Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Perbincangan


__ADS_3

Raline sudah di angkat dan direbahkan ke atas ranjang, kamar yang ditempati Dona. Sementara Yuan Ye mengajak Liana ke ruang kerjanya.


"Masuk Liana," ajak Yuan Ye kemudian menutup pintunya.


Lalu Yuan Ye membuka pintu rahasia yang terdapat benda-benda kuno milik Ayahnya.


"Ini adalah benda kuno dan sangat ampuh, Ayah sendiri tidak tahu masih berfungsi atau tidak. Kakek dan Nenek mu adalah seorang penyihir, tetapi dari ke empat anaknya, hanya kakakku, yaitu Ibunya Donalah yang mewarisi sihir itu. Tetapi ia telah meninggal sehingga sihir itu mati. Karena Dona dan Doni ternyata tidak memiliki sihir itu. Tidak ada penerusnya sekarang. Kaulah harapan Ayah," jelas Yuan Ye.


"Kasihan Ayah, dia sama sekali tidak tahu jika aku bukanlah anaknya. Tapi dia terkadang jahat kepadaku. Terkadang peduli dan baik, moodnya selalu berubah-ubah," batin Liana.


"Lalu kenapa Aku tidak pernah melihat Kakek dan Nenek menggunakan kekuatannya?" Tanya Liana.


"Itu karena mereka ingin menutupnya, mereka takut jika kekuatannya diketahui oleh orang jahat, yang ada kekuatan mereka disalah gunakan,"


"Ayah, seperti apa Alexandra?" Tanya Liana tiba-tiba.


Yuan Ye mengerutkan keningnya, dan ingin bertanya namun Liana segera menjawabnya.


"Aku tahu namanya dari Kakek. Beliau cerita jika Ayah pernah menikah dengan Alexandra sebelum menikah dengan ibu Raline," ucap Liana.


Yuan Ye tertunduk dan melepas kacamatanya, terlihat air mata di pelupuk matanya menggenang. Pria itu segera menyeka sebelum Liana mengetahuinya, padahal wanita itu mencuri pandang dan tahu jika Ayahnya sedang bersedih.


Yuan Ye keluar dari tempat rahasia itu dan duduk di kursi tamu yang ada di ruang kerjanya. Diikuti Liana dibelakangnya.


"Alexandra, dia sangat cantik. Semakin kau besar kau semakin mirip dengannya. Terutama mata mu, padahal kau tidak ada hubungan darah dengannya. Entahlah atau hanya perasaanku saja. Dan jujur saja sampai saat ini....," ucap Yuan Ye yang tiba-tiba berhenti tidak melanjutkan ucapannya, ia takut mengakuinya.


"Kenapa Ayah?" Tanya Liana.


"Aku menyesal telah menceraikannya. Dia cinta pertama ku. Dia tidak pernah mengeluh saat kami hidup miskin, dia.... aku dengar dari Kakek Ye jika dia dibawa oleh drakula jahat, Liana tolong jangan sakit hati ya. Aku cinta dengan Ibumu, tetapi kau tahu kan seperti apa cinta sejati itu, suatu saat kau akan tahu," ucap Yuan Ye yang mengakui perasaan yang sebenarnya dengan Liana.


"Haruskah aku mengatakan ini pada Ayah, jika aku memang anaknya Alexandra?" Tanya Liana dalam hatinya sendiri. Ia pun menangis mendengar pengakuan Ayahnya meski Ayah tirinya. Tetapi jika mereka tidak berpisah, tidak akan ada Liana yang hadir di dunia ini.


"Ayah sepertinya Aku harus pergi meninggalkan rumah ini. Aku lelah disalahkan dan selalu menjadi kambing hitam. Aku ingin menjadi singa liar yang mandiri, dan berkuasa di tempat aku berada. Aku egois Ayah, dan semua keegoisan ku itu kaulah yang mengajarinya," ucap Liana

__ADS_1


"Kau akan pergi kemana? Ayah akan mengantarmu," ucap Yuan Ye menawarkan diri.


"Tidak tahu, aku akan mencarinya hari ini," ucap Liana.


"Kau bawa mobil ini ya," ucap Yuan Ye seraya memberikan kunci mobilnya.


"Tidak perlu Ayah, aku takut jika aku membawa mobil Ayah, Aku dituduh mencurinya hahaha sudahlah Ayah. Aku juga punya tabungan dan cukup untuk membeli rumah kecil," ucap Liana kemudian ia beranjak dari duduknya dan keluar dari ruang kerja Yuan Ye.


Yuan Ye tak bisa menahannya, Liana sudah bukan anak kecil lagi. Dia tumbuh lebih dewasa dibandingkan dengan kakaknya. Meski mereka hanya adik dan kakak tiri namun didikan berbeda yang diberikan Raline dan Ayahnya membuat Anaknya menentukan sikap mereka dimasa datang.


Arin menunggu Ibu dan Ayahnya mengetuk pintu kamarnya lagi, berharap ancamannya dapat membuatnya mendapatkan keinginannya.


"Mana Ayah dan Ibu, apakah ancaman ku kurang berbahaya. Aku harus membuatnya benar-benar ekstrem. Mungkin dengan memotong urat nadiku, atau meminum cairan obat nyamuk atau racun tikus. Tapi jika aku tertolong aku akan selamat. Jika mereka tidak membawaku tepat waktu. Aku bisa-bisa mati," batin Arin seraya berpikir mencari cara.


