Cinta Ku Tuan Drakula

Cinta Ku Tuan Drakula
Amnesia


__ADS_3

Tuan D merebahkan Liana di ranjang yang berukuran besar. Bukan di peti mati melainkan sebuah ranjang yang sangat empuk dan nyaman. Wanita itu tetap tertidur pulas meski terdengar suara tamu yang berdatangan untuk berduka


Hari ini hari kelahirannya sang pangeran Drakula, yang mana ia akan merasa haus akan darah perawan. Para tamu yang berdatangan ke rumahnya, ditambah kehadiran Liana, membuat gairahnya turun naik.


Tuan D menemui para tamu sejenak, itu pun saat proses pemakaman berlangsung. Saat di pemakaman, kulitnya memerah dan terasa panas, pria itu tak bisa menahan panas. Itu dikarenakan ia mengeluarkan kekuatan merah disaat tubuhnya memerlukan darah. Seperti halnya manusia yang akan melemah jika kekurangan cairan.


Pria itu kembali ke kamar tempat Liana tertidur. Kekuatan yang Boscha tanam sangat kuat, hingga wanita itu tak juga sadarkan diri. Tuan D mendekati wanita itu, ia ikut merebahkan dirinya disamping Liana kemudian diraihnya tangan Liana dan didekatkan di bibirnya.


"Sayang, bangunlah. Aku sangat khawatir jika Boscha memberimu kekuatan yang sangat jahat. Aku bisa menyerap kembali kekuatan yang Boscha berikan pada Kakek, Nenek dan Lee, tetapi kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap mu," gumam Tuan D yang menaruh tangan Liana di pipinya. Kemudian kembali ia ciumi.


Hanya dengan menghirup aroma darahnya saja pria itu tak merasakan kepanasan lagi. Tanpa terasa pria itu ikut tertidur disamping Liana.


Tak berapa lama Liana membuka matanya, ia menatap langit-langit yang terasa asing baginya. Dan juga tangannya yang berada dalam genggaman seorang pria.


"Siapa pria itu, apakah aku dilecehkan?" Batin Liana kemudian mendorong tubuh Tuan D hingga pria itu melayang dan tubuhnya manabrak dinding kamarnya.


"Astaga apa yang ku lakukan! Aku hanya mendorongnya pelan dan melepaskan tanganku," gumam Liana


Dengan waktu yang bersamaan, Tuan D terkejut karena Liana dapat mendorongnya jauh.


"Arghh, sayang kenapa kau mendorongku?" Tanya Tuan D.


"A-aku tidak sengaja, aku hanya takut jika kau telah ....meniduriku," serunya.


"Apa? Mana mungkin aku sekotor itu, Aku tahu batasanku meski Aku seorang drakula," seru Tuan D.


"Hah A-apa? Dra-drakula? Jangan dekati aku!" ucap Liana yang tidak ingat tentang Tuan D dan dirinya yang sebelumnya, yang begitu mencintai pria itu.


Liana ketakutan ia beranjak dari ranjang dan mundur perlahan dengan tangan di depan menunjukkan tanda stop. Tuan D mengernyitkan dahinya, ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan Liana yang tak ingat dengannya.


Pria itu mendekat perlahan dan menceritakan sedikit tentang dirinya dan Liana.


"Sayang, tenanglah. Kau terkena sihir yang Boscha berikan padamu. Aku ini Tuan D, kita saling mencintai dan kita sepasang kekasih," jelasnya.


"Mundur! Atau aku akan melompat!" Ancam Liana seraya mendekat pada tepi jendela yang terbuka lebar.

__ADS_1


"Tidak jangan, lompat. Kita berada di lantai tiga dan itu sangat tinggi. Kumohon, percayalah padaku," pinta Tuan D yang tetap tenang dan mulai mundur agar Liana tidak terlalu takut.


"Hah percaya katamu? Percaya pada drakula sama saja dengan menyerahkan diriku sendiri, Aku tidak sebodoh itu," ucap Liana


"Aku ingin pulang, tolong jangan halangi jalanku!" Seru Liana.


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang," ucap Tuan D.


Tuan D kemudian mengeluarkan kekuatannya untuk mengirimkan Liana pulang, bukan ke rumahnya melainkan ke rumah sakit tempat Kakeknya dirawat.


Sesampainya di kamar rawat Kakek Ye, wanita itu semakin bingung dengan apa yang terjadi, dan kenapa kakeknya berada di rumah sakit. Apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara Tuan D merasa galau, baru saja ia merasakan di cintai oleh wanita yang telah lama ditunggunya. Sekarang Wanita itu melupakannya, bahkan ia tidak mengingat tentang apa yang Tuan D lakukan selama ini.


