, tempat itu jauh lebih murah. Hemm ini pertama kalinya aku memasak, apakah masakan ku enak?" Tanya Arin.
"Enak sangat enak, sini duduklah kau juga harus makan yang banyak," ujar Lee
"Aku sudah makan tadi, Aku mau makan buah saja biar tidak mual," ucap Arin seraya memakan pisang dihadapan Lee
Lee masih terbayang wajah Arin yang memasukkan towernya ke dalam mulutnya, dan ketika Arin memakan pisang itu mem buatnya teringat kembali kejadian semalam, seketika tubuhnya meremang namun pria itu cepat-cepat menyadarkan dirinya sendiri.
...---💘💘---...
Pernikahan Trivia dan Steve akan berlangsung pukul 09.00 pagi. Pernikahan yang berada di altar gereja itu disaksikan oleh keluarga Tri dan Steve, juga teman-teman kerjanya.
Sebastian di dampingi salah satu aparat kepolisian untuk menemaninya, menghadiri pernikahan putrinya. Ia harus mendampingi putrinya berjalan di karpet merah menuju altar pernikahan. Steve telah berdiri disana menunggu kedatangan Trivia disampingnya.
Setelah itu janji suci diucapkan seorang pendeta yang memimpin jalannya upacara pernikahan, ucapan itu dijawab oleh Steve dan juga Trivia. Selesai itu keduanya diperbolehkan saling menautkan bibir mereka.
Trivia melemparkan bunga sebagai tanda siapa yang akan menikah selanjutnya, dan bunga itu jatuh ke tangan Dona, saudara sepupu Liana.
"Tri, akhirnya kau menikah juga, aku sangat senang," sahut Liana seraya memeluk Trivia dengan erat.
"Terimakasih Liana, aku pun sangat bahagia kau bisa hadir dihari pernikahan ku," ucap Trivia
"Haha pasti Lian," jawab Steve sedikit malu.
Tiba-tiba saja Liana mendadak pingsan, Tuan D yang berada di belakangnya segera menangkap tubuh Liana yang sedikit sempoyongan.
"Liana kau sakit?" Tanya Trivia cemas.
"Aku... tiba-tiba pusing," jawab Liana
"Kita duduk disana ya," jawab Tuan D membantu menuntun Liana berjalan ke kursi tamu.
"Liana ini minumlah," sahut Alexandra yang datang setelah melihat Liana sedikit limbung.
Tuan D tersenyum melihat Liana setelah menyentuh tangannya, "Kau hamil sayang,"
Ucapan yang terlontar dari mulut suaminya itu membuat Liana sedikit bingung karena mereka baru menikah beberapa hari yang lalu, tapi kenapa Liana bisa hamil secepat itu.
"Aku hamil? Anak siapa?" Tanya Liana bingung membuat Alexandra dan Tuan D tertawa dibuatnya.
"Tentu anak kau dan Dimitri Liana," jelas Alexandra yang juga dapat melihat keadaan Liana dengan ilmu sihir drakulanya.
"Kau hamil anak ku sayang, itu anak kita, prosesnya sangat cepat karena kau kini juga seorang drakula. Tidak sama dengan manusia," ucap Tuan D
__ADS_1
"Hah, ini serius kan sayang?" Tanya Liana tak percaya
"Iya, untuk apa aku bohong. Terimakasih kau telah memberiku keturunan," sahut Tuan D seraya mengecup kening Liana
"Dia akan menjadi pangeran drakula yang hebat dan baik hati seperti orang tuanya," ujar Alexandra yang ikut berbahagia.
Kebahagiaan menyelimuti Raja Drakula Dimitri Van Helsing dan Ratu Liana Evelyn dengan kehadiran calon pangeran dalam kandungannya. Kebahagiaan itu juga hadir dari pasangan yang baru menikah Tri dan Steve.
Dan Lee yang masih berpegang teguh pada pendiriannya untuk tidak mengubah Arin menjadi drakula. Entah sampai kapan dia kan menahannya.
Sepulang dari menghadiri pernikahan Trivia dan Steve. Lee berbaring di ranjang dengan napas tersengal-sengal. Ia merasakan panas karena cuaca yang menyengat telah membuat kulitnya sedikit melepuh kemerahan. Tidak luka melainkan hanya berwarna merah seperti kepiting rebus Pria drakula itu tak bisa menahan panas matahari. Arin pun menyuruhnya untuk pulang sebelum panas matahari membakar suaminya.
"Sayang, kau terlihat kesakitan apa sebaiknya kita berendam saja?" Tanya Arin.
"Berendam dimana? Aku tidak punya bathup," ucap Lee
"Kau kan bisa menghilang dan muncul, bawa aku dan kita pergi kerumah ku, aku akan mengobatimu disana," goda Arin yang wanita itu maksud adalan bercinta.
Lee beranjak dari baringnya dan duduk menatap Arin yang berdiri dihadapannya.
"Sayang, apa tidak apa aku menggenjot mu terus-menerus kau kan sedang hamil," seru Lee.
"Ya sudah kalau tidak mau," ucap Arin dan kemudian dia berbalik badan mencari pakaian ganti di dalam lemarinya lalu membuka pakaiannya didepan suaminya.
Lagi-lagi Lee disuguhi pemandangan yang membuatnya terus melotot menggetarkan gairah yang ia pendam sedari pagi. Pria itu membuka dasinya merasa gerah dan kemudian membuka jas dan kemejanya.
Arin mulai memakai pakaian gantinya namun Lee menariknya ke atas dan membukanya. Pria itu mencumbu istrinya dan melakukan hasratnya. Arin tertawa kecil, pria itu ternyata tak bisa menahan imannya.
"Kau jangan menggodaku lagi, aku ingin memberimu jeda," ucap Lee tetapi pria itu terus mencumbui bibir Arin.
"Kau sendiri tidak bisa menahannya, apalagi aku?" balas Arin.
"Arin...aroma darahmu...aku ingin menahannya tapi itu sungguh menyiksa jiwaku," ucap Lee jujur sembari meremas gunung kembar yang selalu membuatnya gemas.
"Sudah ku bilang jangan dengarkan ucapan Kakek, aku mengijinkannya.
"Tapi kau akan mati beberapa detik, itu membuat ku takut,"
"Beberapa detikkan? Setelah itu aku akan berwujud seperti mu? Kalaupun aku akan mati selamanya, aku rela..." ucap Arin yang belum menyelesaikan kalimatnya namun Lee sudah menutupnya dengan mencumbu bibirnya.
"Tidak sayang, kau akan terus bersamaku. Kau tahan ya, ini akan sangat sakit rasanya seperti ubun-ubunmu akan pecah. Namun hanya sebentar," ucap Lee pria itu benar-benar diluar kendali. Jiwa drakulanya keluar, ia pun merubah Arin seperti dirinya. Menyedot darah yang menjadi kenikmatan seorang drakula.
"Aaaaaaaarggghhhhh......" Teriakan terlontar dari mulut Arin.
Wanita itu jatuh dipelukan Lee lemah tak berdaya dan tak bernyawa. Namun beberapa detik kemudian Arin terbangun kembali dengan wujud yang berbeda, berwujud wanita drakula.
Satu-satunya pasangan yang baru menikah dan berwujud manusia hanyalah Trivia dan Steve. Meskipun begitu ketiga pasangan itu sangat bahagia dengan keluarga kecilnya.
...Cinta Ku Tuan Drakula...
__ADS_1
...-------💘💘💘💘-------...
...The End...