"Aku punya ide. Besok pagi aku akan ke perusahaan Tuan D lalu mengajaknya makan siang dengan alasan mengatur pesta pernikahannya lalu diam-diam memasukkan obat gairah kedalam minumannya. Setelah itu aku akan memintanya untuk mengantarku ke villa dan kita akan mengobrol beberapa saat sampai obat itu beraksi. Lalu aku akan membuatnya tidur denganku dan memintanya bertanggungjawab. Jika dia tidak mau maka seminggu kemudian aku akan mengatakan pada keluarganya jika aku hamil. Hahaha...Ahh kau sangat pintar Arin. Sekarang saatnya beraksi, dimulai dari perawatan muka," ucap Arin pada dirinya sendiri.


Author sendiri tidak habis pikir dengan kelakuan Arin. Mungkin para reader juga ingin meracuninya atau meninju mukanya biar dia sadar diri jika Tuan D hanya mencintai Liana.


"D, kemarilah dan duduk bersamaku dan Nenek. Ada yang ingin ku tanyakan," ucap Bella, Tuan D segera menghampirinya dan duduk di hadapan mereka.


"Apakah kau sudah mengatakan cerita masa lalunya pada Liana?" Tanya Bella


"Iya Bu, dan ia menangis melihat Alexandra, aku ingin segera menyelesaikannya urusan kita dengan Monster itu. Aku ingin mengeluarkan Alexandra yang tertahan disana," ucap Tuan D


"Baguslah, dengan begitu kau bisa katakan padanya. Jika saat pernikahan mu itu kau harus merubah Liana menjadi drakula sepenuhnya. Karena hanya dengan begitu kau mendapatkan kekuatanmu seutuhnya. Jika saja Monster itu tak menyerap kekuatan mu, mungkin kita tidak perlu melakukan ritual ini," ucap Bella


"Bu sudah berapa kali ku katakan. Aku tidak akan merubahnya, biarlah dia menjadi dirinya yang saat ini. Aku juga tetap akan mengeluarkan Alexandra, dan menghabisi monster itu dengan seluruh kekuatanku. Aku hanya perlu mengumpulkan kekuatan. Untuk sementara aku tidak akan memakai kekuatan ku, aku akan menyimpannya," ucap Tuan D.


"Jika kau merubah Liana menjadi drakula, dengan otomatis Liana juga bisa memperbesar kekuatan supermoon yang selama ini ia miliki. Dia akan lebih hebat darimu dan dia akan menjadi Ratu terhebat di sepanjang masa drakula kita," ucap Nenek Mary.


"Aku telah menerawang Liana, kekuatan supermoonnya kembali. Mungkin penyihir itu telah membuka kekuatan Liana," ucap Bella


"Untung saja kita ke rumah Liana saat Kakek dan Neneknya tidak berada disana. Jika mereka masih disana, mungkin dia akan menentang pernikahan ini," ujar sang Nenek

__ADS_1


"Aku pernah bertemu dengan Neneknya dan mencium punggung tangannya, namun dia tidak mengingatku," ujar Tuan D.


"Tetap saja sembunyikan jati dirimu. Besok kau harus ke perusahaan. Sudah lama kau tidak kesana kan? Aku mendapat telepon jika besok ada rapat, kau sebagai pemberi saham terbesar harus datang," ucap Nenek Mary.


"Kenapa tidak Ibu saja yang menggantikan diriku," ujar Tuan D.


"Mereka akan membicarakan saham dan aku tidak mengerti, jika perusahaan merugi apa kau ingin menanggung akibatnya," ujar Bella


"Haha biar saja, sekali-kali merugi. Dengan begitu Ibu bisa belajar dari kesalahan dan bisa pintar dalam mengambil keputusan," ucap Tuan D yang asal ngomong.


"Sembarangan! Jika kau sudah tidak ingin menjadi bos disana aku akan memberikannya pada anakku yang lain?" Ancam Bella.


"Ibu punya Anak lagi? Dengan siapa? Kenapa tidak bilang padaku sebelumnya jika kau menikah lagi," ujar Tuan D.


"Itu perusahaan ku, aku yang membangunnya jadi ibu tidak bisa seenaknya memberikan perusahaan itu pada orang lain," ucap Tuan D yang sudah sedikit kesal


"Ya aku punya anak lagi, dia sangat cantik. Tentu saja perusahaan itu akan ku berikan pada Liana," ucap Ibunya sembari tertawa kecil.


"Haha kalau untuk Liana aku rela memberikannya. Jangankan perusahaan, aku rela memberikan jantungku padanya," ucap Tuan D.


"Jantungnya lebih bagus ketimbang jantungmu yang sudah mati, jadi dia tidak perlu jantungmu haha," ucap Nenek dengan sedikit bercanda.


"Hemm Nenek,"


"Oh ya sayang, untuk pernikahanmu nanti kau ingin tema apa?" Tanya Ratu Bella.


"Aku akan menanyakannya pada Liana terlebih dahulu, yang pasti tema pernikahan bukan ulang tahun atau halooween," ucap Tuan D dengan tertawa


"Dasar anak ini, Ibu bertanya baik-baik malah bercanda," ucap Ratu Bella seraya memukul Tuan D, tetapi anak itu sudah beranjak pergi sembari tertawa.


***


Bingung nulis judul😂

__ADS_1


__ADS_2