
"Ratu, terjadi aksi liar di wilayah Utara tepatnya sekitar tol. Kita harus bertindak ke sana secepatnya karena sudah banyak manusia yang berubah menjadi drakula," ucap salah satu pengikut Ratu Bella.
"Boscha," terka Nenek Mary yang ada disebelah Ratu Bella.
"Wilayah di barat ini belum aman, jika begitu kerahkan sebagian pasukan kesana. Jika kita masih kekurangan pasukan, mau tidak mau kita harus meminta bantuan para penyihir itu," ucap Bella.
"Baik perintah Ratu akan saya jalankan," balasnya dan kemudian pergi.
"Penyihir-penyihir itu telah mati Bella, tak ada lagi yang dapat membantu kita," ucap Nenek Mary.
"Masih tersisa dua orang yang hidup, tetapi aku tidak bisa mencari keberadaannya, Lauren dia harus membantu kita mencari penyihir itu," ucap Ratu Bella.
"Jangan libatkan Lauren. Dimana D?" Tanya Nenek Mary seraya mencari keberadaan drakula jahat di wilayah barat.
"Aku menyuruhnya untuk berdiam dirumah karena sebentar lagi pukul dua belas malam," jawab Ratu Bella seraya ikut mencari kerusuhan di wilayah barat itu.
"Kau ini kita kekurangan orang dan menyuruhnya untuk beristirahat di rumah?" ucap sang Nenek.
"Ma besok hari kelahirannya. Jika ia berkeliaran di luar dia akan memangsa gadis yang masih perawan. Apa Mama lupa jika esok ulang tahunnya?" ucap Bella.
"Astaga cucu kesayanganku, aku melupakan hari itu. Jika begitu kau urus saja yang di wilayah Utara. Wilayah barat ini sepertinya sudah terkendali. Biar aku yang urus disini," ucap Nenek.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu," pamitnya kemudian menghilang.
Sesampainya di tol, Ratu Bella segera memusnahkan para Drakula. Sesama drakula itu saling menyerang satu sama lain. Pertikaian masalah yang lalu masih berlanjut hingga sekarang.
"Kita kalah jumlah, Boscha kelewatan dia membawa lebih banyak pasukan. Jika ini dibiarkan bangsa manusia bisa habis," batin Ratu Drakula.
Tuan D kemudian berbicara lewat batinnya dengan sang Ibu. Hanya D yang mampu memusnahkan semuanya. Kekuatan D akan semakin bertambah apalagi jika dihari kelahirannya ia menghisap darah gadis.
"Bu, ijinkan aku memusnahkan mereka semua," ucapnya D
"Tidak D kau tidak boleh keluar!" Perintah sang Ratu.
Ratu bersikap keras agar Tuan D tidak memangsa seorang gadis. Seperti yang ia lakukan dua puluh lima tahun yang lalu. sebelum Liana lahir dan sebelum pasukannya berkurang.
Tuan D saat itu lepas kontrol, bukannya menghisap kemudian merubahnya menjadi pengikutnya tetapi menghisapnya hingga gadis itu kehabisan darah dan tiada.
__ADS_1
Saat itu Tuan D bersama temannya dan beberapa gadis drakula sedang merayakan pesta kelahirannya. Lalu seorang wanita drakula yang terpikat pada Tuan D memasukan obat pemikat dan menyuruhnya untuk meminum alkohol.
Tuan D berhasil kabur dari pestanya namun saat perjalanan pulang, seorang gadis manusia melewatinya. Tuan D mencium aroma segar ia menjadi tak terkendali. Tubuhnya meronta meminta darah segar, semua terpicu akibat obat pemikat yang ia minum sebelumnya.
Cessss
Sebuah nyawa melayang, sejak saat itulah Ratu Bella mengurungnya Tuan D dihari kelahirannya. Tak ada pesta lagi, tak ada perayaan apapun diluar. Ia hanya berkumpul didalam rumahnya tanpa kehadiran manusia.
Ratu Bella pulang ke rumahnya dan meminta tolong kepada Lauren karena hanya dia yang bisa mencari keberadaan sang penyihir. Lauren akan mencarikannya dan ia meminta sebuah syarat.
"Aku akan mencarinya tetapi aku ingin mencicipi darah Liana, setetes saja," ucap Lauren
"Jika kau mencicipi darah Liana jangan salahkan aku jika D memusnahkan mu," ucap Ratu Bella.
"Untuk itulah aku meminta ijin padamu. Jika kau yang mengatakan padanya, mungkin dia akan mengerti. Hanya setetes. Aku janji," ucap Lauren.