Ratu Bella mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar tamu itu. Namun ia tak mendapati sosok Liana di sana, melainkan Tuan D yang duduk meringkuk di lantai dengan mata yang memerah. Ingin rasanya pria itu menangis, tetapi tak bisa karena air matanya telah mengering untuk Boscha dan Lauren.


"Kemana Liana? Apakah dia sudah pulang?" Tanya Ratu Bella.


"Dia melupakanku, dia tak ingat tentang diriku. Bahkan dia takut jika aku mendekatinya," jawab Tuan D.


"Sepertinya iya," jawabnya dengan lirih.


"Oh tidak!" Seru Ratu Bella seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa Bu?" Tanya Tuan D yang tidak tahu kenapa Ibunya mengeluh seperti itu.


"Itu kekuatan Boscha yang asli. Sebaiknya kau bersiap kehilangan dia sekarang,"


"Apa maksud Ibu? Aku mencintainya dan dia akan menjadi santapan drakula lainnya terutama monster itu! Aku tidak akan membiarkan dia sendirian,"


"Jika kau masih mengejarnya, itu akan sulit karena dia melihat kejadian yang bisa disalah artikan. Astaga sepertinya aku harus menjelaskannya padamu sekarang,"


***


"Kakek, Nenek?" Panggil Liana seraya masuk ke dalam kamar perawatan Kakek Ye

__ADS_1


Anie Devano yang sedang menyuapi Kakek Ye, kemudian meletakkan piringnya di meja dan mendekati Liana dengan sebuah pelukan erat.


"Sayang Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Nenek


"Nenek Aku baik-baik saja," jawab Liana cepat dan kemudian melihat Kakek Ye yang terbaring di ranjang.


"Kakek, kenapa kau ada disini?" Tanya Liana.


"Apa kau lupa sayang? Kakek mu baru saja operasi jantung. Syukurlah keadaannya sekarang membaik," ucap Anie yang kemudian menatap Kakek Ye merasa heran kenapa Liana tidak ingat.


"Astaga kenapa tidak ada yang memberitahu ku. Aku bahkan di bawa oleh drakula jahat, meski ku akui dia sangat tampan tapi tetap saja drakula," ucap Liana.


"Drakula? Lalu bagaimana dengan drakula itu? Dan bagaimana caramu lolos darinya?" Tanya Nenek Anie


"Entahlah Nek, Aku berteriak padanya dan ingin pulang jika tidak aku akan melompat, lalu dia memohon padaku untuk jangan melompat setelah itu sebuah cahaya muncul dan tiba-tiba saja aku disini," jawab Liana yang masih Linglung. Dirinya merasakan pusing tiba-tiba.


***


"Bu, hal apa yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Tuan D


"Sebenarnya kekuatan Boscha dapat menghilangkan ingatan dan memunculkan ingatan kembali, orang yang terkena sihirnya akan mengingat jelas dirinya bahkan saat masih dalam kandungan," jelas Ratu Bella.


"Jika itu aku tahu, Bu," jawab Tuan D.


"Dan ada yang tidak kau ketahui, Boscha juga dapat merekayasa ingatan seseorang. Dan aku takut ingatan Liana telah direkayasa," ucap Ratu Bella.


"Kenapa Ibu sangat yakin jika Liana akan terkena ilmu rekayasanya?" Tanya Tuan D.


"Boscha pernah mengatakan padaku, bahwa dia ingin memisahkan mu dengan Liana. Dengan cara membuatnya membenci dirimu, apalagi jika bukan dengan kekuatannya itu,"


"Bukankah aku telah menyerap kekuatan Boscha? Itu artinya aku bisa menghapus ... " ucapan Tuan D terhenti karena Ratu Bella memotongnya.


"Tapi kau tidak tahu jika dia memiliki kekuatan rekayasa ingatan itu, itu artinya kekuatannya musnah bersama dirinya," ucap Ratu Bella


"Maaf jika ibu menyembunyikannya, karena ibu tidak ingin kekuatan Boscha menjadi alat untuk orang lain," timpalnya lagi.

__ADS_1


"Sudahlah, Aku juga tidak menyalahkan Ibu. Jika benar, apa yang ibu takutkan itu terjadi. Aku akan membuat Liana kembali padaku dengan cinta yang aku miliki. Bukankah kekuatan cinta mampu mengalahkan kebencian," ucap Tuan D yang yakin akan cintanya.


__ADS_2