Tuan D datang dan menarik tubuh Lauren ke hadapannya dengan kekuatannya. Lauren tercekat, tubuhnya tak dapat bergerak.
"Aku sudah bilang, Liana bukan bahan makanan," ucap D.
"D, lepaskan dia," pinta Ratu Bella.
Tuan D melepaskannya, Lauren terbatuk-batuk seraya memegang lehernya dan pinggangnya. Ia tak lagi berani meminta syarat yang ia berikan tadi.
"Kau ingin membantu atau tidak?" Tanya Tuan D dengan nada tinggi.
"Huh, baiklah aku akan mencarinya. Aku sudah lama tak menggunakan kekuatan ku jadi Aku tak bisa cepat," jawabnya.
Kemudian Lauren duduk dan mulai berfokus. Wanita drakula itu pernah memberikan sayatan berupa tanda di tubuh penyihir itu sehingga ia bisa melacaknya. Sekali dua kali ia mencoba namun nihil, Lauren tak dapat menemukannya.
"Aku tak bisa menemukannya, Aku rasa orang itu telah tiada atau mereka menutup dirinya sendiri?" Ucap Lauren.
"Kau yakin, jika benar begitu kita tak bisa berbuat banyak,"
"Bu percaya padaku, aku tak akan melakukan kesalahan. Aku akan keluar melenyapkan pengikut Bos dan segera pulang," sahut Tuan D.
Ratu Bella ragu ia terlihat berfikir keras. Sampai akhirnya ia pun mengijinkannya.
__ADS_1
"Terimakasih Bu," Tuan D meraih tangan Ibunya mengecup punggung tangannya.
"Tapi Aku akan ikut bersamamu," ujar Ratu Bella yang kemudian di jawab anggukan kepala oleh Tuan D.
Sebelum pergi Tuan D meminta maaf pada Tantenya Lauren, ia meraih tangan Lauren dan meminta maaf jika tadi ia menyakitinya.
"Maafkan perbuatan ku tadi, tapi aku tidak akan meminta maaf jika kau menyentuh Liana," sahut D yang berakhir dengan ancam.
"Iya tidak lagi, Liana milikmu dan Aku tidak berani menyentuhnya," ucap Lauren berjanji.
Kemudian Ratu Bella dan Tuan D menghilang. Lauren merasakan aura jejak yang ia cari saat bersentuhan dengan D. Ia kembali fokus dan mulai mencari keberadaan penyihir itu.
"Ye dan Liana .... tidak mungkin! Liana dan Ye adalah kakek dan cucu? Penyihir itu adalah kakeknya Liana, apakah kakakku tidak mengetahuinya?" gumam Lauren.
Lauren kemudian menyusul Tuan D dan Ratu Bella kakaknya. Ia ingin menyampaikan informasi yang penting.
"Ratu.... Tunggu! Aku menemukannya!" Pekik Lauren dari kejauhan. Tetapi ia tidak waspada, Lauren terkena serangan Boscha. Ratu Bella yang melihatnya menghampiri Lauren seraya berteriak.
"Lauren ... Tidaaaaak!" Pekik Ratu Bella
"Kau bodoh, jika ingin mengatakan sesuatu kau bisa lewat telepati kan? Lauren jangan tinggalkan aku!" ucap Ratu Bella menangisinya seraya memeluk Lauren dalam dekapannya, Lauren pun berbisik lirih.
"Penyihir itu ka...Ka...kek, Li...," Lauren tak dapat menyelesaikan kalimatnya, ia pun mati.
Tuan D menghampirinya setelah menghabisi separuh musuhnya.
"Lauren," panggil Tuan D kemudian mencoba untuk menyelamatkannya namun tidak bisa. Ia lalu mencoba menghabisi Boscha. Terlihat Boscha tertawa terbahak-bahak dari kejauhan.
"Haha, aku ingin memusnahkannya sama seperti Aku memusnahkan Raja, sepertinya itu terlihat menyenangkan," ucap Boscha makin tertawa.
Tuan D mengumpulkan semua kekuatannya, terlihat kepulan asap merah dan hitam menyelimuti dirinya. Kekuatan yang tak pernah ia keluarkan sebelumnya.
Tawa Boscha yang sedari tadi terlontar, kemudian terdiam ketika melihat kekuatan merah Tuan D. Itu kekuatan pemusnah. Ia pun menghilang dengan segera. Boscha benar-benar pengecut.
"Dasar pengecut!" Pekik Tuan D.
Dalam hitungan detik ketika kekuatan merah dikeluarkan musuh lenyap seketika. Wilayah kembali aman. Ratu Bella dan Tuan D kembali ke kediamannya dengan penuh duka.
__ADS_1